6 Fakta Obat Generik yang Wajib Diketahui

Sudah tidak asing bukan dengan istilah obat generik? Jenis obat yang satu ini dinilai banyak kalangan sebagai salah satu solusi agar masyarakat bisa memperoleh obat dengan harga yang lebih terjangkau, namun dengan manfaat yang tidak kalah besar dibandingkan jenis obat satunya lagi, yakni obat paten.

Di Indonesia sendiri, obat generik banyak dijadikan resep untuk berbagai penyakit yang biayanya ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Namun untuk diketahui, penggunaan jenis obat ini tidak hanya di Indonesia, loh. Istilah obat generik juga terdapat hampir di seluruh negara di dunia.

Walaupun banyak kalangan yang menganggap baik kehadiran jenis obat murah ini, banyak kalangan lainnya yang masih ragu memilih obat generik karena mempertimbangkan kualitas dan alasan lainnya. Padahal jika melihat fakta-fakta di bawah ini, Anda akan sadar bahwa obat generik ternyata benar-benar menguntungkan dan bisa ampuh mengobati berbagai keluhan penyakit!

  1. Kualitas dan Performa Bersaing

Kebanyakan orang enggan mengonsumsi obat generik karena memandang kemampuan jenis obat ini dalam menyembuhkan pasien tidak seefektif obat paten. Apakah Anda termasuk orang yang berpikir demikian? Padahal obat generik memiliki kualitas dan performa yang bersaing dengan obat paten sejenis. Kemampuan yang sama ini karena bahan aktif yang digunakan obat generik tidak ubahnya dengan bahan aktif yang dipakai di obat paten.

  • Standar Obat Terjamin

Alasan obat generik mampu bersaing dengan performa obat paten karena jenis obat ini sudah memenuhi standar pembuatan obat. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia maupun Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat sudah berulang kali mengkaji soal standar obat generik. Faktanya, obat generik tak lain merupakan duplikasi dari obat paten yang memiliki standar sama.

  • Perusahaan Pembuat yang Sama

Kira-kira siapa sebenarnya perusahaan yang membuat obat generik? Fakta ini mungkin akan mengejutkan Anda. Pasalnya, tidak ada perusahaan khusus yang membuat obat generik. Jenis obat yang kerap disebut lebih murah ini dibuat oleh berbagai perusahaan yang ternyata juga memproduksi jenis obat serupa tapi dengan kualitas paten.

  • Awal dari Akhir Hak Paten

Obat paten umumnya memiliki jangka waktu merek untuk tiap paten yang dimilikinya. Ketika masa paten tersebut habis dan belum ada perpanjangan terkait eksklusivitas obat tersebut, obat paten tersebut bisa bergeser menjadi obat generik. Perusahaan pembuat obat menggunakan jenis obat paten tersebut, kemudian mengganti merek serta tampilan pembungkusnya agar menjadi obat generik.

  • Biaya Lebih Terjangkau

Meskipun menggunakan bahan aktif yang sama dengan obat paten, biaya produksi obat generik lebih hemat karena tidak menggunakan bahan tambahan untuk “mengenakkan” rasa. Menurut penelitian FDA, tidak tanggung-tanggung perbedaan ongkos antara obat generik dan obat paten bisa mencapai 80—85 persen. Ongkos produksi yang lebih terjangkau ini menguntungkan bagi konsumen karena harga jual untuk obat generik menjadi jauh lebih murah.

  • Bahan Aktif Jadi Nama Jual

Ketika memilih obat paten, Anda akan mendapatkan berbagai merek obat yang sebenarnya memiluki kandungan bahan aktif serupa. Namun, hal tersebut tidak akan temukan pada pemasaran obat generik. Obat generik tidak diperkenankan memiliki nama dagang khusus, melainkan harus mengikuti nama zat aktif yang merupakan komponen dan fungsi utama obat tersebut.

Mengetahui fakta akan menghindarkan Anda dari opini yang tidak mendasar. Dengan fakta mengenai obat generik pula, Anda bisa mempertimbangakn menggunakan obat ini untuk memperoleh manfaat besar dengan ongkos yang lebih kecil tentunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *