Mengulik Fakta Seminal Plasma Hypersensitivity

Anda mungkin belum terlalu familiar dengan penyakit seminal plasma hypersensitivity. Namun, bagaimana dengan alergi sperma. Sebutan alergi sperma memang lebih familiar di telinga masyarakat. Sesuai namanya, penderita penyakit ini akan mengalami gejala, seperti gatal-gatal dan kulit kemerahan, ketika ada bagian kulit dalam tubuh yang terkena sperma. 

Seminal plasma hypersensitivity disebabkan oleh kondisi tubuh penderita yang tidak cocok dengan komponen protein yang terdapat pada sperma. Alhasil, ketidakcocokan tersebut akan menimbulkan berbagai macam gejala, mulai dari rasa gatal sampai kehilangan kesadaran. 

Banyak fakta menarik mengenai seminal plasma hypersensitivity. Tidak ada salahnya Anda mencoba mengulik soal penyakit yang satu ini melalui berbagai fakta di bawah ini. 

image Seminal Plasma Hypersensitivity

Reaksi Cepat 

Reaksi alergi yang timbul pada penderita seminal plasma hypersensitivity sangatlah cepat. Dari waktu Anda melakukan hubungan seksual dan ada bagian kulit yang terkena sperma, reaksi alergi bisa muncul paling cepat 10 menit setelahnya. Ada juga beberapa penderita seminal plasma hypersensitivity yang mengaku merasakan alergi 30 menit setelah. Namun, tidak ada gejala yang muncul lebih lambat daripada kisaran waktu tersebut. 

Wanita Lebih Rentan 

Seminal plasma hypersensitivity termasuk penyakit langka. Penyakit yang tergolong alergi ini bisa menyerang siapa saja, baik wanita maupun pria. Namun, penderita seminal plasma hypersensitivity terdata lebih banyak yang berjenis kelamin wanita. 

Usia Krusial

Kebanyakan penderita seminal plasma hypersensitivity menyadari penyakitnya ketika melakukan aktivitas seksual untuk pertama kali. Namun, ada juga penderita yang awalnya tidak ada masalah dengan protein pada sperma, namun mendadak mengalami gejala seminal plasma hypersensitivity setelah berulang kali melakukan hubungan seksual. Kondisi ini berhubungan dengan usia. Umumnya, alergi sperma akan semakin parah dan menunjukkan gejala signifikan ketika usia penderita sudah melewati 30 tahun. 

Area Terserang 

Alat kelamin Anda menjadi bagian yang paling mudah terserang seminal plasma hypersensitivity dan menunjukkan gejalanya. Untuk wanita, gejala alergi sperma ini akan tampak jelas di bagian bibir kemaluan atau vulva. Sementara pada laki-laki, area yang terserang alergi sperma umumnya berada di batang penis ataupun sekitar kulit bagian atas alat kelamin

Bisa Menyebar 

Meskipun kebanyakan gejala seminal plasma hypersensitivity berada di sekitar area kelamin, pada kondisi tertentu gejala tersebut juga bisa menyerang tubuh bagian lain. Penyebaran gejala alergi yang paling sering terjadi adalah munculnya bentol-bentol dan pembengkakan di sekujur tubuh. Bahkan, pembengkakan juga dapat terjadi hingga ke lidah penderita penyakit ini. 

Sulit Diagnosis 

Seminal plasma hypersensitivity tergolong sebagai penyakit langka sehingga penelitian terkait alergi ini masih sangat minim. Dokter sekalipun bisa salah mendiagnosa penyakit ini pada pasiennya. Hal ini karena gejala yang ditimbulkan oleh seminal plasma hypersensitivity menyerupai beberapa penyakit menular seksual, seperti herpes ataupun klamidia. Gejala alergi sperma ini juga sering disalahkan artikan sebagai infeksi jamur ataupun bakteri di vagina. 

Kurangi lewat Hubungan 

Untuk menghindari munculnya gejala seminal plasma hypersensitivity, Anda disarankan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual. Namun, beberapa orang memang kerap tidak menyadari penggunaan kondom dalam aktivitas seksualnya. Untuk mengurangi gejala penyakit ini, dokter umumnya akan menyarankan penderita untuk aktif dan rutin melakukan hubungan seksual minimal 48 jam sekali. 

Penderita Sulit Hamil 

Alergi sperma memang bukan menunjukkan tanda-tanda ketidaksuburan. Bahkan bisa jadi, penderita penyakit ini memiliki fertilitas yang baik. Namun terkendalanya hubungan seksual karena masalah gejala alergi inilah yang akhirnya membuat penderita seminal plasma hypersensitivity menjadi lebih sulit hamil. Tidak jarang, penderita alergi sperma akhirnya menempuh jalur inseminasi intrauterine (IUI) atau fertilisasi in vitro (IVF) untuk memperoleh keturunan.

Jangan sepelekan penyakit yang satu ini, ya. Meskipun namanya alergi, gejala dari seminal plasma hypersensitivity bahkan bisa membuat Anda sesak napas dan hilang kesadaran! Mengenali fakta dan gejalanya sedari awal menjadi jalan terbaik untuk berkonsultasi ke dokter. 

Pemeriksaan Komorbid Penting di Tengah Masa Pandemi Covid-19

Angka penularan virus corona di Indonesia belum juga melandai, malah cenderung terus naik. Kondisi ini termasuk jumlah kematian yang terjadi. Perlu diketahui bahwa hampir seluruh kematian covid-19 disertai oleh komorbid. Artinya, pemeriksaan komorbid punya peran vital dalam rangka upaya pencegahan penularan virus corona.

Komorbiditas adalah istilah lain untuk “penyakit penyerta”. Dalam dunia kedokteran, istilah tersebut menggambarkan kondisi bahwa ada penyakit lain yang dialami selain dari penyakit utamanya. Sementara selama ini, kita mengenal istilah komplikasi. Baik komplikasi maupun komorbiditas memiliki arti yang sama.

Dalam situasi pandemi corona, komorbiditas ini seperti musuh dalam selimut. Orang-orang berkomorbid, selain jadi lebih rentan terpapar, juga memiliki risiko mengalami gejala yang parah apabila positif corona. Beberapa komorbiditas yang tercatat perlu diwaspadai dalam situasi ini adalah hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan penyakit hati.

Jika seseorang sudah mengetahui kondisi dan riwayat kesehatan mereka sebelumnya, mungkin mereka jadi lebih bisa meningkatkan kewaspadaan. Nah, masalahnya adalah mereka yang tidak pernah tahu ada apa di dalam tubuhnya. Ini layaknya bom waktu, sebab mungkin selama ini mereka merasa baik-baik saja, tetapi ketika terpapar virus corona, baru diketahui bahwa ada penyakit bawaan sehingga penanganannya jadi lebih sulit.

Sebagai langkah antisipasi, penting sekali bagi tiap-tiap individu melakukan pemeriksaan komorbid di tengah situasi pandemi virus corona seperti saat ini. Jangan sampai terlambat ketika situasinya sudah terlampau rumit.

Sebenarnya, tidak ada prosedur medis yang secara khusus dilakukan untuk memeriksa komorbid dalam rangka pencegahan covid-19. Prosedur yang dijalani tak lain adalah pemeriksaan masing-masing komorbid itu sendiri. Maksudnya, seperti pemeriksaan khusus diabetes—dengan beragam prosedur, termasuk sampelnya—atau pemeriksaan hipertensi pada umumnya.

Akan tetapi, di fasilitas kesehatan, ketika seseorang datang dengan maksud dan tujuan khusus melakukan pemeriksaan komorbid, tenaga medis akan mengambil sampel darah vena Anda untuk kemudian dilakukan uji di laboratorium. Dari sampel darah tersebut kemudian akan dilakukan berbagai macam pengujian, seperti:

  • Profil lemak;
  • Fungsi hati;
  • Fungsi ginjal;
  • Uji karbohidrat;
  • Tensi darah;
  • Darah lengkap.

Kendati telah melakukan pemeriksaan komorbid, tidak ada jaminan seseorang bakal terbebas dari virus corona. Mereka, baik yang memiliki komorbiditas ataupun yang tidak, tetap wajib melaksanakan protokol kesehatan yang berlaku.

Khusus mereka yang berkomorbid, selanjutnya, harus melakukan tiga hal rutin yang pasti sudah diingatkan oleh dokter yaitu jaga terus asupan makanan dan minuman, tetap jalani kebiasaan sehat, dan tetap rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter.

Mungkin, beberapa tips di bawah ini perlu diketahui bagi mereka yang baru melakukan pemeriksaan komorbid dan hasilnya menunjukkan bahwa mereka berpotensi besar mengalami gejala parah apabila terpapar covid-19:

  • Para pemilik komorbid diimbau agar di rumah saja jika tidak ada kepentingan mendesak untuk keluar rumah;
  • Tingkatkan daya tahan tubuh sebaik mungkin dengan makan makanan yang bergizi, hindari gula, garam dan lemak yang berlebihan. Bila diperlukan, konsumsi suplemen atau multivitamin, tetapi harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu;
  • Selalu jaga jarak minimal 1 sampai 2 meter dan hindari kerumunan atau keramaian;
  • Sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak memungkinkan gunakan hand sanitizer yang mengandung 60 persen alkohol;
  • Gunakan masker dengan baik dan benar jika harus keluar rumah;
  • Hindari menyentuh wajah, hidung, mata, dan mulut jika belum mencuci tangan;
  • Upayakan aktivitas fisik 30 menit per hari atau sesuai dengan saran dokter;
  • Tidur cukup yakni 6-8 jam dengan kualitas tidur yang baik;
  • Jika Anda stres bingung dan takut, bicarakan pada orang yang dikenal dan dipercaya agar dapat saling membantu dan menguatkan.

Kiranya itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk terhindar dari kemungkinan tertular dan/atau kemungkinan menderita gejala berat ketika terpapar virus corona, selain melakukan pemeriksaan komorbid.

Sakit Kepala Berdenyut, Apa Yang Perlu Dilakukan?

Setiap orang dihimbau untuk menerapkan pola hidup yang sehat supaya terhindar dari risiko seperti sakit kepala. Sakit kepala berdenyut dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada kepala. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu aktivitas manusia sehari-hari.

Penyebab Sakit Kepala

Sakit kepala berdenyut dapat timbul secara berulang kali. Sakit kepala berdenyut terjadi karena pelebaran pembuluh darah yang mencoba meningkatkan aliran darah kepala. Kondisi tersebut dapat terjadi di berbagai sisi kepala.

Selain itu, sakit kepala berdenyut terjadi karena beberapa faktor berikut:

  • Migrain

Migrain merupakan sakit kepala yang terjadi pada satu sisi. Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang mengalami migrain, antara lain dehidrasi, makanan tertentu, suara yang keras, dan faktor cuaca. Migrain juga dapat timbul secara berulang kali.

Migrain tidak hanya menyebabkan sakit kepala berdenyut, namun kondisi tersebut juga dapat menyebabkan seseorang bersin, batuk, nyeri, mual, dan muntah.

  • Sinusitis

Sinusitis merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala berdenyut. Sinusitis menyebabkan pembengkakan atau penyumbatan pada bagian sinus sehingga dapat memicu rasa nyeri pada beberapa bagian kepala.

  • Neuralgia oksipital

Neuralgia oksipital merupakan kondisi yang juga perlu diwaspadai, karena dapat menyebabkan sensasi terbakar dan berdenyut dari dasar tengkorak yang akan menyebar ke seluruh kulit kepala.

  • Penggunaan kafein

Jika Anda sering mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein, maka Anda akan kecanduan terhadap kandungan tersebut. Jika Anda mengurangi atau berhenti mengkonsumsi minuman tersebut, maka sejumlah gejala akan timbul, antara lain kurang bertenaga, merasa ngantuk, sakit kepala berdenyut, sulit berkonsentrasi, nyeri otot, mual, dan muntah.

  • Penggunaan alkohol

Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan tidak hanya menyebabkan penurunan kesadaran atau mabuk, namun juga dapat memperbesar dan menimbulkan iritasi pada pembuluh darah di otak dan jaringan sekitarnya sehingga dapat menyebabkan sakit kepala.

Penggunaan alkohol secara berlebihan juga dapat menimbulkan gejala lain berupa penurunan nafsu makan, tubuh terasa sensitif, lemas, diare, dan mual.

Cara Mengatasi Sakit Kepala

Jika Anda mengalami sakit kepala berdenyut dan ingin mengobati kondisi tersebut, Anda dapat mencoba beberapa cara di bawah:

  • Mengkonsumsi obat

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah mengkonsumsi obat pereda sakit kepala seperti paracetamol dan ibuprofen. Sebelum mengkonsumsi obat tersebut, Anda sebaiknya baca aturan pemakaiannya.

  • Mengkonsumsi air putih

Anda juga perlu mengkonsumsi air putih setiap hari dalam jumlah yang cukup. Kurangnya air putih tidak hanya menyebabkan dehidrasi, namun juga dapat mengurangi konsentrasi manusia dan menyebabkan sakit kepala.

  • Mengkonsumsi makanan sehat

Anda perlu mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk mencegah risiko pada tubuh seperti sakit kepala. Anda dapat mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan untuk mendukung kondisi tubuh Anda.

  • Mengatur pola tidur

Setiap orang perlu tidur setidaknya 6 jam sehari. Jika Anda kekurangan tidur, maka Anda tidak dapat berkonsentrasi dengan baik dan mengalami sakit kepala.

  • Jangan mengkonsumsi alkohol atau kafein

Anda jangan mengkonsumsi alkohol atau kafein secara berlebihan, karena kedua minuman tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala sehingga dapat membuat Anda sulit berkonsentrasi.

Jika Kondisi Memburuk

Jika Anda mengalami sakit kepala yang cukup parah, Anda dapat menghubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu sehingga Anda mengalami sakit kepala?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti CT scan atau MRI. Setelah itu, dokter dapat memberikan pengobatan terhadap kondisi tersebut, dan Anda perlu melakukan cara-cara yang dapat mencegah sakit kepala seperti tidak mengkonsumsi alkohol secara berlebihan.

Kesimpulan

Sakit kepala berdenyut merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, karena dapat mengganggu konsentrasi manusia. Untuk mengobati sakit kepala berdenyut, cara-caranya sederhana, namun Anda perlu melakukannya secara rutin untuk mencegah risiko tersebut terjadi lagi. Untuk informasi lebih lanjut tentang sakit kepala, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Apa Itu Penyakit Ginjal Polikistik?

Penyakit ginjal polikistik adalah gangguan ginjal turunan yang menyebabkan kista berisi cairan terbentuk di ginjal. Penyakit ginjal polikistik dapat mengganggu fungsi ginjal dan untuk akhirnya menyebabkan kegagalan ginjal. Penyakit ini merupakan penyebab kegagalan ginjal terbesar keempat. Orang-orang yang menderita penyakit ginjal polikistik juga dapat mengembangkan kista di hati dan komplikasi lain yang berbahaya. 

Banyak orang hidup dengan penyakit ginjal polikistik selama bertahun-tahun tanpa mengalami gejala apapun yang berhubungan dengan penyakit ini. Kista yang tumbuh pada umumnya berukuran  0,5 inci atau lebih besar sebelum seseorang menyadari adanya gejala tertentu. 

Gejala yang biasanya diasosiasikan dengan penyakit ginjal polikistik adalah rasa nyeri di perut, darah pada air seni, sering buang air kecil, nyeri di bagian sisi tubuh, infeksi saluran kemih, batu ginjal, nyeri pada punggung atau punggung terasa berat, kulit yang mudah lebam, kulit yang pucat, kelelahan, nyeri persendian, dan ketidaknormalan kuku. 

Anak dengan penyakit ginjal polikistik yang bersifat autosomal resesif akan memiliki gejala seperti tekanan darah tinggi, adanya infeksi pada saluran kemih, dan sering buang air kecil. Gejala pada anak dapat mirip gejala penyakit atau kondisi lain. Sangat penting untuk mendapatkan perawatan medis secepatnya pada anak apabila gejala yang disebutkan sebelumnya muncul. 

Apa penyebabnya?

Penyakit ginjal polikistik umumnya bersifat turunan. Dalam beberapa kasus yang jarang ditemui, penyakit ini berkembang pada orang-orang yang menderita gangguan ginjal serius. Ada tiga jenis penyakit ginjal polikistik, yaitu:

  • Penyakit ginjal polikistik autosomal dominan

Penyakit ginjal polikistik autosomal dominan (ADPKD) juga terkadang disebut dengan istilah penyakit ginjal polikistik dewasa. Menurut Badan Ginjal Nasional, kondisi ini meliputi 90 persen dari semua kasus penyakit ginjal polikistik. Seseorang yang memiliki orang tua yang menderita penyakit ginjal polikistik memiliki kemungkinan 50 persen untuk menderita kondisi serupa. Gejala biasanya berkembang saat seseorang menginjak usia 30 hingga 40 tahun. Namun, beberapa orang akan memiliki gejala tersebut pada masa kanak-kanak. 

  • Penyakit ginjal polikistik autosomal resesif

Penyakit ginjal polikistik autosomal resesif (ARPKD) lebih jarang ditemui dibandingkan dengan ADPKD. Kondisi ini juga merupakan kondisi bawaan, namun kedua orang tua harus membawa gen yang menyebabkan penyakit ini. Mereka yang merupakan seorang “carrier” ARPKD tidak akan menunjukkan gejala apapun apabila mereka hanya membawa 1 gen. Apabila mereka mewarisi kedua gen, satu dari masing-masing orang tua, mereka akan menderita ARPKD. Ada empat jenis ARPKD, yaitu “perinatal form” (yang muncul saat seseorang lahir), “neonatal form” (yang terjadi pada bulan pertama hidup bayi), “infantile form” (yang terjadi saat seorang anak berusia 3 hingga 12 tahun), dan “juvenile form” (yang terjadi setelah anak berusia 1 tahun).

  • Acquired cystic kidney disease

Kondisi ini tidak bersifat turunan dan biasanya terjadi saat seseorang telah dewasa. Acquired cystic kidney disease biasanya berkembang pada orang-orang yang telah memiliki gangguan kesehatan ginjal lain, dan lebih sering dijumpai pada orang-orang yang memiliki gagal ginjal atau sedang dalam dialisis ginjal. 

Selain gejala yang dapat dirasakan saat seseorang menderita penyakit ginjal polikistik, akan ada banyak komplikasi kesehatan yang terjadi akibat kista di ginjal yang bertambah besar. Komplikasi tersebut di antaranya adalah melemahnya daerah pada dinding arteri yang dikenal dengan nama aneurysm otak, kista pada dan di dalam hati, kista di pankreas dan testis, katarak atau kebutaan, penyakit hati, anemia atau kekurangan sel darah merah, tekanan darah tinggi, kegagalan ginjal, dan batu ginjal. 

Koarktasio Aorta pada Bayi, Apa yang Harus Dilakukan?

Jantung berfungsi memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh. Kelainan jantung akan memengaruhi fungsi tubuh. Salah satu kelainan jantung bawaan adalah koarktasio aorta.

Kondisi ini terjadi ketika aorta menyempit. Aorta adalah arteri besar yang bertugas menyalurkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Kondisi ini menyebabkan jantung memompa darah lebih kuat, dan cenderung disertai dengan kelainan jantung lainnya. 

Penyebab penyempitan aorta

Kelainan jantung bawaan seperti koarktasio aorta, biasanya terjadi tanpa alasan yang jelas. Koarktasio aorta mungkin dikarenakan perkembangan aorta yang tidak sempurna dalam delapan minggu pertama pertumbuhan janin. 

Kondisi ini juga dikaitkan dengan kelainan jantung lainnya seperti sindrom Shone, katup aorta bikuspid, dan kelainan septum ventrikel. Riwayat keluarga juga bisa meningkatkan seseorang mengalami kelainan jantung, baik yang terjadi karena cacat pada gen, kelainan kromosom, atau paparan lingkungan. 

Walau dianggap sebagai penyakit bawaan, pada kasus yang jarang penyempitan aorta berkembang di kemudian hari. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan koarktasio aorta yaitu:

  • Cedera traumatis
  • Pengerasan arteri yang parah (aterosklerosis)
  • Peradangan arteri (arteritis Takayasu)

Tanda dan gejala koarktasio aorta

Gejala koarktasio aorta akan terlihat jika penyempitan terjadi dalam kondisi sedang sampai berat. Bayi yang mengalami kondisi ini mungkin akan memperlihatkan kondisi baik-baik saja di awal waktu, tapi kemudian bisa memburuk secara tiba-tiba. Hanya sekitar 25% kasus memiliki gejala yang muncul sesaat setelah lahir.

Setiap anak bisa mengalami gejala yang berbeda. Namun tanda-tanda umum penyempitan aorta meliputi:

  • Napas berat dan/atau cepat
  • Kulit pucat
  • Nafsu makan buruk
  • Berat badan kurang
  • Keringat berlebih
  • Sulit bernapas
  • Sifat mudah marah atau tersinggung
  • Denyut nadi pada kaki bayi lemah dan sulit dirasakan

Koarktasio aorta ringan tidak akan menghasilkan gejala bahkan hingga anak beranjak dewasa. Kondisi ini hanya bisa terdeteksi melalui tes tekanan darah. Ketika anak tumbuh, tanda dan gejalanya bisa berbeda yaitu sebagai berikut:

  • Tekanan darah tinggi
  • Mimisan
  • Murmur jantung
  • Sakit kepala
  • Kram di bagian bawah tubuh
  • Kaki dingin
  • Nyeri dada
  • Mimisan
  • Lemah otot

Komplikasi yang bisa terjadi

Koarktasio aorta menyebabkan ventrikel kiri jantung bekerja keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh melalui aorta yang sempit. Pada akhirnya ventrikel kiri akan kelelahan sehingga aliran darah ke seluruh tubuh tidak maksimal. 

Gejala yang dihasilkan, seperti sakit kepala dan kram, merupakan efek dari tekanan darah yang lebih tinggi di atas penyempitan, dan lebih rendah dibawahnya. Selain itu, ginjal juga tidak akan menghasilkan cukup urine atau air seni karena kurangnya aliran darah. 

Kondisi lain yang bisa terjadi akibat koarktasio aorta yaitu:

  • Melemahnya salah satu arteri di kepala dan lengan, dan berisiko robek sehingga menyebabkan stroke atau pendarahan.
  • Meningkatnya risiko infeksi di lapisan jantung atau aorta yang dikenal sebagai endokarditis bakterialis.
  • Arteri koroner, yang bertugas memasok darah merah ke otot jantung, menyempit sebagai respon terhadap tekanan yang meningkat. 
  • Gagal jantung

Bagaimana mengobatinya?

Setelah anak didiagnosis koarktasio aorta, dokter akan menentukan perawatan yang didasarkan pada usia anak, kesehatan dan riwayat kesehatan, toleransi terhadap suatu pengobatan, dan keparahan penyakit. 

Umumnya kelainan ini ditangani dengan operasi. Dokter akan melebarkan area yang menyempit dengan bantuan struktur atau tambalan. Prosedur kateterisasi jantung juga bisa menjadi opsi lain guna meregangkan aorta. Setelahnya dokter akan memasang alat kecil yang disebut stent untuk menjaga aorta tetap terbuka.

Pada bayi dengan kondisi sangat parah akan ditempatkan di ruang ICU sebelum dan setelah dilakukannya prosedur. 

Catatan

Sebagian besar anak yang menjalani operasi koarktasio aorta akan hidup sehat. Fungsi tubuh dan tingkat aktivitasnya juga normal sama seperti anak lainnya. Ketika anak tumbuh besar, penyempitan aorta mungkin kembali terulang, namun Anda tak perlu khawatir karena ini bisa diatasi dengan prosedur yang sama. 

Gejala, Penyebab, Serta Cara Menghilangkan Benjolan Lipoma

Pernahkah Anda menemukan benjolan pada tubuh? Benjolan tersebut bisa merupakan benjolan lemak yang tumbuh lambat di antara lapisan otot dan kulit yang disebut sebagai lipoma. Umumnya, benjolan lipoma ini akan terasa sakit saat ditekan terutama jika ukurannya besar dan menekan saraf di sekitarnya. Lipoma digolongkan sebagai tumor jinak yang tidak berbahaya, namun tetap berpotensi untuk berkembang menjadi lebih ganas. Secara perbandingan, pria lebih rentan terkena lipoma dibandingkan wanita. Selain itu, seseorang dapat memiliki lebih dari satu benjolan lipoma di tubuhnya. Lalu, apa penyebab dan gejala lipoma? Serta bagaimana cara menghilangkan benjolan lipoma tersebut? Simak penjelasannya berikut ini! 

Gejala lipoma 

Benjolan lipoma bisa muncul di berbagai area tubuh dan kemunculannya pun bisa lebih dari satu. Beberapa area tubuh yang mungkin muncul lipoma yaitu sekitar punggung, paha, perut, lengan, leher, atau bahu. Terdapat beberapa gejala atau ciri-ciri dari benjolan lipoma yaitu:

  • Benjolan mudah digoyangkan. 
  • Benjolan tidak padat, terasa lembek dengan konsistensi seperti lemak daging sapi.
  • Benjolan bisa tumbuh menjadi lebih besar dari sebesar kelereng hingga seukuran bola pingpong. 
  • Pertumbuhan benjolan terjadi dengan sangat lambat. 

Lipoma pada umumnya memang tidak berbahaya, sehingga Anda tidak perlu khawatir dan bingung memikirkan cara menghilangkan benjolan tersebut. Akan tetapi, pada beberapa kasus, benjolan lipoma perlu ditangani segera. Tanda khusus dapat muncul jika benjolan lipoma tergolong berbahaya seperti adanya beberapa perubahan yaitu: 

  • Benjolan menjadi terasa menyakitkan.
  • Benjolan menjadi panas atau seperti ruam kemerahan.  
  • Bertambah besar dengan pertumbuhan yang cepat dan tiba-tiba. 
  • Benjolan menyebabkan perubahan yang terlihat pada kulit di atasnya. 
  • Benjolan berubah menjadi keras dan tidak dapat digoyangkan. 

Penyebab lipoma 

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab lipoma secara pasti. Akan tetapi, beberapa faktor meningkatkan risiko seseorang terkena lipoma. Beberapa faktor peningkat risiko terkena lipoma yaitu:

  • Memiliki rentang usia 40 tahun hingga 60 tahun. 
  • Menderita penyakit tertentu seperti adiposis dolorosa atau sindrom Gardner. 
  • Faktor keturunan atau genetika. 
  • Penderita diabetes .
  • Memiliki penyakit hati atau liver.
  • Obesitas.
  • Kadar kolesterol dalam darah tinggi. 

Cara menghilangkan lipoma

Terdapat beberapa cara menghilangkan benjolan lipoma. Meski demikian, umumnya lipoma sendiri tidak membutuhkan penanganan khusus sebab tidak berbahaya. Lipoma perlu ditangani dan dihilangkan jika terasa mengganggu, ukurannya membesar, hingga menimbulkan rasa sakit. Berikut ini beberapa cara menghilangkan lipoma.

  1. Diagnosis

Pertama, pemeriksaan perlu dilakukan. Untuk menegakkan diagnosis, pasien perlu menjalankan serangkaian pemeriksaan dari dokter. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dari benjolan yang ada. Setelahnya, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan USG, CT Scan, MRI, atau biopsi guna memastikan benjolan yang muncul adalah lipoma, bukan kanker jaringan lemak atau tumor ganas. 

  1. Terapi steroid

Untuk menghilangkan lipoma, terdapat cara yang tidak membutuhkan operasi. Terapi steroid bisa dipilih dengan cara menyuntikkan obat steroid di area benjolan lipoma. Terapi ini dapat mengecilkan benjolan lipoma. Sayangnya, terapi steroid tidak dapat menghilangkan benjolan hingga tuntas. 

  1. Sedot lemak

Cara menghilangkan benjolan lipoma lainnya yaitu dengan menjalani sedot lemak. Proses sedot lemak dilakukan menggunakan alat khusus. Kelemahan dari sedot lemak adalah adanya risiko benjolan yang telah hilang kambuh atau muncul kembali. 

  1. Operasi lipoma

Selain terapi steroid dan sedot lemak, benjolan lipoma juga dapat dihilangkan melalui operasi. Cara ini cukup umum dipilih dan direkomendasikan terutama pada pasien yang memiliki tumor atau benjolan berukuran besar. Operasi lipoma akan memotong seluruh benjolan. Efek samping dari operasi lipoma adalah adanya bekas luka atau tumbuhnya jaringan parut. 

Itu dia berbagai cara menghilangkan benjolan limpoma yang bisa dipilih. Meski tidak berbahaya, Anda disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala lipoma seperti yang telah disebutkan di atas. Hal tersebut bertujuan untuk melakukan deteksi dini apakah lipoma yang muncul perlu dihilangkan atau tidak. Jika Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang benjolan limpoma, tanyakan secara langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang secara gratis di App Store atau Google Play.

Apa Itu Metabolisme Lipid? Ini Penjelasannya

Merupakan sebuah proses rumit yang terjadi di dalam tubuh dengan melibatkan beberapa tahapan, mulai dari lipid yang dikonsumsi dari makanan atau produksi lipid dalam tubuh sampai degradasi atau berubah menjadi sejumolah struktur dalam tubuh yang mengandung lipid disebut dengan metabolisme lipid di dalam tubuh.

Lipid yang dimaksud bukanlah lemak atau substansi yang mirip dengan lipid, seperti minyak, asam lemak, lilin dan kolesterol. Pada umumnya lipid yang diperoleh makanan berbentuk trigliserida dan kolesterol, kedua jenis lipid ini dapat membahayakan kesehatan jika berada dalam kadar yang berlebih, terlepas dari lipid yang memang bermanfaat bagi tubuh.

Fungsi Metabolisme Lipid

Lipid memiliki banyak fungsi biologis, seperti menyimpan energi dan bermanfaat sebagai komponen membran seluler serta lipoprotrein. Namun perlu diketahui bahwa kebanyakan bentuk lipid atau lemak adalah molekul kompleks yang harus menjalani proses metabolisme terlebih dahulu sebelum digunakan tubuh.

Proses metabolisme ini memungkinkan organ tubuh untuk menggunakan energi atau menyimpan energi pada adiposa atau lemak tubuh. Beberapa organ tubuh yang memanfaaftkan energi dari lipid untuk tetap berfungsi dengan baik di antaranya seperti jantung, limpa, otak dan yang lainnya.

Penyakit Pengganggu Metabolisme

Tidak selamanya proses metabolisme ini bisa berjalan dengan normal tanpa adanya hambatan, terdapat beberapa sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan gangguan pada proses ini, umumnya adalah penyakit genetik. Berikut beberapa penyakit yang dapat mengganggu proses metabolisme ini dalam tubuh.

  1. Penyakit Gaucher

Merupakan penyakit bawaan atau genetikl yang bisa dibilang langka, penyakit ini menyebabkan tubuh penderita tidak cukup memiliki enzim glukoserebrosida yang berfungsi memecah lipid sehingga proses metabolisme ini terganggu. 

Keadaan ini disebabkan menumpuknya zat lemak yang terdapat di berbagai organ tubuh, seperti paru-paru, limpa, tulang dan terkadang juga otak. Penumpukan lemak-lemak inilah yang menjadi sumber pengganggu proses metabolisme.

  1. Penyakit Tay-Sachs

Merupakan penyakit keturunan langka yang menyebabkan banyak zat lemak menumpuk di dalam otak, penumpukan ini bisa menghancurkan sel-sel saraf hingga menyebabkan masalah pada penderianya secara fisik dan mental. 

Bayi dengan kondisi penyakit ini akan terlihat normal selama beberapa bulan pertama, tetapi seiring berjalannya waktu kemampuan fisik dan mental si bayi akan mengalami penurunan. Beberapa gejala yang ditimbulkan penyakit ini seperti anak menjadi tuli dan buta, kehilangan kemampuan menelan, otot mulai terkikis hingga muncul kelumpuhan.

Penyakit ini disebabkan mutasi gen, ketika kedua orang tua memiliki gen ini maka sekitar 25 persen muncul kemungkinan anak akan mengalami kelainan metabolisme ini. Hingga saat ini penyakit tersebut belum ada obatnya.

  1. Sindrom Barth (BTHS)

Merupakan penyakit kelainan genetik langka pada metabolisme lipid, utamanya kondisi ini dialami oleh pria. Disebabkan adanya mutasi gen taffazin (TAZ) yang memengaruhi produksi kardiolipin. Kardiolipin merupakan jenis lipid esensial dengan peran penting dalam proses metabolisme energi, BTSH dalam kondisi serius bisa menyebabkan beberapa gangguan ini.

  • Kelemahan otot jantung atau kardiomiopati.
  • Neutropenia atau jumlah sel darah putih yang rendah.
  • Hipotonia atau penurunan tonus otot.
  • Kelemahan otot dan kelelahan.
  • Otot rangka tidak berkembang.
  • Pertumbuhan yang terhambat.
  • Cacat fisik dan peningkatan asam organin yang menyebabkan fungsi mitokondria tidak normal atau methylglutaconic aciduria.

Penderita penyakit ini bisa mengalami semua gejala di atas, salah satu atau salah dua, sementara kelainan diturunkan oleh ibu kepada anak perempuan dan laki-laki. Meski demikian, hanya anak laki-laki yang akan mengalami gejala penyakit di atas.

8 Penyebab Menggigil Tanpa Demam yang Sering Terjadi

Tubuh biasanya akan menggigil sebagai respon jika suhu di sekitar dingin atau Anda mengalami demam. Namun, ada juga tubuh menggigil tanpa demam dan suhu pun terbilang normal. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti kadar gula darah rendah, rasa cemas, atau karena melakukan aktivitas fisik yang terlalu intens.

Selain itu, menggigil tanpa demam juga menjadi indikasi Anda mengidap penyakit tertentu, tentu semua tergantung pada penyebabnya.

Penyebab Tubuh Menggigil Tanpa Demam

Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan tubuh Anda menggigil tanpa demam yang perlu diperhatikna.

  • Efek Samping Obat

Bisa saja seseorang merasa menggigil karena efek samping dari obat. Mungkin karena dosisi obat yang dikonsumsi tidak tepat, atau tidak cocok dengan pengobatan alternatif tertentu yang dijalani.

Oleh karenanya, sebelum mengkonsumsi obat, penting untuk diperhatikan dengan seksama efek samping obat setelah dikonsumsi. Hindari juga mengkonsumsi obat tanpa resep dari dokter.

  • Hipotiroidisme

Kondisi ini terjadi saat kelenjar tiroid seseorang tidak memproduksi hormon yang cukup untuk mengendalikan metabolisme tubuhnya. Sehingga kondisi ini membuat mereka jadi lebih sensitif terhadap suhu dingin dan membuatnya kerap mengigil.

Orang yang mengalami hipotiroidisme ini juga mudah lelah, konstipasi, kulit kering, wajah bengkak, rambut menipis, depresi, tidak mengeluarkan keringat, siklus haid tidak teraturs, serta tiroid akan membengkak.

  • Melakukan Aktivitas Fisik yang Esktrem

Anda juga bisa menggigil saat melakukan aktivitas fisik yang terlalu ekstrem, seperti marathon atau melakukan olahraga ekstrem lainnya. Sebab, kondisi ini akan membuat temperatur tubuh menjadi berubah. Tubuh bisa menggigil tanpa demam, karena dipicu oleh udara yang terlalu dingin ataupun terlalu panas.

Tubuh juga menunjukkan reaksi berupa bulu kuduk merinding, sakit kepala, mual, kram otot, serta muntah. Jadi, pastikan tubuh Anda tetap terhidrasi dengan baik serta gunakanlah pakaian olahraga yang sesuai dengan cuaca saat itu.

  • Terpapar Udara Dingin

Ketika tubuh berada di suhu udara yang dingin, biasanya akan membuat seseorang menggigil. Bisa juga ketika Anda mengenakan pakaian yang basah atau lembap.

Pada orang yang mulai masuk usia tua, biasanya tubuh mulai kehilangan kemampuan untuk mengendalikan temperatur tubuh yang menurun. Apalagi jika mereka menderita penyakit jantung atau diabetes.

Akan tetapi, menggigil akibat cuaca dingin biasanya akan hilang sendiri jika tubuh sudah hangat kembali. Tapi, jika terpapar terlalu intens, juga bisa berisiko menyebabkan frostbite atau hipotermia.

  • Reaksi Emosional

Ternyata reaksi emosional juga bisa membuat tubuh menggigil tanpa demam sama sekali. Apalagi jika emosi yang Anda rasakan begitu juat, misalnya rasa takut atau rasa cemas berlebihan.

Atau, tubuh bisa menggigil akibat emosi yang positif. Misalnya saat Anda mendengarkan kata-kata inspiratif, mendengarkan musik yang penuh history, atau sedang menonton film yang mengharukan. Reaksi-reaksi horman dalam tubuh ini juga bisa membuat Anda merasa menggigil.

  • Malnutrisi

Saat tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan, maka terjadilah kondisi malnutrisi. Mungkin karena kurang asupan makanan bergizi, dan sebagainya. Sehingga membuat tubuh tidak bisa menyerap nutrisi secara optimal. Salah satu gejala Anda mengalami malnutrisi adalah menggigil tanpa merasa demam sekalipun.

Gejala lainnya bisa berupa kulit tampak pucat, sulit berkonsentrasi, muncul ruam, lemas, ngantuk, persendian terasa kebas, hingga mempengaruhi kesuburan.

  • Anemia

Tubuh yang kekurangan zat besi atau anemia bisa juga membuat seseorang mengalami menggigil tanpa demam. Selain itu, juga akan disertai dengan gejala seperti kulit pucat, lesu, dan sebagainya. Anda bisa mengkonsumsi suplemen hingga melakukan transfusi darah untuk mengobatinya.

  • Respon Terhadap Infeksi

Saat terjadi infeksi tertentu, tubuh akan memberikan respon salah satunya dengan menggigil. Ini merupakan cara kerja tubuh dalam merespon agar sistem imun bisa bekerja lebih cepat dan maksimal. Infeksi yang bisa menyebabkan seseorang menggigil tanpa demam misalnya pneumonia, malaria, hingga infeksi saluran kemih.

Ada juga infeksi karena batu ginjal juga bisa membuat seseorang menggigil. Segera periksakan ke dokter jika mengalami gejala-gejala ini.

Waspada, Bahaya Kafein dalam Jangka Panjang!

Kafein adalah salah satu zat psikoaktif yang banyak terdapat di dalam minuman kopi. Selain itu, kafein juga terdapat pada teh, minuman bersoda, dan minuman energi. Secara sosial, zat kafein memang dapat diterima. Hanya saja, Anda tetap perlu hati-hati terhadap bahaya kafein jika dikonsumsi secara berlebihan.

Dosis aman konsumsi kafein.

Dalam jumlah tertentu, kafein dapat memberikan manfaat untuk tubuh kita. Dilansir dari laman Mayo Clinic, memenuhi asupan kafein hingga 400 miligram (mg) kafein sehari masih aman untuk kebanyakan orang dewasa yang sehat. Jumlah tersebut sebanding dengan empat cangkir kopi yang diseduh, sepuluh kaleng minuman bersoda, atau dua kaleng minuman berenergi. Anda tetap harus memperhatikan kandungan kafein dalam kemasan, karena bisa bervariasi antar minuman.

Jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang over, bahaya kafein dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan bisa menyebabkan kematian. Walaupun penggunaan kafein aman untuk orang dewasa, tidak dianjurkan untuk anak-anak. Sementara itu, remaja dan dewasa muda perlu berhati-hati tentang asupan kafein yang berlebihan, apalagi kafein dicampur dengan alkohol dan obat lain.

Apabila seorang wanita yang sedang hamil atau menyusui ingin mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Biasanya, dokter membatasi konsumsi kafein kurang dari 200 mg setiap hari.

Bahaya kafein jika dikonsumsi berlebihan.

Efek jangka pendek.

Alcohol and Drug Foundation menyatakan bahwa pengaruh kafein setiap orang berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh:

  • Ukuran, berat badan, dan kondisi kesehatan.
  • Sering atau tidak mengonsumsi minuman berkafein.
  • Penggunaan obat lain pada waktu yang sama.
  • Jumlah kafein yang dikonsumsi.

Bahaya kafein yang mungkin bisa muncul dalam waktu 5 hingga 30 menit setelah mengonsumsinya berlebihan dan dapat berlanjut hingga 12 jam adalah:

  • Menjadi lebih aktif dan berhati-hati.
  • Mulai gelisah dan merasa pusing.
  • Cemas dan mudah tersinggung.
  • Dehidrasi dan frekuensi buang air kecil jadi lebih sering.
  • Suhu tubuh jadi lebih tinggi.
  • Napas dan detak jantung jadi lebih cepat.
  • Sakit kepala dan kurang berkonsentrasi.
  • Sakit perut.

Anak-anak dan remaja yang mengonsumsi minuman energi yang mengandung kafein juga dapat mengalami masalah tidur dan kecemasan.

Overdosis

Bahaya kafein yang dikonsumsi dalam jumlah besar juga bisa menyebabkan overdosis. Tanda-tandanya bisa terlihat dari:

  • Tremor.
  • Mual dan muntah.
  • Detak jantung sangat cepat dan tidak teratur.
  • Kebingungan dan mudah panik.
  • Kejang-kejang.

Orang yang mengalami overdosis kafein bisa berujung dengan kematian, tetapi ini sangat jarang. Menurut para ahli, kafein bisa menyebabkan kematian jika dikonsumsi dalam jumlah 5 hingga 10 gram kafein (setara dengan 80 cangkir kopi kental) yang dikonsumsi satu per satu. Sementara itu, pada anak kecil, keracunan kafein dapat terjadi jika jumlah yang dikonsumsi lebih rendah. Misalnya, sekitar 1 gram kafein atau setara dengan sekitar 12 minuman berenergi yang dikonsumsi satu per satu.

Efek jangka panjang.

Dalam jangka panjang, konsumsi kafein secara teratur dan berlebihan, misalnya lebih dari 4 cangkir kopi sehari, pada akhirnya dapat menyebabkan:

  • Mudah gugup.
  • Susah tidur.
  • Mudah gelisah.
  • Cepat marah dan sakit kepala.
  • Pusing dan telinga berdenging.
  • Tremor otot.
  • Tubuh lemah, letih, dan lesu.
  • Detak jantung dan laju pernapasan cepat.
  • Nafsu makan buruk, mual, muntah, dan diare.
  • Mudah haus, sering buang air kecil, atau peningkatan volume urin.
  • Detak jantung jadi tidak beraturan.
  • Tekanan darah rendah, yang dapat dilihat dengan pingsan atau jatuh.
  • Kejang, kebingungan, atau delirium.

Bahaya kafein jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, baik obat yang dijual bebas maupun yang diresepkan, dapat menyebabkan:

  • Kafein dan alkohol: ketegangan yang sangat besar pada tubuh dan menutupi beberapa efek alkohol, seperti tertidur, minum lebih banyak, dan perilaku pengambilan keputusan.
  • Kafein dan obat perangsang lainnya: meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler.

Catatan

Jika Anda ingin mengonsumsi minuman berkafein, alangkah lebih baik Anda memperhatikan asupan kafein yang telah dikonsumsi dalam sehari. Ini bertujuan untuk mencegah efek samping dan bahaya kafein yang tidak diinginkan. Tidak ada larangan mengonsumsi minuman berkafein selama jumlah yang dikonsumsi masih dalam batas aman. Hubungi dokter atau ahli gizi untuk memastikan batas aman konsumsi kafein harian Anda, terutama jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu.

6 Fakta Obat Generik yang Wajib Diketahui

Sudah tidak asing bukan dengan istilah obat generik? Jenis obat yang satu ini dinilai banyak kalangan sebagai salah satu solusi agar masyarakat bisa memperoleh obat dengan harga yang lebih terjangkau, namun dengan manfaat yang tidak kalah besar dibandingkan jenis obat satunya lagi, yakni obat paten.

Di Indonesia sendiri, obat generik banyak dijadikan resep untuk berbagai penyakit yang biayanya ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Namun untuk diketahui, penggunaan jenis obat ini tidak hanya di Indonesia, loh. Istilah obat generik juga terdapat hampir di seluruh negara di dunia.

Walaupun banyak kalangan yang menganggap baik kehadiran jenis obat murah ini, banyak kalangan lainnya yang masih ragu memilih obat generik karena mempertimbangkan kualitas dan alasan lainnya. Padahal jika melihat fakta-fakta di bawah ini, Anda akan sadar bahwa obat generik ternyata benar-benar menguntungkan dan bisa ampuh mengobati berbagai keluhan penyakit!

  1. Kualitas dan Performa Bersaing

Kebanyakan orang enggan mengonsumsi obat generik karena memandang kemampuan jenis obat ini dalam menyembuhkan pasien tidak seefektif obat paten. Apakah Anda termasuk orang yang berpikir demikian? Padahal obat generik memiliki kualitas dan performa yang bersaing dengan obat paten sejenis. Kemampuan yang sama ini karena bahan aktif yang digunakan obat generik tidak ubahnya dengan bahan aktif yang dipakai di obat paten.

  • Standar Obat Terjamin

Alasan obat generik mampu bersaing dengan performa obat paten karena jenis obat ini sudah memenuhi standar pembuatan obat. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia maupun Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat sudah berulang kali mengkaji soal standar obat generik. Faktanya, obat generik tak lain merupakan duplikasi dari obat paten yang memiliki standar sama.

  • Perusahaan Pembuat yang Sama

Kira-kira siapa sebenarnya perusahaan yang membuat obat generik? Fakta ini mungkin akan mengejutkan Anda. Pasalnya, tidak ada perusahaan khusus yang membuat obat generik. Jenis obat yang kerap disebut lebih murah ini dibuat oleh berbagai perusahaan yang ternyata juga memproduksi jenis obat serupa tapi dengan kualitas paten.

  • Awal dari Akhir Hak Paten

Obat paten umumnya memiliki jangka waktu merek untuk tiap paten yang dimilikinya. Ketika masa paten tersebut habis dan belum ada perpanjangan terkait eksklusivitas obat tersebut, obat paten tersebut bisa bergeser menjadi obat generik. Perusahaan pembuat obat menggunakan jenis obat paten tersebut, kemudian mengganti merek serta tampilan pembungkusnya agar menjadi obat generik.

  • Biaya Lebih Terjangkau

Meskipun menggunakan bahan aktif yang sama dengan obat paten, biaya produksi obat generik lebih hemat karena tidak menggunakan bahan tambahan untuk “mengenakkan” rasa. Menurut penelitian FDA, tidak tanggung-tanggung perbedaan ongkos antara obat generik dan obat paten bisa mencapai 80—85 persen. Ongkos produksi yang lebih terjangkau ini menguntungkan bagi konsumen karena harga jual untuk obat generik menjadi jauh lebih murah.

  • Bahan Aktif Jadi Nama Jual

Ketika memilih obat paten, Anda akan mendapatkan berbagai merek obat yang sebenarnya memiluki kandungan bahan aktif serupa. Namun, hal tersebut tidak akan temukan pada pemasaran obat generik. Obat generik tidak diperkenankan memiliki nama dagang khusus, melainkan harus mengikuti nama zat aktif yang merupakan komponen dan fungsi utama obat tersebut.

Mengetahui fakta akan menghindarkan Anda dari opini yang tidak mendasar. Dengan fakta mengenai obat generik pula, Anda bisa mempertimbangakn menggunakan obat ini untuk memperoleh manfaat besar dengan ongkos yang lebih kecil tentunya.