Sakit Kepala Berdenyut, Apa Yang Perlu Dilakukan?

Setiap orang dihimbau untuk menerapkan pola hidup yang sehat supaya terhindar dari risiko seperti sakit kepala. Sakit kepala berdenyut dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada kepala. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu aktivitas manusia sehari-hari.

Penyebab Sakit Kepala

Sakit kepala berdenyut dapat timbul secara berulang kali. Sakit kepala berdenyut terjadi karena pelebaran pembuluh darah yang mencoba meningkatkan aliran darah kepala. Kondisi tersebut dapat terjadi di berbagai sisi kepala.

Selain itu, sakit kepala berdenyut terjadi karena beberapa faktor berikut:

  • Migrain

Migrain merupakan sakit kepala yang terjadi pada satu sisi. Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang mengalami migrain, antara lain dehidrasi, makanan tertentu, suara yang keras, dan faktor cuaca. Migrain juga dapat timbul secara berulang kali.

Migrain tidak hanya menyebabkan sakit kepala berdenyut, namun kondisi tersebut juga dapat menyebabkan seseorang bersin, batuk, nyeri, mual, dan muntah.

  • Sinusitis

Sinusitis merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala berdenyut. Sinusitis menyebabkan pembengkakan atau penyumbatan pada bagian sinus sehingga dapat memicu rasa nyeri pada beberapa bagian kepala.

  • Neuralgia oksipital

Neuralgia oksipital merupakan kondisi yang juga perlu diwaspadai, karena dapat menyebabkan sensasi terbakar dan berdenyut dari dasar tengkorak yang akan menyebar ke seluruh kulit kepala.

  • Penggunaan kafein

Jika Anda sering mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein, maka Anda akan kecanduan terhadap kandungan tersebut. Jika Anda mengurangi atau berhenti mengkonsumsi minuman tersebut, maka sejumlah gejala akan timbul, antara lain kurang bertenaga, merasa ngantuk, sakit kepala berdenyut, sulit berkonsentrasi, nyeri otot, mual, dan muntah.

  • Penggunaan alkohol

Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan tidak hanya menyebabkan penurunan kesadaran atau mabuk, namun juga dapat memperbesar dan menimbulkan iritasi pada pembuluh darah di otak dan jaringan sekitarnya sehingga dapat menyebabkan sakit kepala.

Penggunaan alkohol secara berlebihan juga dapat menimbulkan gejala lain berupa penurunan nafsu makan, tubuh terasa sensitif, lemas, diare, dan mual.

Cara Mengatasi Sakit Kepala

Jika Anda mengalami sakit kepala berdenyut dan ingin mengobati kondisi tersebut, Anda dapat mencoba beberapa cara di bawah:

  • Mengkonsumsi obat

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah mengkonsumsi obat pereda sakit kepala seperti paracetamol dan ibuprofen. Sebelum mengkonsumsi obat tersebut, Anda sebaiknya baca aturan pemakaiannya.

  • Mengkonsumsi air putih

Anda juga perlu mengkonsumsi air putih setiap hari dalam jumlah yang cukup. Kurangnya air putih tidak hanya menyebabkan dehidrasi, namun juga dapat mengurangi konsentrasi manusia dan menyebabkan sakit kepala.

  • Mengkonsumsi makanan sehat

Anda perlu mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk mencegah risiko pada tubuh seperti sakit kepala. Anda dapat mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan untuk mendukung kondisi tubuh Anda.

  • Mengatur pola tidur

Setiap orang perlu tidur setidaknya 6 jam sehari. Jika Anda kekurangan tidur, maka Anda tidak dapat berkonsentrasi dengan baik dan mengalami sakit kepala.

  • Jangan mengkonsumsi alkohol atau kafein

Anda jangan mengkonsumsi alkohol atau kafein secara berlebihan, karena kedua minuman tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala sehingga dapat membuat Anda sulit berkonsentrasi.

Jika Kondisi Memburuk

Jika Anda mengalami sakit kepala yang cukup parah, Anda dapat menghubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki kebiasaan tertentu sehingga Anda mengalami sakit kepala?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti CT scan atau MRI. Setelah itu, dokter dapat memberikan pengobatan terhadap kondisi tersebut, dan Anda perlu melakukan cara-cara yang dapat mencegah sakit kepala seperti tidak mengkonsumsi alkohol secara berlebihan.

Kesimpulan

Sakit kepala berdenyut merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, karena dapat mengganggu konsentrasi manusia. Untuk mengobati sakit kepala berdenyut, cara-caranya sederhana, namun Anda perlu melakukannya secara rutin untuk mencegah risiko tersebut terjadi lagi. Untuk informasi lebih lanjut tentang sakit kepala, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Apa Itu Penyakit Ginjal Polikistik?

Penyakit ginjal polikistik adalah gangguan ginjal turunan yang menyebabkan kista berisi cairan terbentuk di ginjal. Penyakit ginjal polikistik dapat mengganggu fungsi ginjal dan untuk akhirnya menyebabkan kegagalan ginjal. Penyakit ini merupakan penyebab kegagalan ginjal terbesar keempat. Orang-orang yang menderita penyakit ginjal polikistik juga dapat mengembangkan kista di hati dan komplikasi lain yang berbahaya. 

Banyak orang hidup dengan penyakit ginjal polikistik selama bertahun-tahun tanpa mengalami gejala apapun yang berhubungan dengan penyakit ini. Kista yang tumbuh pada umumnya berukuran  0,5 inci atau lebih besar sebelum seseorang menyadari adanya gejala tertentu. 

Gejala yang biasanya diasosiasikan dengan penyakit ginjal polikistik adalah rasa nyeri di perut, darah pada air seni, sering buang air kecil, nyeri di bagian sisi tubuh, infeksi saluran kemih, batu ginjal, nyeri pada punggung atau punggung terasa berat, kulit yang mudah lebam, kulit yang pucat, kelelahan, nyeri persendian, dan ketidaknormalan kuku. 

Anak dengan penyakit ginjal polikistik yang bersifat autosomal resesif akan memiliki gejala seperti tekanan darah tinggi, adanya infeksi pada saluran kemih, dan sering buang air kecil. Gejala pada anak dapat mirip gejala penyakit atau kondisi lain. Sangat penting untuk mendapatkan perawatan medis secepatnya pada anak apabila gejala yang disebutkan sebelumnya muncul. 

Apa penyebabnya?

Penyakit ginjal polikistik umumnya bersifat turunan. Dalam beberapa kasus yang jarang ditemui, penyakit ini berkembang pada orang-orang yang menderita gangguan ginjal serius. Ada tiga jenis penyakit ginjal polikistik, yaitu:

  • Penyakit ginjal polikistik autosomal dominan

Penyakit ginjal polikistik autosomal dominan (ADPKD) juga terkadang disebut dengan istilah penyakit ginjal polikistik dewasa. Menurut Badan Ginjal Nasional, kondisi ini meliputi 90 persen dari semua kasus penyakit ginjal polikistik. Seseorang yang memiliki orang tua yang menderita penyakit ginjal polikistik memiliki kemungkinan 50 persen untuk menderita kondisi serupa. Gejala biasanya berkembang saat seseorang menginjak usia 30 hingga 40 tahun. Namun, beberapa orang akan memiliki gejala tersebut pada masa kanak-kanak. 

  • Penyakit ginjal polikistik autosomal resesif

Penyakit ginjal polikistik autosomal resesif (ARPKD) lebih jarang ditemui dibandingkan dengan ADPKD. Kondisi ini juga merupakan kondisi bawaan, namun kedua orang tua harus membawa gen yang menyebabkan penyakit ini. Mereka yang merupakan seorang “carrier” ARPKD tidak akan menunjukkan gejala apapun apabila mereka hanya membawa 1 gen. Apabila mereka mewarisi kedua gen, satu dari masing-masing orang tua, mereka akan menderita ARPKD. Ada empat jenis ARPKD, yaitu “perinatal form” (yang muncul saat seseorang lahir), “neonatal form” (yang terjadi pada bulan pertama hidup bayi), “infantile form” (yang terjadi saat seorang anak berusia 3 hingga 12 tahun), dan “juvenile form” (yang terjadi setelah anak berusia 1 tahun).

  • Acquired cystic kidney disease

Kondisi ini tidak bersifat turunan dan biasanya terjadi saat seseorang telah dewasa. Acquired cystic kidney disease biasanya berkembang pada orang-orang yang telah memiliki gangguan kesehatan ginjal lain, dan lebih sering dijumpai pada orang-orang yang memiliki gagal ginjal atau sedang dalam dialisis ginjal. 

Selain gejala yang dapat dirasakan saat seseorang menderita penyakit ginjal polikistik, akan ada banyak komplikasi kesehatan yang terjadi akibat kista di ginjal yang bertambah besar. Komplikasi tersebut di antaranya adalah melemahnya daerah pada dinding arteri yang dikenal dengan nama aneurysm otak, kista pada dan di dalam hati, kista di pankreas dan testis, katarak atau kebutaan, penyakit hati, anemia atau kekurangan sel darah merah, tekanan darah tinggi, kegagalan ginjal, dan batu ginjal. 

Koarktasio Aorta pada Bayi, Apa yang Harus Dilakukan?

Jantung berfungsi memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh. Kelainan jantung akan memengaruhi fungsi tubuh. Salah satu kelainan jantung bawaan adalah koarktasio aorta.

Kondisi ini terjadi ketika aorta menyempit. Aorta adalah arteri besar yang bertugas menyalurkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Kondisi ini menyebabkan jantung memompa darah lebih kuat, dan cenderung disertai dengan kelainan jantung lainnya. 

Penyebab penyempitan aorta

Kelainan jantung bawaan seperti koarktasio aorta, biasanya terjadi tanpa alasan yang jelas. Koarktasio aorta mungkin dikarenakan perkembangan aorta yang tidak sempurna dalam delapan minggu pertama pertumbuhan janin. 

Kondisi ini juga dikaitkan dengan kelainan jantung lainnya seperti sindrom Shone, katup aorta bikuspid, dan kelainan septum ventrikel. Riwayat keluarga juga bisa meningkatkan seseorang mengalami kelainan jantung, baik yang terjadi karena cacat pada gen, kelainan kromosom, atau paparan lingkungan. 

Walau dianggap sebagai penyakit bawaan, pada kasus yang jarang penyempitan aorta berkembang di kemudian hari. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan koarktasio aorta yaitu:

  • Cedera traumatis
  • Pengerasan arteri yang parah (aterosklerosis)
  • Peradangan arteri (arteritis Takayasu)

Tanda dan gejala koarktasio aorta

Gejala koarktasio aorta akan terlihat jika penyempitan terjadi dalam kondisi sedang sampai berat. Bayi yang mengalami kondisi ini mungkin akan memperlihatkan kondisi baik-baik saja di awal waktu, tapi kemudian bisa memburuk secara tiba-tiba. Hanya sekitar 25% kasus memiliki gejala yang muncul sesaat setelah lahir.

Setiap anak bisa mengalami gejala yang berbeda. Namun tanda-tanda umum penyempitan aorta meliputi:

  • Napas berat dan/atau cepat
  • Kulit pucat
  • Nafsu makan buruk
  • Berat badan kurang
  • Keringat berlebih
  • Sulit bernapas
  • Sifat mudah marah atau tersinggung
  • Denyut nadi pada kaki bayi lemah dan sulit dirasakan

Koarktasio aorta ringan tidak akan menghasilkan gejala bahkan hingga anak beranjak dewasa. Kondisi ini hanya bisa terdeteksi melalui tes tekanan darah. Ketika anak tumbuh, tanda dan gejalanya bisa berbeda yaitu sebagai berikut:

  • Tekanan darah tinggi
  • Mimisan
  • Murmur jantung
  • Sakit kepala
  • Kram di bagian bawah tubuh
  • Kaki dingin
  • Nyeri dada
  • Mimisan
  • Lemah otot

Komplikasi yang bisa terjadi

Koarktasio aorta menyebabkan ventrikel kiri jantung bekerja keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh melalui aorta yang sempit. Pada akhirnya ventrikel kiri akan kelelahan sehingga aliran darah ke seluruh tubuh tidak maksimal. 

Gejala yang dihasilkan, seperti sakit kepala dan kram, merupakan efek dari tekanan darah yang lebih tinggi di atas penyempitan, dan lebih rendah dibawahnya. Selain itu, ginjal juga tidak akan menghasilkan cukup urine atau air seni karena kurangnya aliran darah. 

Kondisi lain yang bisa terjadi akibat koarktasio aorta yaitu:

  • Melemahnya salah satu arteri di kepala dan lengan, dan berisiko robek sehingga menyebabkan stroke atau pendarahan.
  • Meningkatnya risiko infeksi di lapisan jantung atau aorta yang dikenal sebagai endokarditis bakterialis.
  • Arteri koroner, yang bertugas memasok darah merah ke otot jantung, menyempit sebagai respon terhadap tekanan yang meningkat. 
  • Gagal jantung

Bagaimana mengobatinya?

Setelah anak didiagnosis koarktasio aorta, dokter akan menentukan perawatan yang didasarkan pada usia anak, kesehatan dan riwayat kesehatan, toleransi terhadap suatu pengobatan, dan keparahan penyakit. 

Umumnya kelainan ini ditangani dengan operasi. Dokter akan melebarkan area yang menyempit dengan bantuan struktur atau tambalan. Prosedur kateterisasi jantung juga bisa menjadi opsi lain guna meregangkan aorta. Setelahnya dokter akan memasang alat kecil yang disebut stent untuk menjaga aorta tetap terbuka.

Pada bayi dengan kondisi sangat parah akan ditempatkan di ruang ICU sebelum dan setelah dilakukannya prosedur. 

Catatan

Sebagian besar anak yang menjalani operasi koarktasio aorta akan hidup sehat. Fungsi tubuh dan tingkat aktivitasnya juga normal sama seperti anak lainnya. Ketika anak tumbuh besar, penyempitan aorta mungkin kembali terulang, namun Anda tak perlu khawatir karena ini bisa diatasi dengan prosedur yang sama. 

Gejala, Penyebab, Serta Cara Menghilangkan Benjolan Lipoma

Pernahkah Anda menemukan benjolan pada tubuh? Benjolan tersebut bisa merupakan benjolan lemak yang tumbuh lambat di antara lapisan otot dan kulit yang disebut sebagai lipoma. Umumnya, benjolan lipoma ini akan terasa sakit saat ditekan terutama jika ukurannya besar dan menekan saraf di sekitarnya. Lipoma digolongkan sebagai tumor jinak yang tidak berbahaya, namun tetap berpotensi untuk berkembang menjadi lebih ganas. Secara perbandingan, pria lebih rentan terkena lipoma dibandingkan wanita. Selain itu, seseorang dapat memiliki lebih dari satu benjolan lipoma di tubuhnya. Lalu, apa penyebab dan gejala lipoma? Serta bagaimana cara menghilangkan benjolan lipoma tersebut? Simak penjelasannya berikut ini! 

Gejala lipoma 

Benjolan lipoma bisa muncul di berbagai area tubuh dan kemunculannya pun bisa lebih dari satu. Beberapa area tubuh yang mungkin muncul lipoma yaitu sekitar punggung, paha, perut, lengan, leher, atau bahu. Terdapat beberapa gejala atau ciri-ciri dari benjolan lipoma yaitu:

  • Benjolan mudah digoyangkan. 
  • Benjolan tidak padat, terasa lembek dengan konsistensi seperti lemak daging sapi.
  • Benjolan bisa tumbuh menjadi lebih besar dari sebesar kelereng hingga seukuran bola pingpong. 
  • Pertumbuhan benjolan terjadi dengan sangat lambat. 

Lipoma pada umumnya memang tidak berbahaya, sehingga Anda tidak perlu khawatir dan bingung memikirkan cara menghilangkan benjolan tersebut. Akan tetapi, pada beberapa kasus, benjolan lipoma perlu ditangani segera. Tanda khusus dapat muncul jika benjolan lipoma tergolong berbahaya seperti adanya beberapa perubahan yaitu: 

  • Benjolan menjadi terasa menyakitkan.
  • Benjolan menjadi panas atau seperti ruam kemerahan.  
  • Bertambah besar dengan pertumbuhan yang cepat dan tiba-tiba. 
  • Benjolan menyebabkan perubahan yang terlihat pada kulit di atasnya. 
  • Benjolan berubah menjadi keras dan tidak dapat digoyangkan. 

Penyebab lipoma 

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab lipoma secara pasti. Akan tetapi, beberapa faktor meningkatkan risiko seseorang terkena lipoma. Beberapa faktor peningkat risiko terkena lipoma yaitu:

  • Memiliki rentang usia 40 tahun hingga 60 tahun. 
  • Menderita penyakit tertentu seperti adiposis dolorosa atau sindrom Gardner. 
  • Faktor keturunan atau genetika. 
  • Penderita diabetes .
  • Memiliki penyakit hati atau liver.
  • Obesitas.
  • Kadar kolesterol dalam darah tinggi. 

Cara menghilangkan lipoma

Terdapat beberapa cara menghilangkan benjolan lipoma. Meski demikian, umumnya lipoma sendiri tidak membutuhkan penanganan khusus sebab tidak berbahaya. Lipoma perlu ditangani dan dihilangkan jika terasa mengganggu, ukurannya membesar, hingga menimbulkan rasa sakit. Berikut ini beberapa cara menghilangkan lipoma.

  1. Diagnosis

Pertama, pemeriksaan perlu dilakukan. Untuk menegakkan diagnosis, pasien perlu menjalankan serangkaian pemeriksaan dari dokter. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dari benjolan yang ada. Setelahnya, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan USG, CT Scan, MRI, atau biopsi guna memastikan benjolan yang muncul adalah lipoma, bukan kanker jaringan lemak atau tumor ganas. 

  1. Terapi steroid

Untuk menghilangkan lipoma, terdapat cara yang tidak membutuhkan operasi. Terapi steroid bisa dipilih dengan cara menyuntikkan obat steroid di area benjolan lipoma. Terapi ini dapat mengecilkan benjolan lipoma. Sayangnya, terapi steroid tidak dapat menghilangkan benjolan hingga tuntas. 

  1. Sedot lemak

Cara menghilangkan benjolan lipoma lainnya yaitu dengan menjalani sedot lemak. Proses sedot lemak dilakukan menggunakan alat khusus. Kelemahan dari sedot lemak adalah adanya risiko benjolan yang telah hilang kambuh atau muncul kembali. 

  1. Operasi lipoma

Selain terapi steroid dan sedot lemak, benjolan lipoma juga dapat dihilangkan melalui operasi. Cara ini cukup umum dipilih dan direkomendasikan terutama pada pasien yang memiliki tumor atau benjolan berukuran besar. Operasi lipoma akan memotong seluruh benjolan. Efek samping dari operasi lipoma adalah adanya bekas luka atau tumbuhnya jaringan parut. 

Itu dia berbagai cara menghilangkan benjolan limpoma yang bisa dipilih. Meski tidak berbahaya, Anda disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala lipoma seperti yang telah disebutkan di atas. Hal tersebut bertujuan untuk melakukan deteksi dini apakah lipoma yang muncul perlu dihilangkan atau tidak. Jika Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang benjolan limpoma, tanyakan secara langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh sekarang secara gratis di App Store atau Google Play.

Apa Itu Metabolisme Lipid? Ini Penjelasannya

Merupakan sebuah proses rumit yang terjadi di dalam tubuh dengan melibatkan beberapa tahapan, mulai dari lipid yang dikonsumsi dari makanan atau produksi lipid dalam tubuh sampai degradasi atau berubah menjadi sejumolah struktur dalam tubuh yang mengandung lipid disebut dengan metabolisme lipid di dalam tubuh.

Lipid yang dimaksud bukanlah lemak atau substansi yang mirip dengan lipid, seperti minyak, asam lemak, lilin dan kolesterol. Pada umumnya lipid yang diperoleh makanan berbentuk trigliserida dan kolesterol, kedua jenis lipid ini dapat membahayakan kesehatan jika berada dalam kadar yang berlebih, terlepas dari lipid yang memang bermanfaat bagi tubuh.

Fungsi Metabolisme Lipid

Lipid memiliki banyak fungsi biologis, seperti menyimpan energi dan bermanfaat sebagai komponen membran seluler serta lipoprotrein. Namun perlu diketahui bahwa kebanyakan bentuk lipid atau lemak adalah molekul kompleks yang harus menjalani proses metabolisme terlebih dahulu sebelum digunakan tubuh.

Proses metabolisme ini memungkinkan organ tubuh untuk menggunakan energi atau menyimpan energi pada adiposa atau lemak tubuh. Beberapa organ tubuh yang memanfaaftkan energi dari lipid untuk tetap berfungsi dengan baik di antaranya seperti jantung, limpa, otak dan yang lainnya.

Penyakit Pengganggu Metabolisme

Tidak selamanya proses metabolisme ini bisa berjalan dengan normal tanpa adanya hambatan, terdapat beberapa sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan gangguan pada proses ini, umumnya adalah penyakit genetik. Berikut beberapa penyakit yang dapat mengganggu proses metabolisme ini dalam tubuh.

  1. Penyakit Gaucher

Merupakan penyakit bawaan atau genetikl yang bisa dibilang langka, penyakit ini menyebabkan tubuh penderita tidak cukup memiliki enzim glukoserebrosida yang berfungsi memecah lipid sehingga proses metabolisme ini terganggu. 

Keadaan ini disebabkan menumpuknya zat lemak yang terdapat di berbagai organ tubuh, seperti paru-paru, limpa, tulang dan terkadang juga otak. Penumpukan lemak-lemak inilah yang menjadi sumber pengganggu proses metabolisme.

  1. Penyakit Tay-Sachs

Merupakan penyakit keturunan langka yang menyebabkan banyak zat lemak menumpuk di dalam otak, penumpukan ini bisa menghancurkan sel-sel saraf hingga menyebabkan masalah pada penderianya secara fisik dan mental. 

Bayi dengan kondisi penyakit ini akan terlihat normal selama beberapa bulan pertama, tetapi seiring berjalannya waktu kemampuan fisik dan mental si bayi akan mengalami penurunan. Beberapa gejala yang ditimbulkan penyakit ini seperti anak menjadi tuli dan buta, kehilangan kemampuan menelan, otot mulai terkikis hingga muncul kelumpuhan.

Penyakit ini disebabkan mutasi gen, ketika kedua orang tua memiliki gen ini maka sekitar 25 persen muncul kemungkinan anak akan mengalami kelainan metabolisme ini. Hingga saat ini penyakit tersebut belum ada obatnya.

  1. Sindrom Barth (BTHS)

Merupakan penyakit kelainan genetik langka pada metabolisme lipid, utamanya kondisi ini dialami oleh pria. Disebabkan adanya mutasi gen taffazin (TAZ) yang memengaruhi produksi kardiolipin. Kardiolipin merupakan jenis lipid esensial dengan peran penting dalam proses metabolisme energi, BTSH dalam kondisi serius bisa menyebabkan beberapa gangguan ini.

  • Kelemahan otot jantung atau kardiomiopati.
  • Neutropenia atau jumlah sel darah putih yang rendah.
  • Hipotonia atau penurunan tonus otot.
  • Kelemahan otot dan kelelahan.
  • Otot rangka tidak berkembang.
  • Pertumbuhan yang terhambat.
  • Cacat fisik dan peningkatan asam organin yang menyebabkan fungsi mitokondria tidak normal atau methylglutaconic aciduria.

Penderita penyakit ini bisa mengalami semua gejala di atas, salah satu atau salah dua, sementara kelainan diturunkan oleh ibu kepada anak perempuan dan laki-laki. Meski demikian, hanya anak laki-laki yang akan mengalami gejala penyakit di atas.

8 Penyebab Menggigil Tanpa Demam yang Sering Terjadi

Tubuh biasanya akan menggigil sebagai respon jika suhu di sekitar dingin atau Anda mengalami demam. Namun, ada juga tubuh menggigil tanpa demam dan suhu pun terbilang normal. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti kadar gula darah rendah, rasa cemas, atau karena melakukan aktivitas fisik yang terlalu intens.

Selain itu, menggigil tanpa demam juga menjadi indikasi Anda mengidap penyakit tertentu, tentu semua tergantung pada penyebabnya.

Penyebab Tubuh Menggigil Tanpa Demam

Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan tubuh Anda menggigil tanpa demam yang perlu diperhatikna.

  • Efek Samping Obat

Bisa saja seseorang merasa menggigil karena efek samping dari obat. Mungkin karena dosisi obat yang dikonsumsi tidak tepat, atau tidak cocok dengan pengobatan alternatif tertentu yang dijalani.

Oleh karenanya, sebelum mengkonsumsi obat, penting untuk diperhatikan dengan seksama efek samping obat setelah dikonsumsi. Hindari juga mengkonsumsi obat tanpa resep dari dokter.

  • Hipotiroidisme

Kondisi ini terjadi saat kelenjar tiroid seseorang tidak memproduksi hormon yang cukup untuk mengendalikan metabolisme tubuhnya. Sehingga kondisi ini membuat mereka jadi lebih sensitif terhadap suhu dingin dan membuatnya kerap mengigil.

Orang yang mengalami hipotiroidisme ini juga mudah lelah, konstipasi, kulit kering, wajah bengkak, rambut menipis, depresi, tidak mengeluarkan keringat, siklus haid tidak teraturs, serta tiroid akan membengkak.

  • Melakukan Aktivitas Fisik yang Esktrem

Anda juga bisa menggigil saat melakukan aktivitas fisik yang terlalu ekstrem, seperti marathon atau melakukan olahraga ekstrem lainnya. Sebab, kondisi ini akan membuat temperatur tubuh menjadi berubah. Tubuh bisa menggigil tanpa demam, karena dipicu oleh udara yang terlalu dingin ataupun terlalu panas.

Tubuh juga menunjukkan reaksi berupa bulu kuduk merinding, sakit kepala, mual, kram otot, serta muntah. Jadi, pastikan tubuh Anda tetap terhidrasi dengan baik serta gunakanlah pakaian olahraga yang sesuai dengan cuaca saat itu.

  • Terpapar Udara Dingin

Ketika tubuh berada di suhu udara yang dingin, biasanya akan membuat seseorang menggigil. Bisa juga ketika Anda mengenakan pakaian yang basah atau lembap.

Pada orang yang mulai masuk usia tua, biasanya tubuh mulai kehilangan kemampuan untuk mengendalikan temperatur tubuh yang menurun. Apalagi jika mereka menderita penyakit jantung atau diabetes.

Akan tetapi, menggigil akibat cuaca dingin biasanya akan hilang sendiri jika tubuh sudah hangat kembali. Tapi, jika terpapar terlalu intens, juga bisa berisiko menyebabkan frostbite atau hipotermia.

  • Reaksi Emosional

Ternyata reaksi emosional juga bisa membuat tubuh menggigil tanpa demam sama sekali. Apalagi jika emosi yang Anda rasakan begitu juat, misalnya rasa takut atau rasa cemas berlebihan.

Atau, tubuh bisa menggigil akibat emosi yang positif. Misalnya saat Anda mendengarkan kata-kata inspiratif, mendengarkan musik yang penuh history, atau sedang menonton film yang mengharukan. Reaksi-reaksi horman dalam tubuh ini juga bisa membuat Anda merasa menggigil.

  • Malnutrisi

Saat tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan, maka terjadilah kondisi malnutrisi. Mungkin karena kurang asupan makanan bergizi, dan sebagainya. Sehingga membuat tubuh tidak bisa menyerap nutrisi secara optimal. Salah satu gejala Anda mengalami malnutrisi adalah menggigil tanpa merasa demam sekalipun.

Gejala lainnya bisa berupa kulit tampak pucat, sulit berkonsentrasi, muncul ruam, lemas, ngantuk, persendian terasa kebas, hingga mempengaruhi kesuburan.

  • Anemia

Tubuh yang kekurangan zat besi atau anemia bisa juga membuat seseorang mengalami menggigil tanpa demam. Selain itu, juga akan disertai dengan gejala seperti kulit pucat, lesu, dan sebagainya. Anda bisa mengkonsumsi suplemen hingga melakukan transfusi darah untuk mengobatinya.

  • Respon Terhadap Infeksi

Saat terjadi infeksi tertentu, tubuh akan memberikan respon salah satunya dengan menggigil. Ini merupakan cara kerja tubuh dalam merespon agar sistem imun bisa bekerja lebih cepat dan maksimal. Infeksi yang bisa menyebabkan seseorang menggigil tanpa demam misalnya pneumonia, malaria, hingga infeksi saluran kemih.

Ada juga infeksi karena batu ginjal juga bisa membuat seseorang menggigil. Segera periksakan ke dokter jika mengalami gejala-gejala ini.

Waspada, Bahaya Kafein dalam Jangka Panjang!

Kafein adalah salah satu zat psikoaktif yang banyak terdapat di dalam minuman kopi. Selain itu, kafein juga terdapat pada teh, minuman bersoda, dan minuman energi. Secara sosial, zat kafein memang dapat diterima. Hanya saja, Anda tetap perlu hati-hati terhadap bahaya kafein jika dikonsumsi secara berlebihan.

Dosis aman konsumsi kafein.

Dalam jumlah tertentu, kafein dapat memberikan manfaat untuk tubuh kita. Dilansir dari laman Mayo Clinic, memenuhi asupan kafein hingga 400 miligram (mg) kafein sehari masih aman untuk kebanyakan orang dewasa yang sehat. Jumlah tersebut sebanding dengan empat cangkir kopi yang diseduh, sepuluh kaleng minuman bersoda, atau dua kaleng minuman berenergi. Anda tetap harus memperhatikan kandungan kafein dalam kemasan, karena bisa bervariasi antar minuman.

Jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang over, bahaya kafein dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan bisa menyebabkan kematian. Walaupun penggunaan kafein aman untuk orang dewasa, tidak dianjurkan untuk anak-anak. Sementara itu, remaja dan dewasa muda perlu berhati-hati tentang asupan kafein yang berlebihan, apalagi kafein dicampur dengan alkohol dan obat lain.

Apabila seorang wanita yang sedang hamil atau menyusui ingin mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Biasanya, dokter membatasi konsumsi kafein kurang dari 200 mg setiap hari.

Bahaya kafein jika dikonsumsi berlebihan.

Efek jangka pendek.

Alcohol and Drug Foundation menyatakan bahwa pengaruh kafein setiap orang berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh:

  • Ukuran, berat badan, dan kondisi kesehatan.
  • Sering atau tidak mengonsumsi minuman berkafein.
  • Penggunaan obat lain pada waktu yang sama.
  • Jumlah kafein yang dikonsumsi.

Bahaya kafein yang mungkin bisa muncul dalam waktu 5 hingga 30 menit setelah mengonsumsinya berlebihan dan dapat berlanjut hingga 12 jam adalah:

  • Menjadi lebih aktif dan berhati-hati.
  • Mulai gelisah dan merasa pusing.
  • Cemas dan mudah tersinggung.
  • Dehidrasi dan frekuensi buang air kecil jadi lebih sering.
  • Suhu tubuh jadi lebih tinggi.
  • Napas dan detak jantung jadi lebih cepat.
  • Sakit kepala dan kurang berkonsentrasi.
  • Sakit perut.

Anak-anak dan remaja yang mengonsumsi minuman energi yang mengandung kafein juga dapat mengalami masalah tidur dan kecemasan.

Overdosis

Bahaya kafein yang dikonsumsi dalam jumlah besar juga bisa menyebabkan overdosis. Tanda-tandanya bisa terlihat dari:

  • Tremor.
  • Mual dan muntah.
  • Detak jantung sangat cepat dan tidak teratur.
  • Kebingungan dan mudah panik.
  • Kejang-kejang.

Orang yang mengalami overdosis kafein bisa berujung dengan kematian, tetapi ini sangat jarang. Menurut para ahli, kafein bisa menyebabkan kematian jika dikonsumsi dalam jumlah 5 hingga 10 gram kafein (setara dengan 80 cangkir kopi kental) yang dikonsumsi satu per satu. Sementara itu, pada anak kecil, keracunan kafein dapat terjadi jika jumlah yang dikonsumsi lebih rendah. Misalnya, sekitar 1 gram kafein atau setara dengan sekitar 12 minuman berenergi yang dikonsumsi satu per satu.

Efek jangka panjang.

Dalam jangka panjang, konsumsi kafein secara teratur dan berlebihan, misalnya lebih dari 4 cangkir kopi sehari, pada akhirnya dapat menyebabkan:

  • Mudah gugup.
  • Susah tidur.
  • Mudah gelisah.
  • Cepat marah dan sakit kepala.
  • Pusing dan telinga berdenging.
  • Tremor otot.
  • Tubuh lemah, letih, dan lesu.
  • Detak jantung dan laju pernapasan cepat.
  • Nafsu makan buruk, mual, muntah, dan diare.
  • Mudah haus, sering buang air kecil, atau peningkatan volume urin.
  • Detak jantung jadi tidak beraturan.
  • Tekanan darah rendah, yang dapat dilihat dengan pingsan atau jatuh.
  • Kejang, kebingungan, atau delirium.

Bahaya kafein jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, baik obat yang dijual bebas maupun yang diresepkan, dapat menyebabkan:

  • Kafein dan alkohol: ketegangan yang sangat besar pada tubuh dan menutupi beberapa efek alkohol, seperti tertidur, minum lebih banyak, dan perilaku pengambilan keputusan.
  • Kafein dan obat perangsang lainnya: meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler.

Catatan

Jika Anda ingin mengonsumsi minuman berkafein, alangkah lebih baik Anda memperhatikan asupan kafein yang telah dikonsumsi dalam sehari. Ini bertujuan untuk mencegah efek samping dan bahaya kafein yang tidak diinginkan. Tidak ada larangan mengonsumsi minuman berkafein selama jumlah yang dikonsumsi masih dalam batas aman. Hubungi dokter atau ahli gizi untuk memastikan batas aman konsumsi kafein harian Anda, terutama jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu.

6 Fakta Obat Generik yang Wajib Diketahui

Sudah tidak asing bukan dengan istilah obat generik? Jenis obat yang satu ini dinilai banyak kalangan sebagai salah satu solusi agar masyarakat bisa memperoleh obat dengan harga yang lebih terjangkau, namun dengan manfaat yang tidak kalah besar dibandingkan jenis obat satunya lagi, yakni obat paten.

Di Indonesia sendiri, obat generik banyak dijadikan resep untuk berbagai penyakit yang biayanya ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Namun untuk diketahui, penggunaan jenis obat ini tidak hanya di Indonesia, loh. Istilah obat generik juga terdapat hampir di seluruh negara di dunia.

Walaupun banyak kalangan yang menganggap baik kehadiran jenis obat murah ini, banyak kalangan lainnya yang masih ragu memilih obat generik karena mempertimbangkan kualitas dan alasan lainnya. Padahal jika melihat fakta-fakta di bawah ini, Anda akan sadar bahwa obat generik ternyata benar-benar menguntungkan dan bisa ampuh mengobati berbagai keluhan penyakit!

  1. Kualitas dan Performa Bersaing

Kebanyakan orang enggan mengonsumsi obat generik karena memandang kemampuan jenis obat ini dalam menyembuhkan pasien tidak seefektif obat paten. Apakah Anda termasuk orang yang berpikir demikian? Padahal obat generik memiliki kualitas dan performa yang bersaing dengan obat paten sejenis. Kemampuan yang sama ini karena bahan aktif yang digunakan obat generik tidak ubahnya dengan bahan aktif yang dipakai di obat paten.

  • Standar Obat Terjamin

Alasan obat generik mampu bersaing dengan performa obat paten karena jenis obat ini sudah memenuhi standar pembuatan obat. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia maupun Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat sudah berulang kali mengkaji soal standar obat generik. Faktanya, obat generik tak lain merupakan duplikasi dari obat paten yang memiliki standar sama.

  • Perusahaan Pembuat yang Sama

Kira-kira siapa sebenarnya perusahaan yang membuat obat generik? Fakta ini mungkin akan mengejutkan Anda. Pasalnya, tidak ada perusahaan khusus yang membuat obat generik. Jenis obat yang kerap disebut lebih murah ini dibuat oleh berbagai perusahaan yang ternyata juga memproduksi jenis obat serupa tapi dengan kualitas paten.

  • Awal dari Akhir Hak Paten

Obat paten umumnya memiliki jangka waktu merek untuk tiap paten yang dimilikinya. Ketika masa paten tersebut habis dan belum ada perpanjangan terkait eksklusivitas obat tersebut, obat paten tersebut bisa bergeser menjadi obat generik. Perusahaan pembuat obat menggunakan jenis obat paten tersebut, kemudian mengganti merek serta tampilan pembungkusnya agar menjadi obat generik.

  • Biaya Lebih Terjangkau

Meskipun menggunakan bahan aktif yang sama dengan obat paten, biaya produksi obat generik lebih hemat karena tidak menggunakan bahan tambahan untuk “mengenakkan” rasa. Menurut penelitian FDA, tidak tanggung-tanggung perbedaan ongkos antara obat generik dan obat paten bisa mencapai 80—85 persen. Ongkos produksi yang lebih terjangkau ini menguntungkan bagi konsumen karena harga jual untuk obat generik menjadi jauh lebih murah.

  • Bahan Aktif Jadi Nama Jual

Ketika memilih obat paten, Anda akan mendapatkan berbagai merek obat yang sebenarnya memiluki kandungan bahan aktif serupa. Namun, hal tersebut tidak akan temukan pada pemasaran obat generik. Obat generik tidak diperkenankan memiliki nama dagang khusus, melainkan harus mengikuti nama zat aktif yang merupakan komponen dan fungsi utama obat tersebut.

Mengetahui fakta akan menghindarkan Anda dari opini yang tidak mendasar. Dengan fakta mengenai obat generik pula, Anda bisa mempertimbangakn menggunakan obat ini untuk memperoleh manfaat besar dengan ongkos yang lebih kecil tentunya.

Mengenal Jenis Terapi Ozon

Terapi ozon adalah terapi pengobatan medis alternatif yang memperkenalkan ozon atau ozonida ke tubuh Anda. Terapi ini dilakukan untuk mengobati penyakit atau luka.

Ozon sendiri adalah gas tidak berwarna yang terdiri dari tiga atom oksigen (O3). Gas ozon dapat digunakan untuk mengobati kondisi medis dengan merangsang sistem kekebalan tubuh Anda dan juga dapat digunakan untuk mendisinfeksi dan mengobati penyakit.

Terapi ozon bekerja dengan mengganggu proses tidak sehat dalam tubuh Anda, dimana hal ini dapat membantu menghentikan pertumbuhan bakteri yang berbahaya bagi tubuh.

Medical ozon sendiri telah digunakan sebagai desinfektan pada persediaan medis dan mengobati berbagai kondisi yang berbeda selama lebih dari 150 tahun. Misalnya, jika Anda memiliki infeksi dalam tubuh Anda, terapi ozon dipercaya dapat menghentikan penyebarannya.

Beberapa penelitian telah menunjukkan terapi ozon efektif dalam mengobati infeksi yang disebabkan oleh:

  • Bakteri
  • Birus
  • Jamur
  • Ragi
  • Protozoa

Terapi ozon juga membantu menghilangkan sel yang terinfeksi. Begitu tubuh Anda menghilangkan sel-sel yang terinfeksi, tubuh akan menghasilkan sel-sel baru yang sehat. Terapi ozon dapat digunakan untuk berbagai kondisi berikut:

  • Gangguan pernapasan

Orang dengan segala jenis gangguan pernapasan dapat mencoba terapi ozon. Dengan memberikan lebih banyak oksigen ke darah Anda, terapi ozon dapat membantu mengurangi stres pada paru-paru Anda. Namun terapi ozon tidak direkomendasikan untuk penderita asma.

  • Diabetes

Terapi ozon juga menunjukkan harapan dalam mengurangi resiko komplikasi dari diabetes. Komplikasi biasanya disebabkan oleh stres oksidatif dalam tubuh. Jika terapi ozon dapat membawa oksigen segar baru ke dalam darah dan jaringan, penderita diabetes bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Menurut sebuah studi, terapi ozon dapat membantu untuk memperbaiki kulit dan jaringan penderita diabetes.

  • Gangguan kekebalan tubuh

Terapi ozon mungkin bermanfaat bagi penderita gangguan kekebalan tubuh karena dapat membantu merangsang sistem kekebalan tubuh Anda. Namun masih diperlukan lebih banyak penelitian tentang penggunaan terapi ozon untuk pengobatan kekebalan tubuh.

Terdapat banyak cara untuk menerima terapi ozon. Biasanya penyedia layanan kesehatan Anda akan membahas pilihan terbaik untuk jenis perawatan Anda. Perawatan terapi ozon dapat diberikan dalam tiga cara, yaitu:

  • Langsung ke jaringan

Jika Anda menjalani terapi ozon untuk masalah ekstremitas atau luka, gas ozon kemungkinan besar akan diterapkan langsung ke jaringan bagian tubuh yang terkena. Gas akan diberikan dalam penutup pelindung.

  • Intravena

Untuk mengobati gangguan internal, gas ozon biasanya dilarutkan ke dalam darah yang diambil dari Anda. Kemudian, darah dengan gas terlarut disuntikkan kembali ke Anda melalui infus. Namun penggunaan intravena di AS tidak dianjurkan karena riwayat masalah serius seperti gumpalan dalam darah.

  • Intramuskuler

Terapi ozon juga tersedia sebagai injeksi intramuskuler. Untuk injeksi ini, gas ozon dicampur dengan darah atau air steril Anda sebelum diberikan.

Terapi ozon tidak banyak digunakan saat ini, dan seperti pengobatan medis lainnya, terapi ozon juga memiliki beberapa resiko. Gas ozon memiliki jumlah atom ganjil, yang membuatnya tidak stabil sehingga ketidakstabilan ini mengartikan bahwa gas ozon tidak dapat diprediksi.

Dokter atau perawat harus sangat berhati-hati saat menggunakan terapi ozon. Karena terkena oksigen konsentrasi tinggi dapat merusak sel darah merah, sehingga pengukurannya harus tepat.

Jika Anda ingin melakukan terapi ozon, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda tentang semua resiko yang mungkin terjadi dan timbang terhadap potensi manfaat dari perawatan yang akan Anda dapatkan. Anda juga harus mendiskusikan pilihan perawatan lain dengan dokter Anda untuk membantu menentukan rencana perawatan terbaik untuk kondisi Anda.

Atasi Penyakit Miom Tidak Harus dengan Pembedahan

Apakah Anda pernah mendengar tentang penyakit miom? Dalam bahasa medis mioma uteri atau dikenal dengan tumor jinak yang tumbuh dari otot rahim. Kondisi ini akan berdampak pada kesuburan dan juga menimbulkan permasalahan ketika dalam masa kehamilan.

Umumnya, penyakit miom diatasi dengan prosedur pembedahan dengan cara mengangkat miom tersebut. Namun, seiring perkembangan zaman, maka berkembang pula prosedur medis, termasuk untuk mengatasi penyakit miom, baik yang bersifat tidak invasif maupun minimal invasif.

Mengatasi penyakit miom tanpa prosedur pembedahan

Lalu, prosedur medis selain pembedahan seperti apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit miom? Lebih jelasnya, mari simak informasi berikut!

  • Embolisasi pembuluh darah Rahim

Prosedur medis embolisasi pembuluh darah Rahim dilakukan dengan menyuntikkan zat khusus ke dalam pembuluh darah rahim. Zat ini bekerja dengan membuat sumbatan dan menghambat aliran darah ke miom. Sel-sel miom yang tidak mendapatkan asupan darah akan berangsur menciut dan kemudian mati.

  • Focused ultrasound surgery

Prosedur Focused Ultrasound Surgery (FUS) dilakukan dengan metode Teknik pengangkatan miom tanpa pembedahan, melainkan dengan bantuan gelombang suara. FUS membutuhkan panduan dengan MRI, sehingga dapat diketahui letak miom secara tepat. Panas dan getaran dari gelombang suara akan merusak dan menghancurkan miom.

  • Miomektomi Laparoskopik

Prosedur untuk mengatasi miom yang satu ini menggunakan bantuan alat laparoskopi dengan membuat lubang kecil pada permukaan perut. Prosedur miomektomi laparoskopi dapat mengangkat miom tanpa harus mengangkat rahim.

  • Ablasi Endometrial

Dengan prosedur ablasi, proses mengatasi miom dilakukan dengan alat khusus yang akan dimasukkan ke dalam rahim. Alat tersebut kemudian akan mengeluarkan panas, seperti energi microwave, air panas, atau energi listrik ke miom yang hendak dituju. Dinding rahim atau endometrium akan turut luruh, sehingga dapat mengurangi perdarahan yang diakibatkan oleh miom.

Jika miom berada di dekat dinding rahim, maka miom dapat dihilangkan dengan prosedur ini. Walaupun begitu, prosedur ablasi tidak memungkinkan untuk menghilangkan endometrium yang berada di luar rongga rahim.

Memutuskan prosedur yang tepat untuk mengatasi miom membutuhkan pertimbangan. Anda perlu berkonsultasi dan berdiskusi dengan dokter agar pilihan Anda tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut pada kondisi kesehatan Anda.