Tes Kesehatan Calon Pengantin Pria Sebelum Menikah

Premarital screening dilakukan untuk mengetahui dan mengukur kondisi sebenar-benarnya sepasang kekasih sebelum melakukan pernikahan. Tes kesehatan calon pengantin harus dilakukan oleh kedua calon mempelai, bukan salah satunya saja.

Namun, stereotip dan kebiasaan kita di sini seakan membebankan itu hanya pada pihak perempuan. tes kesehatan calon pengantin pria sebelum menikah juga penting dilakukan demi memeriksa beberapa hal terkait kesuburan dan kondisi tubuh.

Melakukan tes kesehatan calon pengantin pria sebelum menikah  perlu dilakukan agar dapat dilakukan perawatan dan pengobatan jika ternyata kemudian diketahui hal-hal yang membahayakan dan merugikan ketika nantinya sudah menikah. Terdapat pula tes kesuburan yang mana hasilnya dapat menjadi rujukan jika Anda dan pasangan berniat untuk segera ingin punya momongan.

  • Apa Saja Serangkaian Tes Kesehatan yang Dilakukan?

Tes darah

Jenis tes darah yang umumnya dilakukan sebelum menikah adalah pemeriksaan darah lengkap (complete blood count) untuk mengetahui gambaran kesehatan individu secara umum dan mendeteksi kondisi anemia, polisitemia, maupun leukemia. Selain itu, akan diperiksa juga rhesus untuk mengetahui kecocokan rhesus dan efeknya terhadap ibu dan bayi kelak.

Manusia memiliki rhesus darah positif dan negatif. Jika seorang laki-laki dan pasangannya memiliki rhesus yang berbeda maka janin bakal bayi Andalah yang akan mengalami gangguan. Ketika bayi memiliki rhesus yang berbeda dengan ibunya, maka tubuh si ibu akan mengindentifikasikannya sebagai benda asing dan akan diserang oleh sistem imun si ibu. Oleh karena itu menjalani tes darah sistem ABO/rhesus tentunya perlu untuk dilakukan.

Hasil tes ini juga menjadi indikator adanya gangguan pada organ dalam lainnya, misalnya dapat mengetahui ada tidaknya gangguan pada prostat, atau gangguan pada kelenjar tiroid, kadar gula darah sampai lemak.

Tes Penyakit Menular Seksual

Menjalani tes penyakit kelamin sebelum dan seterusnya setelah menikah adalah cara yang ideal untuk suami istri saling terbuka seputar status kesehatan mereka yang terbaru dan paling akurat.Lakukan tes penyakit menular seksual sebelum menikah karena jenis penyakit ini berpotensi mengganggu perjalanan kehidupan rumah tangga kelak. Selain itu penyakit seperti Hepatitis B dan C juga harus diwaspadai karena kegagalan fungsi hati adalah penyakit yang serius.

Pemeriksaan Urin

Tes urin lengkap juga biasanya masuk ke dalam serangkaian tes kesehatan calon pengantin. Dengan metode tes ini, penyakit metabolik atau sistemik dapat langsung diketahui. Selain itu urinalisa juga dapat dengan tepat mengetahui jika ada gangguan fungsi ginjal.

Tes Kesuburan

Masalah ketidaksuburan bukan menjadi beban yang hanya ditanggung oleh pihak perempuan. Laki-laki juga memiliki risiko yang sama besarnya terhadap hal ini. Sebuah penelitian bahkan memperkirakan 30% masalah ketidaksuburan dalam pernikahan disebabkan oleh pihak laki-laki. Tes ini meliputi pemeriksaan kualitas dan kuantitas sperma pria. Apakah cukup baik untuk membuahi sel telur atau mendeteksi kelainan lainnya. Pengambilan sampel air mani biasanya diperlukan dalam metode ini.

Volume sperma yang normal biasanya 2-5 mililiter dengan komposisi cairan cenderung kental dan tidak cair, berwarna putih agak abu-abu. Sperma sehat biasanya dalam 1 mililiter mengandung 20 juta sel sperma berbentuk normal dan bergerak cepat ke depan. Jika ditemukan sperma Anda kurang sehat maka dokter akan melakukan tes untuk mencari darimana gangguan itu berasal dengan melakukan tes USG pada skrotum dan testis.

***

Untuk melakukan tes kesehatan calon pengantin pria sebelum menikah ini dapat dilakukan di rumah sakit atau klinik laboratorium swasta. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan tes pra-nikah.

Tes kesehatan calon pengantin pun dapat dilakukan di puskesmas sesuai domisili calon mempelai. Biasanya, calon pasangan akan mendapat surat rekomendasi atau pengantar dari stake holder terkait.