Fobia, Apa Ketakutan Terbesarmu?

Pernahkah Anda merasa ketakutan yang berlebihan atas sesuatu? Misalnya saja, saat Anda melihat suatu binatang Anda akan merasa takut yang berlebihan hingga merasa ingin lari menjauh dari binatang atau benda tersebut. Hal tersebut biasanya disebut dengan fobia.

Biasanya ketakutan tersebut terjadi karena adanya trauma ataupun pernah mengalami hal tidak menyenangkan dengan benda atau binatang yang menyebabkan Anda takut. Lalu, apa saja jenis fobia Anda? Berikut beberapa jenis fobia yang perlu Anda ketahui.

Apa itu fobia?

Fobia adalah ketakutan yang tidak normal atau berlebihan terhadap suatu aktivitas, situasi, atau suatu hal. Ketakutan tersebut biasanya terjadi begitu buruk sehingga membatasi aktvitas dan kehidupan seseorang.

Ketika seseorang mengalami fobia, mereka akan mengalami ketakutan yang intens terhadap objek atau situasi tertentu. Fobia berbeda dengan ketakutan biasa karena menyebabkan tekanan yang signifikan, yang mungkin mengganggu kehidupan di rumah, tempat kerja, atau sekolah.

Dan, umumnya, orang yang takut akan sesuatu akan menghindari objek atau situasi fobia tersebut atau menahannya dalam ketakutan atau kecemasan tertentu. Fobia adalah salah satu jenis gangguan kecemasan yang umum terjadi. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, Fifth Edition (DSM-5), fobia spesifik biasanya termasuk dalam lima kategori umum:

  • Ketakutan yang berhubungan dengan binatang (laba-laba, anjing, serangga)
  • Ketakutan terkait dengan lingkungan alam (ketinggian, petir, kegelapan)
  • Ketakutan yang berhubungan dengan darah, cedera, atau masalah medis (suntikan, patah tulang, atau jatuh)
  • Ketakutan yang terkait dengan situasi tertentu (terbang, naik lift, mengemudi)
  • Lainnya (tersendak, suara keras, tenggelam).

Jenis fobia

Ketakutan yang terkait dengan fobia jauh lebih besar daripada yang disebabkan oleh stres atau kekhawatiran. Ada banyak jenis fobia yang ada di dunia ini, termasuk beberapa jenis yang telah dijelaskan di atas. Nah, berikut beberapa informasi tentang jenis fobia yang paling umum.

  1. Fobia sosial

Fobia sosial adalah ketakutan ekstrim terhadap situasi sosial seperti berbicara di depan umum dan berinteraksi dengan orang lain. Ketakutan bisa menjadi sangat ekstrim sehingga dapat mempengaruhi hubungan seseorang dengan teman, keluarga, dan rekan kerja. Orang dengan ketakutan sosial ini biasanya disebut dengan gangguan kecemasan sosial.

  • Agoraphobia

Orang yang menderita agoraphobia adalah memiliki rasa takut yang berlebihan berada di ruang terbuka atau berada di mana saja yang tidak dapat mereka tinggalkan dengan mudah. Mereka yang menderita ketakutan ini sering merasa khawatir tentang rasa malu saat berada di depan orang lain. Ada banyak penyebab dari agrophobia, tetapi umumnya hal ini terjadi karena komponen genetik atau dapat diturunkan dalam satu keluarga.

  • Claustrophobia

Claustrophobia adalah jenis fobia umum di mana ketakutan akan ruang tertutup atau terjebak dalam suatu ruangan. Orang dengan claustrophobia mungkin takut berada di area terbatas seperti lift atau terowongan.

  • Zoophobia

Zoohobia adalah jenis ketakutan pada binatang dan serangga. Fobia ini mungkin mengacu pada ketalutan terhadap lebah (apiphobia), laba-laba (arachnophobia), burung (ornithophobia), dan kenis makhluk lainnya.

  • Acrophobia

Ketakutan akan ketinggian ini dikenal sebagai akrofobia. Meksi tidak ada ancaman nyata dari ketinggian, namun orang dengan fobia ini dapat mengalami kecemasan yang parah.

  • Aerophobia

Takut terbang disebut dengan aerophobia. Mereka yang kehilangan anggota keluarga karena kecelakaan pesawat atau pernah menyaksikan kecelakaan atau kecelakaan pesawat dapat mengembangkan fobia tersebut, tetapi orang lain yang tidak pernah mengalami trauma saat terbang mungkin masih mengalami aerofobia. Fobia tetap ada meski terbang dalam keadaan aman.

  • Fobia suntikan darah

Fobia suntikan adalah fobia yang meliputi ketakutan akan darah, cedera, dan mendapatkan suntikan atau menjalani prosedur medis lainnya. Fobia darah dikenal sebagai hemofobia. Ketakutan mendapatkan suntikan ini disebut aichmophobia atau trypanophobia.

 Tanda dan gejala fobia

Gejala fobia yang biasanya terjadi adalah:

  • Panik
  • Merasa diteror
  • Ketakutan yang berlebihan
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Kesulitan bernapas
  • Berkeringat
  • Perasaan ingin melarikan diri
  • Gemetar

Orang dengam fobia sering kali mengetahui bahwa ketakutan mereka tidak sebanding dengan ancaman atau bahaya sebenarnya. Tidak jarang seseorang yang memiliki fobia berusaha keras untuk menghindari atau melarikan diri dari situasi fobia tersebut.

Umumnya, fobia dapat diobati dengan terapi ataupun pengobatan dengan obat. Pengobatan yang efektif untuk fobia yang spesifik adalah jenis pdsikoterapi yang disebut terapi eksposure. Jadi selama terapi Anda akan bekerja dengan psikolog untukmempelajari cara mengurangi kepekaan diri Anda terhadap objek atau siatuasi yang Anda takuti.

Jadi, jika fobia Anda sudah semakin mengganggu aktivitas ataupun kegiatan sehari-hari, ada baiknya untuk mengunjungi psikolog Anda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kata-Kata Dinilai Ampuh Menjadi Cara Memotivasi Diri Sendiri

Kemampuan memotivasi diri sendiri penting untuk mencapai tujuan jangka panjang Anda

Kalimat atau kumpulan kata-kata memiliki banyak pengaruh dalam kehidupan manusia apabila diberikan pemaknaan. Dampak itu dirasakan oleh psikologis, karena memang itu salah satu tujuan kata-kata, selain mempengaruhi sisi kognitif manusia. Berangkat dari situ, menjadi masuk akal jika ada orang yang menjadikan kata-kata sebagai cara memotivasi diri sendiri. 

Sebenarnya hal ini sudah amat populer. Salah satu contoh dari kekuatan kata-kata dalam ihwal motivasi ini dapat dilegitimasi oleh banyaknya buku-buku bergenre “self motivate” dan sebagainya di daftar paling laris terjual di hampir sebagian besar toko buku, baik itu daring maupun konvensional. 

Belum lagi hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya motivator terkenal yang mendapat banyak atensi dan apresiasi dari masyarakat. Mario Teguh atau Merry Riana hanyalah sedikit dari contoh tersebut. 

Kendati demikian memang tiada salahnya menyangsikan kata-kata sebagai cara memotivasi diri sendiri. Toh sikap skeptis tetap harus dimiliki oleh manusia agar tetap dapat menjalani kehidupan ini dengan waras. 

Namun, coba baca, resapi, dan maknai deretan kata-kata di bawah ini yang dibuat khusus untuk memotivasi diri sendiri:

  • “Satu-satunya batasan untuk meraih mimpi kita adalah keragu-raguan kita akan hari ini. Marilah kita maju dengan keyakinan yang aktif dan kuat”.

Kalimat di atas kurang lebih memiliki maksud bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika kita mengusahakannya dengan semaksimal mungkin. Selain itu, kemauan kuat dari dalam diri merupakan kunci dari segala kesuksesan.

  • “Jangan biarkan siapapun mengatakan kau tidak bisa melakukan sesuatu. Kau bermimpi, kau harus menjaganya. Kalau menginginkan sesuatu, raihlah. Titik”.

Percaya diri dan yakin akan kemampuan diri sendiri menjadi sumber dari capaian besar yang dapat Anda raih di waktu  yang akan datang. Mimpi yang dimiliki saat ini haruslah dijadikan sebagai motivasi untuk itu semua.

  • “Tujuanku bukanlah jadi lebih baik dari yang lain. Tapi, jadi lebih baik dari diriku yang sebelumnya”.

Musuh terbesar kita di dunia ini bukanlah entitas atau individu lain di luar diri kita. Musuh terbesar kita adalah diri sendiri. Jika kita mampu mengalahkan diri kita sendiri, tak ada apa pun yang mampu menghentikan Anda.

  • “Sebuah permata tidak akan dapat dipoles tanpa gesekan, demikian juga seseorang tidak akan menjadi sukses tanpa tantangan”.

Segala hal buruk yang pernah Anda rasakan pada masa-masa yang lalu merupakan pengasah diri Anda. Jangan pernah berpikir bahwa itu melemahkan Anda, justru sebaliknya, tempaan itu akan membuat diri Anda semakin kuat ke depannya.

  • “Tak seorang pun yang dapat kembali dan memulai semuanya dari awal. Tapi, seseorang bisa memulainya sekarang dan membuat sebuah akhir yang baru”.

Ini soal waktu. Waktu adalah sesuatu yang misterius di dalam kehidupan dunia. Kita hanya dapat maju tanpa bisa menghentikan atau memutar kembali apa yang sudah terjadi. Penyesalan di masa lalu bukan untuk ditangisi, tetapi harus dijadikan cara memotivasi diri sendiri agar dapat melesat melampaui diri kita yang dahulu

***

Bagaimana? Apakah dirimu sudah dapat merasakan sesuatu terjadi di dalam dirimu setelah membaca deretan kata-kata yang digunakan sebagai cara memotivasi diri sendiri di atas? Kalau belum, mungkin Anda adalah tipikal orang yang membutuhkan orang lain untuk menerima sesuatu. 

Barangkali kata-kata atau kalimat self motivate tersebut akan dapat Anda rasakan ketika disampaikan langsung oleh orang yang berpengaruh di dalam hidup Anda, seperti orang tua, misalnya. Cobalah untuk sering berinteraksi dengan mereka untuk mendapatkan timbal balik yang mungkin Anda butuhkan. 

Yang pasti, cara memotivasi diri sendiri adalah tentang penerimaan diri Anda akan situasi dan kondisi yang tengah terjadi. Sebuah penolakan terhadap sesuatu malah akan memiliki dampak sebaliknya. Anda cenderung menjadi orang yang denial dan menganggap segalanya tidak berpihak pada diri Anda. Pada tahap tertentu, kondisi ini akan menjadi kontraproduktif terhadap misi untuk bangkit dan bersinar kembali.

Penyakit Mental Baru, Gaming Disorder

Gaming disorder telah dimasukkan ke dalam klasifikasi penyakit internasional keluaran terbaru (ICD-11).

Gaming disorder didefinisikan dalam Revisi ke 11 Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11) sebagai pola perilaku permainan digital-gaming atau video-gaming oleh WHO.

Pada tahun 2018, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan gaming disorder dalam Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11). ICD-11 sendiri adalah daftar penyakit dan kondisi medis yang digunakan para profesional kesehatan untuk membuat diagnosis dan rencana perawatan.

Gaming disorder ditandai dengan gangguan kontrol atas permainan, peningkatan prioritas yang diberikan untuk bermain game di atas aktivitas lain. Orang dengan gaming disorder mengalami kesulitan mengendalikan jumlah waktu yang mereka habiskan untuk bermain game, baik secara digital atau pun video. Mereka juga memprioritaskan bermain game di atas aktivitas lain dan mengalami efek negatif dari perilaku bermain mereka.

Diagnosis gaming disorder merupakan perilaku yang sangat parah sehingga mempengaruhi hal-hal berikut:

  • Kehidupan keluarga
  • Kehidupan sosial
  • Kehidupan pribadi
  • Pendidikan
  • Kerja

Menurut beberapa penelitian, gaming disorder dapat terjadi bersamaan dengan gangguan mood lainnya, seperti:

  • Gangguan kecemasan
  • Depresi
  • Stress

Orang yang tetap tidak aktif secara fisik untuk waktu yang lama karena bermain game mungkin juga memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas, masalah tidur, dan masalah kesehatan lainnya.

Tidak ada keraguan bahwa beberapa perilaku bermain game bermasalah. Namun mayoritas orang yang bermain komputer dan video game tidak perlu dikhawatirkan.

Para peneliti melaporkan bahwa hanya 0,3-1,0 persen orang yang mungkin memenuhi syarat untuk diagnosis gaming disorder. 

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai penyakit ini. Namun jika Anda khawatir bahwa game dapat berdampak negatif terhadap kesehatan atau hubungan Anda, Anda harus berbicara dengan dokter atau profesional kesehatan mental.

Gaming disorder adalah kondisi yang baru diklasifikasikan oleh WHO dalam ICD-11.  Namun, kemungkinannya hanya sebagian kecil orang yang bermain game online dan video yang akan memenuhi kriteria untuk gaming disorder.