Intertrigo, Ketika Kulit Gatal Kering di Area Lipatan Tubuh

Area lipatan tubuh biasanya lembab dan jarang mengalami kondisi kering. Namun dalam suatu waktu, ruam bisa muncul di sekitar lipatan tubuh dan menyebabkan kulit gatal kering. Kondisi ini dinamakan intertrigo.

Intertrigo dapat menyerang siapapun, namun cenderung terjadi pada orang tua, orang-orang yang tidak aktif bergerak, dan pada bayi yang disebut dengan ruam popok.

Penyebab intertrigo

Ruam terjadi ketika area kulit yang lembab saling bergesekan hingga lecet, sehingga bakteri dan jamur dapat tumbuh di area tersebut dan menyebabkan infeksi.

Kebanyakan kasus intertrigo terjadi di iklim yang panas atau lembab dan terjadi selama musim panas. Kurangnya sirkulasi udara serta penumpukan keringat atau sisa urine dan feses juga berkontribusi terhadap intertrigo.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang berkaitan dengan kulit gatal kering di area lipatan tubuh, yaitu:

  • Psoriasis terbalik

Bentuk psoriasis ini juga disebut dengan psoriasis intertriginous, yang berkembang pada area lipatan tubuh. Psoriasis terbalik menghasilkan ruam kemerahan dan berkilau.

  • Penyakit Hailey-Hailey

Merupakan kelainan genetik langka yang menyebabkan sel kulit saling menempel dan merusak lapisan kulit. Penderita penyakit ini biasanya mengalami lecet dan iritasi pada leher, ketiak, alat kelamin, serta area lipatan kulit lainnya.

  • Pemfigus

Pemfigus biasanya menyebabkan lecet di sekitar mulut, hidung, tenggorokan, mata, atau alat kelamin. Ada banyak jenis pemfigus dan ini bisa terjadi ketika imunitas tubuh melemah. 

  • Pemfigoid bulosa

Merupakan penyakit kulit langka yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh. Pemfigoid bulosa umumnya menyerang lansia.

Kondisi ini ditandai dengan adanya kulit gatal melepuh berisi cairan yang cenderung timbul di area kulit yang banyak digerakkan seperti perut, dada, lengan, dan kaki.

Faktor risiko lain yang bisa menyebabkan intertrigo yaitu:

  • Dermatitis seboroik
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Memiliki belat, penyangga, atau anggota tubuh palsu
  • Inkontinensia
  • Malnutrisi
  • Sistem kekebalan tubuh yang terganggu akibat kemoterapi atau HIV

Gejala kulit gatal kering akibat intertrigo

Intertrigo ditandai dengan:

  • Ruam merah atau coklat kemerahan
  • Terdapat lecet atau bercak kulit mentah yang terasa gatal
  • Terkadang mengeluarkan cairan dan berbau busuk
  • Tekstur kulit pecah-pecah dan berkerak

Intertrigo biasanya muncul di area lipatan yang besar seperti ketiak, bawah payudara, area genital, dan perut. Tak jarang ruam juga muncul pada leher, siku, paha bagian dalam, serta antara jari kaki dan tangan.

Pengobatan dan perawatan

Cara mengatasi kulit gatal kering akibat intertrigo bisa dengan obat yang dijual bebas atau dengan resep dokter. Biasanya dokter akan memberikan steroid topikal jangka pendek untuk mengurangi peradangan, salep antijamur, dan antibiotik.

Anda bisa mendapatkan steroid topikal ringan seperti krim hidrokortison 1% di apotik, lalu melapisinya dengan salep seng oksida.

Anda juga bisa mengikuti perawatan rumahan intertrigo yang disarankan dalam sebuah jurnal penelitian berikut ini:

  1. Cuci area yang terinfeksi dengan sampo ketokonazol 1% yang tersedia secara bebas. Diamkan selama 2 – 5 menit, lalu bilas dengan air mengalir.
  2. Keringkan area tersebut dengan handuk atau hair dryer. Pastikan area tersebut benar-benar kering.
  3. Campurkan krim klotrimazol 1% atau krim mikonazol 1% dan krim hidrokortison 1% dengan perbandingan yang sama. Oleskan tipis-tipis pada area yang terdampak selama dua kali sehari hingga ruam menghilang.
  4. Setelah ruam hilang, cuci area tersebut dengan  sampo ketokonazol 1% sekali seminggu.
  5. Keringkan area yang terdampak dengan handuk atau pengering rambut setiap setelah mandi atau ketika area terasa lembab.

Kulit gatal kering akibat intertrigo dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan kelembaban area lipatan. Ketika ruam semakin parah, disarankan untuk mengunjungi dokter secara langsung.