Olah MPASI Daging Sapi dengan Benar Agar Tetap Bermanfaat dan Bernutrisi

Saat bayi memasuki usia 8 bulan, tubuhnya telah membutuhkan asupan selain Air Susu Ibu (ASI). Pada usia tersebut, Anda telah dapat mulai memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk bayi. MPASI daging sapi cukup direkomendasikan sebab kandungan nutrisinya yang lengkap seperti vitamin, zat besi, kalsium, protein, kalori, dan lainnya. Lalu, hal apa yang perlu diperhatikan ketika mengolah MPASI daging sapi? Berikut penjelasan lengkapnya.

MPASI daging sapi mengandung protein dan zinc yang baik untuk bayi

Tips mengolah MPASI daging sapi 

Cara mengolah MPASI perlu dilakukan dengan benar agar bayi tidak kesulitan ketika makan dan nutrisinya pun tetap terjaga. Dalam mengolah daging sapi khususnya untuk MPASI, Anda perlu memperhatikan beberapa hal seperti berikut ini.  

  • Pilih daging berkualitas

Untuk membuat MPASI daging sapi pastikan Anda menggunakan bahan yang berkualitas. Gunakan daging sapi segar terutama yang baru dipotong. Tandai dengan memperhatikan warna daging ketika membeli. Daging segar berwarna kemerahan dan bersih. Pilih bagian yang tidak berlemak agar lebih mudah dicerna oleh bayi. 

  • Perhatikan tekstur daging 

Tekstur daging sapi merupakan hal penting saat mengolahnya menjadi MPASI. Perhatikan usia bayi sebab tekstur yang dapat diberikan juga berbeda. Pada usia 6-12 bulan, sebaiknya berikan MPASI daging sapi puree dengan tekstur lembut. Setelah usia 12 bulan, Anda dapat memberikan tekstur yang lebih kasar seperti muffin kukus. Bayi akan mulai dapat memakan daging sapi seperti orang dewasa setelah usia 2 tahun. 

  • Perhatikan cara memasak

Cara memasak MPASI daging sapi tidak bisa sembarangan. Daging sapi termasuk makanan yang sulit dicerna sehingga jika cara memasaknya kurang tepat bisa membuat bayi kesulitan saat makan. Selain itu, daging sapi untuk orang dewasa dapat diolah dengan berbagai cara. Sedangkan untuk MPASI, Anda sebaiknya menghindari menggoreng atau membakar daging sapi. Anda lebih disarankan untuk merebus, mengukus, memanggang, atau memasak daging sapi menggunakan slow cooker. Agar mudah memasak daging sapi untuk MPASI, potong daging hingga berukuran kecil.

  • Hindari daging olahan 

Daging sapi yang digunakan untuk MPASI sebaiknya daging segar, bahkan jika memungkinkan berikan daging organik dengan kualitas tinggi. Hindari menggunakan daging olahan sebab terdapat kandungan garam, pengawet, perasa buatan, dan bahan lain yang kurang baik untuk kesehatan bayi. Berbagai daging olahan yang sebaiknya dihindari tersebut seperti sosis atau kornet. 

  • Simpan daging secara tepat

Sisa daging yang belum dimasak perlu disimpan secara tepat sebab hal tersebut berpengaruh pada nutrisinya. Untuk menyimpan daging, sebaiknya Anda meletakkannya ke dalam freezer atau kulkas agar tidak terjadi pembusukan. Catat tanggal daging kadaluarsa agar Anda memakannya sebelum tanggal tersebut. 

Manfaat MPASI daging sapi 

Bahan untuk membuat MPASI sebenarnya cukup beragam. Anda dapat menggunakan daging ayam, ikan, serta aneka sayuran. Akan tetapi, MPASI daging sapi memberikan berbagai manfaat bagi bayi seperti: 

  • Sumber energi bagi bayi.
  • Menjaga daya tahan tubuh sehingga mengurangi risiko bayi terkena diare, malaria, dan pneumonia.  
  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi karena kandungan mineral pada daging sapi seperti magnesium, kalsium, dan fosfor. 
  • Menambah berat badan bayi karena adanya kandungan zinc pada daging sapi. 
  • Meningkatkan kecerdasan dengan adanya beberapa nutrisi pada daging sapi seperti kolin, zat besi, vitamin B12, dan vitamin B6. 

Itulah berbagai manfaat serta cara mengolah MPASI daging sapi yang tepat. Pengolahan yang tepat akan membuat nutrisi pada daging tetap terjaga sehingga dapat terserap maksimal oleh bayi. Meski menyehatkan, Anda juga dapat mengganti menu MPASI secara rutin agar bayi tidak bosan. Memberikan makanan yang beragam juga penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai MPASI daging sapi atau kesehatan bayi secara umum, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *