Bagaimana Cara Menghitung Usia Kehamilan Menurut Islam?

cara menghitung usia kehamilan

Bagi hampir sebagian besar orang, kehamilan merupakan hal yang membahagiakan. Bagaimana terdapat calon manusia baru di dalam tubuhnya, seorang wanita dengan perasaan yang campur aduk mengiringi perkembangan janin tersebut pada setiap embusan napasnya. Manusia mengandung selama sembilan bulan. Namun, bagaimana cara menghitung usia kehamilan secara pasti?

Sebenarnya ada banyak cara untuk mengetahui dan memperhitungkan usia kehamilan seseorang. Akan tetapi, bagi muslim penting kiranya agar tetap melakukan apa pun sesuai dengan syariat. Ternyata, dalam islam juga ada lho cara menghitung usia kehamilan. Berikut di antaranya:  

  • Melalui Ukuran Perut Ibu

Rahim merupakan organ yang fleksibel dan akan membesar secara teratur sesuai dengan ukuran janin. Ukuran rahim normal, dalam hal ini tidak sedang hamil, hanya sebesar telur bebek. Pada usia kehamilan kurang dari 2 bulan maka rahim membesar sedikit dari ukuran telur bebek. Kemudian pada hamil 3 bulan maka akan menjadi seperti telur angsa. Kemudian dokter atau bidan akan menentukan dengan mengukur puncak rahim.

  • Mengukur Puncak Rahim

Islam mengenal cara menghitung usia kehamilan dengan mengukur puncak rahim atau tinggi fundus. Mengukur puncak rahim dimulai dari bagian rahim yang paling menonjol sampai ke tulang kemaluan. Prosedur ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:

  • Dengan ukuran centimeter: Jika ukuran jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim kurang lebih 25 cm maka usia kehamilan kira-kira 7 bulan. Jika puncak 27 cm maka hamil 8 bulan, dan seterusnya.
  • Dengan jari tangan: Jika ukuran tinggi fundus sampai tulang kemaluan selebar 2 jari tangan maka itu kehamilan mencapai usia 2 minggu. Jadi usia kehamilan tinggal mengalikan saja sesuai dengan lebar 2 jari tangan pada tinggi fundus.
  • Dengan ukuran tinggi puncak rahim sampai di pusar. Jika sudah menemukan tanda itu maka usia kehamilan antara 5 sampai 6 bulan. Jika sudah mencapai tulang dada dan pusar maka usia kehamilan berarti 7 bulan.

Dengan cara ini, ibu bisa mengetahui usia kehamilan mereka dan memungkinkan ketepatan prediksi dan persiapan proses persalinan.

  • Sesuai Perkembangan Janin

Islam mengenal dua sumber hukum, yakni Alquran dan Assunah (hadis), untuk menentukan sebagian besar perkara. Dalam situasi ini, ada sebuah hadis yang menyebut bahwa janin terbentuk selama 40 hari sampai menjadi segumpal daging. 

Lalu setelah itu Allah akan mengutus malaikat untuk meniupkan ruh pada janin. Dan saat itu janin sudah memiliki nyawa yang ditandai dengan munculnya detak jantung dan perkembangan kantung janin yang sempurna. Berdasarkan hadis itu, ibu bisa menjadikannya salah satu cara menghitung usia kehamilan.

  • Berdasarkan Terbentuknya Organ Janin

Dalam islam semua proses perkembangan janin sudah tertulis dalam Al Quran dan dijelaskan juga dalam Al Hadist. Ketika usia kehamilan mencapai 56 hari maka akan terbentuk bagian hidung, jari, telinga, dan kepala mulai mendekati dada. 

Kemudian pada usia 84 hari telinga bisa lebih sempurna, mata masih menutup dan melekat, leher mulai terbentuk dan alat kelamin juga mulai ada tapi tidak jelas. Kemudian pada usia 112 hari maka alat kelamin luar mulai terlihat jelas dan ditandai dengan warna kulit yang lebih merah. 

Pada usia kehamilan 168 hari maka kelopak mata terlihat jelas dan ada bagian alis dan bulu mata yang terbentuk. Semua organ akan lahir sempurna jika tidak ada tanda tanda janin cacat. Ini sebenarnya dapat menjadi cara menghitung usia kehamilan yang cukup efektif ketika dipadupadankan dengan bantuan peralatan modern, seperti USG, misalnya.

  • Sah-Sah Saja Manfaatkan Alat Modern

Islam tidak melarang penggunaan alat modern untuk memeriksa kondisi kehamilan. Ketika kehamilan sudah menunjukkan perkembangan janin 2 bulan sampai perkembangan pada bulan selanjutnya maka pemeriksaan dengan alat modern bisa dilakukan. 

Saat itu pembuluh darah pada janin sudah mulai terbentuk kemudian jantung janin sudah mulai berdenyut. Biasanya denyut jantung janin akan ditemukan pada usia kehamilan kurang dari 84 hari. 

Jika alat yang digunakan lebih sederhana maka denyut jantung bisa terdeteksi saat kehamilan berusia 140 hari. Prosedur inilah cara menghitung usia kehamilan yang paling efektif.

***

Itulah beberapa cara menghitung usia kehamilan menurut islam yang bisa dipraktikkan oleh kaum muslimin sekalian. Akan tetapi, biar bagaimanapun, untuk mengetahui usia kandungan dan tetap menjamin keamanan dan keselamatan ibu dan bayi, sebaiknya dilakukan dengan bantuan tenaga medis yang kompeten.