Yang Perlu Diketahui Mengenai Hak Asuh Anak di Indonesia

Pembagian hak asuh anak ditentukan oleh undang-undang dan pertimbangan tertentu

Mengasuh anak secara bersama-sama antara suami dan istri memang menjadi keinginan tiap orang. Namun dalam suatu kasus misalnya perceraian, hak asuh anak kerap menjadi perdebatan karena menjadi objek rebutan bagi pasangan yang bercerai. 

Guna meminimalkan kondisi perebutan hak asuh anak bagi pasangan yang bercerai, berbagai aturan pun dibuat. Ditetapkan pula syarat-syarat pengasuhan anak yang kedua orang tuanya telah bercerai. Tidak terkecuali di Indonesia, ada aturan khusus yang merumuskan mengenai masalah hak asuh ini. 

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai hak asuh anak di Indonesia. Beberapa hal ini dibuat dan diatur guna mencegah adanya ketidak pemenuhan kebutuhan anak pasca kedua orang tuanya bercerai. 

  • Diatur dalam Undang-Undang 

Pengaturan mengenai hak asuh anak dibuat tidak main-main. Bahkan perihal hak asuh ini, negara menubuatkannya dalam undang-undang. Adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menjadi sumber rujukan utama dalam masalah pengasuhan anak dalam keluarga. 

Pencantuman masalah hak asuh dibuat guna melindungi masa depan anak yang orang tuanya bercerai. Dengan adanya ketetapan mengenai hak asuh, diharapkan pemeliharaan dan pendidikan anak tidak terganggu, meskipun ayah dan ibunya sudah berpisah. 

  • Ibu Sebagai Pengasuh

Dalam aturan negara, ibu menjadi pihak terkuat yang berhak memperoleh hak asuh anak. Khususnya bagi anak yang berusia 12 tahun ke bawah, umumnya memang hak asuh akan jatuh ke tangan ibu setelah proses perceraian selesai. 

Akan tetapi untuk anak yang sudah melewati usia 12 tahun ke atas, pilihannya menjadi lebih ragam. Anak dinilai sudah mampu menentukan pilihannya. Sang anak juga berhak mengeluarkan keinginannya untuk diasuh oleh siapa, ayah atau ibunya. Jika sang anak memilih ayahnya untuk memelihara dia, hak asuh anak akan jatuh ke tangan suami. Namun jika sebaliknya, hak asuh anak akan jatuh ke tangan istri sesuai dengan undang-undang. 

  • Ayah Sebagai Penafkah

Hak asuh anak bisa jadi jatuh kepada ibu. Tetapi, peran ayah tidak berhenti sampai di sana. Dalam aturan undang-undang, ayah tetap berperan dalam tumbuh kembang anak, khususnya terkait masalah finansial. 

Ayah memiliki kewajiban tetap memberikan nafkah bagi anak-anak yang sudah diasuh oleh mantan istrinya. Ayah diwajibkan memenuhi berbagai kebutuhan sang anak, khususnya terkait biaya hidup dan biaya pendidikan anak hingga dewasa. Dengan jatuhnya hak asuh anak ke tangan ibu, bukan berarti pula peran ayah untuk memelihara sang anak ditiadakan. Selain finansial, sang ayah juga masih diizinkan menjalankan pengasuhan anak untuk kebaikan tumbuh kembang sang anak. 

  • Bergantung Pengadilan 

Undang-undang memang sudah mencantumkan maklumat mengenai kepemilikan hak asuh anak bagi pasangan yang bercerai. Namun, aturan tersebut nyatanya masih bisa diubah oleh keputusan hakim pengadilan. 

Hakim pengadilan memiliki hak untuk menimbang risiko dan manfaat ketika hak asuh anak dijatuhkan ke salah satu pihak orang tua. Dengan pertimbangan ini pula, tidak jarang hakim membuat putusan untuk memindahkan hak asuh anak di bawah 12 tahun dari tangan ibu kepada ayahnya. Kesehatan, kondisi kejiwaan, hingga masalah finansial menjadi beberapa pertimbangannya. Keterangan saksi serta kondisi sosial juga menjadi pertimbangan kuat pengadilan dalam memutuskan hak asuh anak jatuh ke tangan siapa. 

*** 

Hak asuh anak bisa saja jatuh ke tangan suami ataupun istri. Meskipun demikian, bukan berarti putusan tersebut justru membuat pertengkaran yang justru akan merusak mental anak. Toh nyatanya meskipun hak asuh anak jatuh ke tangan salah satu pasangan, bukan berarti pasangan yang lain tidak boleh berinteraksi dengan buah hatinya. 

Mengenal Jenis Terapi Ozon

Terapi ozon adalah terapi pengobatan medis alternatif yang memperkenalkan ozon atau ozonida ke tubuh Anda. Terapi ini dilakukan untuk mengobati penyakit atau luka.

Ozon sendiri adalah gas tidak berwarna yang terdiri dari tiga atom oksigen (O3). Gas ozon dapat digunakan untuk mengobati kondisi medis dengan merangsang sistem kekebalan tubuh Anda dan juga dapat digunakan untuk mendisinfeksi dan mengobati penyakit.

Terapi ozon bekerja dengan mengganggu proses tidak sehat dalam tubuh Anda, dimana hal ini dapat membantu menghentikan pertumbuhan bakteri yang berbahaya bagi tubuh.

Medical ozon sendiri telah digunakan sebagai desinfektan pada persediaan medis dan mengobati berbagai kondisi yang berbeda selama lebih dari 150 tahun. Misalnya, jika Anda memiliki infeksi dalam tubuh Anda, terapi ozon dipercaya dapat menghentikan penyebarannya.

Beberapa penelitian telah menunjukkan terapi ozon efektif dalam mengobati infeksi yang disebabkan oleh:

  • Bakteri
  • Birus
  • Jamur
  • Ragi
  • Protozoa

Terapi ozon juga membantu menghilangkan sel yang terinfeksi. Begitu tubuh Anda menghilangkan sel-sel yang terinfeksi, tubuh akan menghasilkan sel-sel baru yang sehat. Terapi ozon dapat digunakan untuk berbagai kondisi berikut:

  • Gangguan pernapasan

Orang dengan segala jenis gangguan pernapasan dapat mencoba terapi ozon. Dengan memberikan lebih banyak oksigen ke darah Anda, terapi ozon dapat membantu mengurangi stres pada paru-paru Anda. Namun terapi ozon tidak direkomendasikan untuk penderita asma.

  • Diabetes

Terapi ozon juga menunjukkan harapan dalam mengurangi resiko komplikasi dari diabetes. Komplikasi biasanya disebabkan oleh stres oksidatif dalam tubuh. Jika terapi ozon dapat membawa oksigen segar baru ke dalam darah dan jaringan, penderita diabetes bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Menurut sebuah studi, terapi ozon dapat membantu untuk memperbaiki kulit dan jaringan penderita diabetes.

  • Gangguan kekebalan tubuh

Terapi ozon mungkin bermanfaat bagi penderita gangguan kekebalan tubuh karena dapat membantu merangsang sistem kekebalan tubuh Anda. Namun masih diperlukan lebih banyak penelitian tentang penggunaan terapi ozon untuk pengobatan kekebalan tubuh.

Terdapat banyak cara untuk menerima terapi ozon. Biasanya penyedia layanan kesehatan Anda akan membahas pilihan terbaik untuk jenis perawatan Anda. Perawatan terapi ozon dapat diberikan dalam tiga cara, yaitu:

  • Langsung ke jaringan

Jika Anda menjalani terapi ozon untuk masalah ekstremitas atau luka, gas ozon kemungkinan besar akan diterapkan langsung ke jaringan bagian tubuh yang terkena. Gas akan diberikan dalam penutup pelindung.

  • Intravena

Untuk mengobati gangguan internal, gas ozon biasanya dilarutkan ke dalam darah yang diambil dari Anda. Kemudian, darah dengan gas terlarut disuntikkan kembali ke Anda melalui infus. Namun penggunaan intravena di AS tidak dianjurkan karena riwayat masalah serius seperti gumpalan dalam darah.

  • Intramuskuler

Terapi ozon juga tersedia sebagai injeksi intramuskuler. Untuk injeksi ini, gas ozon dicampur dengan darah atau air steril Anda sebelum diberikan.

Terapi ozon tidak banyak digunakan saat ini, dan seperti pengobatan medis lainnya, terapi ozon juga memiliki beberapa resiko. Gas ozon memiliki jumlah atom ganjil, yang membuatnya tidak stabil sehingga ketidakstabilan ini mengartikan bahwa gas ozon tidak dapat diprediksi.

Dokter atau perawat harus sangat berhati-hati saat menggunakan terapi ozon. Karena terkena oksigen konsentrasi tinggi dapat merusak sel darah merah, sehingga pengukurannya harus tepat.

Jika Anda ingin melakukan terapi ozon, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda tentang semua resiko yang mungkin terjadi dan timbang terhadap potensi manfaat dari perawatan yang akan Anda dapatkan. Anda juga harus mendiskusikan pilihan perawatan lain dengan dokter Anda untuk membantu menentukan rencana perawatan terbaik untuk kondisi Anda.

Atasi Penyakit Miom Tidak Harus dengan Pembedahan

Apakah Anda pernah mendengar tentang penyakit miom? Dalam bahasa medis mioma uteri atau dikenal dengan tumor jinak yang tumbuh dari otot rahim. Kondisi ini akan berdampak pada kesuburan dan juga menimbulkan permasalahan ketika dalam masa kehamilan.

Umumnya, penyakit miom diatasi dengan prosedur pembedahan dengan cara mengangkat miom tersebut. Namun, seiring perkembangan zaman, maka berkembang pula prosedur medis, termasuk untuk mengatasi penyakit miom, baik yang bersifat tidak invasif maupun minimal invasif.

Mengatasi penyakit miom tanpa prosedur pembedahan

Lalu, prosedur medis selain pembedahan seperti apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit miom? Lebih jelasnya, mari simak informasi berikut!

  • Embolisasi pembuluh darah Rahim

Prosedur medis embolisasi pembuluh darah Rahim dilakukan dengan menyuntikkan zat khusus ke dalam pembuluh darah rahim. Zat ini bekerja dengan membuat sumbatan dan menghambat aliran darah ke miom. Sel-sel miom yang tidak mendapatkan asupan darah akan berangsur menciut dan kemudian mati.

  • Focused ultrasound surgery

Prosedur Focused Ultrasound Surgery (FUS) dilakukan dengan metode Teknik pengangkatan miom tanpa pembedahan, melainkan dengan bantuan gelombang suara. FUS membutuhkan panduan dengan MRI, sehingga dapat diketahui letak miom secara tepat. Panas dan getaran dari gelombang suara akan merusak dan menghancurkan miom.

  • Miomektomi Laparoskopik

Prosedur untuk mengatasi miom yang satu ini menggunakan bantuan alat laparoskopi dengan membuat lubang kecil pada permukaan perut. Prosedur miomektomi laparoskopi dapat mengangkat miom tanpa harus mengangkat rahim.

  • Ablasi Endometrial

Dengan prosedur ablasi, proses mengatasi miom dilakukan dengan alat khusus yang akan dimasukkan ke dalam rahim. Alat tersebut kemudian akan mengeluarkan panas, seperti energi microwave, air panas, atau energi listrik ke miom yang hendak dituju. Dinding rahim atau endometrium akan turut luruh, sehingga dapat mengurangi perdarahan yang diakibatkan oleh miom.

Jika miom berada di dekat dinding rahim, maka miom dapat dihilangkan dengan prosedur ini. Walaupun begitu, prosedur ablasi tidak memungkinkan untuk menghilangkan endometrium yang berada di luar rongga rahim.

Memutuskan prosedur yang tepat untuk mengatasi miom membutuhkan pertimbangan. Anda perlu berkonsultasi dan berdiskusi dengan dokter agar pilihan Anda tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut pada kondisi kesehatan Anda.

Yuk Intip Cara Mudah Buat Masker Wajah Cokelat di Rumah

Cokelat merupakan kegemaran banyak orang, bahkan ketika hari spesial tertentu, seperti perayaan Hari Kasih Sayang, cokelat menjadi salah satu hadiah yang paling banyak digemari. Panganan cinta atau afrodisiak ini tidak hanya memiliki rasa yang enak, namun juga kaya akan manfaat, seperti baik untuk perawatan tubuh, terutama pada kulit wajah. Masker wajah cokelat pun populer di kalangan beauty enthusiasts.

Cokelat mengandung zat flavonoid dan polifenol yang kaya akan antioksidan. Zat ini dapat menangkal radikal bebas sebagai penyebab munculnya kerutan pada wajah. Selain itu, kandungan lain, seperti zat besi, magnesium, dan kalsium berkhasiat untuk membuat kulit wajah lebih kenyal dan cerah.

Selain itu, menggunakan cokelat sebagai masker dapat mendorong produksi kolagen yang berfungsi menjaga kelenturan dan kelembaban wajah serta mencegah timbulnya jerawat. Jika Anda ingin membuat masker wajah dengan bahan utama cokelat, pastikan bahwa pilihan cokelat yang Anda gunakan merupakan cokelat hitam (dark chocolate), karena memiliki keunggulan dapat mengangkat sel-sel kulit yang telah mati.

Cara untuk membuat masker wajah cokelah di rumah

Anda tidak perlu repot-repot untuk mengunjungi salon jika ingin melakukan perawatan wajah dengan masker wajah cokelat. Di rumah pun, Anda tetap dapat dengan mudah melakukan perawatan ini. Lalu, bagaimana cara membuat masker wajah cokelat?

Masker cokelat

Bahan:

  • 1 sendok makan bubuk kakao tanpa pemanis dan susu.
  • Krim kental secukupnya.

Cara membuat:

  • Campurkan satu sendok makan bubuk kakao bebas dari pemanis maupun susu dengan krim kental. Aduk hingga membentuk pasta.
  • Diamkan pasta beberapa menit.
  • Oleskan campuran tersebut pada wajah secara menyeluruh.
  • Diamkan masker wajah selama kurang lebih 15 menit.
  • Bersihkan masker dengan lap wajah atau bilas wajah dengan air hangat.
  • Keringkan

Masker madu yogurt cokelat

Bahan:

  • 1 sendok teh yogurt
  • 1 sendok teh madu
  • 1 sendok teh bubuk kakao murni

Cara membuat masker dan pemakaiannya:

  • Giling bubuk kakao dengan blender
  • Campurkan madu dengan yogurt hingga membentuk pasta
  • Campur semua bahan secara perlahan hingga menyerupai lelehan cokelat
  • Bersihkan wajah dengan air hangat
  • Oleskan masker wajah secara menyeluruh kecuali pada area bibir dan mata
  • Diamkan sekitar 15-20 menit
  • Cuci bersih wajah menggunakan air hangat dan keringkan

Fakta tentang Salep Kurap yang Perlu Anda Tahu

Tidak percaya diri dengan timbulnya kurap? Apalagi jika kurap terjadi di area tubuh yang gampang terlihat. Selain terasa gatal, kurap juga akan membuat penampilan kulit menjadi tidak enak dipandang. Jika Anda mengalami kurap, jangan khawatir dulu, karena saat ini tersedia pengobatan yang ampuh, yaitu salep kurap. Tetapi, apakah semua salep kurap itu aman dan cocok di kulit Anda? Mari simak artikel tentang kurap dan salep kurap berikut ini.

Penyebab timbulnya kurap

Kurap terjadi akibat infeksi jamur pada kulit. Biasanya kurap paling sering muncul pada lokasi-lokasi tubuh yang lembap seperti kaki, selangkangan, kulit kepala, dan di bawah lipatan payudara. Kurap sangat mudah menular dari orang lain bahkan dari hewan. Anda juga bisa mengalami kurap di kaki karena terendam air dalam durasi lama dan sering. Secara umum, kurap dapat menyebabkan pola seperti cincin melingkar di kulit yang disebut sebagai ringworm. Meskipun Namanya seperti lingkaran cacing, tentang ini bukan karena cacing.

Mengenal salep kurap

Salep kurap yang dijual secara bebas di pasaran tersedia dalam berbagai jenis. Ada yang berbentuk krim gel, lotion, bubuk, atau spray. Salep kurap hampir bisa dipakai pada semua jenis kurap. Anda bisa membeli salep kurap secara bebas yang dalam kemasannya tertulis kandungan anti-jamur seperti clotrimazole, miconazole, ketoconazole, nystatin, dan sebagainya.

Apakah salep kurap memiliki efek samping?

Kebanyakan salep kurap aman dan tidak menimbulkan efek samping serius asalkan dipakai berdasarkan petunjuk penggunaan. Tidak semua orang mengalami efek samping. Namun, jika mengalami efek samping, yang dapat terjadi antara lain rasa di kulit, timbul ruam, dan iritasi kulit seperti merah, dan kulit mengelupas.

Kapan harus ke dokter?

Anda bisa mencoba menggunakan salep kurap dan melihat reaksinya terlebih dahulu dalam dua minggu. Jika dalam dua minggu gejala kurap tidak kunjung membaik, segera konsultasi dengan dokter. Jika infeksi jamur yang Anda alami cukup bandel, dokter mungkin akan memberikan salep kurap racikan dan menganjurkan untuk meminum obat anti-jamur.

Makanan yang Tinggi Kalori Namun Kurang Bernutrisi

Anda sedang menjalankan program diet? Mungkin Anda disarankan untuk menghindari makanan yang tergolong empty calories. Istilah ini mengacu pada jenis makanan yang tinggi kalori, yang hanya memasok energi tanpa disertai nutrisi, termasuk vitamin, mineral, protein, dan asam lemak. Makanan jenis ini mudah ditemui di gerai makanan siap saji atau supermarket. Mulai dari fast food, donat, keju kemasan, es krim, makanan beku seperti sosis, dan lain-lain. Kalori yang kosong juga dapat berbentuk minuman, seperti soft drinks dan minuman beralkohol.

Makanan dan minuman tersebut mengandung gula berlebih, sedangkan para pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi konsumsi gula tidak lebih dari enam sendok teh per hari. Pakar nutrisi di London, mengatakan tidak ada larangan mengonsumsi empty calories. Namun, disarankan untuk memilih alternatif lain yang lebih sehat. Hal ini dikarenakan tubuh Anda membutuhkan makanan yang tidak hanya memasok energi, tapi juga nutrisi yang seimbang.

Berikut makanan dan minuman yang termasuk dalam kategori empty calories

  • Minuman beralkohol

Minuman beralkohol adalah produk yang paling pas untuk menjadi rujukan kalori kosong karena tidak mengandung nutrisi. Jika pun ada, nutrisinya itu tidak cukup untuk memberikan manfaat baik bagi tubuh. Hal ini juga berlaku pada anggur merah, yang kerap disebut baik untuk kesehatan jantung.

  • Minuman bersoda

Pada satu kaleng minuman bersoda merk terkenal memasik 139 sampai 141 kalori bagi tubuh Anda, Selain itu, pasokan tersebut masuk secara bersamaan dan membuat kadar gula tubuh menjadi melonjak seketika. Oleh karena itu, minuman bersoda dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

  • Permen manis

Perlu Anda tahu, permen manis hanya mengandung gula tanpa nutrisi apa pun. Jadi, dengan memberikan anak Anda permen, sama dengan membiarkannya makan gula pasir. Oleh karena itu, sebaiknya Andan bisa menggantinya dengan cokelat meskipun hanya mengandung sedikit nutrisi.

  • Cokelat

Tidak seperti yang tertulis pada kemasannya, kebanyakan produk cokelat ternyata hanya mengandung kalori. Jika Anda ingin tetap mengonsumsi cokelat, sebaiknya pilih dark chocolate. Pasalnya cokelat gelap mengandung lebih banyak kakao yang mengandung flavanoid, antioksidan yang membantu melawan penyakit.

  • Kue manis

Kue manis seperti pai, brownies, dan lain-lain yang dijual di pasaran mengandalkan kandungan gula yang tinggi untuk menciptakan rasa manis yang lezat. Oleh karena itu, Anda perlu membatasi konsumsi kue. Jika memungkinkan, buat kue sendiri sehingga Anda dapat mengatur kadar gula di dalamnya.

Mengidap Infeksi Kulit? Atasi dengan Krim Antibiotik Gentamicin

Infeksi kulit ringan yang biasanya disebabkan oleh bakteri dapat menimbulkan luka-luka kecil. Salah satu cara yang paling efektif mengatasi infeksi kulit ini, yaitu dengan mengolesi lokasi infeksi dengan krim antibiotik Gentamicin. Umumnya, dokter meresepkan krim Gentamicin bagi pasien yang mengidap infeksi kulit. Krim ini dapat ditebus di apotek terdekat secara mudah.

Apa itu Gentamicin sebenarnya dan seberapa ampuhkan ia mengatasi infeksi kulit?

  • Gentamicin untuk atasi infeksi kulit impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit yang dipicu oleh bakteri tertentu, sehingga menyebabkan luka kecil pada kulit, seperti goresan, garukan, maupun gigitan serangga.

Pada awalnya, infeksi kulit impetigo akan berupa benjolan-benjolan kecil seperti jerawat, dan kulit akan memerah. Benjolan kecil tersebut berisikan nanah yang akan pecah dalam beberapa hari ke depan dan dapat menyebabkan bekas berupa koreng yang besar serta tebal.

Infeksi impetigo dapat menyebabkan rasa gatal membandel yang membuat penderitanya ingin terus menggaruk lokasi terjadinya infeksi tersebut. Namun, jika terus menerus digaruk, infeksi ini akan menyebar ke area lain. Cara yang paling efektif mengatasi impetigo ini adalah dengan mengoleskan Gentamicin.

  • Gentamicin untuk folikulitis

Folikulitis adalah peradangan yang terjadi di area sekitar folikel atau batang rambut. Secara fisik, folikulitis ini serupa dengan jerawat. Ia umumnya berbentuk benjolan-benjolan kecil disertai rambut di bagian tengah tiap benjolannya dan menimbulkan rasa gatal. Benjolan-benjolan folikulitis ini dapat muncul hampir di seluruh area tubuh. Sementara itu, jerawat biasanya hanya muncul pada area tertentu, yaitu pada bagian wajah, dada, maupun punggung belakang. Folikulitis ringan biasanya dapat diatasi secara efektif dengan krim Gentamicin.

  • Gentamicin untuk infeksi furunkel

Furunkel atau yang sering dikenal sebagai bisul adalah infeksi kulit lanjutan dari folikulitis yang tidak diatasi secara menyeluruh. Bisul biasanya berisi nanah yang umumnya semakin lama, maka akan semakin besar pula ukurannya dan dapat menyebabkan rasa nyeri.

Salah satu obat yang paling umum diresepkan oleh dokter untuk mengatasi infeksi ini adalah krim antibiotic Gentamicin.

Gentamicin memang telah dikenal sejak lama sebagai krim antibiotik yang paling umum digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi kulit. Agar tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, gunakanlah Gentamicin sesuai dengan anjuran dokter atau resep yang tertulis pada kemasan.

Ubah Gaya Hidup Lebih Sehat untuk Cegah Dispepsia Semakin Parah

Pernahkah Anda merasakan nyeri perut berlebih disertai dengan rasa kembung, mual, dan juga sebah? Jika iya, Anda perlu waspada terhadap rasa tidak nyaman tersebut yang dapat berujung pada gejala gangguan pencernaan atau yang juga disebut dengan dispepsia.

Dispepsia atau gangguan pencernaan berdasarkan faktor pemicunya terbagi menjadi dua jenis, yaitu dispepsia organik dan fungsional. Faktor pemicu dispepsia organik dapat berupa efek dari mengonsumsi obat tertentu maupun penyakit bawaan, seperti tukak lambung dan kanker. Sementara itu, dispepsia fungsional terjadi ketika terdapat gejala gangguan pencernaan, namun tidak ditemukannya kelainan pada sistem pencernaan.

Dalam kasus dispepsia fungsional, pemicu penyakit ini seringkali berkaitan erat dengan gaya hidup, termasuk di dalamnya stres, kebiasaan merokok, dan pola makan yang buruk. Kombinasi dari pola makan dan gaya hidup tertentu dapat berdampak pada kesehatan. Maka dari itu, perubahan gaya hidup yang lebih sehat dapat mengurangi gejala dispepsia secara signifikan.

Langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi dispepsia?

Di bawah ini, terdapat beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi dispepsia:

  • Perhatikan pola makan

Penderita pepsia umumnya disarankan untuk menghindari makan dengan kandungan asam yang tinggi, seperti jeruk, lemon, dan tomat. Selain itu, makanan yang memiliki kadar lemak tinggi dan berminyak juga tidak disarankan. Alkohol, kafein, dan minuman bersoda menjadi pantangan bagi penderita dispepsia.

Anda dapat membatasi porsi makan dan cobalah untuk mengunyah makanan hingga lembut agar mudah dicerna.

  • Mengelola stres dengan bijak

Perasaan tertekan dan cemas dapat mengganggu sistem pencernaan dan produksi asam serta enzim pencernaan. Kondisi ini akan berdampak pada rasa tidak nyaman pada perut.

Menjaga diri agar tidak terlalu menahan beban pikiran dapat dilakukan dengan berkonsultasi pada psikolog, mengikuti kelas yoga, atau menekuni hobi. Selain itu, penting bagi Anda untuk memiliki support system yang baik.

  • Terapkan konsep mencintai diri sendiri

Menjaga kesehatan merupakan penerapan dari konsep mencintai diri sendiri. Anda dapat melakukan ini dengan melakukan olahraga maupun aktivitas fisik secara rutin. Usahakan untuk tidak langsung berolahraga setelah makan. Hindari begadang dan usahakan untuk pergi tidur setelah 2-3 jam makan malam.

Terapkan Diet Mediterania untuk Cegah Penyakit Jantung dan Stroke

Pola hidup yang menerapkan perilaku diet sering kali dikaitkan dengan keinginan untuk menurunkan berat badan. Namun, kenyataannya beragam program diet ditujukan tidak hanya bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, namun juga untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

Diet Mediterania merupakan salah satu program diet yang perlu Anda pertimbangkan. Langkah mudah dan tidak begitu banyak aturan, membuat program diet Mediterania menjadi pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan kebiasaan makan yang sehat, namun tetap terasa nikmat.

Apa itu diet Mediterania?

Program diet Mediterania adalah pola makan sehat yang menggunakan jenis makanan tradisional masyarakat Italia dan Yunani pada tahun 1960-an. Manfaat diet Mediterania yang sudah diketahui, antara lain mampu untuk menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2 dan juga menurunkan berat badan.

Makanan apa saja yang boleh dikonsumsi ketika melakukan diet Mediterania?

Anda perlu memahami jenis makanan dasar yang dapat dikonsumsi selama melakukan diet ini. Jenis makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi, yaitu sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, roti, gandum, kentang, makanan laut, dan minyak zaitun.

Sebagai tambahan, Anda juga diperbolehkan mengonsumsi telur, yogurt, susu, dan daging sapi merah. Sementara itu, jenis sayuran yang direkomendasikan, antara lain tomat, brokoli, bayam, wortel, dan timun. Buah yang diutamakan untuk Anda konsumsi, yaitu apel, pisang, jeruk, pir, stroberi, anggur, melon, dan peach. Ada pun makanan laut yang dapat Anda jadikan alternatif protein, yaitu salmon, tuna, udang, dan kepiting. Sebagai bumbu pelengkap rasa, Anda dapat menambahkan bawang putih, daun mint, daun rosemary, merica, dan juga rempah lainnya.

Makanan apa saja yang dilarang dari program diet Mediterania?

Jenis makanan yang perlu Anda perhatikan, yaitu makanan atau minuman dengan kadar gula yang tinggi, seperti soda, es krim, dan permen. Selain itu, Anda juga tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi daging olahan, seperti hotdog dan sosis. Produk dengan label low fat atau diet juga menjadi pantangan Anda. Sementara itu, Anda tetap diperbolehkan untuk mengonsumsi teh dan kopi. Walaupun begitu, Anda perlu untuk memerhatikan takaran gula di dalam minuman tersebut.

Ini 5 Penyebab Diare pada Bayi

Bayi yang mengalami mencret lebih dari 3 kali dalam sehari bisa disebut sedang mengalami diare. Penanganan diare pada bayi bisa disesuaikan dengan penyebabnya agar lebih efektif. Berikut ini 5 penyebab diare pada bayi yang sering terjadi.

  • Infeksi

Infeksi menjadi jadi salah satu penyebab diare pada bayi. Perlu Anda tahu, infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit. Bayi dapat mengalami infeksi akibat penularan ataupun kontak langsung dengan anak lain yang terinfeksi karena bertukar mainan ataupun barang-barang dengan anak lain. Infeksi virus rotavirus merupakan infeksi yang paling sering terjadi dalam kasus diare pada bayi. Jika karena virus, maka bayi tidak memerlukan antibiotik. Asupan cairan merupakan hal utama yang dibutuhkan untuk menjaga kebutuhan cairan bayi agar tidak mengalami dehidrasi.

  • Kebiasaan

Bayi kerap memasukan jari atau benda lain ke dalam mulut sehingga dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam sistem pencernaan bayi. Hal ini dapat dicegah dengan memastikan lingkungan di sekitar bayi berada dalam keadaan yang bersih dan sehat. Mainan dan perlengkapan bayi pun perlengkapan bayi yang sering digunakan juga perlu diperhatikan kebersihannya. Seringkali mainan yang jatuh tidak dibersihkan terlebih dahulu dan langsung diberikan kembali pada bayi. Hal ini tentu dapat membuat bayi berisiko terkena diare.

  • Alergi

Alergi merupakan salah satu penyebab diare selain infeksi. Bayi yang alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu bisa menjadi penyebab diare. Biasanya diare akibat dari alergi muncul dalam hitungan jam setelah pemberian makanan atau obat. Cara yang paling efektif untuk menghentikan diare akibat alergi adalah dengan berhenti membersihkan makanan atau obat tersebut. Jika alergi tersebut diakibatkan oleh obat, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter yang memberikan obat tersebut agar diberikan obat pengganti lainnya.

  • Jus buah

Sistem pencernaan bayi juga masih berkembang dan belum sempurna. Berbeda dengan orang dewasa, minum juga buah tertentu dapat menyehatkan. Namun, pada bayi minum terlalu banyak juga dapat menyebabkan diare.

  • Keracunan makanan

Keracunan makanan menjadi penyebab lainnya diare pada bayi. Selain diare biasanya keracunan makanan juga dapat disertai dengan muntah-muntah. Segera bawa bayi ke dokter untuk diperiksa dan ditangani lebih lanjut.