Jangan Segan Tanya Dokter Anak Seputar Vaksinasi

Sebagai orang tua, Anda pasti ingin melakukan apapun untuk melindungi anak dan menjaganya tetap aman dan sehat. Vaksin merupakan salah satu cara penting untuk melakukannya. Vaksin membantu melindungi anak dari berbagai macam penyakit berbahaya namun dapat dicegah. Untuk itu, Anda harus tanya dokter anak seputar vaksin apa saja yang perlu diberikan pada anak. Artikel ini akan membahas berbagai jenis vaksin serta pentingnya memberikan vaksin bagi anak. 

5 Dokter Spesialis Anak Terpopuler di Bandung - MPASI.ORG

Mengapa vaksin penting?

Jika Anda tanya dokter anak manapun, mereka akan menyatakan bahwa vaksin sangat penting bagi kesehatan anak. Bagi bayi yang baru lahir, air susu ibu (ASI) dapat membantu melindunginya dari berbagai penyakit. Akan tetapi, sistem kekebalan tubuh pun melemah saat masa menyusui usai, dan bahkan beberapa anak tidak mendapatkan ASI sama sekali. Apakah anak mendapatkan ASI atau tidak, vaksin dapat membantu melindungi mereka dari penyakit. Vaksin juga dapat membantu mencegah penyebaran penyakit ke masyarakat luar lewat “herd immunity” atau kekebalan kelompok. Vaksin bekerja dengan cara meniru infeksi penyakit tertentu (namun bukan gejalanya) pada tubuh anak. Hal ini akan memicu sistem kekebalan tubuh anak untuk mengembangkan sebuah senjata alami yang disebut antibodi. Antibodi tersebut melawan penyakit yang vaksin coba untuk cegah. Dengan tubuh mampu membentuk antibodi, sistem kekebalan tubuh anak akan mampu melawan dan mengalahkan infeksi penyakit di kemudian hari. 

Vaksinasi tidak semuanya diberikan saat bayi baru lahir. Masing-masing vaksin akan diberikan pada waktu yang berbeda-beda, dalam masa 24 bulan hidup anak dan dalam tahapan dan dosis yang berbeda-beda. Namun, jangan khawatir. Anda tidak perlu mengingat semua jadwal vaksinasi. Anda hanya perlu tanya dokter anak soal hal ini, dan ia akan memandu Anda dalam proses vaksinasi tersebut. Beberapa jenis vaksin tersebut di antaranya adalah:

  • HepB. Vaksin ini melindungi tubuh dari hepatitis B (infeksi di hati). HepB diberikan dalam 3 kali suntikan. Suntikan pertama diberikan saat bayi baru lahir. Kebanyakan negara bagian di Amerika Serikat meminta anak mendapatkan vaksinasi Hep B sebelum masuk sekolah. 
  • RV. Vaksin ini melindungi tubuh dari rotavirus, penyebab utama diare. RV diberikan dalam dua atau tiga dosis, tergantung vaksinasi yang digunakan. 
  • DTaP. Melindungi dari tetanus, diphtheria, dan pertussis. Dibutuhkan sekitar 5 dosisi pada saat bayi hingga kanak-kanak. Tdap atau Td booster kemudian diberikan saat remaja dan dewasa. 
  • Hib. Melindungi dari Haemophilus influenza tipe b. Infeksi ini dulunya menjadi penyebab utama meningitis bakteri. Vaksinasi Hib diberikan dalam 3 hingga 4 dosis. 
  • PCV. Melindungi dari penyakit pneumococcal, salah satunya adalah pneumonia. PCV diberikan dalam 4 dosis.
  • IPV. Melindungi dari polio dan diberikan dalam 4 dosis. 
  • Influenza (flu). Melindungi dari penyakit flu. Ini adalah vaksin musiman yang diberikan setiap tahunnya. Vaksin ini dapat diberikan untuk anak setiap tahun, mulai usia 6 bulan. 
  • MMR. Melindungi dari campak, gondongan, dan rubella. MMR diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama direkomendasikan untuk bayi usia 12 hingga 15 mulan. Dosis kedua biasanya diberikan saat anak berusia 4 hingga 6 tahun. 
  • Varicella. Melindungi dari cacar air. Diberikan dalam 2 dosis. 
  • HepA. Melindungi dari hepatitis A dan diberikan dalam dua dosis saat anak berusia 1 hingga 2 tahun. 

Banyak rumor bahwa vaksin berbahaya. Apabila Anda tanya dokter anak mengenai hal tersebut, pasti jawabannya adalah tidak. Tidak ada bukti bahwa vaksin menyebabkan autisme. Selain aman, vaksin juga terbukti melindungi anak dari penyakit berbahaya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *