Waspada, Bahaya Kafein dalam Jangka Panjang!

Kafein adalah salah satu zat psikoaktif yang banyak terdapat di dalam minuman kopi. Selain itu, kafein juga terdapat pada teh, minuman bersoda, dan minuman energi. Secara sosial, zat kafein memang dapat diterima. Hanya saja, Anda tetap perlu hati-hati terhadap bahaya kafein jika dikonsumsi secara berlebihan.

Dosis aman konsumsi kafein.

Dalam jumlah tertentu, kafein dapat memberikan manfaat untuk tubuh kita. Dilansir dari laman Mayo Clinic, memenuhi asupan kafein hingga 400 miligram (mg) kafein sehari masih aman untuk kebanyakan orang dewasa yang sehat. Jumlah tersebut sebanding dengan empat cangkir kopi yang diseduh, sepuluh kaleng minuman bersoda, atau dua kaleng minuman berenergi. Anda tetap harus memperhatikan kandungan kafein dalam kemasan, karena bisa bervariasi antar minuman.

Jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang over, bahaya kafein dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan bisa menyebabkan kematian. Walaupun penggunaan kafein aman untuk orang dewasa, tidak dianjurkan untuk anak-anak. Sementara itu, remaja dan dewasa muda perlu berhati-hati tentang asupan kafein yang berlebihan, apalagi kafein dicampur dengan alkohol dan obat lain.

Apabila seorang wanita yang sedang hamil atau menyusui ingin mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Biasanya, dokter membatasi konsumsi kafein kurang dari 200 mg setiap hari.

Bahaya kafein jika dikonsumsi berlebihan.

Efek jangka pendek.

Alcohol and Drug Foundation menyatakan bahwa pengaruh kafein setiap orang berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh:

  • Ukuran, berat badan, dan kondisi kesehatan.
  • Sering atau tidak mengonsumsi minuman berkafein.
  • Penggunaan obat lain pada waktu yang sama.
  • Jumlah kafein yang dikonsumsi.

Bahaya kafein yang mungkin bisa muncul dalam waktu 5 hingga 30 menit setelah mengonsumsinya berlebihan dan dapat berlanjut hingga 12 jam adalah:

  • Menjadi lebih aktif dan berhati-hati.
  • Mulai gelisah dan merasa pusing.
  • Cemas dan mudah tersinggung.
  • Dehidrasi dan frekuensi buang air kecil jadi lebih sering.
  • Suhu tubuh jadi lebih tinggi.
  • Napas dan detak jantung jadi lebih cepat.
  • Sakit kepala dan kurang berkonsentrasi.
  • Sakit perut.

Anak-anak dan remaja yang mengonsumsi minuman energi yang mengandung kafein juga dapat mengalami masalah tidur dan kecemasan.

Overdosis

Bahaya kafein yang dikonsumsi dalam jumlah besar juga bisa menyebabkan overdosis. Tanda-tandanya bisa terlihat dari:

  • Tremor.
  • Mual dan muntah.
  • Detak jantung sangat cepat dan tidak teratur.
  • Kebingungan dan mudah panik.
  • Kejang-kejang.

Orang yang mengalami overdosis kafein bisa berujung dengan kematian, tetapi ini sangat jarang. Menurut para ahli, kafein bisa menyebabkan kematian jika dikonsumsi dalam jumlah 5 hingga 10 gram kafein (setara dengan 80 cangkir kopi kental) yang dikonsumsi satu per satu. Sementara itu, pada anak kecil, keracunan kafein dapat terjadi jika jumlah yang dikonsumsi lebih rendah. Misalnya, sekitar 1 gram kafein atau setara dengan sekitar 12 minuman berenergi yang dikonsumsi satu per satu.

Efek jangka panjang.

Dalam jangka panjang, konsumsi kafein secara teratur dan berlebihan, misalnya lebih dari 4 cangkir kopi sehari, pada akhirnya dapat menyebabkan:

  • Mudah gugup.
  • Susah tidur.
  • Mudah gelisah.
  • Cepat marah dan sakit kepala.
  • Pusing dan telinga berdenging.
  • Tremor otot.
  • Tubuh lemah, letih, dan lesu.
  • Detak jantung dan laju pernapasan cepat.
  • Nafsu makan buruk, mual, muntah, dan diare.
  • Mudah haus, sering buang air kecil, atau peningkatan volume urin.
  • Detak jantung jadi tidak beraturan.
  • Tekanan darah rendah, yang dapat dilihat dengan pingsan atau jatuh.
  • Kejang, kebingungan, atau delirium.

Bahaya kafein jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, baik obat yang dijual bebas maupun yang diresepkan, dapat menyebabkan:

  • Kafein dan alkohol: ketegangan yang sangat besar pada tubuh dan menutupi beberapa efek alkohol, seperti tertidur, minum lebih banyak, dan perilaku pengambilan keputusan.
  • Kafein dan obat perangsang lainnya: meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler.

Catatan

Jika Anda ingin mengonsumsi minuman berkafein, alangkah lebih baik Anda memperhatikan asupan kafein yang telah dikonsumsi dalam sehari. Ini bertujuan untuk mencegah efek samping dan bahaya kafein yang tidak diinginkan. Tidak ada larangan mengonsumsi minuman berkafein selama jumlah yang dikonsumsi masih dalam batas aman. Hubungi dokter atau ahli gizi untuk memastikan batas aman konsumsi kafein harian Anda, terutama jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu.