Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Pertumbuhan Anak

Masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan. Oleh karena itu, wajib hukumnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka agar dapat tumbuh optimal dengan sehat dan kuat. Meskipun banyak suplemen vitamin dan mineral anak, sebaiknya Anda utamakan pemenuhan gizi mereka melalui makanan bernutrisi seimbang. Suplemen hanya diberikan sebagai tambahan, jika anak kesulitan mendapatkan asupan bergizi seimbang dari makanan sehari-hari, misalnya bagi anak yang sulit dan cenderung pilih-pilih makanan. Berikut adalah vitamin dan mineral anak yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan mereka sekaligus sumber-sumber makanannya.

  1. Vitamin A

Anak Anda membutuhkan vitamin A untuk penglihatan, kulit, pertumbuhan, perkembangan dan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin A dapat ditemukan pada hati, daging, susu dan telur, buah dan sayuran, seperti wortel dan ubi jalar.

  1. Vitamin B

Vitamin B terdiri dari berbagai macam jenis, yaitu vitamin B1, B2, B3, B6, B12, asam folat, biotin, dan asam pantotenat. Kelompok ini dikenal dengan vitamin B kompleks. Manfaat vitamin B kompleks adalah untuk membantu fungsi metabolisme dan produksi energi. 

Vitamin B juga berperan dalam proses produksi sel darah merah yang akan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga, vitamin anak ini juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan sirkulasi darah, sistem saraf, dan fungsi organ tubuh. Dalam memenuhi kebutuhan vitamin B untuk Si Kecil, cobalah konsumsi jenis makanan berikut:

  • Daging merah dan unggas
  • Ikan dan seafood
  • Produk susu dan variasinya
  • Telur
  • Biji-bijian utuh, seperti oat dan gandum
  • Sayuran berdaun hijau
  • Kacang-kacangan (kacang tanah, kedelai, dan kacang merah).
  1. Vitamin C 

Vitamin C bermanfaat untuk kesehatan jaringan tubuh, seperti tulang, pembuluh darah, gusi, jaringan ikat, kulit, dan lain sebagainya. Vitamin C juga dibutuhkan untuk menguatkan daya tahan tubuh dan membantu menyembuhkan luka. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin ini bagi anak-anak yang rentan terserang bakteri atau sumber penyakit lainnya. Khususnya, saat anak telah aktif bermain di luar rumah.

  1. Vitamin B9 (Asam folat)

Folic acid atau asam folat membantu Anda menyerap protein dan membentuk sel-sel darah baru dan DNA. Memasak dan mengolah makanan, misalnya saat proses pengalengan, dapat mengurangi jumlah folat dalam makanan. Sayuran berdaun hijau, hati dan sereal gandum adalah sumber makanan kaya asam folat.

  1. Kalsium

Salah satu mineral yang memiliki fungsi sangat penting bagi tumbuh kembang anak adalah kalsium. Kebutuhan kalsium yang terpenuhi akan membuat tulang dan gigi anak tumbuh dengan padat dan kuat, bahkan hingga usia lanjut.Sumber-sumber kalsium dapat dipenuhi dari makanan berikut:

  • Ikan salmon
  • Sayuran berdaun hijau
  • Produk yang terbuat dari susu
  • Produk yang diperkaya dengan kalsium.
  1. Zat besi

Zat besi memiliki fungsi untuk membentuk otot dan menjaga kesehatan sel darah merah sehingga oksigen dapat didistribusikan dengan baik ke seluruh tubuh. Seseorang yang kekurangan asupan zat besi saat anak-anak akan cenderung lebih rentan mengalami masalah kesehatan saat dewasa. Khususnya pada wanita saat mulai menstruasi.

Selain vitamin dan mineral anak di atas, Si Kecil juga membutuhkan makanan tinggi serat untuk menjaga kesehatan pencernaan. Dengan pencernaan yang sehat, gizi makanan yang dikonsumsi dapat terserap dengan baik. Simak artikel SehatQ.com untuk mengetahui tips parenting lainnya.

Intertrigo, Ketika Kulit Gatal Kering di Area Lipatan Tubuh

Area lipatan tubuh biasanya lembab dan jarang mengalami kondisi kering. Namun dalam suatu waktu, ruam bisa muncul di sekitar lipatan tubuh dan menyebabkan kulit gatal kering. Kondisi ini dinamakan intertrigo.

Intertrigo dapat menyerang siapapun, namun cenderung terjadi pada orang tua, orang-orang yang tidak aktif bergerak, dan pada bayi yang disebut dengan ruam popok.

Penyebab intertrigo

Ruam terjadi ketika area kulit yang lembab saling bergesekan hingga lecet, sehingga bakteri dan jamur dapat tumbuh di area tersebut dan menyebabkan infeksi.

Kebanyakan kasus intertrigo terjadi di iklim yang panas atau lembab dan terjadi selama musim panas. Kurangnya sirkulasi udara serta penumpukan keringat atau sisa urine dan feses juga berkontribusi terhadap intertrigo.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang berkaitan dengan kulit gatal kering di area lipatan tubuh, yaitu:

  • Psoriasis terbalik

Bentuk psoriasis ini juga disebut dengan psoriasis intertriginous, yang berkembang pada area lipatan tubuh. Psoriasis terbalik menghasilkan ruam kemerahan dan berkilau.

  • Penyakit Hailey-Hailey

Merupakan kelainan genetik langka yang menyebabkan sel kulit saling menempel dan merusak lapisan kulit. Penderita penyakit ini biasanya mengalami lecet dan iritasi pada leher, ketiak, alat kelamin, serta area lipatan kulit lainnya.

  • Pemfigus

Pemfigus biasanya menyebabkan lecet di sekitar mulut, hidung, tenggorokan, mata, atau alat kelamin. Ada banyak jenis pemfigus dan ini bisa terjadi ketika imunitas tubuh melemah. 

  • Pemfigoid bulosa

Merupakan penyakit kulit langka yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh. Pemfigoid bulosa umumnya menyerang lansia.

Kondisi ini ditandai dengan adanya kulit gatal melepuh berisi cairan yang cenderung timbul di area kulit yang banyak digerakkan seperti perut, dada, lengan, dan kaki.

Faktor risiko lain yang bisa menyebabkan intertrigo yaitu:

  • Dermatitis seboroik
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Memiliki belat, penyangga, atau anggota tubuh palsu
  • Inkontinensia
  • Malnutrisi
  • Sistem kekebalan tubuh yang terganggu akibat kemoterapi atau HIV

Gejala kulit gatal kering akibat intertrigo

Intertrigo ditandai dengan:

  • Ruam merah atau coklat kemerahan
  • Terdapat lecet atau bercak kulit mentah yang terasa gatal
  • Terkadang mengeluarkan cairan dan berbau busuk
  • Tekstur kulit pecah-pecah dan berkerak

Intertrigo biasanya muncul di area lipatan yang besar seperti ketiak, bawah payudara, area genital, dan perut. Tak jarang ruam juga muncul pada leher, siku, paha bagian dalam, serta antara jari kaki dan tangan.

Pengobatan dan perawatan

Cara mengatasi kulit gatal kering akibat intertrigo bisa dengan obat yang dijual bebas atau dengan resep dokter. Biasanya dokter akan memberikan steroid topikal jangka pendek untuk mengurangi peradangan, salep antijamur, dan antibiotik.

Anda bisa mendapatkan steroid topikal ringan seperti krim hidrokortison 1% di apotik, lalu melapisinya dengan salep seng oksida.

Anda juga bisa mengikuti perawatan rumahan intertrigo yang disarankan dalam sebuah jurnal penelitian berikut ini:

  1. Cuci area yang terinfeksi dengan sampo ketokonazol 1% yang tersedia secara bebas. Diamkan selama 2 – 5 menit, lalu bilas dengan air mengalir.
  2. Keringkan area tersebut dengan handuk atau hair dryer. Pastikan area tersebut benar-benar kering.
  3. Campurkan krim klotrimazol 1% atau krim mikonazol 1% dan krim hidrokortison 1% dengan perbandingan yang sama. Oleskan tipis-tipis pada area yang terdampak selama dua kali sehari hingga ruam menghilang.
  4. Setelah ruam hilang, cuci area tersebut dengan  sampo ketokonazol 1% sekali seminggu.
  5. Keringkan area yang terdampak dengan handuk atau pengering rambut setiap setelah mandi atau ketika area terasa lembab.

Kulit gatal kering akibat intertrigo dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan kelembaban area lipatan. Ketika ruam semakin parah, disarankan untuk mengunjungi dokter secara langsung.

Kenali Ruptur Uteri saat Persalinan

Ruptur Uteri adalah robeknya dinding uterus saat kehamilan atau persalinan ketika umur kehamilan lebih dari 28 minggu. Tingkat ruptur uteri di Indonesia masih cukup tinggi berkisar antara 1:9 hingga 1:428 persalinan.

ruptur uretri

Biasanya kondisi ruptur uteri ini terjadi pada ibu hamil yang mencoba persalinan normal namun pernah melakukan operasi caesar sebelumnya atau pernah melakukan operasi rahim lain sebelumnya. Ribeknya dinding rahim ini disebabkan oleh adanya pergerakan bayi melalui jalan lahir dengan memberi tekanan yang kuat pada rahim. Atau biasanya juga terjadi sebelum waktu persalinan yang timbul disepanjang bekas luka operasi sebelumnya.

Bekas luka operasi yang paling berisiko mengalami ruptur uteri adalah sayatan vertikal di bagian atas rahim. Biasanya dokter tidak menganjurkan ibu hamil melahirkan normal melalui vagina jika sebelumnya pernah operasi caesar.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Ruptur Uteri

Selain karena faktor pernah melakukan operasi caesar, ruptur uteri bisa disebabkan oleh faktor risiko lain, yaitu:

  • Mengalami trauma rahim
  • Plasenta menempel terlalu dalam di dinding rahim
  • Sudah pernah melahirkan 5 kali atau bahkan lebih
  • Banyaknya air ketuban atau hamil bayi kembar sehingga rahim terlalu besar
  • Ukuran bayi terlalu besar bagi ukuran panggul ibu sehingga proses persalinan terlalu lama
  • Terjadinya kontraksi yang terlalu kuat dan frekuensinya sering

Tanda-tanda Mengalami Ruptur Uteri

Sebenarnya pada wanita yang belum pernah menjalani operasi caesar, ruptur uteri ini jarang terjadi. Namun, ruptur uteri atau rahim sobek adalah komplikasi serius yang berbahaya bagi keselamatan ibu dan janin.

Biasanya, tanda-tanda yang muncul saat seseorang mengalami ruptur uteri adalah:

  • Terjadi pendarahan yang berlebihan pada vagina
  • Terasa nyeri yang tidak normal atau abnormal pada perut
  • Kontraksi yang terjadi melambat atau kurang intens
  • Kekuatan otot rahim menghilang
  • Ketika proses persalinan, kepala bayi berhenti di jalan lahir
  • Di seal-sela kontraksi terasa sakit yang sangat parah
  • Pada bekas luka rahim sebelumnya terasa sakit yang tiba-tiba
  • Jantung bayi berdetak abnormal
  • Persalinan normal melalui vagina gagal
  • Detak jantung ibu menjadi cepat dan tekanan darahnya juga rendah akibat mengalami syok yang berisiko menyebabkan kematian

Cara Menangani Ruptur Uteri saat Melahirkan

Jika ketika melakukan persalinan normal dokter melihat Anda mengalami ruptur uteri, maka persalinan akan langsung dilakukan operasi caesar. Sebab, proses melahirkan normal melalui vagina tidak bisa dilanjutkan dan harus diganti segera dengan operasi caesar. Jika bayi tidak dikeluarkan dalam waktu 10-40 menit, bayi bisa meninggal karena kekurangan oksigen.

Tujuannya adalah agar mencegah risiko fatal yang akan dialami oleh ibu dan bayi. Dengan operasi caesar, kemungkinan bayi bertahan hiidup lebih besar jika diganti dengan caesar.

Lalu, setelah bayi berhasil dikeluarkan dari rahim ibu, bayi akan diberikan perawatan lanjutan seperti oksigen tambahan, misalnya.

Bila dalam kasus ini ibu mengalami pendarahan yang sangat banyak akibat rahim robek, maka dokter akan menyarankan histerektomi. Yaitu prosedur medis yang bertujuan untuk mengangkat rahim dari sistem reproduksi wanita. Oleh karena itu, pertimbangan melakukan histerektomi ini haruslah melalui persetujuan dan pertimbangan yang matang dari Anda dan pasangan.

Jika sudah menjalan prosedur ini, maka Anda tidak akan bisa hamil lagi. Anda juga tidak akan mengalami menstruasi lagi. Barulah dokter kemudian melakukan transfusi darah untuk mengganti darah yang hilang.

Untuk menghindari terjadinya ruptur uteri saat proses persalinan adalah dengan melakukan operasi caesar. Oleh karena itu penting untuk mengetahui riwayat kesehatan Anda dan periksakan kondisi kandungan secara rtuin ke dokter. Apalagi jika Anda sebelumnya pernah menjalani operasi caesar atau operasi rahim lainnya.