Makanan yang Tinggi Kalori Namun Kurang Bernutrisi

Anda sedang menjalankan program diet? Mungkin Anda disarankan untuk menghindari makanan yang tergolong empty calories. Istilah ini mengacu pada jenis makanan yang tinggi kalori, yang hanya memasok energi tanpa disertai nutrisi, termasuk vitamin, mineral, protein, dan asam lemak. Makanan jenis ini mudah ditemui di gerai makanan siap saji atau supermarket. Mulai dari fast food, donat, keju kemasan, es krim, makanan beku seperti sosis, dan lain-lain. Kalori yang kosong juga dapat berbentuk minuman, seperti soft drinks dan minuman beralkohol.

Makanan dan minuman tersebut mengandung gula berlebih, sedangkan para pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi konsumsi gula tidak lebih dari enam sendok teh per hari. Pakar nutrisi di London, mengatakan tidak ada larangan mengonsumsi empty calories. Namun, disarankan untuk memilih alternatif lain yang lebih sehat. Hal ini dikarenakan tubuh Anda membutuhkan makanan yang tidak hanya memasok energi, tapi juga nutrisi yang seimbang.

Berikut makanan dan minuman yang termasuk dalam kategori empty calories

  • Minuman beralkohol

Minuman beralkohol adalah produk yang paling pas untuk menjadi rujukan kalori kosong karena tidak mengandung nutrisi. Jika pun ada, nutrisinya itu tidak cukup untuk memberikan manfaat baik bagi tubuh. Hal ini juga berlaku pada anggur merah, yang kerap disebut baik untuk kesehatan jantung.

  • Minuman bersoda

Pada satu kaleng minuman bersoda merk terkenal memasik 139 sampai 141 kalori bagi tubuh Anda, Selain itu, pasokan tersebut masuk secara bersamaan dan membuat kadar gula tubuh menjadi melonjak seketika. Oleh karena itu, minuman bersoda dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

  • Permen manis

Perlu Anda tahu, permen manis hanya mengandung gula tanpa nutrisi apa pun. Jadi, dengan memberikan anak Anda permen, sama dengan membiarkannya makan gula pasir. Oleh karena itu, sebaiknya Andan bisa menggantinya dengan cokelat meskipun hanya mengandung sedikit nutrisi.

  • Cokelat

Tidak seperti yang tertulis pada kemasannya, kebanyakan produk cokelat ternyata hanya mengandung kalori. Jika Anda ingin tetap mengonsumsi cokelat, sebaiknya pilih dark chocolate. Pasalnya cokelat gelap mengandung lebih banyak kakao yang mengandung flavanoid, antioksidan yang membantu melawan penyakit.

  • Kue manis

Kue manis seperti pai, brownies, dan lain-lain yang dijual di pasaran mengandalkan kandungan gula yang tinggi untuk menciptakan rasa manis yang lezat. Oleh karena itu, Anda perlu membatasi konsumsi kue. Jika memungkinkan, buat kue sendiri sehingga Anda dapat mengatur kadar gula di dalamnya.

Mengidap Infeksi Kulit? Atasi dengan Krim Antibiotik Gentamicin

Infeksi kulit ringan yang biasanya disebabkan oleh bakteri dapat menimbulkan luka-luka kecil. Salah satu cara yang paling efektif mengatasi infeksi kulit ini, yaitu dengan mengolesi lokasi infeksi dengan krim antibiotik Gentamicin. Umumnya, dokter meresepkan krim Gentamicin bagi pasien yang mengidap infeksi kulit. Krim ini dapat ditebus di apotek terdekat secara mudah.

Apa itu Gentamicin sebenarnya dan seberapa ampuhkan ia mengatasi infeksi kulit?

  • Gentamicin untuk atasi infeksi kulit impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit yang dipicu oleh bakteri tertentu, sehingga menyebabkan luka kecil pada kulit, seperti goresan, garukan, maupun gigitan serangga.

Pada awalnya, infeksi kulit impetigo akan berupa benjolan-benjolan kecil seperti jerawat, dan kulit akan memerah. Benjolan kecil tersebut berisikan nanah yang akan pecah dalam beberapa hari ke depan dan dapat menyebabkan bekas berupa koreng yang besar serta tebal.

Infeksi impetigo dapat menyebabkan rasa gatal membandel yang membuat penderitanya ingin terus menggaruk lokasi terjadinya infeksi tersebut. Namun, jika terus menerus digaruk, infeksi ini akan menyebar ke area lain. Cara yang paling efektif mengatasi impetigo ini adalah dengan mengoleskan Gentamicin.

  • Gentamicin untuk folikulitis

Folikulitis adalah peradangan yang terjadi di area sekitar folikel atau batang rambut. Secara fisik, folikulitis ini serupa dengan jerawat. Ia umumnya berbentuk benjolan-benjolan kecil disertai rambut di bagian tengah tiap benjolannya dan menimbulkan rasa gatal. Benjolan-benjolan folikulitis ini dapat muncul hampir di seluruh area tubuh. Sementara itu, jerawat biasanya hanya muncul pada area tertentu, yaitu pada bagian wajah, dada, maupun punggung belakang. Folikulitis ringan biasanya dapat diatasi secara efektif dengan krim Gentamicin.

  • Gentamicin untuk infeksi furunkel

Furunkel atau yang sering dikenal sebagai bisul adalah infeksi kulit lanjutan dari folikulitis yang tidak diatasi secara menyeluruh. Bisul biasanya berisi nanah yang umumnya semakin lama, maka akan semakin besar pula ukurannya dan dapat menyebabkan rasa nyeri.

Salah satu obat yang paling umum diresepkan oleh dokter untuk mengatasi infeksi ini adalah krim antibiotic Gentamicin.

Gentamicin memang telah dikenal sejak lama sebagai krim antibiotik yang paling umum digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi kulit. Agar tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, gunakanlah Gentamicin sesuai dengan anjuran dokter atau resep yang tertulis pada kemasan.

Ubah Gaya Hidup Lebih Sehat untuk Cegah Dispepsia Semakin Parah

Pernahkah Anda merasakan nyeri perut berlebih disertai dengan rasa kembung, mual, dan juga sebah? Jika iya, Anda perlu waspada terhadap rasa tidak nyaman tersebut yang dapat berujung pada gejala gangguan pencernaan atau yang juga disebut dengan dispepsia.

Dispepsia atau gangguan pencernaan berdasarkan faktor pemicunya terbagi menjadi dua jenis, yaitu dispepsia organik dan fungsional. Faktor pemicu dispepsia organik dapat berupa efek dari mengonsumsi obat tertentu maupun penyakit bawaan, seperti tukak lambung dan kanker. Sementara itu, dispepsia fungsional terjadi ketika terdapat gejala gangguan pencernaan, namun tidak ditemukannya kelainan pada sistem pencernaan.

Dalam kasus dispepsia fungsional, pemicu penyakit ini seringkali berkaitan erat dengan gaya hidup, termasuk di dalamnya stres, kebiasaan merokok, dan pola makan yang buruk. Kombinasi dari pola makan dan gaya hidup tertentu dapat berdampak pada kesehatan. Maka dari itu, perubahan gaya hidup yang lebih sehat dapat mengurangi gejala dispepsia secara signifikan.

Langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi dispepsia?

Di bawah ini, terdapat beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi dispepsia:

  • Perhatikan pola makan

Penderita pepsia umumnya disarankan untuk menghindari makan dengan kandungan asam yang tinggi, seperti jeruk, lemon, dan tomat. Selain itu, makanan yang memiliki kadar lemak tinggi dan berminyak juga tidak disarankan. Alkohol, kafein, dan minuman bersoda menjadi pantangan bagi penderita dispepsia.

Anda dapat membatasi porsi makan dan cobalah untuk mengunyah makanan hingga lembut agar mudah dicerna.

  • Mengelola stres dengan bijak

Perasaan tertekan dan cemas dapat mengganggu sistem pencernaan dan produksi asam serta enzim pencernaan. Kondisi ini akan berdampak pada rasa tidak nyaman pada perut.

Menjaga diri agar tidak terlalu menahan beban pikiran dapat dilakukan dengan berkonsultasi pada psikolog, mengikuti kelas yoga, atau menekuni hobi. Selain itu, penting bagi Anda untuk memiliki support system yang baik.

  • Terapkan konsep mencintai diri sendiri

Menjaga kesehatan merupakan penerapan dari konsep mencintai diri sendiri. Anda dapat melakukan ini dengan melakukan olahraga maupun aktivitas fisik secara rutin. Usahakan untuk tidak langsung berolahraga setelah makan. Hindari begadang dan usahakan untuk pergi tidur setelah 2-3 jam makan malam.

Terapkan Diet Mediterania untuk Cegah Penyakit Jantung dan Stroke

Pola hidup yang menerapkan perilaku diet sering kali dikaitkan dengan keinginan untuk menurunkan berat badan. Namun, kenyataannya beragam program diet ditujukan tidak hanya bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, namun juga untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

Diet Mediterania merupakan salah satu program diet yang perlu Anda pertimbangkan. Langkah mudah dan tidak begitu banyak aturan, membuat program diet Mediterania menjadi pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan kebiasaan makan yang sehat, namun tetap terasa nikmat.

Apa itu diet Mediterania?

Program diet Mediterania adalah pola makan sehat yang menggunakan jenis makanan tradisional masyarakat Italia dan Yunani pada tahun 1960-an. Manfaat diet Mediterania yang sudah diketahui, antara lain mampu untuk menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2 dan juga menurunkan berat badan.

Makanan apa saja yang boleh dikonsumsi ketika melakukan diet Mediterania?

Anda perlu memahami jenis makanan dasar yang dapat dikonsumsi selama melakukan diet ini. Jenis makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi, yaitu sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, roti, gandum, kentang, makanan laut, dan minyak zaitun.

Sebagai tambahan, Anda juga diperbolehkan mengonsumsi telur, yogurt, susu, dan daging sapi merah. Sementara itu, jenis sayuran yang direkomendasikan, antara lain tomat, brokoli, bayam, wortel, dan timun. Buah yang diutamakan untuk Anda konsumsi, yaitu apel, pisang, jeruk, pir, stroberi, anggur, melon, dan peach. Ada pun makanan laut yang dapat Anda jadikan alternatif protein, yaitu salmon, tuna, udang, dan kepiting. Sebagai bumbu pelengkap rasa, Anda dapat menambahkan bawang putih, daun mint, daun rosemary, merica, dan juga rempah lainnya.

Makanan apa saja yang dilarang dari program diet Mediterania?

Jenis makanan yang perlu Anda perhatikan, yaitu makanan atau minuman dengan kadar gula yang tinggi, seperti soda, es krim, dan permen. Selain itu, Anda juga tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi daging olahan, seperti hotdog dan sosis. Produk dengan label low fat atau diet juga menjadi pantangan Anda. Sementara itu, Anda tetap diperbolehkan untuk mengonsumsi teh dan kopi. Walaupun begitu, Anda perlu untuk memerhatikan takaran gula di dalam minuman tersebut.

Ini 5 Penyebab Diare pada Bayi

Bayi yang mengalami mencret lebih dari 3 kali dalam sehari bisa disebut sedang mengalami diare. Penanganan diare pada bayi bisa disesuaikan dengan penyebabnya agar lebih efektif. Berikut ini 5 penyebab diare pada bayi yang sering terjadi.

  • Infeksi

Infeksi menjadi jadi salah satu penyebab diare pada bayi. Perlu Anda tahu, infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit. Bayi dapat mengalami infeksi akibat penularan ataupun kontak langsung dengan anak lain yang terinfeksi karena bertukar mainan ataupun barang-barang dengan anak lain. Infeksi virus rotavirus merupakan infeksi yang paling sering terjadi dalam kasus diare pada bayi. Jika karena virus, maka bayi tidak memerlukan antibiotik. Asupan cairan merupakan hal utama yang dibutuhkan untuk menjaga kebutuhan cairan bayi agar tidak mengalami dehidrasi.

  • Kebiasaan

Bayi kerap memasukan jari atau benda lain ke dalam mulut sehingga dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam sistem pencernaan bayi. Hal ini dapat dicegah dengan memastikan lingkungan di sekitar bayi berada dalam keadaan yang bersih dan sehat. Mainan dan perlengkapan bayi pun perlengkapan bayi yang sering digunakan juga perlu diperhatikan kebersihannya. Seringkali mainan yang jatuh tidak dibersihkan terlebih dahulu dan langsung diberikan kembali pada bayi. Hal ini tentu dapat membuat bayi berisiko terkena diare.

  • Alergi

Alergi merupakan salah satu penyebab diare selain infeksi. Bayi yang alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu bisa menjadi penyebab diare. Biasanya diare akibat dari alergi muncul dalam hitungan jam setelah pemberian makanan atau obat. Cara yang paling efektif untuk menghentikan diare akibat alergi adalah dengan berhenti membersihkan makanan atau obat tersebut. Jika alergi tersebut diakibatkan oleh obat, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter yang memberikan obat tersebut agar diberikan obat pengganti lainnya.

  • Jus buah

Sistem pencernaan bayi juga masih berkembang dan belum sempurna. Berbeda dengan orang dewasa, minum juga buah tertentu dapat menyehatkan. Namun, pada bayi minum terlalu banyak juga dapat menyebabkan diare.

  • Keracunan makanan

Keracunan makanan menjadi penyebab lainnya diare pada bayi. Selain diare biasanya keracunan makanan juga dapat disertai dengan muntah-muntah. Segera bawa bayi ke dokter untuk diperiksa dan ditangani lebih lanjut.

Pencegahan Cacar Api pada Kelompok Lansia

Anda tentu familiar dengan program imunisasi untuk anak-anak, bukan? Keseluruhan program tersebut menyediakan pelayanan vaksinasi sebagai perlindungan dini untuk anak-anak dari penyakit tertentu, seperti cacar api. Imun tubuh anak dikatakan lebih rentan terhadap virus maupun penyakit lain.

Namun, bagaimana dengan perlindungan pada kelompok lansia? Seiring dengan bertambahnya usia, kelompok lansia juga akan mengalami penurunan kekebalan tubuh. Dengan begitu, kelompok lansia juga dianggap rentan terserang penyakit.

Bagaimana perlindungan dan cara mengatasi cacar api pada lansia?

Cacar api atau yang dalam bahasa medisnya dikenal dengan herpes zoster adalah infeksi yang diakibatkan oleh virus varicella zoster. Virus ini menjadi penyebab utama penyakit cacar api. Di samping itu, bagi orang yang pernah mengalami penyakit cacar air, memiliki risiko yang cukup besar untuk turut terinfeksi cacar api.

Dikatakan bahwa dampak dari infeksi cacar api terasa lebih menyakitkan jika dibanding dengan cacar air. Pada cacar api, akan muncul ruam atau bintil yang disertai dengan rasa, seperti terbakar. Rasa nyeri terbakar pada kulit akan tetap terasa walaupun setelah berbulan-bulan gejala cacar api menghilang.

Setelah seseorang dinyatakan sembuh dari cacar air, virus varicella tersebut tetap berada dalam tubuh, berdiam diri dalam sel tubuh dengan keadaan tidak aktif. Ketika seseorang mengalami penurunan kondisi tubuh dan merasa tidak sehat, virus akan kembali aktif dan mengakibatkan infeksi cacar, namun berjenis cacar api. Bagi kelompok usia 50 tahun ke atas atau lansia, daya tahan tubuh akan cenderung menurun, sehingga mudah terserang berbagai macam penyakit, cacar air.

Vaksinasi herpes zoster untuk kelompok lansia telah tersedia untuk mencegah timbulnya cacar api. Walaupun begitu, harga vaksin ini terbilang lebih mahal, karena tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Namun, jika Anda cukup beruntung dapat membeli vaksin ini, tidak ada salahnya untuk memberikan perlindungan pada orang tersayang di sekitar Anda. Dengan begitu, keluarga Anda dapat menikmati waktu bersama tanpa khawatir akan infeksi virus cacar api.

Tips Mengatasi Bayi Sering Muntah Sesudah Makan

Bayi yang lahap makan tentu akan membuat orang tua merasa senang, tapi bagaimana jika anak sering muntah setelah makan? Orang tua jelas tidak bisa menanyakan apa yang dirasakan oleh bayinya, sehingga terpaksa menebak-nebak apa yang menjadi penyebab bayi sering muntah dan apakah hal itu merupakan gejala penyakit.

Muntah termasuk dalam mekanisme proteksi tubuh karena muntah mengeluarkan apa yang dianggap tidak diperlukan tubuh atau apa dianggap berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir kita bayi sering muntah. Coba untuk cermati terlebih dahulu, apakah ia muntah sekali sampai dua kali dalam sehari, atau apakah ia tiap kali muntah setelah makan. Anda juga perlu amati, apakah bayi tetap terlihat sehat, aktif dan kenaikan berat badannya normal.

Jika bayi sering muntah tapi terlihat sehat, aktif dan normal, kemudian ia hanya kekenyangan atau ada sedikit masalah saat pemberian makan. Kemungkinan lain, sebenarnya bayi hanya gumoh. Gumoh adalah susu yang keluar bercampur sedikit asam lambung dan merupakan hal yang sering dialami bayi. Hal ini terjadi karena katup di bagian bawah kerongkongan bayi belum kuat sehingga susu di lambung mengalir balik ke kerongkongan.

Tips mengatasi bayi sering muntah atau gumoh

  • Jangan memaksa bayi menghabiskan susu atau makanannya. Jika bayi Anda termasuk yang kurang nafsu makan dan cepat kenyang, lebih baik kurangi porsi makannya tapi tambah frekuensi pemberian makan. Makan sedikit demi sedikit tapi mungkin bisa mencegah bayi sering muntah.
  • Jika bayi masih mengonsumsi ASI atau susu formula, coba susui dalam posisi bayi yang lebih tegak. Jangan lupa menyendawakan bayi tiap kali sesuai menyusu
  • Setelah memberikan setengah jam. Sadarkan ia dalam posisi duduk di kursi bayi, tapi handari penggunaan bouncy chair.
  • Sebaiknya bayi tidak langsung diajak aktif bermain setelah makan, karena gerak terlalu aktif sesaat setelah makan bisa membuatnya muntah.

Kebiasaan pemberian makan memang bisa menjadi penyebab bayi sering muntah. Tapi, Anda perlu waspada juga jika bayi muntah dan tampak lesu disertai demam atau diare. Jika kondisinya seperti tersebut, Anda perlu segera ke dokter.