TB 4 Tablet, Zat Apa Saja yang Terkandung di Dalamnya?

TBC (tuberkulosis) atau sering dikenal dengan TB merupakan penyakit paru-paru akibat infeksi bakteri Mycobacterium. Orang yang menderita TB akan mengalami beberapa gejala seperti menderita batuk dalam waktu lama, tidak nafsu makan, berkeringat di malam hari, nyeri dada, demam, dan lemas. Untuk mengobati TB maka pemberian obat pro TB 4 tablet biasanya akan diresepkan oleh dokter. Obat ini akan membantu mengatasi TBC dan perlu dikonsumsi rutin setiap hari saat perut kosong atau minimal ½ jam sebelum makan, sesuai dengan petunjuk dari dokter.  

Kandungan pro TB 4 tablet

Obat Pro TB 4 tablet memiliki berbagai kandungan zat aktif di dalamnya seperti rifampicin, isoniazid, pyrazinimide, dan ethambutol. Seluruh kandungan zat aktif tersebut memiliki fungsi masing-masing, yaitu:  

  1. Rifampicin 150 mg 

Rimfampicin merupakan antibiotik yang terkandung dalam pro TB digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri seperti TBC, legionnarie, dan kusta. Cara kerja rifampicin adalah dengan menghambat pembentukan RNA bakteri. Rifampicin sendiri bisa diberikan secara oral maupun intravena.

  1. Isoniazid 75 mg

Isoniazid (INH) juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit TBC yang merupakan lini pertama penggunaannya dalam melakukan pencegahan serta pengobatan TB laten dan TB aktif. Isoniazid masih berupa prodrug sehingga akan diaktifkan oleh enzim katalase-peroksidase bakteri pada Mycobacterium tubercolosis. Isoniazid efektif terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium xenopi, dan Mycobacterium kansasi. 

  1. Pyrazinamide 400 mg

Pyrazinamide bersifat bakteriostatik sekaligus bisa bersifat bakterisida saat terjadi replikasi bakteri secara aktif dalam tubuh. Penggunaan pyrazinamide bertujuan untuk mengurangi durasi penyembuhan TBC. Pyrazinamide digunakan selama 2 bulan pertama pengobatan.

  1. Ethambutol HCl 15 mg

Ethambutol merupakan anti-tuberculosis dengan sistem kerja menghambat satu atau lebih metabolit bakteri rentan yang menyebabkan gangguan metabolisme sel, menghambat multiplikasi, hingga kematian sel. Penggunaannya biasanya digunakan terutama jika telah diduga adanya resistensi tubuh terhadap obat TB lainnya. Ethambutol aktif terhadap bakteri rentan hanya saat bakteri tersebut mengalami pembelahan sel. 

Efek samping pro TB 4 tablet

Terdapat beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat penggunaan obat pro TB 4 tablet yaitu:

  • Efek samping umum seperti sakit kepala, pusing, anemia, demam, shock syndrome, kejang, purpurea, arthralgia, dan sindrom rematik. 
  • Efek samping kandungan ethambutol pada pro TB yang sering muncul seperti ruam kulit akibat reaksi alergi, serta gangguan pada saluran pencernaan. 
  • Efek samping kandungan ethambutol pada pro TB yang jarang terjadi seperti neuritis perifer, hiperurisemia, kelainan darah, penyakit kuning, dan efek samping pada sistem saraf pusat. 
  • Pada gangguan ginjal dan penggunaan obat berlebihan, kandungan ethambutol pada pro TB dapat menyebabkan efek samping berupa terjadinya gangguan penglihatan disertai turunnya visus, buta warna hijau-merah, penyempitan pandangan, serta skotoma sentral. 
  • Efek samping kandungan rifampicin pada pro TB yaitu leukopenia, eosinofilia, gangguan saluran pencernaan, dan gangguan fungsi hati. 
  • Efek samping kandungan isoniazid pada pro TB yaitu gangguan sistem saraf dan fungsi hati. 

Penggunaan obat pro TB 4 tablet harus dilakukan setiap hari dan tidak boleh terlewat sebab obat ini termasuk dalam jenis antibiotik. Hubungi dokter jika Anda melewatkan minum obat meski hanya sekali saja guna menghindari kemungkinan tubuh menjadi kebal terhadap obat. Selama penggunaan obat pro TB, Anda tidak boleh mengonsumsi alkohol. Apabila Anda masih ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai obat pro TB 4 tablet, tanyakan langsung kepada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *