Prosedur serta Manfaat Yang Didapat setelah Gigi Dicabut 

Pencabutan gigi  merupakan proses yang sederhana yang dilakukan untuk pasien anak-anak mauoun dewasa. Hal tersebut bukanlah kejadian yang menyeramkan. Bahkan, Anda bisa mendapatkan manfaat dari gigi dicabut tersebut. 

Apabila Anda ingin melakukan pencabutan gigi, pahami prosedure sebelum mulai melakukannya agar prosesnya berjalan lancar. Dengan begitu, akan banyak manfaat yang Anda dapat setelah melakukan proses gigi dicabut tersebut. 

Hal yang perlu dilakukan sebelum gigi dicabut 

Sebelum menjalani prosedur cabut gigi, penting bagi Anda untuk melakukan beberapa hal. Salah satunya, Anda perlu menginformasikan pada dokter terkait pengobatan yang akan Anda jalani. Beri tahu dokter Anda apabila Anda memiliki riwayat penyakit ataupun alergi terhadap obat-obat tertentu. 

Berikut ini beberapa persiapan yang harus Anda lakukan sebelum gigi dicabut. 

– puasa selama 6 hingga 8 jam sebelum gigi dicabut

– jangan merokok sebelum gigi dicabut

– beri tahu dokter Anda apabila sedang flu

Informasikan pada dokter apabila Anda memiliki alergi terhadap obat-obat tertentu

– apabila Anda mengalami muntah pada malam hari sebelum operasi, beritahu dokter. Kemungkinan akan dilakukan penjadwalan ulang atau bisa jadi menggunakan anastesi jenis lain. 

Bagaimana prosedur gigi dicabut? 

Bagi Anda yang ingin melakukan gigi dicabut, Anda perlu memahami prosedurnya. Karena itu, berikut ini beberapa prosedur gigi dicabut yang biasa dilakukan para tega medis ahli.  

• Sebelum gigi dicabut, Anda disarankan untuk tidak makan dan minum secara berlebihan atau disarankan untuk menjaga pola makan demi mengamankan gigi yang akan dicabut tersebut. 

• Saat penanganan, dokter Anda akan membius lokal melalui injeksi pada saraf di area gigi Anda yang akan dicabut. Biasanya, tenaga medis terkait akan mengoleskan gel anestesi pada area yang akan disuntik untuk mencegah pasien merasa sakit saat disuntik.

• Setelah pasien dibius, dokter akan menggoyangkan gigi yang akan dicabut dengan pengungkit khusus.

• Apabila gigi sudah dirasa cukup kendur, dokter akan mencabut gigi tersebut dengan menggunakan tang khusus.

• Pada umumnya, pencabutan gigi akan menimbulkan terjadinya perdarahan. Dalam penanganannya, dokter akan memberikan kasa untuk area gigi yang dicabut tersebut sehingga perdarahan berhenti. Selain itu, dokter juga akan memberikan jahitan pada gusi apabila diperlukan. 

Beragam manfaat setelah gigi dicabut 

Setelah gigi dicabut, Anda akan mendapat banyaj manfaatnya untuk kesehatan gigi dan mulut Anda. Berikut ini manfaatnya.

1. Cegah risiko infeksi 

Setelah gigi dicabut, hal itu bisa mencegah risiko infeksi yang terjadi pada mulut serta area gigi Anda. Sebagai informasi, pulpa merupakan akar gigi yang mengandung pembuluh darah serta saraf. Apabila terjadi lubang hingga kerusakan pada gigi, bakteri bisa masuk ke pulpa, lalu mengakibatkan nfeksi. 

Sebagian kasus pulpa yang terinfeksi juga bisa ditangani dengan root canal therapy atau kerap disebut RCT. Meski begitu, dalam beberapa kasus, penanganan dengan menggunakan RCT dan penggunaan antibiotik sudah tidak membantu sehingga pencabutan perlu dilakukan agar infeksi tidak menyebar. 

Pencabutan gigi juga diperlukan apabila sistem kekebalan tubuh Anda lemah. Contohnya, apabila Anda menjalani kemoterapi atau transplantasi organ. Hal tersebut dinilai penting lantaran infeksi yang dialami bisa berubah menjadi sangat berat apabila kekebalan tubuh lemah.

2. Cegah masalah akibat gigi bungsu 

Biasanya, gigi geraham bungsu tumbuh mulai usia 20 tahun. Atau, bisa jadi saat sudah terdapat sekitar 28 gigi dewasa di mulut Anda. Pada usia tersebutlah, umumnya tidak ada tempat lagi untuk gigi geraham tumbuh dengan baik atau hanya muncul sebagian saja. 

Akibatnya, terjadilah kontak paksa gigi geraham dengan gigi lainnya sehingga gigi geraham yang baru muncul akan mendorong gigi lain. Itu mangakibatkan rasa sakit yang mengganggu. 

Gigi yang hanya muncul tersebut cenderung sangat sulit dibersihkan. Itulah yang mengakibatkan penumpukkan bakteri yang berpotensi untuk berkembang menjadi plak penyebab infeksi pada gigi. Akibtanya, terdapat gangguan yang kerap dialami seperti katies gigi, abses, dan gingivitis. 

Soalusi untuk kejadian tersebut ialah gigi geraham bungsu perlu dicabut apabila dia mulai muncul, sehingga tidak mengakibatkan masalah seperti di atas. 

3. Mencegah gangguan sinus 

Pada umumnya, gangguan pada gigi juga dapat memicu terjadinya gangguan pada sinus. Jadi, halniyu tidak hanya akan mengganggu kesehatan rongga mulut mulut saja. 

Lebih lanjut, gangguan sinus yang dimaksud ialah sakit kepala karena tekanan sinus dan hidung tersumbat. Dengan tindakan gigi dicabut, Anda juga akan terhindar dari gangguan sinus dan hidung tersumbat tersebut. 

4. Meredakan rasa sakit 

Rasa sakit terus-menerus pada gigi Anda dapat disebabkan oleh berbagai hal. Di antaranya, terdapat lubang gigi yang infeksi, patah gigi, hingga terjadinya infeksi gusi. Rasa sakit yang berkelanjutan tersebut dapat mengganggu kegiatan bahkan tidur Anda. 

Untuk menghindari gangguan tersebut, lebih baik pergolah ke dokter dan konsultasikan masalah Anda. Biasanya, hal tersebut bisa diatasi dengan cAra gigi dicabut. 

Lebih lanjut, gigi dicabut merupakan tindakan medis yang dilakukan atas dasar kepentingan dan kebaikan pasien. Tindakan tersebut juga berisiko menimbulkan komplikasi. Di antaranya, proses penyembuhan yang lambat, rasa nyeri, mati rasa, hingga infeksi. 

Meski begitu, janganlah khawatir alan komplikasi-komplikasi tersebut. Sebab, hal itu bersifat sementara. Agar Anda tetap bisa menjaga kesehatan gigi dan mulut apalagi setelah gigi dicabut, berkonsultasilah dengan dokter Anda guna mencegah komplikasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *