Mengapa Harus Melakukan Rapid Antigen?


rapid antigen

Swab antigen atau yang lebih dikenal dengan rapid antigen adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Covid-19 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi. Rapid Antigen merupakan salah satu metode tes untuk mendeteksi adanya virus atau tidak.

Rapid antigen maupun metode tes lainnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing. Semua metode tes ini tidak ada yang salah dan benar, melainkan semuanya berperan sesuai dengan kebutuhan masing – masing. Berikut ini sejumlah kelebihan dan kekurangan dari rapid antigen.

Kelebihan rapid antigen

  • Mendeteksi komponen virus secara langsung Baik untuk deteksi fase akut (early case detection) 
  • Tidak membutuhkan masa inkubasi untuk menunjukkan hasil positif 
  • Tidak memerlukan spesifikasi laboratorium khusus untuk pengerjaan rapid test 
  • Tidak memerlukan keterampilan petugas secara khusus dalam pengerjaan rapid test 

Kekurangan rapid antigen

  • Hanya dapat mendeteksi pada fase akut, sedangkan RT-PCR masih positif 
  • Menggunakan sampel saluran napas atas (swab naso/orofaring) 
  • Ketidakterampilan petugas dalam pengambilan spesimen dapat mempengaruhi hasil 
  • Membutuhkan APD level 3 untuk pengambilan spesimen 
  • Memerlukan perhatian khusus terhadap sensitivitas yang bervariasi 
  • Uji validasi masih terbatas sehingga belum dapat menggantikan posisi RT-PCR

Menurut ahli di Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tes antigen adalah immunoassay yang mendeteksi keberadaan antigen virus tertentu, yang menunjukkan infeksi virus saat ini. Tes antigen ini kini dilakukan melalui teknik swab pada hidung atau tenggorokan, seperti halnya pengambilan sampel PCR. Masih menurut CDC, tes swab antigen ini paling efektif cepat bekerja dilakukan ketika seseorang dites pada tahap awal infeksi SARS-CoV-2. 

Rapid antigen ini mengambil sampel antigen, yaitu protein yang dikeluarkan oleh virus seperti SARS-CoV-2. Nah, antigen ini terdeteksi ketika ada infeksi yang sedang berlangsung di tubuh seseorang. Singkat kata, tes swab antigen bisa mendeteksi keberadaan antigen virus corona pada tubuh seseorang. Saat ini, baik rapid test antibodi atau antigen, digunakan untuk mendeteksi kasus suspek (sebelumnya disebut PDP, pasien dalam pengawasan), atau pada mereka yang memiliki gejala berat COVID-19.

Rapid antigen ini paling efektif dilakukan ketika seseorang dites pada tahap awal infeksi SARS-CoV-2. Alasannya, di masa ini jumlah virus berada dalam jumlah yang paling tinggi di dalam tubuh. Menurut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), gejala COVID-19 meliputi.

  • Demam
  • Batuk kering
  • Kelelahan
  • Produksi dahak
  • Sesak napas
  • Sakit tenggorokan 
  • Sakit kepala 
  • Hidung tersumbat

Di samping itu, ada pula gejala virus corona lainnya yang perlu diwaspadai. Misalnya, anosmia atau hilangnya indra penciuman. Jika memiliki gejala tersebut, segeralah untuk melakukan rapid antigen.

Rapid antigen belum memiliki tingkat akurasi sebaik PCR dalam mendeteksi virus corona. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan rapid test antibodi yang hanya memberikan nilai akurasi sebesar 18%, rapid test antigen memiliki tingkat akurasi yang lebih baik, yaitu hingga mencapai 97%

Proses pemeriksaan ini bisa langsung mendeteksi adanya virus corona pada sampel yang diambil. Anda perlu tahu bahwa antigen umumnya bisa terdeteksi saat virus yang masuk dan menginfeksi tubuh aktif menggandakan diri atau bereplikasi. Berbeda dengan rapid test antibodi yang mendeteksi keberadaan antibodi di dalam darah. Sebagian besar kasus COVID-19, munculnya antibodi baru akan terjadi setelah beberapa hari atau bahkan hitungan minggu setelah virus masuk dan menginfeksi tubuh.

Inilah mengapa rapid antigen menjadi prosedur skrining awal yang paling baik dilakukan saat seseorang baru saja terinfeksi. Jadi, sebelum muncul antibodi untuk melindungi tubuh dan melawan virus, ada antigen yang akan mempelajarinya terlebih dahulu. Eksistensi antigen inilah yang terdeteksi ketika kamu melakukan rapid test antigen. Inilah mengapa Anda lebih disarankan untuk melakukan rapid antigen dibandingkan dengan rapid antibody.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *