TB 4 Tablet, Zat Apa Saja yang Terkandung di Dalamnya?

TBC (tuberkulosis) atau sering dikenal dengan TB merupakan penyakit paru-paru akibat infeksi bakteri Mycobacterium. Orang yang menderita TB akan mengalami beberapa gejala seperti menderita batuk dalam waktu lama, tidak nafsu makan, berkeringat di malam hari, nyeri dada, demam, dan lemas. Untuk mengobati TB maka pemberian obat pro TB 4 tablet biasanya akan diresepkan oleh dokter. Obat ini akan membantu mengatasi TBC dan perlu dikonsumsi rutin setiap hari saat perut kosong atau minimal ½ jam sebelum makan, sesuai dengan petunjuk dari dokter.  

Kandungan pro TB 4 tablet

Obat Pro TB 4 tablet memiliki berbagai kandungan zat aktif di dalamnya seperti rifampicin, isoniazid, pyrazinimide, dan ethambutol. Seluruh kandungan zat aktif tersebut memiliki fungsi masing-masing, yaitu:  

  1. Rifampicin 150 mg 

Rimfampicin merupakan antibiotik yang terkandung dalam pro TB digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri seperti TBC, legionnarie, dan kusta. Cara kerja rifampicin adalah dengan menghambat pembentukan RNA bakteri. Rifampicin sendiri bisa diberikan secara oral maupun intravena.

  1. Isoniazid 75 mg

Isoniazid (INH) juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit TBC yang merupakan lini pertama penggunaannya dalam melakukan pencegahan serta pengobatan TB laten dan TB aktif. Isoniazid masih berupa prodrug sehingga akan diaktifkan oleh enzim katalase-peroksidase bakteri pada Mycobacterium tubercolosis. Isoniazid efektif terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium xenopi, dan Mycobacterium kansasi. 

  1. Pyrazinamide 400 mg

Pyrazinamide bersifat bakteriostatik sekaligus bisa bersifat bakterisida saat terjadi replikasi bakteri secara aktif dalam tubuh. Penggunaan pyrazinamide bertujuan untuk mengurangi durasi penyembuhan TBC. Pyrazinamide digunakan selama 2 bulan pertama pengobatan.

  1. Ethambutol HCl 15 mg

Ethambutol merupakan anti-tuberculosis dengan sistem kerja menghambat satu atau lebih metabolit bakteri rentan yang menyebabkan gangguan metabolisme sel, menghambat multiplikasi, hingga kematian sel. Penggunaannya biasanya digunakan terutama jika telah diduga adanya resistensi tubuh terhadap obat TB lainnya. Ethambutol aktif terhadap bakteri rentan hanya saat bakteri tersebut mengalami pembelahan sel. 

Efek samping pro TB 4 tablet

Terdapat beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat penggunaan obat pro TB 4 tablet yaitu:

  • Efek samping umum seperti sakit kepala, pusing, anemia, demam, shock syndrome, kejang, purpurea, arthralgia, dan sindrom rematik. 
  • Efek samping kandungan ethambutol pada pro TB yang sering muncul seperti ruam kulit akibat reaksi alergi, serta gangguan pada saluran pencernaan. 
  • Efek samping kandungan ethambutol pada pro TB yang jarang terjadi seperti neuritis perifer, hiperurisemia, kelainan darah, penyakit kuning, dan efek samping pada sistem saraf pusat. 
  • Pada gangguan ginjal dan penggunaan obat berlebihan, kandungan ethambutol pada pro TB dapat menyebabkan efek samping berupa terjadinya gangguan penglihatan disertai turunnya visus, buta warna hijau-merah, penyempitan pandangan, serta skotoma sentral. 
  • Efek samping kandungan rifampicin pada pro TB yaitu leukopenia, eosinofilia, gangguan saluran pencernaan, dan gangguan fungsi hati. 
  • Efek samping kandungan isoniazid pada pro TB yaitu gangguan sistem saraf dan fungsi hati. 

Penggunaan obat pro TB 4 tablet harus dilakukan setiap hari dan tidak boleh terlewat sebab obat ini termasuk dalam jenis antibiotik. Hubungi dokter jika Anda melewatkan minum obat meski hanya sekali saja guna menghindari kemungkinan tubuh menjadi kebal terhadap obat. Selama penggunaan obat pro TB, Anda tidak boleh mengonsumsi alkohol. Apabila Anda masih ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai obat pro TB 4 tablet, tanyakan langsung kepada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play.

Punya Penyakit Ini? Hindari Pemakaian Propranolol

Apabila Anda memiliki riwayat penyakit darah tinggi ataupun gangguan irama jantung, dokter umumnya akan memberikan resep obat berjenis propranolol. Obat ini merupakan beta-blocker yang mampu memengaruhi jantung dan sirkulasi aliran di peredaran darah. 

Propranolol umumnya digunakan untuk mengobati tremor, nyeri dada, hipertensi , gangguan irama jantung, dan kondisi jantung atau peredaran darah lainnya. Namun tidak jarang pula, propranolol digunakan untuk mengurangi keparahan dan frekuensi sakit kepala sebelah atau migrain.

Meskipun sangat bermanfaat untuk penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah, penggunaan propranolol mesti sangat berhati-hati. Pasalnya, berbagai efek samping di bawah ini mengintai pengguna propranolol. 

  • Rambut Rontok

Obat keras yang satu ini sangat mudah memengaruhi kondisi kekuatan akar rambut. Sangat sering ditemukan efek samping dari penggunaan propranolol adalah rambut rontok yang cukup parah. 

  • Diare

Propranolol bisa tidak cocok pada banyak orang dan memengaruhi kondisi pencernaan Anda. Efek samping propranolol yang umum ditemukan adalah diare. 

  • Mata Kering 

Anda mungkin akan mengalami sakit mata ketika menggunakan propranolol. Hal ini wajar sebab salah satu efek samping yang sering dikeluhkan dari penggunaan obat ini adalah mata kering. 

  • Kelemahan dan Kelelahan 

Propranolol sangat bisa memengaruhi kondisi tubuh. Anda bisa sangat merasa tidak bertenaga ketika mengonsumsi obat ini. Kelemahan dan kelelahan disebut sebagai efek samping umum yang sering terjadi. 

  • Detak Jantung Lambat 

Salah satu fungsi propranolol adalah menjadi terapi bagi penyakit jantung koroner maupun gangguan irama jantung. Obat ini bekerja untuk membuat jantung bekerja lebih ringan. Namun karena itulah, sering muncul efek samping berupa perlambatan detak jantung. 

Efek samping dari propranolol akan semakin parah jika obat ini dikonsumsi oleh penderita penyakit tertentu. Berikut ini adalah jenis-jenis penyakit yang disarankan tidak menggunakan propranolol sebagai terapinya. 

  •  Alergi 

Berhati-hatilah apabila Anda memiliki jenis alergi tertentu. Pasalnya, penggunaan propranolol bisa sangat memicu munculnya alergi dan menimbulkan gejala sesak napas sampai jantung berdebar. 

  • Bronkitis dan Asma 

Salah satu efek samping dari penggunaan propranolol adalah detak jantung yang melambat. Kondisi detak jantung ini bisa sangat berbahaya jika terjadi pada orang-orang dengan masalah pernapasan, seperti bronkitis maupun asma. Orang-orang dengan kedua penyakit tersebut bisa mengalami pingsan atau kehilangan kesadaran apabila tidak hati-hati menggunakan jenis obat yang satu ini. 

  • Sindrom Sinus 

Sindrom sinus merupakan kondisi adanya sekelompok masalah irama jantung yang disebabkan oleh alat pacu jantung alami yang tidak berfungsi baik. Bagi penderita penyakit ini, penggunaan propranolol bisa membahaya sebab dapat makin membuat gangguan irama jantung bertambah. 

  • Hipoglikemia 

Penggunaan propranolol bisa membuat gula darah turun. Karena itu, obat ini sangat tidak disarankan oleh penderita hipoglikemia atau orang-orang yang mempunya kadar gula darah rendah. Penggunaan propranolol untuk penderita diabetes juga mesti lebih berhati-hati. Ini karena Anda akan sulit mengetahui kapan kadar gula darah menurun secara mendadak. 

  • Tekanan Darah Rendah 

Propranolol juga tidak disarankan oleh penderita tekanan darah rendah. Pasalnya, obat ini bisa menurunkan tekanan darah secara signifikan. Tekanan darah rendah sendiri tidak boleh diremehkan. Jika terlalu rendah, serangan jantung maupun stroke juga bisa mengintai Anda. 

  • Penyakit Hati dan Ginjal 

Yang mesti diingat bahwa propranolol merupakan obat keras. Penggunaannya yang terus-menerus dan tidak sesuai dosis dapat menimbulkan masalah bagi organ penting, seperti hati dan ginjal. Karena itulah, penderita penyakit hati dan ginjal dianjurkan untuk memilih obat lain jika memungkinkan, dibandingkan mengonsumsi propranolol. 

*** 

Selalu konsultasikan penggunaan obat Anda kepada dokter spesialis, termasuk ketika Anda hendak mengonsumsi propranolol. Beritahukan pula kepada dokter mengenai riwayat penyakit Anda untuk menghindari efek samping serius yang tentu tidak diharapkan.

Pahami Ini Saat Konsumsi Obat Metoclopramide

Metoclopramide adalah obat tablet yang tersedia sebagai obat generik dan bermerek. Metoclopramide juga tersedia dalam bentuk larutan oral serta suntik yang hanya diberikan kepada Anda oleh penyedia layanan kesehatan. Tablet oral metoclopramide digunakan untuk meredakan mulas yang disebabkan oleh penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Itu juga digunakan untuk mengobati gejala gastroparesis diabetes.

Sebenarnya obat ini digunakan untuk mengobati kondisi lambung dan usus tertentu. Metoclopramide digunakan sebagai pengobatan jangka pendek (4 sampai 12 minggu) untuk sakit maag yang sedang berlangsung ketika obat-obatan biasa tidak bekerja dengan cukup baik. Obat ini digunakan sebagian besar untuk mulas yang terjadi setelah makan atau pada siang hari. Mengobati sakit maag yang sedang berlangsung dapat mengurangi kerusakan yang dilakukan oleh asam lambung pada kerongkongan Anda dan membantu penyembuhan.

Metoclopramide juga digunakan oleh pasien diabetes yang memiliki pengosongan perut yang buruk (gastroparesis). Mengobati gastroparesis dapat mengurangi gejala mual, muntah, dan perut penuh. Metoclopramide bekerja dengan cara memblokir zat alami (dopamin).

Metoclopramide termasuk dalam kelas obat yang disebut antiemetik dan prokinetik. Antiemetik digunakan untuk mengurangi mual dan muntah, dan prokinetik digunakan untuk mengosongkan isi perut Anda lebih cepat. Golongan obat adalah kelompok obat yang bekerja dengan cara yang sama. Obat ini sering digunakan untuk mengobati kondisi serupa.

Obat ini bekerja dengan cara mengosongkan isi perut Anda. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kontraksi otot perut Anda, sehingga mempercepat pergerakan makanan melalui perut dan usus Anda. Oleh karena itu, obat ini juga meningkatkan kekencangan sfingter esofagus bagian bawah, otot yang menghubungkan kerongkongan dan perut Anda. Sehingga menghentikan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan Anda.

Metoclopramide juga mencegah mual dan muntah, dilakukan dengan memblokir reseptor di tubuh Anda yang bertanggung jawab untuk memicu mual dan muntah. Metoclopramide dapat dikonsumsi oleh kebanyakan orang dewasa dan anak-anak berusia 1 tahun ke atas. Namun, metoclopramide tidak cocok untuk beberapa orang. Beritahu dokter atau apoteker Anda jika Anda:

  1. Pernah mengalami reaksi alergi terhadap metoclopramide atau obat lain di masa lalu
  2. Pernah mengalami pendarahan dari perut atau usus Anda
  3. Memiliki masalah ginjal atau hati
  4. Memiliki detak jantung yang lambat (bradikardia)
  5. Memiliki tumor di kelenjar adrenal Anda
  6. Memiliki kelainan darah bawaan yang langka seperti porfiria, methemoglobinemia, atau defisiensi sitokrom-b5 NADH
  7. Pernah mengalami kejang otot yang tidak disengaja saat mengonsumsi obat-obatan seperti metoclopramide atau antipsikotik
  8. Memiliki penyakit Parkinson, atau epilepsi, atau riwayat kejang atau kejang
  9. Sedang mencoba untuk hamil, Anda sedang hamil atau sedang menyusui

Tablet oral metoclopramide dapat menyebabkan kantuk. Beberapa orang mungkin mengalami pusing, gugup, atau sakit kepala setelah berhenti minum obat ini, juga dapat menyebabkan efek samping lain. Efek samping yang lebih umum terjadi dari metoclopramide dapat meliputi:

  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Kesulitan tidur
  • Pusing
  • Kegelisahan
  • Kantuk
  • Kelelahan 

Jika efek ini ringan, mungkin hilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Jika lebih parah atau tidak hilang, bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda. Hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping yang serius ketika mengkonsumsi metoclopramide. Hubungi UGD jika gejala Anda terasa mengancam jiwa atau jika Anda merasa mengalami keadaan darurat medis.

Mengenal Aspirin, Manfaat dan Efek Samping

Aspirin merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri dan demam. Orang-orang menggunakan obat ini sebagai anti-peradangan atau pengencer darah. Anda bisa membili aspirin secara OTC atau “over-the-counter” di apotek tanpa perlu resep dari dokter. Penggunaan sehari-hari termasuk mengatasi sakit kepala, mengurangi pembengkakan, dan mengurangi demam. Apabila diminum setiap hari, aspirin dapat mengurangi risiko kejadian kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke pada orang-orang yang memiliki risiko tinggi. Dokter dapat segera menggunakan aspirin setelah serangan jantung untuk mencegah penggumpalan darah dan kematian jaringan jantung. 

Apa itu aspirin?

Aspirin adalah obat anti-peradangan nonsteroid (NSAID). Aspirin mengandung salisilat, sebuah senyawa yang ditemukan di tanaman. NSAID adalah sebuah kelas obat yang memiliki efek mengurangi rasa nyeri, mengurangi demam, dan menurunkan peradangan pada dosis yang lebih tinggi. 

  • Nyeri dan bengkak

Aspirin dapat mengatasi rasa nyeri dan pembengkakan sedang yang dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan, seperti sakit kepala, demam atau flu, keseleo, kram menstruasi, dan kondisi jangka panjang seperti arthritis dan migraine. Untuk nyeri atau rasa sakit yang parah, dokter dapat merekomendasikan penggunaan aspirin bersamaan dengan obat lain, seperti pereda nyeri opioid atau NSAID lain. 

  • Mencegah kejadian kardiovaskular

Penggunaan aspirin dosis rendah sehari-hari dapat menurunkan kejadian kardiovaskular pada beberapa orang (hal ini tidak aman untuk semua orang). Lembaga Obat dan Makanan (FDA) hanya merekomendasikan penggunaan aspirin dengan cara ini apabila mendapatkan pengawasan dari dokter. Pada orang-orang yang berisiko tinggi menderita kejadian kardiovaskular, aspirin dosis rendah dan mengurangi risiko dengan mencegah gumapalan darah terbentuk. Dokter dapat merekomendasikan penggunaan sehari-hari pada orang yang memiliki penyakit pembuluh darah atau jantung, memiliki bukti aliran darah ke otak yang buruk, memiliki kolesterol darah yang tinggi, memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi, menderita diabetes, dan seorang perokok. Akan tetapi, pada orang-orang yang tidak menderita hal-hal tersebut, risiko penggunaan aspirin jangka panjang lebih besar daripada manfaat yang dibawanya. 

  • Merawat kejadian koroner

Dokter dapat menggunakan aspirin setelah terjadi serangan jantung, stroke, atau kejadian kardiovaskular lainnya untuk mencegah pembentukan gumapalan darah dan kematian jaringan jantung. Aspirin juga dapat menjadi bagian rencana perawatan pada orang-orang yang baru-baru ini mendapatkan operasi revaskularisasi seperti angioplasty atau operasi bypass koroner, mini-stroke, dan ischemic stroke yang disebabkan oleh pengumpalan darah. 

  • Penggunaan lainnya

Aspirin juga dapat digunakan untuk merawat nyeri dan pembengkakan yang dihubungkan dengan beberapa kondisi kesehatan seperti rheumatoid arthritis, osteoarthritis , dan kondisi peradangan sendi lainnya, systemic lupus erythematosus, dan peradangan di sekitar jantung yang dikenal dengan sebutan pericarditis. Selain itu, dokter dapat merekomendasikan penggunaan aspirin dosis rendah untuk orang-orang yang menderita retinopathy atau kerusakan retina, menderita diabetes selama lebih dari 10 tahun, sedang menggunakan obat-obatan antihipertensif, dan memiliki risik kanker colorectal. 

Dokter biasanya tidak merekomendasikan penggunaan aspirin untuk mereka yang berusia kurang dari 18 tahun. Hal ini disebabkan karena penggunaan aspirin pada anak dapat meningkatkan risiko kondisi serius yang disebut sindrom Reye, yang dapat muncul setelah ifneksi virus seperti demam, flu, atau cacar. Sindrom Reye dapat menyebabkan cidera otak permanen atau bahkan kematian. Namun, dokter dapat meresepkan aspirin untuk anak dibawah pengawasan mereka apabila anak menderita penyakit Kawasaki untuk mencegah penggumpalan darah setelah operasi jantung. Untuk anak, dokter biasanya merekomendasikan acetaminophen atau ibuprofen, dalam dosis yang disesuaikan, sebagai pengganti aspirin. 

Apa Itu Zithrax?

Termasuk dalam obat kaplet yang fungsinya untuk mengatasi infeksi ringan hingga sedang seperti radang amandel, peradangan paru dan pneumonia biasa dikenal dengan nama zithrax. Namun tidak sembarang orang bisa menggunakan obat ini karena termasuk dalam obat keras dan harus menggunakan resep dokter untuk bisa mengonsumsinya.

Indikasi umum obat ini adalah pasien di atas 16 tahun dengan infeksi ringan hingga sedang karena mikroorganisme yang sensitif seperti tonsilitis, faringitis, bronkitis, pneumonia,infeksi kulit dan jaringan lunak, uretritis servisitis yang berhubungan dengan C. Trachomatis, U.urealyticum dan N. Gonorhoeae.

Informasi Kandungan Zithrax

Obat antibiotik ini memiliki kandungan azithromycin yang merupakan golongan makrolida, aktivitasnya terhadap bakteri gram positif dan negatif. Obat ini bekerja dengan cara mengikat subunit 50s dari ribosom bakteri sehingga menghambat translasi mRNA.

Sintesis protein akan terganggu yang mengakibatkan pertumbuhan bakteri terhambat, setelahnya obat tersebut digunakan dalam pengobatan infeksi yang disebabkan oleh H. Influenza, M. Catarrhalis, S. Pneumoniae, C. Pneumoniae, H. Influenzae, Streptococcus, S. Aureus atau S. Agalactiae, berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, azitromisin diketahui memiliki status.

  • Absorpsi

Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan, ketersediaan hayati mencapai 37 persen, waktu konsentrasi plasma puncak kira-kira mencapai dua sampai tiga jam.

  • Distribusi

Tersebar luas di jaringan seperti kulit, paru-paru, amandel, serviks dan sputum yang kemudian masuk ke dalam asi dengan volume yang didistribusikan sebanyak 31-33L/kg, pengikatan protein plasma sebanyak tujuh sampai 51 persen.

  • Metabolisme

Adanya metabolisme dalam hati yang kemudian diubah menjadi metabolit tidak aktif.

  • Ekskresi

Dilakukan melalui empedu sebanyak 50 persen sebagai obat tidak berubah, utin sebanyak 6-14 persen sebagai obat tidak berubah, sementara waktu paruh eliminasi terminal sekitar 68 hingga 72 jam.

Manfaat Obat

Seperti yang sudah dijelaskan di atas jika azitromisin merupakan antibiotik golongan makrolida yang bisa menghambat sintesis protein. Obat ini bekerja dengan mengganggu siklus perpanjangan rantai peptidil yang secara khusus mengikat subunit 50 S dari ribosom, obat ini dapat menghentikan berkembangnya bakteri dan bisa membunuh bakteri serta mengobati infeksi berikut ini.

  • Peradangan pada amandel atau tonsilitis.
  • Peradangan pada paru-paru (bronkitis).
  • Peradangan pada faring atau faringitis.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak.
  • Peradangan pada saluran yang membawa urin atau uretra (uretritis).
  • Peradangan pada leher rahim atau serviks (servisitis) yang disebabkan oleh Chlamydia, Neisseria gonorhoeae dan Ureaplasma urealyticum.

Efek Samping

Obat ini bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makan terlebih dahulu atau sesudahnya, konsumsi makan biasanya dipilih untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang muncul pada saluran pencernaan. Selain itu ada juga efek samping setelah mengonsumsi tersebut, berikut beberapa efek samping yang kerap kali muncul.

  • Lelah dan Pusing

Jika pusing ketika berdiri segera bangun dengan lambat atau tetap duduk hingga kondisi jauh lebih baik. Apabila merasa mual pusing, berbaring agar tidak pingsan lalu duduk hingga merasa lebih baik dari sebelumnya.

  • Mual

Tetap konsumsi makanan yang sederhana dan jangan mengonsumsi makanan terlalu pedas yang banyak jika merasa mual setelah mengonsumsi zithrax. Biasanya kondisi ini juga disertai dengan diare atau muntah, perbanyak konsumsi cairan agar terhindar dari dehidrasi, keadaan ini ditandai dengan gejala buang air kecil yang sedikit dan baunya tajam.

  • Hilang Nafsu Makan

Makan dalam porsi kecil dan lebih sering, konsumsi makanan ringan jika merasa lapar dan pilih makanan yang bergizi seperti tinggi kalori dan protein, bisa dengan mengonsumsi buah kering atau kacang-kacangan.

Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Fentanyl

Fentanyl diperkirakan 100 kali lebih kuat dibandingkan dengan morphine dan 50 kali lebih kuat dibandingkan dengan heroin. Faktanya, fentanyl merupakan obat penghilang rasa sakit opioid paling kuat yang tersedia untuk digunakan dalam perawatan medis. Meskipun fentanyl dianggap aman dan efektif ketika digunakan dan dipantau penggunaannya dalam lingkungan medis, ada potensi obat ini untuk disalahgunakan. Analog fentanyl, obat desainer yang hampir mirip aslinya, dapat diproduksi dan dicampur dengan heroin. Karena fentanyl dan analognya sangat kuat, overdosis dan kematian merupakan hal yang umum dijumpai. Artikel ini akan membahas penggunaan fentanyl dalam dunia medis serta efek samping yang dimilikinya. 

Apa itu fentanyl?

Fentanyl bekerja dengan cara mengikat reseptor opioid tubuh, meningkatkan level dopamine di sistem saraf pusat. Peningkatan dopamine tersebut mengakibatkan kondisi tenang, terbebas dari rasa sakit, dan menurunnya persepsi penderitaan dan menyebabkan rasa euphoria. Fentanyl digunakan untuk mengatasi rasa sakit pada saat prosedur bedah medis atau operasi; serta digunakan untuk merawat sindrom rasa sakit kronis sedang hingga parah pada orang-orang yang sudah toleran secara fisik terhadap opiate. Fentanyl melemahkan pusat pernapasan dan refleks batuk dan menyempitkan pupil. Fentanyl dapat bekerja dalam waktu kurang dari 1 menit untuk menghilangkan rasa sakit dan memproduksi sedasi. Fentanyl memiliki efek yang cukup pendek, hanya sekitar 30 hingga 90 menit. 

Fentanyl memiliki efek yang berbeda-beda bagi setiap orang. Efek tersebut akan bergantung pada ukuran tubuh, berat badan, dan kondisi kesehatan umum seseorang. Jumlah fentanyl yang digunakan dan apakah obat ini dicampur dengan obat lain juga memengaruhi efek terhadap tubuh. Fentanyl yang diresepkan secara medis tersedia dalam berbagai formulasi, termasuk oral, semprotan nasal, suntikan, dan lozenge. 

Untuk pemberian yang berkelanjutan, fentanyl dapat diberikan melalui transdermal patch pada kulit. Patch tersebut bekerja dengan perlahan melepaskan fentanyl melalui kulit ke dalam aliran darah selama 48 hingga 72 jam. Fentanyl patch ini hanya digunakan pada pasien yangs udah toleran terhadap terapi opioid dengan kekuatan yang sama. Karena sudah diserap oleh kulit, fentanyl akan terus efektif selama 13 hingga 24 jam setelah patch dilepas. 

Penyalahgunaan fentanyl dan heroin

Penyalahgunaan fentanyl awalnya muncul pada tahun 1970an dan telah meningkat selama beberapa tahun belakangan ini. Obat ini bisa didapatkan dari mengalihkan pasokan medis atau dapat dibuat sendiri di laboratorium ilegal. Bahkan fentanyl patch bekas masih dapat mengandung jumlah obat yang cukup banyak. Orang-orang yang menyalahgunakan fentanyl akan mengambil kandungan gel dari patch bekas dan memakannya, meletakkannya di bawah lidah, merokoknya, atau bahkan menyuntikkannya ke pembuluh darah. 

Analog fentanyl yang diproduksi di laboratorium ilegal kemungkinan ratusan kali lebih kuat dibandingkan dengan heroin dan dapat menyebabkan penurunan pernapasan lebih parah, membuatnya jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan heroin bagi pemakainya. Penggunaan penyalahgunaan obat yang ilegal, bahkan dalam dosis yang kecil, dapat menyebabkan kematian karena overdosis. 

Penggunaan dalam dunia medis

Dalam dunia medis, fentanyl digunakan untuk anestesi pasien yang akan mendapatkan operasi jantung atau pasien dengan fungsi jantung yang lemah, mengatasi rasa sakit pada penderita kanker yang telah mendapatkan obat-obatan opioid, untuk pasien yang sudah mendapatkan obat analgesic narkotika atau sudah toleran terhadap opioid. Fentanyl dapat digunakan secara intravena, intramuscular, dan sebagai epidural. Hubungi dokter untuk informasi lebih lanjut seputar obat ini.

Benarkah Suplemen Obat Kesehatan Jantung Bermanfaat?

Selama bertahun-tahun, Anda mungkin sering melihat iklan suplemen yang mengklaim produk mereka dapat menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan jantung. Namun, para ahli menyatakan bahwa klaim tersebut dibesar-besarkan, dan dalam beberapa kasus penuh dusta. Namun, sebuah laporan yang diterbitkan di Jurnal Kardiovaskular Methodist DeBakery, dalam kasus kesehatan jantung, ada 3 suplemen obat kesehatan jantung yang mungkin dapat memberikan manfaat kesehatan. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Asam lemak omega 3

Suplemen obat kesehatan jantung yang pertama adalah asam lemak omega 3. Menurut penulis sebuah review tahun 2019, saat ini ada bukti yang kuat yang mendukung klaim manfaat asam lemak ini. Ester asam lemak omega 3 (O3AEE) merupakan versi resep asam lemak omega 3. O3AEE ini telah disetujui oleh Lembaga Obat dan Makanan (FDA) untuk perawatan trigliserida tinggi. Para peneliti menemukan bahwa O3AEE dapat menyebabkan penurunan sebesar 28 persen risiko serangan jantung, 50 persen penurunan risiko meninggal akibat serangan jantung, dan penurunan 17 persen risiko kejadian penyakit jantung koroner total.

Orang-orang pada studi tersebut mengonsumsi 1 gram O3AEE setiap harinya, yang mana menyediakan EPA dan DHA sekitar 840 mg. Pada percobaan kedua, kematian penyakit kardiovaskular berkurang sebesar 19 persen. Peserta percobaan ini juga menggunakan dosis 840 mg DHA dan EPA. Terakhir, pada percobaan ketiga, ada penurunan sebesar 24 persen untuk penyakit kardiovaskular. Peserta studi ini tadinya memiliki level trigliserida tinggi dan mengonsumsi obat statin. Mereka juga mengonsumsi EPA setiap harinya sebanyak 4 gram.

Asam lemak omega 3 biasanya di bentuk sebagai obat suplemen kesehatan jantung yang banyak ditemukan dalam bentuk minyak ikan OTC. Anda juga bisa menemukan asam lemak ini dengan mengonsumsi ikan berlemak, seperti ikan salmon dan mackerel. Namun, sebelum Anda mengonsumsi lebih banyak ikan, kontaminasi merkuri dapat menjadi masalah yang perlu diwaspadai pada minyak ikan OTC dan ikan segar. Minyak ikan yang diresepkan tidak memiliki masalah tersebut.

Ragi beras merah

Dari beberapa faktor risiko jantung yang dapat diubah, kolesterol total yang tinggi dan kolesterol LDL (jahat) yang tinggi dianggap sebagai yang paling penting dalam perkembangan penyakit jantung koroner. Dokter umumnya menggunakan obat kesehatan jantung resep yang disebut statin untuk meningkatkan profil kolesterol seseorang guna menurunkan risiko penyakit jantung. Namun, ada pula suplemen OTC yang dapat menurunkan kolesterol tinggi, yaitu ragi beras merah. Ragi beras merah mengandung sebuah zat yang bernama monacolin K. Zat ini memiliki struktur kimia yang sama dengan statin lovastatin yang diresepkan, meskipun profil pharmacokinetic dan bioavailability-nya berbeda.

Saat monacolin K digunakan setiap hari, zat ini dapat menurunkan kolesterol LDL sebesar 15 hingga 25 persen hanya dalam waktu 6 hingga 8 minggu saja. Zat ini juga dapat menurunkan kolesterol total dalam jumlah yang sama. Mengonsumsi monacolin K dengan dosis 3 hingga 10 mg juga memiliki risiko yang lebih minim apabila dibandingkan dengan statin resep. Suplemen ini dianggap aman dan efektif bagi mereka yang memiliki peningkatan level kolesterol ringan hingga sedang, dan tidak memiliki faktor penyakit jantung lain.

Penelitian menunjukkan bahwa suplemen obat kesehatan jantung seperti asam lemak omega 3 dan ragi beras merah dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Namun, meskipun suplemen tersebut terbilang aman dikonsumsi, ada risiko-risiko kecil efek samping yang perlu diperhatikan. Sebelum Anda menggunakan suplemen obat kesehatan jantung apapun, konsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna memastikan produk yang akan Anda gunakan aman dan tepat untuk kondisi Anda.

Ketahui Dampak Buruk Kecanduan Heroin dan Pengobatannya

Heroin merupakan zat atau obat yang berasal dari bunga, yaitu opium poppy. Bunga ini banyak tumbuh di Meksiko, Asia, dan Amerika Selatan. Sejak tahun 1924, heroin telah menjadi sesuatu yang ilegal di Amerika Serikat, karena sangat membuat ketagihan. Heroin tersedia dalam bentuk bubuk putih halus, butiran putih kasar, dan potongan-potongan kecil (batu) warna coklat.

Penyalahgunaan heroin oleh masyarakat.

Cara menggunakan heroin adalah dihirup, tapi sebagian besar, orang banyak menyuntikkan langsung heroin ke pembuluh darah. Akibatnya, pengguna heroin lebih mudah mengalami overdosis dan penyakit menular jika jarum suntik yang digunakan bekas orang lain.

Bahayanya, heroin sangat cepat mengalir ke otak, sehingga efek kecanduannya pun jadi lebih mudah. Sekali Anda menggunakan heroin, akan sulit sekali bagi Anda untuk berhenti menggunakannya lagi. Begitu heroin masuk ke tubuh, Anda akan merasakan senang dan bahagia, bahkan terasa seperti sedang berada di dalam mimpi.

Bagaimana heroin bisa mengancam jiwa Anda?

Alasan orang menggunakan heroin adalah untuk mengatasi kecemasan, kegelisahan, kekhawatiran, serta pemicu stres lainnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa 75 persen pengguna heroin memiliki masalah kesehatan mental, seperti depresi, ADHD, atau gangguan bipolar.

Heroin bekerja dengan cara menghambat sinyal rasa sakit di otak, sehingga Anda tidak akan merasa sakit begitu mengonsumsinya. Tidak hanya itu, heroin juga dapat memperlambat detak jantung dan laju pernapasan. Apabila overdosis, Anda mungkin mengalami henti jantung, henti napas, dan kematian. Sebagian kasus kematian ini juga terjadi karena heroin yang dicampur dengan obat lain, seperti fentanyl (obat penghilang rasa sakit yang kuat).

Efek heroin di dalam tubuh.

Anda mungkin akan mengalami efek di bawah ini yang akan berlangsung selama 3 – 5 jam.

  • Kesenangan dan rasa nyeri mereda.
  • Relaksasi, kantuk, dan merasa canggung.
  • Kebingungan.
  • Bicara cadel dan lambat.
  • Pernapasan dan detak jantung lambat.
  • Mulut kering.
  • Nafsu makan berkurang dan muntah.
  • Penurunan gairah seks.

Jika heroin dikonsumsi dengan cara menyuntikkan ke pembuluh darah, maka dapat meningkatkan risiko tetanus, infeksi, dan kerusakan vena. Jika jarum suntik yang digunakan milik bersama, maka berisiko tinggi terkena penyakit menular, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV/AIDS.

Adapun penggunaan heroin dalam jangka panjang dapat menyebabkan:

  • Kerusakan pembuluh darah.
  • Insomnia.
  • Infeksi pada jantung.
  • Infeksi kulit, seperti abses dan selulitis.
  • Penyakit hati dan ginjal.
  • Gangguan mental.
  • Penyakit paru-paru, seperti pneumonia dan tuberkulosis.
  • Masalah menstruasi dan keguguran.

Ini dampak kecanduan heroin dan efek penghentiannya.

Penggunaan heroin akan sangat membuat Anda ketagihan. Tubuh Anda akan memberikan toleransi yang tinggi terhadap heroin jika dikonsumsi secara terus-menerus. Akibatnya, muncul efek ketergantungan karena tubuh perlu lebih banyak lagi heroin untuk mencapai kadar yang sama dengan sebelumnya.

Ketika Anda berhenti mengonsumsinya, maka siap-siap Anda akan mengalami gejala putus obat (withdrawl syndrome), meliputi:

  • Kegelisahan.
  • Panas dingin.
  • Muntah dan diare.
  • Nyeri tulang dan otot.
  • Kesulitan tidur.
  • Keringat dingin.
  • Gerakan kaki yang tidak dapat dikendalikan.

Bagaimana pengobatan kecanduan heroin?

Umumnya, orang-orang yang mengalami kecanduan berat terhadap heroin akan mendapatkan perawatan, berupa pengobatan dan terapi perilaku. Menurut para ahli, perawatan dengan pengobatan adalah langkah awal untuk menangani orang-orang yang kecanduan heroin.

Pengobatan dapat membantu tubuh lebih mudah terbiasa tanpa heroin dan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi heroin lagi. Heroin adalah bagian dari kelompok obat yang dikenal sebagai opioid. Obat ini akan berinteraksi dengan reseptor opioid di otak, sehingga menimbulkan perasaan pereda nyeri, relaksasi, kesenangan dan kepuasan.

Umumnya, pengobatan yang diberikan adalah buprenorfin dan metadon. Kedua obat ini bekerja dengan cara mengikat sel-sel reseptor opioid di otak, sehingga respons tubuh terhadap heroin perlahan berkurang.

Kemudian, terapi perilaku mencakup dua jenis, yaitu terapi perilaku kognitif dan manajemen kontingensi. Terapi perilaku kognitif bertujuan membantu Anda mengubah ekspetasi dan perilaku terkait penggunaan narkoba. Terapi ini akan membantu Anda mengelola dan mengatasi stres dengan lebih baik, sehingga tidak mudah beralih menggunakan heroin lagi.

Adapun manajemen kontingensi adalah memberikan insentif motivasi, seperti voucher atau uang tunai untuk perilaku positif, seperti tetap bebas narkoba. Terapi perilaku ini juga sangat efektif bila digunakan bersama dengan obat-obatan.

Fakta tentang Salep Kurap yang Perlu Anda Tahu

Tidak percaya diri dengan timbulnya kurap? Apalagi jika kurap terjadi di area tubuh yang gampang terlihat. Selain terasa gatal, kurap juga akan membuat penampilan kulit menjadi tidak enak dipandang. Jika Anda mengalami kurap, jangan khawatir dulu, karena saat ini tersedia pengobatan yang ampuh, yaitu salep kurap. Tetapi, apakah semua salep kurap itu aman dan cocok di kulit Anda? Mari simak artikel tentang kurap dan salep kurap berikut ini.

Penyebab timbulnya kurap

Kurap terjadi akibat infeksi jamur pada kulit. Biasanya kurap paling sering muncul pada lokasi-lokasi tubuh yang lembap seperti kaki, selangkangan, kulit kepala, dan di bawah lipatan payudara. Kurap sangat mudah menular dari orang lain bahkan dari hewan. Anda juga bisa mengalami kurap di kaki karena terendam air dalam durasi lama dan sering. Secara umum, kurap dapat menyebabkan pola seperti cincin melingkar di kulit yang disebut sebagai ringworm. Meskipun Namanya seperti lingkaran cacing, tentang ini bukan karena cacing.

Mengenal salep kurap

Salep kurap yang dijual secara bebas di pasaran tersedia dalam berbagai jenis. Ada yang berbentuk krim gel, lotion, bubuk, atau spray. Salep kurap hampir bisa dipakai pada semua jenis kurap. Anda bisa membeli salep kurap secara bebas yang dalam kemasannya tertulis kandungan anti-jamur seperti clotrimazole, miconazole, ketoconazole, nystatin, dan sebagainya.

Apakah salep kurap memiliki efek samping?

Kebanyakan salep kurap aman dan tidak menimbulkan efek samping serius asalkan dipakai berdasarkan petunjuk penggunaan. Tidak semua orang mengalami efek samping. Namun, jika mengalami efek samping, yang dapat terjadi antara lain rasa di kulit, timbul ruam, dan iritasi kulit seperti merah, dan kulit mengelupas.

Kapan harus ke dokter?

Anda bisa mencoba menggunakan salep kurap dan melihat reaksinya terlebih dahulu dalam dua minggu. Jika dalam dua minggu gejala kurap tidak kunjung membaik, segera konsultasi dengan dokter. Jika infeksi jamur yang Anda alami cukup bandel, dokter mungkin akan memberikan salep kurap racikan dan menganjurkan untuk meminum obat anti-jamur.

Mengidap Infeksi Kulit? Atasi dengan Krim Antibiotik Gentamicin

Infeksi kulit ringan yang biasanya disebabkan oleh bakteri dapat menimbulkan luka-luka kecil. Salah satu cara yang paling efektif mengatasi infeksi kulit ini, yaitu dengan mengolesi lokasi infeksi dengan krim antibiotik Gentamicin. Umumnya, dokter meresepkan krim Gentamicin bagi pasien yang mengidap infeksi kulit. Krim ini dapat ditebus di apotek terdekat secara mudah.

Apa itu Gentamicin sebenarnya dan seberapa ampuhkan ia mengatasi infeksi kulit?

  • Gentamicin untuk atasi infeksi kulit impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit yang dipicu oleh bakteri tertentu, sehingga menyebabkan luka kecil pada kulit, seperti goresan, garukan, maupun gigitan serangga.

Pada awalnya, infeksi kulit impetigo akan berupa benjolan-benjolan kecil seperti jerawat, dan kulit akan memerah. Benjolan kecil tersebut berisikan nanah yang akan pecah dalam beberapa hari ke depan dan dapat menyebabkan bekas berupa koreng yang besar serta tebal.

Infeksi impetigo dapat menyebabkan rasa gatal membandel yang membuat penderitanya ingin terus menggaruk lokasi terjadinya infeksi tersebut. Namun, jika terus menerus digaruk, infeksi ini akan menyebar ke area lain. Cara yang paling efektif mengatasi impetigo ini adalah dengan mengoleskan Gentamicin.

  • Gentamicin untuk folikulitis

Folikulitis adalah peradangan yang terjadi di area sekitar folikel atau batang rambut. Secara fisik, folikulitis ini serupa dengan jerawat. Ia umumnya berbentuk benjolan-benjolan kecil disertai rambut di bagian tengah tiap benjolannya dan menimbulkan rasa gatal. Benjolan-benjolan folikulitis ini dapat muncul hampir di seluruh area tubuh. Sementara itu, jerawat biasanya hanya muncul pada area tertentu, yaitu pada bagian wajah, dada, maupun punggung belakang. Folikulitis ringan biasanya dapat diatasi secara efektif dengan krim Gentamicin.

  • Gentamicin untuk infeksi furunkel

Furunkel atau yang sering dikenal sebagai bisul adalah infeksi kulit lanjutan dari folikulitis yang tidak diatasi secara menyeluruh. Bisul biasanya berisi nanah yang umumnya semakin lama, maka akan semakin besar pula ukurannya dan dapat menyebabkan rasa nyeri.

Salah satu obat yang paling umum diresepkan oleh dokter untuk mengatasi infeksi ini adalah krim antibiotic Gentamicin.

Gentamicin memang telah dikenal sejak lama sebagai krim antibiotik yang paling umum digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi kulit. Agar tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, gunakanlah Gentamicin sesuai dengan anjuran dokter atau resep yang tertulis pada kemasan.