Kegunaan Obat Omeprazole Atasi Asam Lambung

Kegunaan obat omeprazole adalah untuk meringankan gejala penyakit lambung, mulai dari gastroesophageal reflux disease (GERD), sindrom zollinger ellison, ulkus duodenum, dan lain sebagainya. Obat ini adalah termasuk dalam obat keras yang masuk dalam golongan pompa proton inhibator (PPI).

Asam lambung atau GERD merupakan penyakit lambung yang disebabkan oleh bocornya atau naiknya asam lambung ke kerongkongan. Pada saat makanan berpindah dari tenggorokan ke perut akan melalui kerongkongan atau esofagus. Ketika sudah melewati esofagus, cicin otot atau sfingter akan kembali menutup untuk mencegaj makanan kembali ke tenggorokan.

Pada kasus GERD, cicin tersebut tidak menutup secara sempurna dan menyebabkan asam lambung kembali naik ke kerongkan. Seseorang yang mengalami GERD akan merasakan heartburn, iritasi pada kerongkongan, dan sakit dada. Selain itu, GERD juga dapat mengiritasi organ saluran pencernaan lainnya.

Penderita GERD dapat mengendalikan gejala penyakit asam lambung dengan memperbaiki gaya hidup atau dengan mengonsumsi obat-obatan. Sebagian penderita juga memerlukan operasi untuk mengatasi GERD. Obat-obatan yang dikonsumsi pun biasanya dapat berupa obat maag atau obat omeprazole yang termasuk pada obat keras untuk GERD.

Apa itu obat omeprazole? Apa kegunaan obat omeprazole? Dan, apakah obat tersebut aman dikonsumsi? Berikut adalah ulasannya.

Apa itu obat omeprazole

Omperazole merupakan obat keras untuk mengatasi gejala sakit maag dan heartburn akibat penyakit tukak lambung. Cara kerja obat ini adalah dengan mengurangi produksi asam di dalam lambung. Obat satu ini terdapat dalam bentuk tablet ataupun injeksi dan membutuhkan resep dokter untuk mengonsumsi obat tersebut.

Selain untuk mengatasi gejala penyakit GERD, kegunaan obat omeprazole lainnya adalah untuk meningkatkan penyembuhan esofagitis erosif atau kerusakan pada kerongkongan akibat asam lambung. Berbicara mengenai dosis dari obat omeprazole, penggunaannya harus memerlukan resep dokter dan dosisnya harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan seseorang.

Untuk penyakit GERD misalnya, pada penderita usia 17 tahun ke atas dosis yang diberikan saat mengonsumsi obat ini adalah 20 mG yang dikonsumsi sehari sebelum makan. Sedangkan, untuk penderita usia 1 sampai 16 tahun diberikan dosis sesuai dengan berat badan sang pasien. Dokter biasanya akan memberikan dosis omeprazole 5 sampai 20 mG yang diminum sehari sekali sebelum makan.

Contoh lainnya untuk penyakit ulkus duodenum, dokter biasanya akan meresepkan dosis omeprazole 20 sampai 50 mG dan diminum tiga kali sehari sebelum makan. Sementara itu, untuk penyakit Sindrom Zollinger-Ellison atau tumor pada pakreas atau usus halus, penderita dapat diberikan 60 mg per hari dan/atau disesuaikan oleh kondisi pasien.

Efek samping obat omeprazole

Seperti yang dikatakan sebelumnya, kegunaan obat omeprazole sangat beragam. Karena itu, selain memperhatikan dosis yang perlu dikonsumsi, pasien juga perlu memperhatikan efek samping yang mungkin terjadi ketika mengonsumsi obat omeprazole, antara lain gangguan saluran pernapasan seperti diare, mual, muntah, kembung, lemas, peningkatan enzim hati, sakit perut atau bahkan susah BAB, biduran, bengkak, ruam, nyeri punggung, sakit kepala, pusing, vertigo, mengantuk, susah tidur, dan batuk.

Efek samping dari omeprazole biasanya muncul akibat penggunaan obat omeprazole yang tidak sesuai anjuran dokter. Obat omeprazole biasanya dikonsumsi dalam waktu jangka pendek ketika penyakit asam lambung seseorang kambuh. Namun, pada penyakit seperti esofagitis erosif dan hipersekresi patologis, obat ini juga bisa dikonsumsi dalam jangka waktu panjang untuk memaksimalkan kegunaan obat omeprazole itu sendiri.

Plavix Obat Apa dan Kapan Harus Diminum?

Bagi pasien jantung dan stroke, dokter biasanya memberikan obat-obatan untuk mengelola risiko, salah satunya adalah obat pengencer darah. Obat pengencer darah atau antiplatelet yang sering diresepkan adalah Plavix. 

Plavix merupakan obat berbentuk tablet dengan zat aktif clopidogrel. Simak artikel berikut untuk mengetahui kegunaan obat Plavix, dosis penggunaan, dan efek samping. 

Apa Itu Obat Plavix?

Plavix obat apa? Plavix merupakan obat pengencer darah yang bekerja dengan menghambat ikatan adenosin difosfat (ADP) pada reseptor P2Y12 sehingga aktivasi glikoprotein IIb / IIIa yang dimediasi adenosin difosfat (ADP) juga ikut terhambat. Proses ini akan mencegah pembekuan darah (agregasi platelet).

Plavix tersedia dalam dua sediaan dosis, yaitu 75 mg dan 300 mg. Namun di Indonesia, Plavix hanya tersedia dalam dosis 75 mg.

Manfaat dan Kegunaan Obat Plavix

Plavix diindikasikan untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh pembekuan darah pada:

  • Individu yang baru saja mengalami serangan jantung (infark miokard)
  • Individu yang baru saja mengalami stroke iskemik
  • Penderita penyakit arteri perifer
  • Penderita sindrom koroner akut, termasuk serangan jantung dan angina tidak stabil
  • Penderita fibrilasi atrium yang memiliki minimal satu faktor risiko kejadian vaskular seperti serangan jantung atau stroke, tidak bisa menerima obat antagonis vitamin K, dan berisiko rendah mengalami perdarahan

Obat ini juga bermanfaat untuk:

  • Mencegah risiko serangan jantung dan stroke
  • Mencegah risiko arteri perifer (penyumbatan pembuluh darah pada tungkai kaki)
  • Mencegah risiko pendarahan ketika operasi jantung atau pembuluh darah

Dosis Penggunaan

Dosis penggunaan obat Plavix berbeda berdasarkan masalah medis yang diderita. Dosis Plavix harus sesuai dengan anjuran dokter, namun umumnya sebagai berikut:

  • Penderita serangan jantung (infark miokard), stroke iskemik, dan arteri perifer: 75 mg/hari.
  • Penderita atrial fibrilasi: 75 mg/hari dan diminum bersama aspirin.
  • Penderita serangan jantung STEMI berusia di bawah 75 tahun: 300 mg dan dilanjutkan 75 mg/hari.
  • Penderita serangan jantung Non-STEMI berusia di bawah 75 tahun: 300 mg dilanjutkan 75 mg/hari, dikombinasikan dengan asam asetil salisilat 75-325 mg/hari.
  • Penderita serangan jantung STEMI berusia di atas 75 tahun: 75 mg/hari.

Plavix dapat diminum sebelum atau setelah makan, dikonsumsi pada waktu yang sama setiap harinya. 

Perhatian Penggunaan 

Mengombinasikan Plavix dengan obat, herbal, atau suplemen lain dapat menghasilkan interaksi obat, seperti mengurangi efektivitas obat dan dapat meningkatkan efek samping yang berbahaya. 

Obat-obatan yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Plavix antara lain:

  • Fluvoxamine
  • Ketokonazol
  • Modafinil
  • Morfin
  • Omeprazol
  • St John’s Wort
  • Aspirin dubur
  • Simetidin

Efek Samping Obat Plavix

Penggunaan Plavix dapat menyebabkan efek samping antara lain:

  • Gangguan pencernaan, seperti diare, mual, muntah, sakit perut, nyeri, dan konstipasi
  • Heartburn
  • Kantuk
  • Nyeri dada
  • Gejala seperti flu
  • Pusing atau sakit kepala
  • Ruam kulit
  • Infeksi saluran pernapasan atas

Efek samping di atas mungkin tidak dialami oleh seluruh pengguna obat Plavix. Namun jika Anda merasakan efek samping berikut, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut:

  • Depresi
  • Reaksi alergi parah, seperti pembengkakan dan sesak napas
  • Pecahnya salah satu pembuluh darah (hemoragik), seperti pendarahan dan mimisan yang berlangsung lama

Untuk mencegah efek samping, pastikan konsumsi obat sesuai arahan dokter. Kenakan alat pelindung ketika melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan cedera atau terluka. 

Catatan

Selama penggunan Plavis, usahakan untuk minum 2 liter sehari dan makan dalam porsi kecil namun sering. Segera hubungi dokter jika Anda merasa kesakitan. 

Mengenal Obat Kesuburan untuk Wanita

Wanita yang mengalami masalah kesuburan tentu akan diberikan rekomendasi perawatan yang berbeda tergantung dari penyebab masalah kesuburan tersebut. Sebab, masalah kesuburan tidak hanya terjadi pada wanita, namun bisa juga terjadi pada pria atau pada kedua belah pihak. Salah satu cara yang dapat membantu mengobati kondisi masalah kesuburan ialah mengonsumsi obat salah satunya blesifen.

Namun, perlu hati-hati dalam mengonsumsi obat. Sebab dalam meresepkan obat tanpa diagnosis yang tepat dapat memberikan dampak negatif.

Jika diagnosis masalah infertilitas memang terjadi akibat dari masalah ovulasi wanita, berikut ini beberapa jenis obat kesuburan yang dapat membantu selain dari blesifen.

1. Jenis Obat Kesuburan: Clomid

Para Dokter biasanya akan memberikan jenis obat kesuburan berupa tablet Clomiphene citrate atau biasa disebut Clomid ini sebagai opsi pertama bagi wanita yang memiliki masalah kesuburan.

Jenis obat kesuburan ini bekerja di kelenjar pituitari, menyebabkan tubuh membuat lebih banyak hormon yang membantu telur untuk matang di ovarium. Clomid juga sering diresepkan Dokter pada wanita dengan masalah polycystic ovary syndrome (PCOS) dan masalah ovulasi lainnya.

Wanita yang mengonsumsi clomid dapat merasakan beberapa efek samping, seperti perubahan emosi, gangguan visual, hingga tubuh terasa panas mendadak. Ketidaknyamanan di panggul, nyeri payudara, dan mual juga dapat menjadi efek samping dari clomid, namun sangat jarang terjadi.

“Tujuan utama dari clomid adalah untuk mengembalikan ovulasi dan dapat melakukannya pada sekitar 70-80% wanita yang mengonsumsinya. Setelah ovulasi, wanita akan memiliki kesempatan untuk hamil, kira-kira sebesar 20% setiap siklusnya,” ungkap ahli kesuburan dari DuoFertility, Dr Kim Clugston, seperti dikutip dari huffingtonpost.co.uk.

2. Jenis Obat Kesuburan: Femara

Selain umum diberikan pada wanita yang memiliki masalah ovulasi, Femara juga biasa diberikan untuk menyembuhkan kanker payudara pada wanita yang telah menopause.

Femara dengan kandungan letrozole ini juga merupakan jenis obat kesuburan berbentuk oral yang bekerja dengan menghambat aromatase. Ini merupakan enzim yang berhubungan dengan produksi estrogen dan menekan produksi estrogen.

Dengan tingkat estrogen yang rendah, kelenjar pituitari akan memproduksi lebih banyak hormon yang menstimulasi ovarium untuk menghasilkan telur.

Dikutip dari verywellfamily.com, femara juga umum diberikan pada wanita yang resisten terhadap jenis obat kesuburan clomid, saat tidak mampu menstimulasi ovulasi setidaknya tiga kali siklus dan meski sudah menaikan dosisnya.

Sebuah penelitian di tahun 2014 (ncbi.nlm.nih.gov), menemukan bahwa 27,5% wanita yang mengalami PCOS dan mengonsumsi letrozole akhirnya dapat hamil, dibandingkan dengan 19,1% yang mengambil clomiphene.

3. Jenis Obat Kesuburan: Gonadotropins

Dikutip dari medicalnewstoday.com, kelompok hormon ini dapat menstimulasi aktivitas di ovarium, termasuk ovulasi. Saat jenis obat kesuburan lain tidak bekerja memberikan kehamilan, Dokter mungkin akan merekomendasikan pemberian follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) melalui suntikan atau semprotan hidung.

Dua hormon ini sebenarnya juga dihasilkan oleh tubuh dan krusial untuk ovulasi, namun dengan pemberian gonadotrophins, maka dapat membantu menstimulasi ovarium untuk memproduksi dan mematangkan telur.

Dikutip dari babycentre.co.uk, tujuh dari sepuluh wanita dengan masalah ovulasi yang disebabkan oleh PCOS akan kembali mengalami ovulasi setelah menggunakan gonadotrophins dalam dosis rendah dan empat dari 10 wanita akhirnya akan hamil.

Beberapa gejala yang mungkin akan dialami saat menggunakan jenis obat kesuburan ini, antara lain reaksi alergi pada obat, perut tidak nyaman, pusing, nyeri sendi, demam, hingga lebam di bagian tubuh yang disuntikan. Namun gejala ini tentu berbeda-beda pada setiap wanita atau bahkan tidak mengalaminya sama sekali.

Itulah beberapa jenis obat kesuburan selain blesifen yang umum direkomendasikan Dokter untuk meningkatkan kesuburan dan memperbesar peluang kehamilan.

Tak Perlu Cemas, Atasi Diare dengan Obat Norit

Diare merupakan salah satu kondisi yang cukup umum terjadi. Meskipun umum, gejala yang ditimbulkan saat diare bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh meremehkan diare dan perlu mengobatinya dengan obat Norit.

Cap Lang Norit merupakan salah satu obat yang dipercaya efektif mengatasi diare. Bahkan, bukan hanya diare, obat ini juga bisa mengobati kondisi keracunan makanan serta gangguan pada saluran pencernaan. 

Kapan perlu menggunakan obat Norit?

Pada dasarnya, Cap Lang Norit dianjurkan untuk mengatasi gangguan pencernaan dan keracunan makanan. Jadi, waktu yang tepat untuk menggunakan obat ini adalah saat Anda merasakan gejala dari kondisi tersebut. 

  • Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan bisa terjadi karena berbagai macam faktor. Mungkin Anda mengalami infeksi terhadap virus atau bakteri tertentu yang menyebabkan hal ini.

Kondisi gangguan pencernaan dapat bermacam-macam, meliputi diare, kram perut, serta perut kembung. Anda bisa menggunakan obat ini ketika mengalami kondisi-kondisi tersebut. 

  • Keracunan makanan

Anda mungkin keracunan makanan ketika mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi. Ini bisa saja terjadi tanpa Anda sadari.

Gejala keracunan makanan tak jauh berbeda dengan gejala saat mengalami gangguan pencernaan. Anda juga akan merasakan sakit perut, mual, diare, serta muntah. Gunakan obat Norit untuk mengatasi gejala tersebut.

Saat mengalami diare, gangguan pencernaan, atau keracunan makanan, Anda mungkin akan mengalami gejala umum. Gejala umum itu berupa:

  • Mual
  • Sakit perut
  • Dehidrasi
  • Demam

Ketika mengalami gejala-gejala di atas, maka sudah waktunya Anda untuk mengonsumsi obat, seperti Cap Lang Norit. Jangan tunggu sampai kondisi semakin memburuk.

Hal-hal yang boleh dilakukan saat diare

Mengonsumsi obat untuk diare saja tidak cukup untuk mengobati Anda dengan efektif. Anda juga perlu memaksimalkan pengobatan dengan melakukan perawatan mandiri.

Perawatan mandiri bisa Anda coba dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Jangan melakukan hal-hal yang bisa semakin memperparah kondisi Anda.

Supaya pengobatan Anda menjadi lebih maksimal, lakukan hal-hal berikut ketika mengalami diare:

  • Minum air mineral

Sebaiknya, hindari mengonsumsi minuman jus atau minuman bersoda. Ketika diare, Anda mungkin akan mengalami kekurangan cairan. Tambah cairan dalam tubuh Anda dengan meminum air putih.

Khususnya ketika meminum obat Norit, minumlah bersamaan dengan segelas air mineral. Jangan minum obat menggunakan minuman lain selain air mineral.

  • Beristirahat

Ketika mengalami gangguan pencernaan atau keracunan makanan, sebaiknya hentikan segala aktivitas sehari-hari Anda. Luangkan waktu untuk beristirahat sepenuhnya di rumah. 

Istirahat yang cukup bisa membantu memulihkan kondisi kesehatan Anda. Pastikan Anda mendapat waktu tidur yang cukup. 

  • Konsumsi paracetamol

Apabila merasakan nyeri yang parah serta demam dan sakit kepala, Anda bisa mencoba mengatasinya dengan mengonsumsi obat paracetamol. Paracetamol memang merupakan jenis obat yang berfungsi untuk meredakan nyeri dan demam.

Akan tetapi, ingatlah untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter atau apoteker. Tanyakan apakah paracetamol yang akan Anda konsumsi baik dikombinasikan dengan Cap Lang Norit atau tidak. 

Perhatikanlah hal-hal di atas ketika Anda sedang mengalami diare, gangguan pencernaan, atau keracunan makanan. Jangan sampai kondisi Anda semakin memburuk karena pola perawatan mandiri yang salah.

Anda bisa mengandalkan obat Norit untuk meredakan gejala Anda. Apabila penggunaan obat selama berhari-hari tak kunjung meredakan kondisi, maka konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan yang lebih komprehensif.

Mengenal Aspirin, Manfaat dan Efek Samping

Aspirin merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri dan demam. Orang-orang menggunakan obat ini sebagai anti-peradangan atau pengencer darah. Anda bisa membili aspirin secara OTC atau “over-the-counter” di apotek tanpa perlu resep dari dokter. Penggunaan sehari-hari termasuk mengatasi sakit kepala, mengurangi pembengkakan, dan mengurangi demam. Apabila diminum setiap hari, aspirin dapat mengurangi risiko kejadian kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke pada orang-orang yang memiliki risiko tinggi. Dokter dapat segera menggunakan aspirin setelah serangan jantung untuk mencegah penggumpalan darah dan kematian jaringan jantung. 

Apa itu aspirin?

Aspirin adalah obat anti-peradangan nonsteroid (NSAID). Aspirin mengandung salisilat, sebuah senyawa yang ditemukan di tanaman. NSAID adalah sebuah kelas obat yang memiliki efek mengurangi rasa nyeri, mengurangi demam, dan menurunkan peradangan pada dosis yang lebih tinggi. 

  • Nyeri dan bengkak

Aspirin dapat mengatasi rasa nyeri dan pembengkakan sedang yang dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan, seperti sakit kepala, demam atau flu, keseleo, kram menstruasi, dan kondisi jangka panjang seperti arthritis dan migraine. Untuk nyeri atau rasa sakit yang parah, dokter dapat merekomendasikan penggunaan aspirin bersamaan dengan obat lain, seperti pereda nyeri opioid atau NSAID lain. 

  • Mencegah kejadian kardiovaskular

Penggunaan aspirin dosis rendah sehari-hari dapat menurunkan kejadian kardiovaskular pada beberapa orang (hal ini tidak aman untuk semua orang). Lembaga Obat dan Makanan (FDA) hanya merekomendasikan penggunaan aspirin dengan cara ini apabila mendapatkan pengawasan dari dokter. Pada orang-orang yang berisiko tinggi menderita kejadian kardiovaskular, aspirin dosis rendah dan mengurangi risiko dengan mencegah gumapalan darah terbentuk. Dokter dapat merekomendasikan penggunaan sehari-hari pada orang yang memiliki penyakit pembuluh darah atau jantung, memiliki bukti aliran darah ke otak yang buruk, memiliki kolesterol darah yang tinggi, memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi, menderita diabetes, dan seorang perokok. Akan tetapi, pada orang-orang yang tidak menderita hal-hal tersebut, risiko penggunaan aspirin jangka panjang lebih besar daripada manfaat yang dibawanya. 

  • Merawat kejadian koroner

Dokter dapat menggunakan aspirin setelah terjadi serangan jantung, stroke, atau kejadian kardiovaskular lainnya untuk mencegah pembentukan gumapalan darah dan kematian jaringan jantung. Aspirin juga dapat menjadi bagian rencana perawatan pada orang-orang yang baru-baru ini mendapatkan operasi revaskularisasi seperti angioplasty atau operasi bypass koroner, mini-stroke, dan ischemic stroke yang disebabkan oleh pengumpalan darah. 

  • Penggunaan lainnya

Aspirin juga dapat digunakan untuk merawat nyeri dan pembengkakan yang dihubungkan dengan beberapa kondisi kesehatan seperti rheumatoid arthritis, osteoarthritis , dan kondisi peradangan sendi lainnya, systemic lupus erythematosus, dan peradangan di sekitar jantung yang dikenal dengan sebutan pericarditis. Selain itu, dokter dapat merekomendasikan penggunaan aspirin dosis rendah untuk orang-orang yang menderita retinopathy atau kerusakan retina, menderita diabetes selama lebih dari 10 tahun, sedang menggunakan obat-obatan antihipertensif, dan memiliki risik kanker colorectal. 

Dokter biasanya tidak merekomendasikan penggunaan aspirin untuk mereka yang berusia kurang dari 18 tahun. Hal ini disebabkan karena penggunaan aspirin pada anak dapat meningkatkan risiko kondisi serius yang disebut sindrom Reye, yang dapat muncul setelah ifneksi virus seperti demam, flu, atau cacar. Sindrom Reye dapat menyebabkan cidera otak permanen atau bahkan kematian. Namun, dokter dapat meresepkan aspirin untuk anak dibawah pengawasan mereka apabila anak menderita penyakit Kawasaki untuk mencegah penggumpalan darah setelah operasi jantung. Untuk anak, dokter biasanya merekomendasikan acetaminophen atau ibuprofen, dalam dosis yang disesuaikan, sebagai pengganti aspirin.