Testis Asimetris, Cara Melakukan Pemeriksaan Secara Mandiri

Testis asimetris adalah suatu kondisi normal sampai batas tertentu. Meski begitu, ada kondisi-kondisi yang perlu Anda waspadai untuk mengenali adanya masalah.

Pada umumnya, testis besar sebelah adalah kondisi wajar. Sebagian besar pria mendapati bahwa testis sebelah kanan sedikit lebih besar dan testis sebelah kiri menggantung lebih rendah.

Perbedaan ukuran testis ini tidak perlu dikhawatirkan selama masih dalam batasan normal. Namun, jika Anda mulai merasakan gejala-gejala lain, tentu Anda perlu menjumpai dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan testis asimetris.

Mewaspadai gejala

Entah testis sebelah mana yang lebih besar, seharusnya perbedaan ukuran tidak sampai terlalu ekstrem. Seharusnya Anda tidak merasakan nyeri saat duduk, berdiri, atau berjalan.

Testis berbentuk seperti telur, bukan bulat utuh. Normalnya seluruh permukaan testis lembut, tanpa benjolan atau gumpalan.

Waspadai gejala-gejala testis asimetris yang berbahaya sebagai berikut:

  • Terasa nyeri
  • Kemerahan
  • Bengkak
  • Keluar cairan dari penis
  • Sulit buang air kecil
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri di bagian tubuh lain, bisa di punggung atau perut bagian bawah

Pemeriksaan mandiri

Lebih lanjut, untuk mengenali kondisi testis asimetris, sebaiknya Anda membiasakan diri melakukan pemeriksaan testis mandiri secara reguler.

Bagaimanapun, yang paling mengenal tubuh Anda adalah Anda sendiri. Kenali perubahan testis secara ekstrem. Coba identifikasi adanya benjolan atau perubahan tekstur.

Skrotum seharusnya terasa longgar, tidak tertarik atau menyusut. Lakukan langkah-langkah ini.

1. Posisikan testis di antara jari dan ibu jari, putar secara lembut dan perlahan, jangan terlalu keras

2. Periksa seluruh permukaan testis. Rasakan adanya benjolan, gumpalan, perubahan ukuran, atau titik yang terasa nyeri

3. Arahkan tangan ke bagian bawah skrotum untuk mencari epididimis, sebuah tabung yang menempel pada testis Anda

4. Ulangi untuk testis lainnya

Pemeriksaan lanjutan oleh dokter

Jika Anda merasakan adanya benjolan atau mengalami gejala-gejala di atas, segera temui dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan.

Dokter akan mengidentifikasi penyebab testis asimetris dengan memeriksa skrotum dan testis untuk mencari benjolan dan kelainan. Jika ada kecurigaan kanker testis, Anda diharuskan melakukan tes darah.

Selain itu, dokter juga mungkin melakukan beberapa tes lanjutan meliputi:

  • Tes urine untuk memeriksa kemungkinan infeksi dan masalah pada ginjal
  • USG untuk memeriksa aliran darah
  • CT Scan untuk mencari adanya kelainan testis

Penyebab testis asimetris

Epididimitis

Peradangan di area epididimis, biasanya terjadi karena infeksi. Kondisi ini adalah gejala umum klamidia, suatu infeksi menular seksual (IMS). Temui dokter jika Anda merasakan nyeri ekstrem atau rasa terbakar saat buang air kecil.

Kista epididimis

Pertumbuhan tidak biasa epididimis yang disebabkan oleh kelebihan cairan. Kondisi ini pada umumnya tidak berbahaya, jadi tidak membutuhkan perawatan khusus.

Orkitis

Peradangan testis yang disebabkan oleh infeksi atau virus penyebab penyakit gondok. Segera temui dokter jika Anda merasa nyeri.

Hidrokel

Penumpukan cairan di sekitar testis yang menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini bisa jadi normal seiring dengan pertambahan usia, bisa juga jadi indikasi peradangan.

Varikokel

Pembesaran pembuluh darah dalam skrotum. Kondisi ini dapat menyebabkan rendahnya jumlah sperma, tidak perlu diobati jika tidak ada gejala lain.

Tumor testis

Pertumbuhan jaringan tubuh yang tidak normal. Tumor dapat tumbuh di testis atau buah zakar. Waspada adanya benjolan baru di testis.

Kanker testis

Terjadi ketika sel-sel kanker menumpuk di testis Anda. Temui dokter jika Anda merasakan benjolan atau pertumbuhan baru di area testis.

Nah itu dia penyebab testis asimetris dan cara melakukan pemeriksaan mandiri yang bisa Anda lakukan di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *