Koarktasio Aorta pada Bayi, Apa yang Harus Dilakukan?

Koarktasio Aorta pada Bayi, Apa yang Harus Dilakukan?

Jantung berfungsi memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh. Kelainan jantung akan memengaruhi fungsi tubuh. Salah satu kelainan jantung bawaan adalah koarktasio aorta.

Kondisi ini terjadi ketika aorta menyempit. Aorta adalah arteri besar yang bertugas menyalurkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Kondisi ini menyebabkan jantung memompa darah lebih kuat, dan cenderung disertai dengan kelainan jantung lainnya. 

Penyebab penyempitan aorta

Kelainan jantung bawaan seperti koarktasio aorta, biasanya terjadi tanpa alasan yang jelas. Koarktasio aorta mungkin dikarenakan perkembangan aorta yang tidak sempurna dalam delapan minggu pertama pertumbuhan janin. 

Kondisi ini juga dikaitkan dengan kelainan jantung lainnya seperti sindrom Shone, katup aorta bikuspid, dan kelainan septum ventrikel. Riwayat keluarga juga bisa meningkatkan seseorang mengalami kelainan jantung, baik yang terjadi karena cacat pada gen, kelainan kromosom, atau paparan lingkungan. 

Walau dianggap sebagai penyakit bawaan, pada kasus yang jarang penyempitan aorta berkembang di kemudian hari. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan koarktasio aorta yaitu:

  • Cedera traumatis
  • Pengerasan arteri yang parah (aterosklerosis)
  • Peradangan arteri (arteritis Takayasu)

Tanda dan gejala koarktasio aorta

Gejala koarktasio aorta akan terlihat jika penyempitan terjadi dalam kondisi sedang sampai berat. Bayi yang mengalami kondisi ini mungkin akan memperlihatkan kondisi baik-baik saja di awal waktu, tapi kemudian bisa memburuk secara tiba-tiba. Hanya sekitar 25% kasus memiliki gejala yang muncul sesaat setelah lahir.

Setiap anak bisa mengalami gejala yang berbeda. Namun tanda-tanda umum penyempitan aorta meliputi:

  • Napas berat dan/atau cepat
  • Kulit pucat
  • Nafsu makan buruk
  • Berat badan kurang
  • Keringat berlebih
  • Sulit bernapas
  • Sifat mudah marah atau tersinggung
  • Denyut nadi pada kaki bayi lemah dan sulit dirasakan

Koarktasio aorta ringan tidak akan menghasilkan gejala bahkan hingga anak beranjak dewasa. Kondisi ini hanya bisa terdeteksi melalui tes tekanan darah. Ketika anak tumbuh, tanda dan gejalanya bisa berbeda yaitu sebagai berikut:

  • Tekanan darah tinggi
  • Mimisan
  • Murmur jantung
  • Sakit kepala
  • Kram di bagian bawah tubuh
  • Kaki dingin
  • Nyeri dada
  • Mimisan
  • Lemah otot

Komplikasi yang bisa terjadi

Koarktasio aorta menyebabkan ventrikel kiri jantung bekerja keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh melalui aorta yang sempit. Pada akhirnya ventrikel kiri akan kelelahan sehingga aliran darah ke seluruh tubuh tidak maksimal. 

Gejala yang dihasilkan, seperti sakit kepala dan kram, merupakan efek dari tekanan darah yang lebih tinggi di atas penyempitan, dan lebih rendah dibawahnya. Selain itu, ginjal juga tidak akan menghasilkan cukup urine atau air seni karena kurangnya aliran darah. 

Kondisi lain yang bisa terjadi akibat koarktasio aorta yaitu:

  • Melemahnya salah satu arteri di kepala dan lengan, dan berisiko robek sehingga menyebabkan stroke atau pendarahan.
  • Meningkatnya risiko infeksi di lapisan jantung atau aorta yang dikenal sebagai endokarditis bakterialis.
  • Arteri koroner, yang bertugas memasok darah merah ke otot jantung, menyempit sebagai respon terhadap tekanan yang meningkat. 
  • Gagal jantung

Bagaimana mengobatinya?

Setelah anak didiagnosis koarktasio aorta, dokter akan menentukan perawatan yang didasarkan pada usia anak, kesehatan dan riwayat kesehatan, toleransi terhadap suatu pengobatan, dan keparahan penyakit. 

Umumnya kelainan ini ditangani dengan operasi. Dokter akan melebarkan area yang menyempit dengan bantuan struktur atau tambalan. Prosedur kateterisasi jantung juga bisa menjadi opsi lain guna meregangkan aorta. Setelahnya dokter akan memasang alat kecil yang disebut stent untuk menjaga aorta tetap terbuka.

Pada bayi dengan kondisi sangat parah akan ditempatkan di ruang ICU sebelum dan setelah dilakukannya prosedur. 

Catatan

Sebagian besar anak yang menjalani operasi koarktasio aorta akan hidup sehat. Fungsi tubuh dan tingkat aktivitasnya juga normal sama seperti anak lainnya. Ketika anak tumbuh besar, penyempitan aorta mungkin kembali terulang, namun Anda tak perlu khawatir karena ini bisa diatasi dengan prosedur yang sama. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *