Gejala dan Pengobatan Penyakit Saraf Klonus

Ada banyak masalah kesehatan yang membahayakan tetapi orang-orang tidak menyadarinya. Salah satunya seperti penyakit saraf yang bernama Klonus. Penyakit ini harus segera dikenali karena berkaitan erat dengan sistem saraf pada tubuh. Penyakit ini sebisa mungkin harus dideteksi karena berkaitan dengan gangguan pada saraf. Gangguan tersebut diakibatkan otot yang berkontraksi tanpa rasa sadar. Ketika hal ini terjadi, maka akan ada gerakan tubuh yang tidak bisa dikendalikan, memiliki irama tertentu dan gemetar. Pengidap klonus biasanya akan merasakan adanya kontraksi secara berulang dan cepat.

Kontraksi akibat Klonus  berbeda dengan kontraksi otot yang sering terjadi. Anda bisa melihat gejalanya pada anggota tubuh bagian otot lutut dan juga pergerakan kaki. Penyebab umumnya adalah peregangan otot yang sangat berlebihan. Masalah saraf ini juga bisa meluas ke anggota tubuh lain seperti jari, rahang, tangan dan juga siku. Ketika kontraksi otot terus terjadi, maka  menyebabkan otot jadi lelah dan sulit digunakan lagi.

Diagnosis Penyakit Klonus

1.Pemeriksaan Fisik

Diagnosis penyakit klonus dapat dideteksi melalui pemeriksaan fisik. Ketika proses ini dilakukan, Anda diminta untuk melenturkan bagian kaki dengan cepat. Sehingga gerakan ini bisa memengaruhi jari-jari pada kaki mengarah ke sisi atas sehingga otot mudah diamati. Selain itu, gerakan ini juga memancing denyut pada otot kaki secara terus menerus jika memang ada Klonus pada otot Anda. Namun diagnosis tidak cukup hanya dengan pemeriksaan fisik saja, melainkan diperkuat dengan beberapa pemeriksaan lainnya.

2.MRI

Proses MRI merupakan tahapan lanjut untuk meyakinkan diagnosis apakah otot saraf benar-benar mengalami masalah atau tidak. MRI dapat memperkuat dugaan awal setelah proses pengecekan pada fisik dan otot.

3.Tes Darah

Ketika otot kaki berdenyut dengan cepat dan berirama, maka dokter akan memeriksa kemungkinan  apakah ada masalah kesehatan lainnya.  Proses pemeriksaan bisa dilakukan dengan melakukan tes darah. Dari pengecekan ini bisa disimpulkan apakah Anda menderita  Klonus atau disertai penyakit lainnya.

Untuk pemeriksaan lebih serius,  biasanya dokter meminta untuk pengambilan sampel cairan pada tulang belakang, serta tes keseimbangan dan koordinasi. Proses tersebut dilakukan untuk memperkuat diagnosis penyakit klonus.

Macam-macam Pengobatan Klonus

1.Obat-obatan

Klonus dapat diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Misalnya, obat penenang dan pelemas otot agar gejala kontraksi bisa mereda. Selain itu, pengobatan juga dilakukan dengan mengonsumsi baclofen, dantrolen, tizanidine, gabapentin, diazepam dan juga klonazepam. Namun, pengobatan harus berdasarkan diagnosis dan resep dari dokter.

2.Perawatan Di Rumah

Meredakan gejala klonus dapat diatasi dengan perawatan di rumah berupa mandi air hangat, kompres area otot dan juga yoga. Untuk mendukung penyembuhan, Anda bisa mengonsumsi  suplemen magnesium berdasarkan resep dokter.

3.Terapi Fisik

Terapi fisik bisa membantu melatih otot supaya normal kembali. Gerakan  fokus pada pergelangan kaki dan tangan. Namun, jangan terlalu beraktivitas yang berat sebab istirahat yang cukup juga diperlukan. 

4.Suntik Botox

Suntik Botox memiliki tujuan agar otot yang berkontraksi rutin bisa diredakan. Sayangnya, cara ini hanya bertahan beberapa waktu saja dan disuntik secara rutin.

5.Operasi

Jika ingin sembuh total, pengobatan klonus bisa mengambil solusi berupa operasi bedah. Dengan bantuan dokter maka saraf yang mengalami gerakan tidak normal dapat dihilangkan secara permanen.

Klonus merupakan masalah saraf yang cukup mengganggu dan membahayakan. Jika mengalami beberapa gejalanya, segera lakukan pemeriksaan supaya mendapatkan diagnosis dan pengobatan  yang tepat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *