Intip Daftar Penyakit dengan Gejala Kencing Darah Berikut Ini

Kencing darah umumnya disebabkan oleh penyakit, meskipun ada juga kencing darah normal yang terjadi pada wanita saat menstruasi. Namun pada pria, kencing darah perlu diwaspadai sebagai gejala penyakit yang berbahaya, seperti infeksi saluran kemih, ginjal, hingga kanker. Untuk itulah penyebab kencing darah pada pria perlu diketahui dengan pasti agar dapat dicari solusi dan penanganannya.

Berikut ini daftar penyakit dengan gejala kencing darah yang kerap dialami oleh pria.

1. Infeksi saluran kencing

Penyebab kencing darah pada pria yang pertama adalah adanya penyakit infeksi saluran kencing atau ISK. Bisa dibilang ISK merupakan penyebab utama dan paling umum dari keluhan urin berdarah. ISK terjadi ketika terdapat bakteri yang berkembang biak di saluran kemih.

Kencing berdarah bisa disebabkan oleh banyak faktor

Bakteri masuk ke saluran kemih dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti kebiasaan menahan buang air kecil, pemasangan kateter, atau aliran kencing yang kurang lancar. Beberapa gejala ISK antara lain nyeri saat buang air kecil, urin berbau menyengat, urin berdarah, serta nyeri menjalar pada bagian punggung dan perut bawah.

2. Gangguan ginjal

Penyakit dengan gejala urin berdarah pada pria selanjutnya adalah gangguan ginjal. Beberapa jenis gangguan ginjal antara lain infeksi ginjal, gagal ginjal. batu ginjal, serta cedera ginjal. Gangguan ginjal dapat memberikan gejala berupa kencing darah.

Tak hanya kencing darah, umumnya gangguan pada ginjal juga menimbulkan gejala lain seperti nyeri punggung, bengkak pada bagian tubuh, sesak napas, mual muntah, hilang nafsu makan, dan nyeri dada.

3. Pembengkakan prostat

Gejala kencing darah pada pria juga dapat disebabkan oleh pembengkakan prostat. Selain ISK, pembesaran prostat ini yang paling kerap terjadi pada pria dan menimbulkan gejala urin berdarah. Umumnya kondisi ini terjadi pada pria diatas 50 tahun.

Pembengkakan prostat menyebabkan pria mengalami kesulitan saat buang air kecil, sulit menahan kencing, serta perasaan kurang tuntas setelah kencing. Pembengkakan prostat harus diatasi segera agar tidak menimbulkan komplikasi.

4. Anemia sel sabit

Penyakit lain yang bisa menyebabkan kencing berdarah pada pria salah satunya adalah anemia sel sabit. Anemia sel sabit merupakan gejala kekurangan sel darah merah. Umumnya kondisi ini ditandai dengan rasa lemah dan lelah, mudah letih, kurang bertenaga, serta kelopak mata berwarna putih.

Selain anemia sel sabit, adanya gangguan pembekuan darah juga kerap menyebabkan kencing berdarah. Penyakit ini dapat terdeteksi melalui pemeriksaan dokter yang ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium.

5. Kanker kandung kemih

Penyakit lain yang juga menyebabkan kencing berdarah adalah kanker kandung kemih. Tak hanya menyebabkan urin bercampur darah, penyakit ini juga menyebabkan pra kesulitan buang air kecil serta mengalami sakit pada bagian punggung. 

Pada stadium awal, penyakit kanker kandung kemih sulit terdeteksi. Umumnya penyakit ini baru dirasakan oleh pasien saat kondisinya sudah parah, kanker sudah menjalar, dan masuk stadium lanjut. Beberapa penyebab kanker kandung kemih antara lain infeksi saluran kemih kronis, paparan radiasi, serta kebiasaan merokok.

Daftar penyakit yang menjadi penyebab kencing darah pada pria diatas penting untuk diketahui. Jika Anda mengalami salah satu gejala dari penyakit diatas, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter agar segera mendapat penanganan yang tepat.

Penyebab Katarak Kortikal pada Lansia

Seperti yang kita ketahui, katarak merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan penglihatan seseorang terganggu dan bahkan dapat mengalami kebutaan. Umumnya katarak menyerang orang yang sudah lanjut usia. Terdapat beberapa jenis katarak yang dapat menyerang orang lansia, salah satunya yaitu katarak kortikal. Penyebab katarak ini dapat dipicu oleh beberapa faktor seperti umur, pola hidup tidak sehat, penyakit bawaan seperti diabetes, dan kekurangan vitamin B.

Katarak kortikal disebabkan oleh penumpukan serat protein di lapisan luar (korteks) lensa. Kelompok protein yang menggumpal ini mengganggu transparansi serat lensa, menghasilkan kekeruhan pada lensa. Kemudian, kekeruhan yang terbentuk di korteks lensa kemudian mengembang seperti jari-jari roda. Kekeruhan ini sangat efektif dalam menghamburkan cahaya saat melewati lensa ke retina. Itulah sebabnya mengapa sensitivitas cahaya menjadi gejala awal yang umum dari katarak kortikal. Selain itu, beberapa gejala katarak kortikal yang dapat muncul adalah:

  • Penghlihatan menjadi samar dan kabur
  • Ketika melihat dengan satu mata objek yang dilihat nampak ganda
  • Sulit membedakan warna yang mirip
  • Saat melihat terdapat lingkaran cahaya di sekeliling sumber cahaya
  • Sulit dalam menilai seberapa jauh suatu benda ditempatkan 
  • Saat membaca atau melakukan aktivitas lain membutuhkan pencahayaan yang lebih terang

Ketika kondisi katarak kortikal memburuk, cahaya yang masuk ke mata tersebar, menyebabkan penglihatan kabur. Katarak senilis kortikal berkembang dalam dua cara – mereka berkembang perlahan dan tetap sama untuk waktu yang lama atau berkembang sangat cepat.

Terdapat dua jenis katarak kortikal yaitu katarak kortikal posterior, dan katarak kortikal anterior. Katarak kortikal posterior adalah ketika kekeruhan berkembang di lapisan yang tepat di bawah kapsul lensa. Sementara katarak kortikal anterior terjadi karena cedera kepala atau mata, bukan hanya berkembang dari waktu ke waktu.

Penanganan Katarak Kortikal

Untuk pengobatan jangka pendek katarak kortikal dapat diatasi dengan meresepkan kacamata baru. Sedangkan untuk pengobatan jangka panjang katarak kortikal adalah operasi katarak. Dokter bedah mengangkat lensa alami yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan bening yang disebut lensa intraokular (IOL). Operasi memakan waktu sekitar 15 menit, dan Anda akan bisa pulang pada hari itu juga. Operasi ini merupakan tindakan yang memiliki tingkat resiko yang rendah.

Cara Mencegah Katarak Kortikal

Berikut beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan terkena katarak kotikal:

1. Mengontrol diabetes dengan baik

Bagi yang mengidap diabetes, sangat dianjurkan untuk melakukan kontrol secara rutin serta menjaga pola hidup sehat. Hal ini bertujuan agar diabetes terkontrol dengan baik dan risiko terjadi komplikasi katarak menurun.

2. Berhenti merokok dan hindari mengonsumsi minuman beralkohol

Mengonsumsi minuman berakhohol dan merokok dapat meningkatkan resiko terkena katarak. Oleh karena itu, berhentilah merokok dan mengonsumsi alkohol untuk mengindari karena hal itu dapat menajga kesehatan mata

3. Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang

Menjaga pola makan sehat juga sangat dianjurkan untuk menjaga kesahatan mata akar tidak terkena penyakit mata seperti katarak. Karena mengonsumsi buah dan sayur yang memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral yang dapat membantu melindungi Anda dari katarak kortikal. Selain itu itu, mengonsumsi telur, ikan, kacang-kacangan, serta susu juga dapat membantu memelihara kesehatan mata.

4. Rutin melakukan pemeriksaan mata

Melakukan pemeriksaan mata secara teratur dapat membantu mendeteksi berbagai masalah pada mata secara dini, termasuk katarak kortikal. Seberapa sering pemeriksaan dan konsultasi mata dilakukan umumnya tergantung usia. Namun, jika risiko Anda tinggi, lakukan pemeriksaan setidaknya setiap 1–3 tahun.

5. Pakai kacamata hitam

Penggunaan kacamata hitam juga sangat diajurkan bagi Anda yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan. Hal ini bertujuan untuk melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet B (UVB) yang dapat memicu perkembangan katarak kortikal.

Katarak kortikal merupakan katarak yang seringkali dialami oleh kaum lansia. Penyebab katarak ini tak lain tak bukan adalah semakin bertambahnya usia. Katarak kortikal dapat menyebabkan gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti mengemudi di malam hari. Selain itu, penderita katarak kortikal juga akan mengalami masalah dengan silau atau sensitivitas cahaya dan penglihatan kabur, jika Anda mengalami hal tersebut segera konsultasikan pada dokter mata untuk diberikan resep kacamata baru.

Kenali Gejala Tahi Lalat di Mata yang Menimbulkan Bahaya

Anda pasti sudah tidak asing dengan tahi lalat yang ada pada permukaan kulit. Ternyata, tahi lalat juga dapat ditemukan di mata, meskipun tidak semua orang mempunyai tanda tahi lalat di mata.

Sama halnya dengan tahi lalat di kulit, pada umumnya tahi lalat di mata tidak menimbulkan permasalahan tertentu. Namun, dalam beberapa kasus, munculnya tahi lalat di mata ini bisa menunjukkan adanya gejala suatu penyakit berbahaya, yaitu melanoma.

Tahi lalat di bola mata

Tahi lalat di mata

Kebanyakan orang akan mendapatkan tahi lalat di mata ini sejak lahir, baik berupa tanda lahir maupun secara genetika. Sebagian lagi akan mendapatkan tahi lalat di mata ini karena terlalu lama terpapar sinar UV. sinar UV A dan B tidak hanya bisa merusak rambut dan kulit, ia juga akan memberikan efek samping pada mata Anda berupa timbulnya bintik di dalam mata Anda.

Sebuah data menunjukkan bahwa 50% tahi lalat di mata tidak menimbulkan bahaya dan tidak perlu penangan khusus, atau disebut sebagai nevus.

Sedangkan tahi lalat di mata yang menimbulkan bahaya dan merupakan gejala dari jenis kanker kulit ganas bernama melanoma.

Selain karena terpapar sinar UV, tahi lalat di mata dengan sifat ganas ini juga umum dialami oleh golongan usia 60-70 tahun.

Gejala melanoma

Jika Anda mencurigai bahwa tahi lalat di mata yang Anda miliki termasuk ke dalam melanoma, maka perhatikanlah beberapa gejala berikut ini.

  • Satu tahi lalat memiliki warna lebih dari dua
  • Berukuran lebih dari 6 milimeter
  • Tahi lalat di mata menimbulkan gatal, merah, bengkak, berkerak, hingga berdarah
  • Pinggiran tahi lalat tidak rata atau ujung yang bergerigi
  • Tahi lalat akan membesar dengan cepat

Apabila Anda mencurigai tahi lalat di mata memiliki salah satu atau beberapa gejala di atas, maka Anda harus mendatangi dokter spesialis mata. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk memastikan apakah tahi lalat di mata Anda termasuk ke dalam jinak atau ganas.

Dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin, maka Anda sudah melindungi fungsi penglihatan, hingga terhindar dari ancaman kematian karena segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Penanganan melanoma

Beragam penanganan yang bisa dilakukan untuk mengobati tahi lalat ganas ini. Tentunya, pemilihan jenis pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

1. Radioterapi

Terapi radiasi akan menggunakan energi bertenaga tinggi, seperti proton atau sinar gamma untuk membunuh sel kanker. Biasanya, terapi radiasi ini akan diberikan pada melanoma yang berukuran kecil hingga sedang.

2. Sinar laser

Penanganan dengan menggunakan laser ini dapat membunuh sel melanoma, dan hanya digunakan dalam situasi tertentu.

Salah satu jenis perawatan sinar laser ini bernama termoterapi, yakni menggunakan laser inframerah atau terkadang kombinasi dengan radiasi terapi pula.

3. Terapi fotodinamik

Cara penanganan tahi lalat di mata selanjutnya adalah dengan melakukan terapi fotodinamik. Terapi ini menggabungkan obat-obatan dengan gelombang cahaya khusus. Obat yang diminum akan membuat sel kanker rentan terhadap cahaya.

Nantinya, perawatan jenis ini akan merusak pembuluh darah dan sel-sel melanoma. Maka dari itu, fotodinamik hanya bisa digunakan pada melanoma dengan ukuran kecil, sebab tidak akan efektif jika digunakan untuk kanker yang berukuran lebih besar.

4. Krioterapi

Meskipun tidak umum digunakan, namun krioterapi juga bisa menghancurkan sel melanoma di beberapa kasus dengan ukuran yang kecil. Krioterapi ini menggunakan suhu dingin yang ekstrim untuk menghancurkan sel melanoma.

5. Operasi 

Penangan terakhir untuk mengatasi tahi lalat di mata ini dengan cara operasi. Operasi yang digunakan ini termasuk ke dalam prosedur pengangkatan sebagian atau seluruh mata. Tentunya prosedur ini tergantung pada ukuran dan lokasi melanoma tersebut. terdapat beberapa opsi yang bisa dilakukan.

  • Pembedahan untuk mengangkat melanoma dan sebagian area jaringan sehat. Opsi ini bisa dilakukan untuk mengobati melanoma kecil.
  • Pembedahan untuk mengangkat seluruh mata (enukleasi). Pengangkatan seluruh ini dikhususkan untuk ukuran melanoma yang besar, atau yang menyebabkan rasa sakit berlebih.

Setelah operasi dilakukan, nantinya akan dipasangkan implan untuk menggantikan mata yang sudah terangkat. Tentunya akan dibuat sedemikian rupa agar tetap dapat bergerak dan memiliki warna yang sama.

Jadi, itulah pembahasan gejala dan jenis penanganan tahi lalat di mata. Oleh karena itu, segera hubungi dokter mata jika Anda merasakan gejala agar tidak terjadi telat penanganan pada penyakit berbahaya ini.

Gejala Demensia pada Lansia Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Sindrom demensia adalah sekelompok gejala yang memengaruhi penurunan fungsi kognitif yang menyebabkan perubahan pada kemampuan berpikir, mengingat, dan melakukan interaksi sosial. Demensia pada lansia bisa disebabkan oleh berbagai kondisi medis, seperti Alzheimer dan Huntington. 

Gejala-gejala yang terjadi saat demensia biasanya berkembang secara bertahap. Ada beberapa tingkat keparahan gejala yang akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya usia penderita. 

Tingkat-tingkat gejala demensia pada lansia

Gejala demensia dibagi ke dalam tujuh tingkatan. Berikut ini ketujuh tingkatan tersebut yang ditentukan berdasarkan keparahannya: 

  • Tingkat 1

Demensia tingkat satu belum menimbulkan gejala tertentu secara signifikan. Tidak ada penurunan kognitif yang akan memengaruhi penderita. Jarang sekali ada pengidap demensia yang berhasil didiagnosa di tingkat pertama ini, karena tidak ada gejala yang dikenali. 

  • Tingkat 2

Pada tingkat dua, mulai terjadi penurunan kognitif, namun masih sangat ringan. Di tingkat ini, akan ada gejala awal berupa kesulitan untuk mengingat kata-kata, serta lupa meletakkan barang. Gejala ini masih sangat ringan, sehingga mungkin hanya bisa disadari oleh penderita demensia pada lansia itu sendiri.

  • Tingkat 3

Melanjut dari tingkat dua, di tingkat tiga, penurunan kemampuan kongitif mulai semakin berkembang. Penderita bukan lagi lupa pada istilah atau kata-kata tertentu, namun mulai lupa pada ingatan jangka pendek, seperti melupakan apa yang baru saja mereka baca. 

Di tingkat ini, penderita sudah tidak bisa lagi membuat rencana atau mengatur berbagai hal. Penderita juga akan sering kelupaan meletakkan barang atau bahkan kehilangan barang. 

  • Tingkat 4

Penderita demensia pada lansia di tingkat empat biasanya sudah mendapatkan diagnosa dari dokter. Gejalanya mulai sangat terlihat dan penderita sudah tak lagi bisa bekerja dengan produktif untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Anda mungkin akan melihat bahwa penderita mudah kebingungan dan mudah tersesat. Selain itu, penderita tidak lagi senang melakukan hal-hal yang dulunya mereka sukai, dan terus-menerus menarik diri dari interaksi sosial.

  • Tingkat 5

Gejala demensia pada lansia di tingkat lima sudah cukup parah. Penderita tidak bisa lagi ditinggal untuk melakukan berbagai kegiatan sendiri. Para penderita bahkan tak mampu mengingat informasi dasar mengenai diri mereka sendiri, seperti nomor telepon, alamat, dan tanggal lahir. 

Bahkan, sekedar untuk menggunakan pakaian dan alat makan saja, penderita akan memerlukan bantuan dari orang lain. 

  • Tingkat 6

Di tingkat 6, penderita sudah merasakan penurunan kognitif yang sangat parah. Di tahap ini juga, penderita tak mampu lagi mengenali wajah dan mudah merasa bingung serta cemas. 

  • Tingkat 7

Tingkat tujuh adalah tingkatan demensia pada lansia yang paling parah. Di tahap ini, penderita benar-benar bergantung sepenuhnya pada orang lain, bahkan sakadar untuk melakukan kegiatan dasar sekalipun seperti minum, berjalan, dan duduk.

Di tahap ini juga, Anda perlu mulai memakaikan popok khusus lansia, karena penderita tidak bisa lagi mengontrol kemampuan untuk menahan atau mengeluarkan urin. 

Seiring berjalannya waktu, demensia akan berkembang menjadi semakin parah. Penderita mungkin tidak akan ingat bahwa mereka sendiri mengalami demensia. 

Anda perlu memperhatikan apabila ada anggota keluarga, khususnya orang tua yang sudah lansia, yang mengalami tanda-tanda gejala demensia. Semakin cepat demensia dideteksi, akan semakin cepat juga penderita mendapatkan pengobatan.

Pengobatan demensia pada lansia difokuskan pada perawatan untuk meringankan gejala, serta mencegah gejala berkembang semakin parah dalam waktu yang singkat.

Kenapa Dada Terasa Nyeri? 25 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui

Kenapa dada terasa nyeri? Pertanyaan ini mungkin pernah membuat Anda khawatir, khususnya jika Anda pernah merasakannya sendiri.

Nyeri dada mungkin jadi salah satu gejala masalah jantung. Meski begitu, ada beberapa penyebab lain tidak terkait jantung yang juga harus diperhatikan.

Penyebab kenapa dada terasa nyeri tidak selalu masalah serius, sebagian kasus tidak terlalu berbahaya. Kendati demikian, Anda harus mengambil tindakan cepat dan tepat untuk menganulir kemungkinan masalah yang lebih serius.

Artikel ini akan menyuguhkan 25 kemungkinan kenapa dada terasa nyeri. Ada cukup banyak penyebab nyeri dada, tidak semua terkait masalah jantung.

26 penyebab kenapa dada terasa nyeri

1. Otot tegang

Peradangan otot dan tendon di area sekitar tulang rusuk dapat menyebabkan nyeri dada yang terjadi terus-menerus. Jika rasa nyeri memburuk dengan aktivitas maka kemungkinan itu gejala otot tegang.

2. Tulang rusuk terluka

Cedera pada tulang rusuk, mulai dari memar, retak, hingga patah dapat menyebabkan nyeri dada. Patahnya tulang rusuk seharusnya sangat terasa ketika momen itu terjadi.

3. Tukak lambung

Luka di lapisan perut biasanya tidak sampai menimbulkan rasa sakit ekstrem. Namun, jika tidak segera diobati, Anda mungkin bisa merasakan ketidaknyamanan terus-menerus di dada.

4. Penyakit refluks gastroesofageal (GERD)

GERD adalah suatu kondisi ketika isi perut kembali naik ke tenggorokan. Jika hal ini terjadi, Anda mungkin merasakan sensasi terbakar di dada dan rasa asam di mulut.

5. Kolaps paru-paru

Penumpukan udara dalam ruang antara paru-paru dan tulang rusuk dapat menyebabkan kolaps paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada mendadak saat bernafas.

7. Kostokondritis

Kostokondritis adalah peradangan pada tulang rawan rusuk. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada yang bertambah parah saat duduk atau berbaring dalam posisi tertentu.

8. Gangguan kontraksi kerongkongan

Penyebab berikutnya kenapa dada terasa nyeri adalah gangguan kontraksi esofagus atau kontraksi pada kerongkongan saluran makanan. Gangguan ini dapat menyebabkan nyeri dada.

9. Hipersensitivitas esofagus

Ada kemungkinan perubahan tekanan dalam kerongkongan yang dapat menyebabkan rasa nyeri ekstrem. Hingga kini para ahli masih mencari tahu penyebab sensitivitas tersebut.

10. Ruptur esofagus

Jika kerongkongan pecah, kemungkinan akan terasa nyeri dada ekstrem yang tiba-tiba. Pecahnya kerongkongan dapat terjadi setelah muntah ekstrem atau operasi.

11. Hernia hiatus

Hernia hiatus adalah kondisi ketika bagian perut mendorong ke atas hingga dada. Jenis hernia ini sangat umum dan mungkin tidak menimbulkan gejala. Nyeri akan terasa ketika bagian atas perut mendorong bagian bawah dada setelah makan.

12. Kardiomiopati hipertrofik

Kondisi ini adalah penebalan jantung akibat faktor genetik. Ketika jantung menebal, darah jadi tidak bisa mengalir dari jantung dengan baik. Akibatnya otot jantung perlu bekerja lebih keras dan menyebabkan nyeri dada.

13. Tuberkulosis

Bakteri tuberkulosis yang tumbuh di paru-paru dapat menyebabkan gejala seperti batuk parah, batuk darah, dan nyeri dada.

14. Prolaps katup mitral

Nyeri dada, palpitasi, dan pusing adalah gejala-gejala yang muncul akibat prolaps katup mitral, yaitu kondisi ketika katup jantung tidak dapat menutup sepenuhnya. Kasus ringan mungkin tidak bergejala, kasus parah dapat menyebabkan nyeri dada.

15. Serangan panik

Serangan panik atau panic attack dapat menyebabkan mual, pusing, berkeringat, detak jantung cepat, dan ketakutan. Pada kasus ekstrem, nyeri dada juga mungkin terjadi.

16. Perikarditis

Perikarditis adalah peradangan pada kantung di sekitar jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada berupa tusukan yang terasa tajam.

17. Pleuritis

Pleuritis adalah peradangan pada selaput yang menutupi paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada yang tajam saat membuat tarikan napas dalam.

18. Pneumonia

Infeksi paru-paru seperti pneumonia dapat menyebabkan nyeri dada tajam yang menusuk. Gejala lain yang mungkin muncul adalah demam, menggigil, dan batuk berdahak.

19. Emboli paru

Suatu kondisi ketika gumpalan darah terperangkap dalam arteri yang bertugas menyuplai darah ke paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada, kesulitan bernapas, hingga batuk darah.

20. Serangan jantung

Kenapa dada terasa nyeri juga dapat menjadi salah satu dari gejala utama serangan jantung. Ada empat gejala utama lainnya, yaitu:

  • Nyeri di rahang, leher, atau punggung
  • Pusing atau lemah
  • Nyeri menjalar ke lengan atau bahu
  • Sesak nafas

Jika Anda khawatir sedang mengalami serangan jantung, segera cari bantuan medis darurat ke UGD.

21. Miokarditis

Miokarditis adalah suatu kondisi ketika jantung mengalami peradangan. Kondisi ini menimbulkan gejala yang mirip serangan jantung seperti:

  • Nyeri dada
  • Demam
  • Sulit bernafas
  • Kelelahan
  • Detak jantung berdebar

22. Angina

Angina terasa seperti nyeri atau tekanan yang meremas dada. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya aliran darah ke jantung. Gejala lain yang mungkin menyertai adalah rasa sakit di bahu, punggung, leher, lengan, atau rahang.

23. Diseksi aorta

Diseksi aorta adalah pemisahan lapisan dalam aorta, arteri utama yang menuju jantung. Ketika kondisi ini terjadi, penumpukan darah dapat menyebabkan arteri pecah.

24. Diseksi arteri koroner

Nyeri dada ekstrem yang datang tiba-tiba dapat menjadi salah satu gejala diseksi arteri koroner. Kondisi ini langka, yaitu ketika koroner robek. Rasa nyeri mungkin terjadi di dada, leher, punggung, atau perut.

25. Pankreatitis

Salah satu gejala pankreatitis adalah ketika nyeri dada di bagian bawah yang terasa semakin buruk saat berbaring terlentang.

Demikian 25 alasan kenapa dada terasa nyeri. Jika Anda merasa kondisi mengancam, segera temui dokter atau dapatkan pertolongan darurat.

5 Cara Mengatasi Bentol Merah Gatal Karena Biduran

Pernahkah Anda mengalami bentol merah gatal yang jadi gejala biduran? Nah, iritasi ini sebenarnya umum dialami oleh banyak orang. 

Kondisi ini memang sangat mengganggu sehingga perlu diatasi dengan segera. Dengan begitu, aktivitas harian Anda tidak lagi terganggu.

Penyebab Biduran yang Harus Diwaspadai

Umumnya biduran terjadi karena adanya reaksi alergi terhadap paparan pemicu, bisa karena makanan, obat-obatan, hingga bulu hewan.

Berikut beberapa pemicu biduran yang sering terjadi, seperti:

Penyebab kaligata salah satunya adalah penyakit autoimun
  • Alergi makanan

Makanan yang dikonsumsi juga bisa memicu terjadinya biduran. Jenis makanan yang sering memicu kondisi ini seperti kacang tanah, kerang, telur, udang, hingga buah beri.

Ada pula bahan makanan tambahan lain dan juga zat pewarna buatan dan pengawet. 

  • Paparan bahan kimia

Zat aditif pada makanan, kosmetik, hingga suplemen bisa menyebabkan terjadinya biduran pada beberapa orang. 

  • Lateks

Mereka yang punya alergi terhadap lateks, kiwi, pisang, atau mangga, biasanya juga bisa menyebabkan munculnya gejala biduran di kulit. 

  • Stres

Stres yang berlebih bisa membuat sistem kekebalan tubuh jadi menurun dan rentan mengalami masalah kulit seperti biduran. 

  • Gejala penyakit tertentu

Biduran yang sering kambuh dalam waktu dekat biasanya sudah kronis dan bisa jadi pertanda adanya kondisi medis tertentu. 

Biasanya gejala gatal-gatal mirip biduran juga dialami oleh pasien yang menderita lupus, tiroid, hepatitis, autoimun, hingga HIV. Bedanya, biduran bisa diobati dengan obat-obatan.

  • Berkeringat

Produksi keringat berlebih bisa jadi pertanda munculnya biduran. Ada orang yang memiliki tanda suhu tubuh naik dengan berkeringat.

Pada beberapa orang, sel kulit dapat dipengaruhi oleh produksi asetilkolin sehingga menyebabkan iritasi, bentol, gatal, dan kemerahan.

Cara Cepat dan Tepat Mengatasi Bentol Merah Gatal Akibat Biduran

Biduran yang kronis dan akut memang membutuhkan pengobatan yang berbeda pula. Untuk biduran akut bisa diobati dengan konsumsi obat antihistamin non-sedatif selama beberapa minggu secara rutin. 

Obat ini akan membantu mengurangi ruam kemerahan dan juga rasa gatal di area yang iritasi. Namun, tidak disarankan dikonsumsi oleh ibu hamil kecuali memang diresepkan oleh dokter. 

Sedangkan untuk biduran kronis bisa diobati dengan antibiotik seperti dapsone. Obat ini akan membantu meredakan pembengkakan dan juga kemerahan yang muncul di kulit. 

Namun, ada juga bahan alami untuk mengobati biduran yang muncul, yaitu:

1. Kompres dingin

Biduran yang masih ringan bisa diatasi dengan cara rumahan seperti kompres dingin. Cara menggunakan kompres dingin pun cukup mudah dan praktis. 

Siapkan es batu lalu bungkus dengan handuk bersih. Kemudian, oleskan di area yang mengalami biduran selama lebih kurang 10 menit.

2. Hindari penggunaan produk yang bisa mengiritasi kulit

Penting untuk menghindari produk yang jadi pemicu alergi dan rentan menyebabkan iritasi. Termasuk jenis sabun yang membuat kulit jadi kering biasanya akan menyebabkan kulit jadi gatal semakin parah saat biduran.

Gunakan sabun khusus untuk kulit sensitif, seperti bebas pewangi dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. 

Pastikan juga memilih losion dan pelembap kulit yang aman untuk jenis kulit sensitif. 

3. Pastikan kondisi tubuh tetap dingin

Bentol merah gatal akibat biduran juga bisa diatasi asal kondisi tubuh tetap dingin. Tubuh yang panas dan gerah akan membuat gejala biduran semakin parah.

Oleh sebab itu, jagalah agar suhu tubuh dan ruangan rumah tetap sejuk dan nyaman.

4. Gunakan larutan penghilang gatal untuk mandi

Saat mengalami biduran, Anda juga bisa mandi dengan larutan penghilang gatal. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk campuran mandi bisa oatmeal koloid maupun soda kue. 

Sebelum menggunakannya, pastikan sudah diuji di bagian kulit lain terlebih dahulu. Jika aman, barulah digunakan pada kulit yang mengalami biduran.

5. Pakai losion obat biduran

Biduran dengan gejala bentol merah gatal juga bisa diobati dengan krim atau losion obat biduran. Anda bisa mendapatkan jenis krim ini di apotek.

Salah satunya adalah kalamin. Pastikan kulit yang biduran dibersihkan terlebih dahulu sebelum mengoleskan krim. Dan tunggu krim hingga benar-benar kering.

Itulah beberapa cara mengatasi gejala bentol merah gatal akibat biduran. Pastikan juga Anda menghindari pemicunya agar kondisi tersebut tidak kembali terjadi.

Konsumsi Pedialyte untuk Bantu Atasi Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan banyak cairan. Beberapa hal yang sering menjadi penyebab dehidrasi di antaranya adalah keringat berlebih, muntah, dan juga diare. Wanita direkomendasikan untuk minum sekitar 11,5 cup per hari, dan pria minum 15,5 cup per hari. Mereka yang sedang dalam perjalanan, seorang atlet, atau mereka yang terpapar suhu tinggi dalam waktu lama perlu meningkatkan asupan air guna menghindari dehidrasi. Selain itu, Anda juga bisa meminum Pedialyte untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. 

Ketika terlalu banyak air hilang dalam tubuh, organ, sel, dan jaringan tubuh akan gagal berfungsi sebagai mana mestinya. Jika tidak diatasi dengan Pedialyte, hal ini dapat menyebabkan komplikasi yang berbatas. Bahkan jika dehidrasi tidak diatasi secepatnya, kondisi ini dapat menyebabkan syok. Dehidrasi dapat bersifat ringan ataupun parah. Anda biasanya dapat dapat mengatasi dehidrasi ringan di rumah dengan minum Pedialyte. Dehidrasi yang parah perlu dirawat di rumah sakit. 

Faktor risiko dehidrasi

Atlet yang terpapar sinar matahari langsung bukan satu-satunya kelompok yang memiliki risiko tinggi dalam menderita dehidrasi. Faktanya, binaragawan dan perenang juga atlet yang biasa mengembangkan kondisi ini. Mungkin memang terdengar aneh, namun sangat mungkin bagi seseorang untuk dehidrasi meskipun sedang berada dalam air. Ini dikarenakan para perenang akan kehilangan banyak keringat pada saat berenang.

Selain itu, beberapa orang yang memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan dehidrasi dibandingkan dengan orang lain di antaranya adalah orang yang bekerja di luar ruangan yang sering terpapar sinar matahari atau panas, lansia, orang-orang dengan kondisi gangguan kesehatan kronis, atlet, anak dan bayi, serta orang-orang yang tinggal di pegunungan. Tubuh Anda secara teratur akan kehilangan air lewat keringat dan air seni. Jika air tersebut tidak diganti, Anda akan dehidrasi. Situasi atau kondisi apapun yang menyebabkan tubuh kehilangan air dibanding dengan biasanya dapat menyebabkan dehidrasi. 

  • Keringat. Keringat adalah bagian alami proses pendinginan tubuh. Ketika Anda panas, kelenjar keringat akan aktif untuk melepaskan kelembapan bagi tubuh sebagai upaya mendinginkannya. Cara ini bekerja dengan proses evaporasi. Pada saat setetes keringat menguap di kulit Anda, uap keringat akan mengambil sedikit panas bersamanya. Semakin banyak keringat yang diproduksi, akan ada lebih banyak evaporasi yang terjadi, dan semakin cepat tubuh mendinginkan diri. Berkeringat juga akan menghidrasi kulit dan menjaga keseimbangan elektrolit di dalam tubuh. Keringat Anda merupakan cairan yang terdiri dari garam dan air. Keringat berlebih dapat menyebabkan dehidrasi karena Anda kehilangan air dalam jumlah yang banyak. 
  • Penyakit. Penyakit yang menyebabkan muntah dan diare terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi. Ini disebabkan karena muntah dan diare dapat menyebabkan terlalu banyak air dikeluarkan dari tubuh. Elektrolit penting juga akan hilang pada saat proses tersebut terjadi. Elektrolit adalah mineral yang digunakan oleh tubuh untuk mengontrol otot, kimia darah, dan proses organ. Elektrolit ini ditemukan di darah, urin, dan cairan lainnya di dalam tubuh. Muntah dan diare dapat mengganggu fungsi tersebut dapat menyebabkan komplikasi parah, seperti stroke dan koma. 

Minum Pedialyte apabila Anda memiliki beberapa tanda-tanda dehidrasi. Adapun gejala dehidrasi berbeda-beda, tergantung apakah kondisi yang diderita parah atau ringan. Gejala dehidrasi dapat muncul sebelum dehidrasi total terjadi.

Beberapa gejala dehidrasi ringan hingga sedang di antaranya adalah kelelahan, mulut kering, meningkatnya rasa haus, berkurangnya air seni, produksi air mata yang menurun, kulit kering, konstipasi, pusing, dan sakit kepala. Sementara itu, dehidrasi parah akan menunjukkan gejala seperti tekanan darah rendah, pernapasan yang cepat, urin yang berwarna gelap, produksi keringat yang menurun, dan rasa haus berlebih.

10 Kondisi Ini Picu Gejala Mata Lelah

Mata lelah bisa dialami oleh siapa saja. Ketika mengalaminya, Anda akan merasa mata yang terasa perih sampai penglihatan yang mendadak buram di salah satu mata atau keduanya. Mata lelah juga bisa membuat Anda mengalami sakit kepala mendadak yang disertai nyeri leher sampai ke punggung. 

Anda bisa menghindari mata lelah dengan lebih sering berkedip, mengompres area mata dengan waslap hangat, ataupun meminimalkan kondisi-kondisi yang memicu gejala mata lelah. Di mana tidak jarang kondisi yang menyebabkan mata lelah merupakan aktivitas atau kebiasaan Anda sehari-hari. 

Mata lelah bisa terjadi karena menatap laptop terlalu sering

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang sangat mudah membuat mata menjadi kering dan lebih gampang lelah. Mulai buat manajemen yang baik terkait kondisi-kondisi di bawah ini supaya Anda tidak perlu terlalu sering mengalami gejala mata lela, yuk. 

Mengetik dengan Postur yang Salah 

Kebiasaan Anda saat mengetik di depan layar laptop ternyata bisa berpengaruh ke kondisi mata. Jika postur tubuh Anda salah, seperti terlalu tegak atau justru terlalu menunduk, risiko mengalami mata lelah akan lebih besar karena fokus mata ke layar menjadi berkurang. 

Terlalu Dekat Menatap Layar 

Ada jarak ideal untuk melihat layar laptop maupun gawai lainnya. Buatlah jarak antara mata dengan layar minimal 50 sentimeter. Jika selama ini Anda terlalu dekat menatap layar, tidak heran jika Anda sering mengeluhkan gejala mata lelah. Ini karena pencahayaan dari layar menjadi terlalu terang dan menyilaukan mata. 

Posisi Terlalu Jauh Pun Jadi Masalah 

Bukan hanya terlalu dekat menatap layar, posisi mata yang terlalu jauh dengan layar pun bisa menjadi masalah tersendiri. Posisi yang terlalu jauh membuat mata harus bekerja ekstra untuk melihat tulisan maupun gambar hingga akhirnya membuat kondisi mata lelah cepat terjadi. Sebaiknya, jarak antara mata dengan layar maksimal 66 sentimeter agar Anda bisa lebih nyaman melihat tulisan dan gambar, tanpa harus meningkatkan fokus mata secara berlebihan. 

Terlalu Lama Melihat Fokus 

Anda bisa saja bekerja seharian di depan layar, namun bersiaplah mengalami gejala mata lelah! Ini karena mata Anda terlalu berfokus dalam jangka waktu lama dan tentu saja ini sangat membuat capek. Mulailah untuk memulai kebiasaan memalingkan penglihatan ke area yang jauh tiap 20 menit sekali selama 20 detik. Ini akan membantu mengurangi risiko mata lelah, meskipun Anda bekerja di depan layar seharian. 

Melihat Smartphone Tanpa Batas 

Anda sangat mungkin terbuai melihat smartphone dengan membuka akun media sosial atau bermain gim sepanjang hari. Namun, melihat smartphone tanpa batas ini sangat tidak direkomendasikan bagi kesehatan mata. Mulailah mengambil batas maksimal penggunaan ponsel di luar kepentingan komunikasi dalam sehari. Jauhkan pula smartphone Anda ketika hendak tidur agar tidak menggoda Anda untuk menggunakannya lagi. 

Membaca di Tempat Gelap 

Membaca di tempat gelap akan membuat Anda mengalami mata lelah dengan cepat. Ini juga akan memicu masalah mata lainnya karena Anda meningkatkan fokus terlalu tinggi demi bisa melihat tulisan di pencahayaan yang minim. 

Lampu Terlalu Terang 

Pencahayaan yang terlalu terang juga tidak terlalu baik untuk mata. Paparan sinar yang kencang akan membuat mata Anda meningkatkan fokus dan inilah yang menjadi penyebab gejala mata lelah lebih mudah Anda alami. 

Mengemudi Jarak Jauh 

Sering mengemudi jarak jauh tanpa istirahat? Jangan heran jika Anda sering mengeluhkan mata lelah. Sebaiknya, mengemudi tidak lebih dari 2 jam. Jika memang melakukan perjalanan jauh, carilah rest area untuk beristirahat sekaligus membuat mata kembali nyaman dengan mengendurkan titik fokusnya tanpa menyetir. 

Di Ruangan Ber-AC Seharian 

Anda mungkin tidak pernah berpikir bahwa berada di ruangan ber-AC seharian bisa memicu gejala mata lelah. Namun, ini benar adanya! Ruangan ber-AC membuat udara di sekitar Anda kering dan berpengaruh ke kondisi kekeringan mata pula sehingga memicu mata lelah. Untuk menyiasatinya, pasanglah humidifier di ruangan tersebut agar udara lebih lembap dan bersahabat bagi mata. 

Selalu Memakai Kontak Lensa 

Penggunaan kacamata lebih dianjurkan apabila Anda malas berhadapan dengan mata lelah. Ini karena menggunakan kontak lensa lebih mudah membuat mata kering sehingga kondisi kelelahan mata pun lebih mudah terangsang. 

Adakah kondisi-kondisi yang bisa Anda ubah dari sekarang untuk mengurangi intensitas mata lelah? Tentu saja ada banyak, bukan? Namun jika sudah terlanjur mengalami mata lelah, jangan ragu untuk mengompresnya dengan air dingin ataupun mengaplikasikan obat tetes mata yang tepat, ya.

Kenali Tahapan Paling Berbahaya Saat Terjangkit DBD

Memasuki musim hujan, masyarakat biasanya diwanti-wanti untuk menjaga kesehatan dan lingkungan rumah terbebas dari genangan air. Genangan air adalah tempat yang disukai nyamuk untuk berkembang, dan salah satu infeksi serius yang sering terjadi selama musim hujan adalah penyakit demam berdarah (DBD). 

Periksa pakaian dan genangan air, jangan sampai nyamuk aedes aegepty berkembang biak

Demam berdarah terjadi ketika nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue menggigit dan menularkan virus tersebut. Virus dengue akan menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh dan menyebabkan demam tinggi serta komplikasi lainnya. Bahaya DBD juga bisa menyebabkan kematian. 

Gejala Awal Penyakit Demam Berdarah

Awal mula penyakit DBD ditandai dengan demam hingga 40 ºC dan gejala seperti flu, namun demam dan flu tak kunjung membaik. Biasanya gejala tersebut muncul 4 hingga 10 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. 

Karena gejala DBD mirip dengan penyakit lain, penyakit ini seringkali disalah artikan dengan kondisi lain sampai gejala lainnya mulai muncul termasuk:

  • Ruam kulit
  • Sakit kepala
  • Batuk kering
  • Kelelahan
  • Nyeri otot, sendi, atau tulang
  • Mual dan/atau muntah
  • Sakit di belakang mata
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

3 Tahapan Infeksi DBD

Penyakit DBD dikenal memiliki 3 tahapan mulai dari awal infeksi hingga fase pemulihan. Pada tahap kedua, demam biasanya menurun tapi pada fase inilah pasien, perawat, dan tenaga medis lainnya harus waspada. 

Tahap 1: Awal Infeksi

Ketika pertama kali virus masuk ke dalam tubuh, virus akan segera menyerang hati, limpa, dan sel darah sehingga sel darah putih dan trombosit menurun. Akibatnya, terjadilah peradangan di dalam tubuh dan menyebabkan suhu tubuh meningkat sangat tinggi. 

Tahap demam akut terjadi pada hari 1 hingga ke 5 saat tanda awal mulai muncul. Selain demam, pasien juga akan merasakan nyeri, mual, muntah. Obat anti-nyeri dan anti nyeri seperti parasetamol mungkin bisa meringankan demam. Tubuh juga akan dehidrasi sehingga penting untuk mengonsumsi air atau serat untuk menjaga cairan tubuh. Namun jika pasien terlihat sangat lemah, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit.

Tahap 2: Fase Kritis yang Menipu

Pada hari ke 6, demam mulai turun. Pada kasus demam biasa, ini adalah tanda yang baik. Namun pada kasus DBD, kondisi ini merupakan merupakan fase bahaya DBD dan tanda peringatan akan komplikasi lainnya. 

Ketika suhu tubuh turun, dalam waktu 24 jam plasma darah bocor sehingga tekanan darah juga ikut menurun. Pasien akan merasa gelisah, lemah, kulit dingin pucat, dan nadi cepat. Kadar trombosit juga menurun sangat drastis, yang bisa mengakibatkan perdarahan internal hingga kematian. Karena itu pemberian cairan intravena dengan jumlah tepat sangat penting untuk mencegah hal tersebut.

Tahap 3: Tubuh Mulai Membaik

Pada fase ini, kondisi pasien mulai membaik. Kondisi berlangsung pada hari ke 8 dan bisa dikenali dengan 4 tanda ABCD yaitu nafsu makan membaik (Appetite), memiliki denyut nadi yang lebih lambat (Bradycardia), memiliki ruam pemulihan di kaki dan lengan (Convalescent), serta mengeluarkan air lebih banyak (Diuresis).

Mempercepat Pemulihan Saat Terkena DBD

Saat seseorang terkena demam berdarah, dokter akan memberikan beberapa obat yang membantu tubuh melawan infeksi. Dengan langkah berikut, tubuh bisa melewati fase kritis dengan baik dan pulih lebih cepat:

  • Beristirahat sebanyak mungkin. Hindari bermain gadget terlalu sering atau melakukan aktivitas yang bisa menguras energi
  • Mengonsumsi obat yang diberikan oleh tenaga medis secara rutin
  • Minum air sebanyak mungkin untuk mencegah dehidrasi
  • Konsumsi makanan yang bisa meningkatkan kadar trombosit, seperti sari kurma

Catatan

Agar Anda dan keluarga terhindar dari bahaya DBD, hindarilah tempat-tempat berisiko. Beberapa wilayah memiliki tingkat infeksi lebih tinggi dari yang lain, dan jika Anda atau keluarga terpaksa mengunjungi tempat tersebut sebaiknya mintalah vaksinasi. Anda juga bisa menggunakan lotion anti-nyamuk agar nyamuk tidak mendekat.

6 Penyebab Umum Benjolan Di Telapak Kaki

Benjolan di telapak kaki? Lihat. Tentu saja, benjolan di kaki bisa menjadi tanda dari beberapa kondisi yang berbeda, beberapa di antaranya agak jinak, dan beberapa di antaranya cukup serius.

Jadi jika Anda googling pertanyaan ini untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan “haruskah saya menemui ahli bedah untuk benjolan di kaki saya”, jawabannya untuk Anda adalah ya! Jika Anda memiliki benjolan di kaki Anda, selalu baik untuk memeriksakannya ke spesialis terlatih untuk mengetahui apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan.

Kaki dengan telapak rata


Benjolan kaki bisa besar atau kecil, mulai dari ukuran seperti bola golf di ujung besar hingga seukuran kacang polong di ujung kecil. Kita melihat tonjolan kaki di semua bagian kaki diantaranya pergelangan kaki, lengkungan, area jari kaki. Sering kali benjolan akan menyebabkan ketidaknyamanan, meskipun tidak selalu menyakitkan.

Meskipun terkadang kita dapat memastikan suatu kondisi dengan ukuran benjolan, itu tidak selalu merupakan tanda pasti dari suatu kondisi tertentu.

Penyebab Umum Benjolan Di Kaki

Kista Ganglion

Kista ganglion adalah kondisi jinak yang dapat ditemukan pada kedua sendi dan tendon kaki. Ketika kapsul yang mengelilingi sendi atau tendon mengeluarkan cairan seperti jeli, hasilnya mungkin berupa pembentukan kista jenis ini. Kista itu sendiri mungkin terasa keras atau kenyal, dan dapat menyebabkan rasa sakit yang moderat.

Meskipun kista ini bersifat non-kanker, seringkali kita perlu mengangkatnya melalui pembedahan. Mengapa? Karena bahkan setelah dikeringkan, ini cenderung kembali.

Fibroma Plantar

Fibroma Plantar juga jinak (non-kanker) dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Fibroma plantar adalah nodul keras dan berserat yang biasa kita lihat di bagian bawah kaki (area lengkung).

Perawatan untuk Fibroma Plantar

Anda bisa mengobati kondisi ini menggunakan trik non-bedah yang biasa kami lakukan, seperti:

  • Suntikan steroid
  • Orthotic
  • Terapi fisik

Pendekatan non-bedah dapat membantu meringankan ketidaknyamanan dari kondisi ini, tetapi tidak selalu menghilangkan fibroma sepenuhnya. Jika ini benar, dapat melakukan operasi untuk mengangkat fibroma.

Eksim dyshidrosis

Eksim dishidrotik dapat menyebabkan benjolan di bagian bawah kaki yang gatal dan berisi cairan.

Dokter tidak tahu apa yang menyebabkan jenis eksim ini, tetapi telah dikaitkan dengan alergi dan stres. Eksim dishidrotik juga dapat menyebabkan kulit yaitu:

  • serpihan
  • retak
  • menyakitkan untuk disentuh

Radang kandung lendir

Bursitis merupakan peradangan pada bagian bantalan alami di antara tulang dan jaringan lunak. Jika terjadi gesekan atau cedera yang berlebihan, maka bursitis ini bisa membuat benjolan pada bagian bawah kaki. 

Sarkoma sinovial

Sarkoma sinovial adalah jenis sarkoma jaringan lunak (kanker) yang muncul sebagai benjolan atau pembengkakan. Jenis ini bisa mengakibatkan pada bagian bawah kaki serta membuat rasa sakit atau mati rasa. 

Sarkoma ini sangat berbahaya bisa menyebar pada area lain di tubuh apabila tidak ditangani. 

Deformitas Haglund

Deformitas Haglund merupakan benjolan pada bagian belakang kaki atau tumit yang terbentuk di bawah tendon Achilles. Hal ini sering dikacaukan dengan tendinitis Achilles.

Ketika benjolan di telapak kaki bergesekan dengan sepatu seseorang, itu dapat menyebabkan rasa sakit dan iritasi.

Bagaimana benjolan di bagian bawah kaki dirawat?

Mengobati kista dan tumor jaringan lunak jinak

Kista dan tumor jinak biasanya tidak perlu diobati kecuali jika menimbulkan rasa tidak nyaman. Kista bisa dikeringkan oleh dokter Anda dengan menggunakan jarum steril. Perlu dilakukan pembedahan untuk kista yang lebih besar. Jangan melakukan pengeringan kista dengan cara sendiri. 

Mengobati plantar fibroma

Jika fibroma Anda terasa sakit, belilah sol atau alas sepatu di toko obat. Pembedahan tidak sebagai bahan pertimbangan terkecuali hal ini pilihan terakhir. Ini karena pembedahan akan membutuhkan pengangkatan sebagian besar plantar fascia, atau ligamen tempat nodul berada.

Mengobati radang kandung lendir

Hindari aktivitas yang memperparah nyeri. Anda juga dapat mengistirahatkan kaki, mengompres area tersebut, dan mengonsumsi obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID).

Apabila kondisi tidak membaik, maka dokter akan melakukan kortikosteroid maupun terapi fisik. Pembedahan sering dianggap sebagai pilihan terakhir.

Mengobati sarkoma sinovial

Tumor ganas paling sering diangkat dengan operasi. Dokter juga akan menyarankan Anda untuk melakukan kemoterapi maupun terapi radiasi. 

Mengobati kelainan bentuk Haglund

Beralih ke sepatu dengan punggung terbuka, seperti bakiak. Aspirin, ibuprofen, dan NSAID lainnya dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan. Anda juga dapat mencoba mengompres area tersebut selama sekitar 30 menit per hari.

Jika perawatan di rumah tidak berjalan efektif, oleh sebab itu dibutuhkan juga perawatan dengan pijat jaringan lunak, ortotik, pijat jaringan lunak, bisa membantu. Apabila operasi diperlukan, maka dokter akan menghilangkan tulang dari tumit. 

Bagaimana prospek benjolan di kaki?

Prospek benjolan di telapak kaki tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dari kebanyakan kasus yang terjadi, pengobatan dapat dengan cepat dan efektif.