Apa Beda Obat Rematik DMARDs Konvensional dan Biologis?

Rematik merupakan pernyakit peradangan yang dapat dialami oleh siapa saja. Penyakit ini disebabkan oleh kondisi autoimun dalam tubuh seseorang. Pengobatan yang bisa ditempuh penderita rematik adalah dengan mengonsumsi obat disease-momdifying antirheumatic drugs (DMARDs). Dengan mengonsumsi DMARDs maka peradangan akan berkurang dan rematik yang dialami tidak semakin parah. Obat rematik DMARDs terbagi menjadi obat konvensional dan obat biologis. Apa perbedaan keduanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. 

DMARDS

Obat DMARDs konvensional 

Obat DMARDs konvensional adalah jenis obat yang bekerja secara lambat. Apabila Anda menggunakan obat DMARDs konvensional untuk menyembuhkan rematik, maka Anda membutuhkan waktu lama hingga efeknya muncul. Biasanya Anda membutuhkan berminggu-minggu untuk bisa merasakan efek obat DMARDs konvensional. Berikut ini merupakan beberapa jenis obat DMARDs konvensional. 

  1. Klorokuin

Obat ini bekerja dengan mencegah pertumbuhan parasit dalam sel darah merah. Fungsi lainnya yaitu mengeluarkan sitokin yang dapat mengurangi peradangan. Selain digunakan untuk obat rematik, klorokuin juga dapat digunakan sebagai obat malaria. 

  1. Methorexate (MTX)

Obat ini digunakan sebagai terapi pengobatan kanker sebab dapat menghambat pertumbuhan sel. Dalam pengobatan rematik, methorexate akan mengubah sel imun dalam memproses protein yang berperan mengurangi peradangan.. 

  1. Leflunomide

Obat ini berfungsi dengan cara menghambat pembentukan DNA dalam tubuh. DNA sendiri berperan penting dalam mereplikasi sel, terutama dalam sistem imun. Pembentukan sel yang terhambat dapat mengurangi kekuatan sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan rasa sakit pada penderita rematik. 

  1. Azathioprine 

Obat ini berfungsi untuk mengobati pembengkakan sendi. Obat ini bekerja dengan cara menen aktivitas sistem imun dalam tubuh. Selain digunakan untuk mengobati rematik, azathioprine juga sering dipakai untuk mengatasi komplikasi seperti lupus atau myositis. 

  1. Sulfasalazine (SSZ)

Obat ini merupakan perpaduan antara salisilate dengan antibiotik. Obat ini dapat digunakan untuk mencegah kerusakan sendi. Sulfasalazine bekerja dengan cara mengurangi iritasi dan pembengkakan yang tejadi di area tubuh akibat adanya peradangan. 

Obat DMARDs biologis

Penderita rematik umumnya akan diberikan obat DMARDs konvensional terlebih dahulu. Apabila penggunaan obat konvensional tidak menunjukkan respon, maka DMARDs biologis baru akan diberikan. DMARDs biologis merupakan pengobatan yang dapat bekerja lebih cepat jika dibandingkan dengan DMARDs konvensional. DMARDs biologis disebut juga sebagai terapi biologis terkadang akan diberikan bersamaan dengan pemberian obat methotrexate yang merupakan golongan DMARDs konvensional. Obat DMARDs biologis bekerja secara spesifik yaitu menghambat sitokin tertentu penyebab peradangan pada penderita rematik. Umumnya, obat DMARDs biologis akan diberikan dalam bentuk suntikan. Golongan obat DMARDs biologis mencakup etanercept, infliximab, abatacept, rituximab, anakinra, toxilizumab, dan adalimumab. 

Efek samping obat

Efek samping dari pemberian obat DMARDs  baik yang konvensional maupun biologis dapat muncul sebab obat tersebut menekan sistem kekebalan tubuh. Hal itu menyebabkan risiko terhadadp infeksi penyakit meningkat. Efek samping tertentu juga bisa muncul tergantung jenis obat DMARDs yang dikonsumsi. Misalnya, untuk obat DMARDs berupa methotrexate dapat menimbulkan efek samping berupa gusi bengkak, mual, dan kelelahan luar biasa. 
Apabila Anda menderita rematik, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mendapatkan penanganan terbaik. Dengan bantuan dokter, penyembuhan rematik bisa lebih terarah dan penggunaan obat pun lebih tepat. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh masing-masing orang berbeda sehingga pemberian obat perlu menyesuaikan keadaan pasien. Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter melalui aplikasi SehatQ secara online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *