Ciri Paru-Paru Sehat dengan Spirometri di Biotest Surabaya 

Spirometri merupakan alat untuk mendeteksi kesehatan paru yang disediakan oleh Biotest Surabaya. Paru-paru yang sehat mengantarkan oksigen ke dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh. Tidak seperti organ dalam lainnya, paru-paru yang sehat secara rutin dan langsung disentuh oleh lingkungan luar melalui udara yang dihirup. Jaringan halus paru-paru harus bertahan melawan kuman, asap tembakau, dan polutan udara berbahaya yang dapat merusak saluran udara dan menghambat fungsi paru-paru.

1. Karakter fisik

Setiap paru-paru sehat mempunyai panjang 10-12 inci, berwarna merah muda dan memiliki tekstur seperti spons. Untuk memberikan ruang bagi jantung antara dua paru-paru di dalam rongga dada, paru-paru kiri sedikit lebih kecil dari paru-paru kanan dan memiliki dua lobus bukannya tiga lobus di paru-paru kanan. Tulang rusuk, terdiri dari 12 set tulang rusuk, melindungi paru-paru. Terletak di bawah paru-paru, otot diafragma membantu paru-paru menghirup dan menghembuskan udara.

Setiap napas memasuki hidung atau mulut dan turun ke trakea atau tenggorokan menjadi dua saluran udara besar yang disebut bronkus yang mengarah ke paru-paru kanan dan kiri. Setelah memasuki paru-paru, udara mengalir melalui 22 tabung yang lebih kecil untuk mencapai 100.000 tabung terkecil yang disebut bronkiolus. Dari sana, udara mengalir ke 1.000.000 alveoli atau kantung udara kecil yang menyerupai kumpulan buah anggur.

2. Pengiriman oksigen

Paru-paru yang sehat bernapas 12 hingga 18 kali per menit atau 20.000 kali per hari, menurut American Association of Respiratory Care, membantu menjaga tubuh bekerja secara normal. Setiap napas membawa sekitar satu liter udara dan menambahkan oksigen ke darah yang kemudian membawanya ke setiap sel dalam tubuh. Oksigen membantu fungsi sel, berpartisipasi dalam banyak reaksi kimia dan membantu memperbaiki jaringan yang terluka.

Jumlah maksimum udara yang dapat dihirup dan dihembuskan seseorang dalam satu napas, yang disebut kapasitas vital, berkaitan dengan harapan hidup. Merokok, polusi udara, olahraga, obesitas, postur dan pernapasan dangkal dapat mempengaruhi kapasitas vital dan jumlah udara yang dikirim ke tubuh.

3. Keseimbangan asam-basa

Untuk menghindari konsekuensi yang mengancam jiwa, tubuh harus menjaga darah dan cairan lain dalam kisaran keasaman yang sempit. Paru-paru yang sehat berperan menjaga keseimbangan dengan mengatur berapa banyak karbon dioksida yang harus dihembuskan. Pernapasan menjadi cepat ketika terlalu banyak karbon dioksida menyebabkan cairan menjadi terlalu asam dan melambat ketika cairan menjadi terlalu basa.

4. Mekanika pernapasan

Paru-paru Anda terbuat dari bahan spons yang mengembang saat Anda menghirup udara dan dilindungi oleh tulang rusuk serta bagian bawah yang didukung oleh lapisan otot atau dikenal dengan diafragma. Di dalam paru-paru, kantung kecil yang disebut alveolus berada di ujung jaringan tabung yang sangat tipis. Alveoli memungkinkan transfer oksigen dari udara ke darah. 

5. Latihan

Olahraga berarti otot-otot di tubuh Anda membutuhkan lebih banyak oksigen untuk bekerja. Untuk menyediakan oksigen ekstra, otak Anda memberi tahu diafragma dan otot-otot tulang rusuk Anda untuk bekerja lebih keras. Saat diafragma Anda mendatar, itu memperbesar rongga dada Anda. Karena perubahan tekanan relatif, udara masuk ke paru-paru. Paru-paru Anda kemudian mengembang untuk mengisi rongga dada yang membesar. Ketika paru-paru Anda mencapai volume maksimum saat berolahraga, diafragma Anda mengencang sekali lagi dan memaksa udara keluar.

6. Perubahan peredaran darah

Pembuluh paru Anda mentransfer darah ke dan dari paru-paru. Saat Anda berolahraga, pembuluh paru-paru Anda meningkatkan volume darahnya hingga empat kali lipat. Volume keseluruhan darah di paru-paru meningkat sekitar 10 persen, memungkinkan penyerapan lebih banyak oksigen untuk dipompa jantung ke seluruh tubuh melalui sel darah merah.

7 Kapasitas ekstrim

Seorang atlet profesional yang berlatih dengan kecepatan tertingginya dapat meningkatkan pernapasannya per menit menjadi sekitar 40 hingga 60, menurut British Lung Foundation. Itu setara dengan 100 hingga 150 liter udara yang mengisi paru-paru dan mengosongkannya lagi setiap menit. Hal inilah yang menyebabkan kapasitas paru-paru dan kemampuan dalam mengontrol pernapasan saat berolahraga membantu meningkatkan kinerja atletik. Itulah sebabnya, mengapa Anda harus melakukan tes kesehatan paru menggunakan spirometri di Biotest Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *