Trik Mencegah Kulit Kering saat Hamil

Kehamilan akan membawa Anda ke berbagai kondisi masalah kulit. Banyak wanita hamil yang mengeluhkan kulit berminyak selama masa kehamilan sehingga menimbulkan jerawat yang tidak terkendali. Banyak pula yang mengeluhkan kondisi kulit kering saat hamil yang menjadi penyebab munculnya selulit di bagian perut ataupun bagian-bagian tubuh lainnya. 

Kulit kering saat hamil umumnya dipicu karena adanya perubahan hormon yang membuat kulit kehilangan kelembapan dan elastisitas. Masalah kulit kering umumnya akan semakin mengganggu Anda ketika sudah memasuki trimester ketiga kehamilan. Di mana kondisi ini dapat menimbulkan selulit di perut hingga benjolan merah di berbagai area kulit. Namun untuk beberapa perempuan hamil, masalah kulit kering bisa hadir lebih cepat sejak trimester pertama. 

Walaupun lebih banyak disebabkan oleh perubahan hormon secara alami, bukan berarti Anda tidak bisa mencegah kulit kering saat hamil. Ada banyak cara yang bisa Anda tempuh agar tidak terkena masalah kulit yang satu ini selama mengandung, seperti di bawah ini. 

  1. Perbanyak Air Putih 

Anda mungkin tidak menyangka bahwa menghindari kulit kering saat hamil bisa semudah Anda minum air putih dalam jumlah lebih banyak selama mengandung. Pasalnya, air putih menjaga tubuh tetap terhidrasi sehingga kelembapan kulit pun bisa dipertahankan. Jika kebutuhan air harian idealnya adalah 2 liter, selama hamil cobalah mengonsumsi 2,5—3 liter air putih untuk mencegah masalah kulit kering. 

  1. Manfaatkan Tabir Surya

Paparan sinar matahari yang mengandung radikal bebas bisa membuat masalah kulit kering saat hamil datang lebih cepat. Jangan biarkan hal tersebut terjadi! Anda cukup berjuang melawan kulit kering akibat perubahan hormon, jangan ditambah dengan paparan sinar matahari yang merusak kulit. Selalu gunakan tabir surya baik dalam ruangan maupun luar ruangan. Namun, pastikan pula tabir surya yang Anda gunakan cukup aman digunakan untuk perempuan yang tengah hamil. 

  1. Perhatikan Asupan Makanan 

Makanan bergizi ternyata juga dapat menjadi penyelamat kulit Anda selama kehamilan. Cobalah untuk mulai mengubah pola makan Anda tiap harinya. Untuk mencegah kulit kering saat hamil, sebaiknya Anda mengonsumsi berbagai makanan yang kaya minyak. Namun agar lebih sehat, disarankan Anda lebih memilih minyak nabati alami dalam buah-buahan ataupun kacang-kacangan. Alpukat maupun kacang hijau menjadi contoh asupan makanan yang bisa menjaga kesehatan kulit Anda selama mengandung. 

  1. Batasi Waktu Mandi 

Perempuan yang tengah mengandung kerap merasa gerah. Anda pun mungkin ingin berlama-lama di kamar mandi untuk berendam lebih lama agar tubuh terasa segar. Namun, tahukah Anda kebiasaan ini justru bisa memicu kulit kering? Sebaiknya mulai sekarang, Anda membatasi waktu mandi maksimal 15 menit. Pastikan juga air yang Anda gunakan untuk mandi bukanlah air panas karena bisa memperparah risiko kulit kering yang sudah mengintai Anda. 

  1. Gunakan Humidifier

Penggunaan humidifier di dalam ruangan ternyata bisa membantu Anda untuk keluar dari masalah kulit kering saat hamil. Humidifier setidaknya mampu menjaga kelembapan ruangan, sehingga kulit Anda juga tetap terhidrasi. Tidak hanya itu, penggunaan humidifier dapat membantu Anda agar tidur lebih nyenyak sehingga kulit pun menjadi lebih sehat. Pasalnya, ibu hamil cenderung memiliki masalah gangguan tidur yang membuat kulit kering semakin rentan terjadi. 

  1. Lakukan Lulur dan Masker 

Menjaga kelembapan kulit dari luar menjadi cara tercepat mengusir kekeringan di area kulit. Bukanlah berarti karena kondisi kehamilan, Anda lalu melupakan untuk melakukan lulur dan masker secara teratur. Nyatanya memakai masker di wajah minimal seminggu sekali bisa membuat kulit wajah terjaga kelembutan dan kelembapannya. Melakukan lulur yang tidak mengarah ke area perut pun bisa dilakukan sebulan sekali untuk mencegah kulit kering saat hamil. 

*** 

Mencegah kulit kering saat hamil tidaklah sulit dan bisa dilakukan dengan cara-cara di atas. Namun terkadang, perubahan hormon akan sangat ekstrem dan membuat masalah kulit tidak bisa dicegah dan diatasi dengan cara alami. Pada saat itu, berkonsultasi ke dokter kandungan sekaligus dokter kulit pun layak dicoba.