3 Manfaat Tak Terduga dari Asam Amino Lisin

Asam amino lisin merupakan satu dari beberapa jenis asam amino esensial yang amat dibutuhkan tubuh. Ada begitu banyak manfaat dari senyawa yang tak mampu dihasilkan tubuh secara mandiri ini. Manfaatnya bisa langsung terasa lantaran lisin adalah bahan penyusun protein.

Di antara begitu banyaknya manfaat dari asam amino lisin, mungkin tiga manfaat di bawah ini jarang diketahui. Namun, beberapa studi dan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa keuntungan ini bisa saja didapat seseorang jika dapat memenuhi kebutuhan akan asam amino lisin.

Berikut ini tiga manfaat tak terduga dari asam amino lisin:

  • Baik untuk Kesehatan Mental

Kesehatan mental tak kalah penting dari kesehatan fisik dan keduanya saling berkaitan. Malah, banyak yang mengatakan bahwa kesehatan mental punya pengaruh besar dalam menjaga kesehatan fisik seseorang.

Mengonsumsi asam amino lisin bisa memberi manfaat bagi kesehatan mental Anda, yakni mengurangi kecemasan. Hal ini terjadi karena asam amino lisin berfungsi dalam akses reseptor respons stres.

Satu studi menemukan bahwa asam amino lisin memblokir reseptor yang terlibat dalam respons stres. Para peneliti mengamati bahwa tikus yang diberi lisin telah mengurangi tingkat buang air besar yang disebabkan stres.

Adapun sebuah studi terhadap manusia, yang dilakukan kepada 50 orang sehat, menemukan bahwa dengan 2,64 gram lisin dan arginin mereka mampu menurunkan kecemasan yang dipicu stres dan mengurangi kadar hormon stres kortisol.

Lisin mungkin juga dapat membantu penderita skizofrenia, gangguan mental yang mengganggu persepsi individu tentang dunia luar, seringkali mengakibatkan ketidakmampuan untuk memahami kenyataan.

Meskipun penelitian masih dalam tahap awal, lisin mungkin berpotensi memperbaiki gejala skizofrenia dalam kombinasi dengan obat yang diresepkan.

  • Meningkatkan Retensi Penyerapan Kalsium

Manfaat dari asam amino lisin lainnya dapat membantu tubuh seseorang mempertahankan salah satu mineral penting ini. Hal ini terjadi karena senyawa dari lisin meningkatkan penyerapan kalsium di usus seseorang.

Manfaat ini telah dibuktikan oleh sebuah studi pada 30 wanita, 15 sehat dan 15 dengan osteoporosis. Wanita yang diberi 3 gram kalsium saja mengalami peningkatan progresif kalsium dalam urin mereka. Namun, wanita yang juga menerima 400 mg lisin kehilangan lebih sedikit kalsium melalui urin mereka. Ini artinya, kalsium terserap dengan baik oleh tubuh.

Lisin tampaknya melindungi tulang Anda dan mungkin juga berperan dalam mengontrol kemana kalsium diangkut ke dalam tubuh Anda.

Lebih lanjut, satu penelitian tabung reaksi menemukan bahwa sel yang tumbuh tanpa lisin mengalami peningkatan pergerakan kalsium keluar dari sel. Peningkatan ini tidak terjadi pada sel yang memiliki asam amino lisin.

  • Optimalisasi Proses Penyembuhan Luka

Penyembuhan luka adalah proses kompleks yang membutuhkan mineral, vitamin, dan faktor lain yang berbeda. Lisin tampaknya memiliki peran yang tak ternilai, dan tanpa lisin yang memadai, penyembuhan luka akan terganggu.

Manfaat ini menjadi masuk akal lantaran faktanya asam amino lisin diperlukan tubuh untuk pembentukan kolagen. Kolagen inilah yang bertindak sebagai pemicu bagi tubuh membentuk struktur baru pada kulit dan tulang.

Selain itu, asam amino esensial ini juga dapat bertindak sebagai agen pengikat, sehingga meningkatkan jumlah sel baru pada luka, bahkan dapat meningkatkan pembentukan pembuluh darah baru.

Dalam sebuah penelitian pada hewan, kombinasi lisin dan asam amino arginin mampu mempercepat dan meningkatkan proses penyembuhan patah tulang. Dalam jaringan hewan, lisin menjadi lebih aktif di lokasi luka dan membantu mempercepat proses perbaikan.

Dalam studi lain pada 40 kelinci, ditemukan bahwa 47 mg per kg berat badan asam amino lisin dan 50 mg per kg berat badan arginin secara signifikan meningkatkan aliran darah dan penyembuhan tulang secara keseluruhan.

Hasilnya, kelinci yang menerima lisin dan arginin mengalami pengurangan waktu penyembuhan selama 2 minggu dibandingkan dengan kelompok kontrol.

***

Asam amino lisin bisa diperoleh dari bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari, utamanya bahan makanan yang secara alami tinggi protein, seperti daging, produk susu, dan juga beberapa bahan nabati.

Upayakan untuk selalu menjaga pola konsumsi Anda dengan makanan sehat dan bergizi. Sebab tanpa asam amino lisin yang cukup, tubuh Anda mungkin tidak dapat menghasilkan hormon dan sel kekebalan yang diperlukan.

Benarkah Produk Bebas Methylparaben Aman? Cek Faktanya!

Methylparaben (metilparaben) termasuk ke dalam jenis paraben, pengawet yang banyak ditemukan dalam produk kosmetik, produk makanan, dan obat-obatan.

Paraben sendiri berasal dari senyawa asam para-hydroxybenzoic (PHBA) yang terdapat secara alami di buah dan sayuran, seperti mentimun, ceri, wortel, dan bawang.

Paraben berguna dalam menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan suatu produk dengan mencegah produk dari terkontaminasi jamur, bakteri, dan ragi.

Beberapa tahun belakangan, paraben dikatakan memiliki dampak buruk bagi kesehatan dan dapat memicu kanker. Hal ini menjadikan banyak orang terutama wanita mencari produk bebas paraben.

Namun apakah produk yang bebas dari paraben benar-benar aman? Berikut alternatif pengganti methylparaben beserta masing-masing efek sampingnya.

  • Pelepas formaldehida

Pengawet pelepas formaldehida merupakan salah satu alternatif pengganti methylparaben. Formaldehida umum digunakan untuk membalsem mayat, dan sangat ampuh menjaga kualitas suatu produk.

Sayangnya, formaldehida termasuk senyawa beracun dan dapat memicu kanker (karsinogenik). Selain itu formaldehida lebih mengiritasi kulit.

Mengganti paraben dengan pelepas formaldehida mungkin bukan pilihan yang aman.

Pengawet pelepas formaldehida memiliki nama lain diantaranya:

  • 2-bromo-2-nitropropane-1,3-diol
  • Diazolidinyl urea
  • DMDM hydantoin
  • Hydroxymethylglycinate
  • Imidazolidinyl urea
  • Quaternium-15
  • Trishydroxymethylnitromethane
  • MCI dan MTI

Methylchloroisothiazolinone (MCI) dan Methylisothiazolinone (MIT) merupakan dua pengawet yang sangat kuat yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur.

Tak berbeda jauh dengan paraben, MCI dan MTI dapat menyebabkan iritasi dan alergi. Bagi pemilik kulit sensitif, ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali produk dengan dua pengawet ini.

  • Asam organik

Kelompok asam organik terdiri dari asam sorbat, asam benzoat, dan asam salisilat. Kebanyakan asam organik didapatkan secara alami, misalnya asam salisilat yang diekstrasi dari kulit pohon willow.

Asam organik hanya memiliki sifat antijamur sehingga tidak mampu mencegah kontaminasi produk dari bakteri. Selain itu, asam benzoat merupakan sumber paraben.

  • Natrium benzoat

Natrium benzoat atau dikenal juga dengan sodium benzoat semakin populer digunakan sebagai alternatif pengganti methylparaben. Namun senyawa ini tidak begitu ampuh melawan perkembangan bakteri.

Ketika natrium benzoat dikombinasikan dengan produk yang mengandung vitamin C dosis rendah akan membentuk senyawa baru yang disebut benzena. Benzena bersifat karsinogenik atau memicu perkembangan sel kanker dalam tubuh.

Mungkin natrium benzoat bisa dijadikan pilihan, namun pastikan untuk tidak menggabungkannya dengan produk bervitamin C.

  • Kalium sorbat

Kalium sorbat atau potasium sorbat dapat ditemukan secara alami. Namun kebanyakan produk kosmetik menggunakan kalium sorbat versi sintetis.

Kalium sorbat sangat ampuh melawan jamur, namun senyawa ini kurang berfungsi efektif bila digunakan secara tunggal. Kalium sorbat juga tidak terlalu stabil sehingga bila produk kosmetik telah dibuka, Anda harus segera menghabiskannya.

Selain itu potasium sorbat terbukti dapat menurunkan kekebalan tubuh serta meracuni DNA.

  • Phenoxyethanol

Phenoxyethanol termasuk pengawet jenis baru dan langsung populer sebagai pengganti paraben. Phenoxyethanol efektif sebagai antibakteri dan diklaim aman untuk bayi.

Sayangnya terdapat kontradiksi yang ditemukan dalam beberapa penelitian. Phenoxyethanol disebut sebagai pengawet paling lembut, namun pengawet ini juga dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi.

Klaim phenoxyethanol aman untuk bayi juga diperdebatkan karena pada beberapa kasus senyawa ini memicu reaksi kulit yang buruk dan interaksi sistem saraf pada bayi.

Pada kasus yang jarang terjadi, phenoxyethanol juga dapat memicu anafilaksis (reaksi alergi yang mengancam jiwa).

Catatan

Penggunaan methylparaben dan jenis paraben lain dalam suatu produk telah diatur secara ketat oleh berbagai komite ilmiah seperti Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS), komite ilmiah yang paling ketat dari Komisi Eropa, dan FDA.

Penggunaan paraben sesuai dosis yang dianjurkan aman dan tidak membahayakan. Methylparaben juga tidak menumpuk dalam tubuh. Adapun hingga saat ini belum ditemukan hubungan kuat antara methylparaben dengan risiko kanker.

Jika Anda tetap ingin menggunakan produk bebas paraben, perhatikan dosis pengawet yang terkandung dalam produk tersebut. Sama halnya seperti paraben, alternatif paraben mungkin menghasilkan efek samping yang sama.

Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Pertumbuhan Anak

Masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan. Oleh karena itu, wajib hukumnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka agar dapat tumbuh optimal dengan sehat dan kuat. Meskipun banyak suplemen vitamin dan mineral anak, sebaiknya Anda utamakan pemenuhan gizi mereka melalui makanan bernutrisi seimbang. Suplemen hanya diberikan sebagai tambahan, jika anak kesulitan mendapatkan asupan bergizi seimbang dari makanan sehari-hari, misalnya bagi anak yang sulit dan cenderung pilih-pilih makanan. Berikut adalah vitamin dan mineral anak yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan mereka sekaligus sumber-sumber makanannya.

  1. Vitamin A

Anak Anda membutuhkan vitamin A untuk penglihatan, kulit, pertumbuhan, perkembangan dan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin A dapat ditemukan pada hati, daging, susu dan telur, buah dan sayuran, seperti wortel dan ubi jalar.

  1. Vitamin B

Vitamin B terdiri dari berbagai macam jenis, yaitu vitamin B1, B2, B3, B6, B12, asam folat, biotin, dan asam pantotenat. Kelompok ini dikenal dengan vitamin B kompleks. Manfaat vitamin B kompleks adalah untuk membantu fungsi metabolisme dan produksi energi. 

Vitamin B juga berperan dalam proses produksi sel darah merah yang akan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga, vitamin anak ini juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan sirkulasi darah, sistem saraf, dan fungsi organ tubuh. Dalam memenuhi kebutuhan vitamin B untuk Si Kecil, cobalah konsumsi jenis makanan berikut:

  • Daging merah dan unggas
  • Ikan dan seafood
  • Produk susu dan variasinya
  • Telur
  • Biji-bijian utuh, seperti oat dan gandum
  • Sayuran berdaun hijau
  • Kacang-kacangan (kacang tanah, kedelai, dan kacang merah).
  1. Vitamin C 

Vitamin C bermanfaat untuk kesehatan jaringan tubuh, seperti tulang, pembuluh darah, gusi, jaringan ikat, kulit, dan lain sebagainya. Vitamin C juga dibutuhkan untuk menguatkan daya tahan tubuh dan membantu menyembuhkan luka. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin ini bagi anak-anak yang rentan terserang bakteri atau sumber penyakit lainnya. Khususnya, saat anak telah aktif bermain di luar rumah.

  1. Vitamin B9 (Asam folat)

Folic acid atau asam folat membantu Anda menyerap protein dan membentuk sel-sel darah baru dan DNA. Memasak dan mengolah makanan, misalnya saat proses pengalengan, dapat mengurangi jumlah folat dalam makanan. Sayuran berdaun hijau, hati dan sereal gandum adalah sumber makanan kaya asam folat.

  1. Kalsium

Salah satu mineral yang memiliki fungsi sangat penting bagi tumbuh kembang anak adalah kalsium. Kebutuhan kalsium yang terpenuhi akan membuat tulang dan gigi anak tumbuh dengan padat dan kuat, bahkan hingga usia lanjut.Sumber-sumber kalsium dapat dipenuhi dari makanan berikut:

  • Ikan salmon
  • Sayuran berdaun hijau
  • Produk yang terbuat dari susu
  • Produk yang diperkaya dengan kalsium.
  1. Zat besi

Zat besi memiliki fungsi untuk membentuk otot dan menjaga kesehatan sel darah merah sehingga oksigen dapat didistribusikan dengan baik ke seluruh tubuh. Seseorang yang kekurangan asupan zat besi saat anak-anak akan cenderung lebih rentan mengalami masalah kesehatan saat dewasa. Khususnya pada wanita saat mulai menstruasi.

Selain vitamin dan mineral anak di atas, Si Kecil juga membutuhkan makanan tinggi serat untuk menjaga kesehatan pencernaan. Dengan pencernaan yang sehat, gizi makanan yang dikonsumsi dapat terserap dengan baik. Simak artikel SehatQ.com untuk mengetahui tips parenting lainnya.

Yoga Iyengar, Apa Manfaatnya Bagi Lansia?

Yoga Iyengar menjadi salah satu jenis yoga yang diperkenalkan paling awal di dunia dan mempunyai cukup banyak pengikut sampai sekarang. Awalnya, yoga jenis ini digunakan untuk membantu meringakan gangguan kesehatan TBC. Namun, gerakan-gerakan yoga Iyengar justru terbukti bermanfaat bagi kesehatan sendi dan otot sehingga cocok dilakukan untuk lansia. 

Apa itu yoga Iyengar?

Awalnya yoga Iyengar diambil dari nama guru yang terkenal di India, B.K.S Iyengar. Yoga Iyengar menekankan keselarasan gerakan, peregangan yang dalam, dan pose yang stabil untuk waktu yang lama. Peserta yoga diminta untuk melakukan pendalaman pikiran serta melatih teknik pernapasan.

Beberapa benda digunakan sebagai alat bantu guna semakin meningkatkan fokus serta meyelaraskan pikiran dan gerakan. Biasanya alat yang dipakai berupa ikat pinggang, balok, selimut, handuk, atau bloster (guling yoga). 

Manfaatnya bagi lansia

Lansia memiliki kecenderungan mengalami cedera akibat terjatuh atau terpeleset. Kejadian tersebut bahkan bisa menyebabkan risiko paling parah yaitu kematian. Yoga Iyengar mampu membantu meningkatkan derajat kesehatan lansia. Berikut ini beberapa manfaatnya yoga Iyengar bagi lansia:

  1. Risiko jatuh menurun

Lansia sangat rentan akan risiko jatuh karena perubahan kondisi fisiknya. Sebuah penelitian menunjukkan, sebanyak 46% lansia memiliki risiko jatuh tinggi, 36% berisiko rendah, dan sisanya tidak berisiko. Yoga Iyengar telah disetujui dan terbukti mampu meningkatkan kemampuan lansia saat bangkit dari kursi, meningkatkan panjang langkah, serta menurunkan risiko  jatuh. 

Jika lansia berlatih secara rutin setidaknya 6 bulan berturut-turut, maka risiko jatuh bisa berkurang dibandingkan dengan 6 bulan sebelumnya. 

Jenis olahraga untuk lansia cenderung terbatas karena gerakan lansia yang juga dibatasi, namun yoga Iyengar bisa menjadi pilihan alternatif baru. 

  1. Meningkatkan fungsi otak dan memperbaiki kestabilan emosi

Semakin bertambahnya umur, fungsi otak mulai menurun. Hampir sebagian besar lansia mengalami pikun sehingga daya pikirnya juga ikut berkurang. Lebih dari 200 teknik pernapasan dan gerakan yoga dilakukan untuk meyelaraskan fisik, emosi, mental, serta spiritual. Setelah beberapa waktu melakukan yoga Iyengar, Anda akan mendapatkan manfaat fisiknya, baru setelah itu manfaat bagi mental dan spiritual baru akan terasa.    

Sebuah studi membuktikan bahwa yoga Iyengar pada dasarnya memang dirancang untuk membantu penderita yang mempunyai gangguan kecemasan dan depresi. Selain itu, mood peserta yoga juga membaik setelah selesai melakukan kelas yoga Iyengar. 

  1. Meningkatkan rasa percaya diri

Perubahan kehidupan dalam hal karir, kesehatan, penurunan kemampuan fisik yang terjadi pada lansia tak jarang membuat mereka tidak percaya diri. Sebanyak 70% peserta yoga Iyengar terbukti merasa percaya diri dan bersedia melakukannya lagi kemudian hari. Akan lebih baik jika yoga dilakukan bersama-sama dengan peserta lansia lainnya. Kepercayaan diri yang meningkat akan mengurangi risiko stres dan depresi. 

Hal yang perlu diperhatikan

Yoga Iyengar memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan lansia baik fisik, emosi, maupun mental. Namun, terdapat kondisi yang membuat lansia disarankan untuk tidak melakukan yoga. Jika lansia mempunyai masalah dengan tulang, glaukoma, radang sendi, atau tekanan darah tinggi, sebaiknya pertimbangkan dahulu saat ingin melakukan yoga Iyengar atau jenis yoga yang lain. 

Lansia merupakan kelompok umur yang rawan terkena penyakit atau cedera sehingga pilih instruktur yoga Iyengar profesional dan berpengalaman agar dapat membantu lansia melakukan gerakan dengan posisi dasar yang tepat. Lansia juga sebaiknya menghindari gerakan-gerakan yang sekiranya tidak mampu dilakukan karena bisa mengakibatkan gangguan tulang atau sendi seperti keseleo. 

Intertrigo, Ketika Kulit Gatal Kering di Area Lipatan Tubuh

Area lipatan tubuh biasanya lembab dan jarang mengalami kondisi kering. Namun dalam suatu waktu, ruam bisa muncul di sekitar lipatan tubuh dan menyebabkan kulit gatal kering. Kondisi ini dinamakan intertrigo.

Intertrigo dapat menyerang siapapun, namun cenderung terjadi pada orang tua, orang-orang yang tidak aktif bergerak, dan pada bayi yang disebut dengan ruam popok.

Penyebab intertrigo

Ruam terjadi ketika area kulit yang lembab saling bergesekan hingga lecet, sehingga bakteri dan jamur dapat tumbuh di area tersebut dan menyebabkan infeksi.

Kebanyakan kasus intertrigo terjadi di iklim yang panas atau lembab dan terjadi selama musim panas. Kurangnya sirkulasi udara serta penumpukan keringat atau sisa urine dan feses juga berkontribusi terhadap intertrigo.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang berkaitan dengan kulit gatal kering di area lipatan tubuh, yaitu:

  • Psoriasis terbalik

Bentuk psoriasis ini juga disebut dengan psoriasis intertriginous, yang berkembang pada area lipatan tubuh. Psoriasis terbalik menghasilkan ruam kemerahan dan berkilau.

  • Penyakit Hailey-Hailey

Merupakan kelainan genetik langka yang menyebabkan sel kulit saling menempel dan merusak lapisan kulit. Penderita penyakit ini biasanya mengalami lecet dan iritasi pada leher, ketiak, alat kelamin, serta area lipatan kulit lainnya.

  • Pemfigus

Pemfigus biasanya menyebabkan lecet di sekitar mulut, hidung, tenggorokan, mata, atau alat kelamin. Ada banyak jenis pemfigus dan ini bisa terjadi ketika imunitas tubuh melemah. 

  • Pemfigoid bulosa

Merupakan penyakit kulit langka yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh. Pemfigoid bulosa umumnya menyerang lansia.

Kondisi ini ditandai dengan adanya kulit gatal melepuh berisi cairan yang cenderung timbul di area kulit yang banyak digerakkan seperti perut, dada, lengan, dan kaki.

Faktor risiko lain yang bisa menyebabkan intertrigo yaitu:

  • Dermatitis seboroik
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Memiliki belat, penyangga, atau anggota tubuh palsu
  • Inkontinensia
  • Malnutrisi
  • Sistem kekebalan tubuh yang terganggu akibat kemoterapi atau HIV

Gejala kulit gatal kering akibat intertrigo

Intertrigo ditandai dengan:

  • Ruam merah atau coklat kemerahan
  • Terdapat lecet atau bercak kulit mentah yang terasa gatal
  • Terkadang mengeluarkan cairan dan berbau busuk
  • Tekstur kulit pecah-pecah dan berkerak

Intertrigo biasanya muncul di area lipatan yang besar seperti ketiak, bawah payudara, area genital, dan perut. Tak jarang ruam juga muncul pada leher, siku, paha bagian dalam, serta antara jari kaki dan tangan.

Pengobatan dan perawatan

Cara mengatasi kulit gatal kering akibat intertrigo bisa dengan obat yang dijual bebas atau dengan resep dokter. Biasanya dokter akan memberikan steroid topikal jangka pendek untuk mengurangi peradangan, salep antijamur, dan antibiotik.

Anda bisa mendapatkan steroid topikal ringan seperti krim hidrokortison 1% di apotik, lalu melapisinya dengan salep seng oksida.

Anda juga bisa mengikuti perawatan rumahan intertrigo yang disarankan dalam sebuah jurnal penelitian berikut ini:

  1. Cuci area yang terinfeksi dengan sampo ketokonazol 1% yang tersedia secara bebas. Diamkan selama 2 – 5 menit, lalu bilas dengan air mengalir.
  2. Keringkan area tersebut dengan handuk atau hair dryer. Pastikan area tersebut benar-benar kering.
  3. Campurkan krim klotrimazol 1% atau krim mikonazol 1% dan krim hidrokortison 1% dengan perbandingan yang sama. Oleskan tipis-tipis pada area yang terdampak selama dua kali sehari hingga ruam menghilang.
  4. Setelah ruam hilang, cuci area tersebut dengan  sampo ketokonazol 1% sekali seminggu.
  5. Keringkan area yang terdampak dengan handuk atau pengering rambut setiap setelah mandi atau ketika area terasa lembab.

Kulit gatal kering akibat intertrigo dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan kelembaban area lipatan. Ketika ruam semakin parah, disarankan untuk mengunjungi dokter secara langsung.

Obat Patah Tulang di Apotik untuk Mengobati Patah Tulang Anak

Terkait dengan tumbuh kembangnya, anak akan semakin aktif seiring bertambahnya usia. Seperti baterai berjalan, buah hati Anda tidak akan berhenti mengeksplor lingkungan sekitar hingga energinya benar-benar habis. 

obat patah tulang

Terjatuh, tergores, bahkan patah tulang dapat terjadi. Tindakan medis seperti pemasangan gips atau bidai dan operasi merupakan penanganan utama patah tulang. Selama masa pemulihan, Anda bisa menggunakan obat patah tulang di apotik sesuai petunjuk dokter.

Tanda dan gejala patah tulang pada anak

Membiarkan anak bermain sendiri di rumah sementara Anda mengerjakan hal lain mungkin opsi aman untuk menghindari kecenderungan anak terluka. Tanpa disadari, anak mulai menangis tiba-tiba sambil memegang tangannya.

Hal itu akan menjadi peristiwa traumatis sehingga anak akan bingung menjelaskan kejadiannya, terutama pada anak yang belum fasih berbicara. 

Untuk memastikan apakah anak Anda mengalami patah tulang, berikut ini beberapa gejalanya:

  • Bengkak dan kemerahan di sekitar area yang cedera
  • Terlihat bentuk yang tidak biasa (deformitas) pada area yang cedera 
  • Anak terlihat kaku memegang area yang terluka, tidak mau mengangkat atau memindahkannya
  • Terasa sakit dan nyeri bila area yang terluka disentuh

Pertolongan pertama patah tulang pada anak

Mengetahui anak patah tulang, jangan panik dan histeris karena anak akan bertambah khawatir. Tetap tenang dan lakukan pertolongan pertama untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. 

  1. Tenangkan anak dan katakan untuk tidak perlu khawatir.
  2. Pasangkan bidai atau kain gendongan untuk memangku area yang cedera. Isitrahatkan anak di tempat yang nyaman dan sebisa mungkin hindari pergerakan berlebih pada area tersebut.
  3. Kompres area yang cedera menggunakan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan.
  4. Berikan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol. Obat ini termasuk ke dalam obat patah tulang di apotik yang dianjurkan untuk meredakan nyeri.

Setelah kondisi anak sedikit membaik, Anda bisa membawanya ke dokter untuk melakukan perawatan lebih lanjut. 

Tindakan medis untuk mengatasi patah tulang pada anak

Terdapat dua jenis patah tulang atau fraktur, yaitu patah tulang terbuka (majemuk) dan tertutup (sederhana). Patah tulang terbuka adalah ketika tulang yang patah keluar menembus kulit, atau terdapat luka dalam pada kulit yang memperlihatkan tulang.

Sementara pada patah tulang tertutup (sederhana), patahan tulang tidak menonjol menembus kulit, dan kemungkinan hanya ada sedikit luka yang terlihat di kulit.

Untuk melakukan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa tes untuk menentukan jenis cedera dan lokasinya. Tes ini meliputi:

  • Sinar-X (X-ray): Untuk melihat jaringan internal dan tulang
  • MRI: Merupakan tes yang lebih mendalam untuk melihat organ dan struktur di dalam tubuh secara detail
  • CT scan: Tes ini merupakan tes yang lebih detail dari x-ray dan berfungsi untuk melihat tulang, jaringan otot, lemak, dan organ tubuh

Pengobatan dan perawatan

Pengobatan dan perawatan dilakukan tergantung pada usia dan tingkat keparahan cedera. Pada kasus yang ringan, dokter akan memasangkan gips untuk menahan situs cedera tidak bergerak dan membiarkan tulang sembuh dan menyatu dengan sendirinya.

Jika terdapat pembengkakan, dokter akan memberikan bidai dan menggantinya dengan gips bila bengkak berkurang. 

Dokter juga akan meresepkan beberapa obat seperti pereda nyeri dan antibioik. Anda juga bisa menggunakan obat yang dijual bebas di apotik.

Obat patah tulang di apotik yang direkomendasikan sebagai pereda nyeri adalah ibuprofen. Obat ini memiliki efektivitas yang sama dengan obat resep dokter yaitu asetaminofen (Tylenol) dan kodein. Ditambah lagi, ibuprofen terbukti dapat ditoleransi lebih baik oleh anak-anak.

Pada kasus fraktur yang parah, dokter akan merekomendasikan pembedahan untuk mengembalikan posisi tulang ke tempat semula. 

Catatan

Ada beragam obat patah tulang di apotik yang efektif dan aman digunakan oleh anak-anak. Namun sebelum menggunakannya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui dosis dan petunjuk pemakaian.

Fobia, Apa Ketakutan Terbesarmu?

Pernahkah Anda merasa ketakutan yang berlebihan atas sesuatu? Misalnya saja, saat Anda melihat suatu binatang Anda akan merasa takut yang berlebihan hingga merasa ingin lari menjauh dari binatang atau benda tersebut. Hal tersebut biasanya disebut dengan fobia.

Biasanya ketakutan tersebut terjadi karena adanya trauma ataupun pernah mengalami hal tidak menyenangkan dengan benda atau binatang yang menyebabkan Anda takut. Lalu, apa saja jenis fobia Anda? Berikut beberapa jenis fobia yang perlu Anda ketahui.

Apa itu fobia?

Fobia adalah ketakutan yang tidak normal atau berlebihan terhadap suatu aktivitas, situasi, atau suatu hal. Ketakutan tersebut biasanya terjadi begitu buruk sehingga membatasi aktvitas dan kehidupan seseorang.

Ketika seseorang mengalami fobia, mereka akan mengalami ketakutan yang intens terhadap objek atau situasi tertentu. Fobia berbeda dengan ketakutan biasa karena menyebabkan tekanan yang signifikan, yang mungkin mengganggu kehidupan di rumah, tempat kerja, atau sekolah.

Dan, umumnya, orang yang takut akan sesuatu akan menghindari objek atau situasi fobia tersebut atau menahannya dalam ketakutan atau kecemasan tertentu. Fobia adalah salah satu jenis gangguan kecemasan yang umum terjadi. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, Fifth Edition (DSM-5), fobia spesifik biasanya termasuk dalam lima kategori umum:

  • Ketakutan yang berhubungan dengan binatang (laba-laba, anjing, serangga)
  • Ketakutan terkait dengan lingkungan alam (ketinggian, petir, kegelapan)
  • Ketakutan yang berhubungan dengan darah, cedera, atau masalah medis (suntikan, patah tulang, atau jatuh)
  • Ketakutan yang terkait dengan situasi tertentu (terbang, naik lift, mengemudi)
  • Lainnya (tersendak, suara keras, tenggelam).

Jenis fobia

Ketakutan yang terkait dengan fobia jauh lebih besar daripada yang disebabkan oleh stres atau kekhawatiran. Ada banyak jenis fobia yang ada di dunia ini, termasuk beberapa jenis yang telah dijelaskan di atas. Nah, berikut beberapa informasi tentang jenis fobia yang paling umum.

  1. Fobia sosial

Fobia sosial adalah ketakutan ekstrim terhadap situasi sosial seperti berbicara di depan umum dan berinteraksi dengan orang lain. Ketakutan bisa menjadi sangat ekstrim sehingga dapat mempengaruhi hubungan seseorang dengan teman, keluarga, dan rekan kerja. Orang dengan ketakutan sosial ini biasanya disebut dengan gangguan kecemasan sosial.

  • Agoraphobia

Orang yang menderita agoraphobia adalah memiliki rasa takut yang berlebihan berada di ruang terbuka atau berada di mana saja yang tidak dapat mereka tinggalkan dengan mudah. Mereka yang menderita ketakutan ini sering merasa khawatir tentang rasa malu saat berada di depan orang lain. Ada banyak penyebab dari agrophobia, tetapi umumnya hal ini terjadi karena komponen genetik atau dapat diturunkan dalam satu keluarga.

  • Claustrophobia

Claustrophobia adalah jenis fobia umum di mana ketakutan akan ruang tertutup atau terjebak dalam suatu ruangan. Orang dengan claustrophobia mungkin takut berada di area terbatas seperti lift atau terowongan.

  • Zoophobia

Zoohobia adalah jenis ketakutan pada binatang dan serangga. Fobia ini mungkin mengacu pada ketalutan terhadap lebah (apiphobia), laba-laba (arachnophobia), burung (ornithophobia), dan kenis makhluk lainnya.

  • Acrophobia

Ketakutan akan ketinggian ini dikenal sebagai akrofobia. Meksi tidak ada ancaman nyata dari ketinggian, namun orang dengan fobia ini dapat mengalami kecemasan yang parah.

  • Aerophobia

Takut terbang disebut dengan aerophobia. Mereka yang kehilangan anggota keluarga karena kecelakaan pesawat atau pernah menyaksikan kecelakaan atau kecelakaan pesawat dapat mengembangkan fobia tersebut, tetapi orang lain yang tidak pernah mengalami trauma saat terbang mungkin masih mengalami aerofobia. Fobia tetap ada meski terbang dalam keadaan aman.

  • Fobia suntikan darah

Fobia suntikan adalah fobia yang meliputi ketakutan akan darah, cedera, dan mendapatkan suntikan atau menjalani prosedur medis lainnya. Fobia darah dikenal sebagai hemofobia. Ketakutan mendapatkan suntikan ini disebut aichmophobia atau trypanophobia.

 Tanda dan gejala fobia

Gejala fobia yang biasanya terjadi adalah:

  • Panik
  • Merasa diteror
  • Ketakutan yang berlebihan
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Kesulitan bernapas
  • Berkeringat
  • Perasaan ingin melarikan diri
  • Gemetar

Orang dengam fobia sering kali mengetahui bahwa ketakutan mereka tidak sebanding dengan ancaman atau bahaya sebenarnya. Tidak jarang seseorang yang memiliki fobia berusaha keras untuk menghindari atau melarikan diri dari situasi fobia tersebut.

Umumnya, fobia dapat diobati dengan terapi ataupun pengobatan dengan obat. Pengobatan yang efektif untuk fobia yang spesifik adalah jenis pdsikoterapi yang disebut terapi eksposure. Jadi selama terapi Anda akan bekerja dengan psikolog untukmempelajari cara mengurangi kepekaan diri Anda terhadap objek atau siatuasi yang Anda takuti.

Jadi, jika fobia Anda sudah semakin mengganggu aktivitas ataupun kegiatan sehari-hari, ada baiknya untuk mengunjungi psikolog Anda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Caregiver dan Perawat: Seperti Apa Perbedaannya?

Pernahkah Anda mendengar istilah caregiver? Mungkin Anda akan mengaitkannya dengan pekerjaan serupa dengan perawat. Memang, secara garis besar, tugas caregiver adalah merawat dan mengasuh orang lain. Caregiver memiliki kemampuan khusus untuk memberikan bantuan dan perhatian terhadap yang membutuhkan. Banyak orang yang menghubungkan jasa perawatan ini untuk kelompok usia senior atau lansia (lanjut usia).

perawat

Mengingat bahwa kelompok lansia mengalami penurunan kemampuan fisik dan mental akibat pertambahan usia. Kondisi tersebut cukup menghambat mereka dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Belum lagi, jika terdapat individu yang mengalami penyakit tertentu. Hal ini tentu akan memperburuk kemampuan fisik dan mental orang yang bersangkutan.

Oleh karena itu, kelompok lansia membutuhkan perawatan dan perhatian khusus yang sering kali tidak dapat diberikan oleh anggota keluarga di usia produktif. Memilih jasa seorang caregiver merupakan solusi bagi mereka untuk memberikan perhatian ekstra terhadap orang yang disayangi.

Apa saja fungsi caregiver?

Lalu, apa saja fungsi yang diberikan oleh caregiver? Adanya caregiver, berarti beban pasien dan keluarga pasien dapat diringankan, terutama dalam membantu aktivitas sehari-hari secara normal dan lancar. 

Tidak hanya untuk kelompok lansia, namun jasa caregiver juga ditujukkan bagi seseorang yang memiliki keterbatasan tertentu, seperti adanya gangguan kesehatan fisik maupun mental. Nantinya, caregiver akan membantu pasien untuk menjaga kondisi kesehatan fisik dan kestabilan emosional pasien sehari-hari. Peran caregiver dapat membantu para lansia untuk tetap berada di tengah keluarga, tanpa perlu menghabiskan masa tuanya di panti jompo.

Caregiver dan perawat medis: apa perbedaannya?

Beberapa orang menyebut caregiver adalah perawat atau pengasuh. Tidak jarang, caregiver juga sering kali dipanggil suster. Tidak heran, mengapa sebagian orang tidak begitu mengerti mengenai perbedaan antara caregiver dan perawat medis di rumah sakit.

Terdapat perbedaan mendasar antara caregiver dan perawat medis di rumah sakit, yaitu:

  • Perawat medis bertugas untuk memberikan perawatan pada pasien sesuai dengan instruksi dari dokter.
  • Perawat medis hanya diperbolehkan bertugas di rumah pasien selama beberapa jam dalam satu minggu.
  • Perawat medis adalah perawat yang memiliki lisensi khusus untuk memberikan perawatan medis terampil pada pasien, baik perawatan di rumah sakit maupun home care atau perawatan di rumah.
  • Seseorang yang ingin bekerja sebagai perawat medis perlu lulus pendidikan keperawatan terlebih dulu, lalu melakukan kerja praktik, hingga akhirnya memiliki sertifikat dan ijazah resmi yang menggaransi kemampuan dan keahliannya.
  • Caregiver berperan dalam memberikan bantuan dan perhatian terhadap pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Caregiver umumnya memiliki ikatan emosional yang lebih kuat dengan klien, karena sudah terbiasa menghabiskan waktu bersama sehari-hari sebagai teman maupun perawat yang membantu urusan keseharian pasien.
  • Caregiver tidak melakukan perawatan medis seperti yang dilakukan oleh perawat medis yang telah mengantongi sertifikat.
  • Caregiver memberikan perawatan harian sesuai dengan kebutuhan pasien disertai dengan perawatan khusus yang diberikan ketika melakukan pelatihan.

Mengenai kualifikasi dari seorang caregiver umumnya tidak begitu ketat seperti kualifikasi perawat medis. Seorang caregiver bisa saja adalah individu yang telah menamatkan pendidikan keperawatan, pendidikan kesehatan, maupun menjalani pelatihan profesi dalam jangka waktu tertentu. Hal yang paling penting, yaitu caregiver harus memiliki rasa peduli yang besar terhadap pasien.
Itu dia sedikit informasi mengenai perbedaan caregiver dengan perawat medis yang hingga saat ini masih banyak orang salah kira. Semoga bermanfaat dan dapat menjawab pertanyaan Anda.

Tanda-tanda Hamil Sudah Mencapai 25 Minggu

Terdapat banyak perubahan yang terjadi pada tubuh selama masa kehamilan, tak sedikit ibu haumil kesulitan dalam membedakn antara tanda kehamilan normal dan tidak normal. Termasuk ketika memasuki usia hamil 25 minggu, secara tidak sadar para ibu dalam kondisi akan segera melahirkan bayi yang telah dikandungnya.

Dalam usia kehamilan tersebut, kebanyakan rumah sakit akan membiarkan ibu hamil untuk melakukan pra-registrasi untuk melahirkan. Yang berarti, nantinya akan diminta untuk mengisi dokumen penerimaan ibu hamil untuk melahirkan lebih awal. Sehingga, pada saat sudah waktunya melahirkan tidak perlu lagi mengisi banyak formulir.

Tanda-tanda Hamil 25 Minggu

Ketika kehamilan memasuki usia ini, ibu hamil kemungknan masih bisa merasa cukup energik, namun juga mungkin merasa terbebani dengan kondisi bayi di dalam perut yang semakin membesar. Selain itu, terdapat pula beberapa tanda yang dialami si ibu ketika usia kehamilan mencapai 25 minggu, seperti berikut ini.

  • Susah Tidur

Kondisi ini terjadi bisa karena ibu hamil cenderung merasa gugup mengenai melahirkan, atau juga karena terganggu karena perut semakin membesar. Untuk mengatasi ini bisa dengan mengonsumsi air putih lebih banyak, tujuannya untuk mengurangi asupan minum ketika mendekati waktu tidur, sehingga intensitas untuk ke kamar mandi bisa berkurang.

  • Sering Buang Air Kecil

Konsumsi air putih dalam usia kehamilan 25 minggu cukup banyak dan bahkan terbilang berlipat-lipat dari sebelumnya, baik di pagi, siang maupun malam hari. Kondisi ini dapat membuat ibu hamil lebih sering untuk buang air kecil, tak jarang dibutuhkan banyak tenaga untuk berjalan ke kamar mandi.

  • Sembelit dan Wasir

Kedua kondisi ini juga bisa menyerang ibu hamil lebih sering ketika usia kehamilan sudah mencapai 25 minggu. Sangat disarankan untuk berolahraga sederhana misalnya seperti jalan kaki, kemudian minum air putih dan konsumsi makanan yang kaya akan serat. Wasir juga terjadi karena adanya pembengkakan di area pembuangan kotoran.

Bayi memberi banyak tekanan pada saluran pencernaan ibu hamil, mengontrol sembelit akan membantu mencegah tegang ketika pergi ke kamar mandi. Kondisi tersebut juga diharapkan dapat mencegah adanya pembengkakan dan ketidaknyamanan di hari berikutnya.

  • Kembung Karena Gas

Hormon akan memperlambat pencernaan makanan dan menghasilkan gas berlebih, bisa juga menimbulkan maag. Ini menjadi masalah bagi perut, karena bayi yang mendorong saluran pencernaan ibu, hingga mampu emndorong asam lambung naik ke kerongkongan hingga menyebabkan sensasi terbakar yang menyakitkan.

  • Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi ini muncul sekitar usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu, namun beberapa kasus menyebutkan jika kondisi ini muncul lebih awal. Ibu hamil akan merasa jika rahim terasa menjadi sangat keras dan kencang, namun kemudian normal kembali. Meski demikian, kondisi ini tidak sering terjadi secara teratur.

  • Melihat Lewat USG

Janin dalam masa kehamlan 25 minggu sudah dapat menentukan arah naik dan turun, kemudian tumbuh dengan lebih banyak lemak dan juga rambut yang sudah mulai muncul. Meskipun kemungkinan besar kondisi tersebut tidak akan bisa dilihat melalui USG ketika usia hamil 25 minggu, kecuali atas permintaan dokter.

Biasanya dokter melakukan itu karena adanya pemantauan ekstra terhadap janin, ini membuat ibu hamil lebih sering bertemu dengan dokter. Biasanya satu bulan sekali, dan menjadi dua kali dalam sebulan ketika usia kehamilan sudah mencapai usia 28 minggu.

Jenis-Jenis Bakteri Aktinomikosis

Merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri actinomyces disebut dengan aktinomikosis, penyakit ini bisa terjadi pada berbagai organ tubuh. Misalnya, mulut, dada, panggul dan perut, ditandai dengan munculnya borok atau abses di bagian tubuh yang terinfeksi. Kondisi ini disebabkan karena penyebaran infeksi dari bagian tubuh lain.

Penyakit ini tidak menular tetapi sering ditemui di negara tropis, meski demikian keadaan ini juga jarang ditemui walaupun membahayakan bagi penderitanya. Penyebab kondisi ini adalah bakteri Actinomyces israelli dan Actinomyces gerenseriae yang normalnya hidup di rongga mulut, saluran pencernaan dan saluran kencing.

Jenis Bakteri Aktinomikosis

  • Actinomycosis Cervicofacial Oral.

Merupakan infeksi yang berkembang dalam jaringan leher, rahang dan mulut, sebagian besar kasus disebabkan karena masalah gigi, umumnya kerusakan gigi. Jenis ini merupakan yang paling umum dan merupakan setengah dari semua kasus.

  • Actinomycosis Toraks

Merupakan infeksi yang berkembang di dalam paru-paru atau saluran udara terkait, diduga bahwa sebagian besar kasus ini disebabkan oleh seseorang yang secara tidak sengaja menghirup tetesan cairan yang terkontaminasi ke dalam paru-paru mereka.

  • Actinomycosis Perut

Tempat infeksi berkembang di dalam perut, jenis ini memiliki berbagai penyebab yang sangat potensial. Berkembang sebagai komplikasi sekunder dari infeksi yang lebih umum, misalnya radang, usus buntu atau setelah secara acak tidak sengaja menelan benda asing. Seperti tulang ayam yang mengandung actinomyces.

  • Actinomycosis Panggul

Berkembang di dalam panggul atau struktur tulang yang mencakup tulang pinggul, biasanya kondisi ini hanya terjadi pada wanita karena kebanyakan kasus disbabkan bakteri menyebar dari awal kelamin waniya ke dalam panggul.

Gejala Actinomycosis

Pada umumnya kondisi ini ditandai dengan munculnya abses atau borok di lokasi infeksi, selain itu juga penderita akan mengalami demam, bengkak pada lokasi yang terinfeksi hingga berat badan turun secara drastis. Kondisi ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, gelala lain yang muncul juga bisa tergantung dengan lokasi infeksi, seperti jika terjadi di daerah mulut, di antaranya.

  • Munculnya perubahan warna kulit di sekitar mulut menjadi kemerahan dan kebiruan.
  • Pembengkakan di mulut dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Sulit menggerakan rahang dan mulut secara nornal.
  • Batuk kering dan berdahak hingga terkadang mengeluarkan darah.
  • Sesak napas dan nyeri pada bagian dada.
  • Muncul cairan pada paru-paru yang terkadang diikuti dengan munculnya benjolan di daerah paru-paru.

Kapan ke Dokter?

Apabila mengalami beberapa gejala yang disebutkan di atas, terlebih jika demam yang disertai pembengkakan di salah satu bagian tubuh, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan oleh dokter diperlukan jika seseorang memiliki faktor risiko seperti menderita penyakit atau sedang mengonsumsi obat-obatan yang berpengaruh pada sistem imun.

Dokter akan melakukan diagnosa aktinomikosis dengan tanya jawab seputar gejala yang dialami pasien dan riwayat kesehatan, penyakit hingga pengobatan pasien. Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksana fisik secara menyeluruh. Untuk itu dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti berikut ini.

  • Tes Laboratorium

Kultur jaringan, yakni prosedur mengambil sampel jaringan, nanah dan cairan dari dalam abses untuk diperiksa dengan metode kultur. Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi jenis bakteri jenis bakteri yang ada di jaringan. Tes darah, dilakukan dengan megambil sampel darah pasien, tujuanya untuk mengidentifikasi dalam darah.

  • Pemindaian

Dokter akan meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan pemindaian, tujuannya untuk memastikan adanya abses di organ dalam atau tidak. Beberapa metode yang dilakukan di antaranya, CT Scan, Rontgen dan MRI.