Jangan Keliru! Simak Tips Memilih Camilan Sehat untuk Anak

Mungkin anak sering bosan, stres, atau perlu mood picker-up, atau hanya lapar di antara waktu makan. Ini adalah beberapa alasan mengapa orang ngemil. Akan tetapi, tidak semua camilan boleh dimakan. Anda harus memilih camilan sehat. Sayangnya, banyak orang yang justru lebih senang mengonsumsi keripik asin, permen, kue kering, soda, dan makanan dan minuman berkalori tinggi dan rendah nutrisi lainnya untuk mengganjal perut.

Menurut survei Nielsen baru-baru ini, 64% orang Amerika mencari makanan yang lebih sehat, termasuk makanan ringan seperti yogurt. Makanan ini merupakan camilan sehat yang paling populer kedua yang dibeli oleh orang tua dengan anak usia sekolah. Untuk memenuhi permintaan makanan ringan yang sehat ini, industri makanan memperkenalkan berbagai macam makanan ringan dengan atribut yang lebih baik untuk anak Anda.

Kebiasaan mengemil pada anak bahkan orang dewasa, membuat Anda harus berpikir pentingnya untuk memastikan bahwa makanan dan minuman yang mereka konsumsi sebagai camilan berkontribusi besar terhadap kesehatanya, bukan membahayakannya. Berikut ini adalah tips untuk membantu Anda lebih bijak memilih camilan sehat untuk anak. 

1. Hindari makanan yang terlalu tinggi natrium

Anda pasti sering memberikan Anak sekantong keripik sambil menemaninya menonton di depan TV. Keripik kentang merupakan camilan paling sering dipilih, karena tidak hanya enak, tetapi juga disukai anak-anak. Sayangnya, keripik kentang bukanlah camilan sehat yang bisa Anda berikan setiap hari untuk mereka. Saat anak lapar Anda bisa memilih camilan bergizi seperti keju string, buah, atau popcorn rendah lemak.

2. Siapkan alternatif camilan sehat di kulkas

Siapkan makanan ringan yang bisa dibawa-bawa dan mudah disimpan serta bertahan lama seperti buah-buahan, sayuran, sereal gandum utuh, yogurt, dan susu, atau bahan-bahan untuk memastikan anak mengonsumsi camilan sehat setiap harinya.

Anda dapat menyimpan semua makanan ini di dalam kulkas dalam bentuk yang sudah disiapkan. Misalnya buah yang sudah dipotong-potong, irisan sayuran yang bisa langsung dilahap, susu, yogurt, keju potong yang dibungkus satu per satu, kerupuk gandum utuh, dan makanan sehat lainnya agar mudah diambil. Sehingga anak bisa mengambilnya kapan saja, tanpa membuatnya rewel.

3. Perhatikan kandungan nutrisi 

Pilih camilan yang mampu meningkatkan asupan nutrisi anak, agar tidak mengalami kekurangan nutrisi. Pedoman diet 2015-2020 Anda harus memberikan camilan sehat untuk anak yang sudah cukup kalsium, vitamin D, kalium, dan serat sebagai nutrisi yang menjadi perhatian kesehatan masyarakat. Anda dapat memberikan susu yang menyediakan tiga nutrisi penting seperti, kalsium, vitamin D, dan kalium.

4. Makanan tinggi protein

Pilih makanan kaya protein seperti susu, stik keju mozzarella susu skim, yogurt atau minuman yogurt bebas lemak atau rendah lemak, kacang-kacangan, telur rebus, dan daging tanpa lemak sebagai camilan sehat. Makanan tersebut mampu membantu peningkatan asupan protein berkontribusi dan membuat anak merasa kenyang dalam waktu lama yang dapat membantu mencegah makan berlebihan.

5. Biasakan baca label

Saat memilih camilan sehat untuk anak, biasakan untuk selalu membaca label pada kemasan. Perhatikan kandungan gula, garam dan bahan pengawet lainnya yang terkandung dalam makanan ataupun minuman tersebut. Cara ini setidaknya dapat membantu Anda lebih mudah mensortir berbagai camilan mana yang boleh dna tidak boleh dikonsumsi oleh anak.

6. Perhatikan porsi makan

Perhatikan ukuran porsi dan hindari porsi camilan yang terlalu besar. Supaya aman, Anda dapat memberikan anak camilan yang sudah dikelompokkan atau dibungkus di dalam satu kantong plastik ataupun kotak makan sebagai camilan sehat harian mereka. Sehingga, anak akan lebih mudah mengambil dan menghabiskannya ketika mereka lapar, tanpa takut mereka mengambilnya berlebih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *