Produk Nivea Selain Nivea Creme untuk Menunjang Penampilan Anda

Nivea sebagai salah satu brand dan perusahaan kosmetik yang berdiri pada tahun 1911 dan kini sudah berusia lebih dari 100 tahun. Saat ini, produk Nivea sudah banyak digunakan oleh jutaan orang di dunia. Salah satunya adalah Nivea Crème. Produk ini merupakan pelembap terbaik yang menjadi andalan banyak orang.

Maka dari itu setela sukses dengan berbagai produk kecantikan mulai dari deodoran hingga tabir surya, Nivea berusaha mengembangkan produknya lebih baik lagi. Salah satu produk yang terus dikembangkan adalah produk untuk menyembuhkan kulit berjerawat dan memutihkan kulit. Nah, selain Nivea Creme, berikut ini adalah produk – produk andalan dari Nivea yang bisa digunakan oleh laki – laki dan perempuan. 

Nivea Men Liquid Facial Foam-Acne Protect

Tidak hanya berfokus pada perawatan untuk wanita saja, Nivea juga memiliki produk perawatan wajah khusus pria. Salah satu produk Nivea yang terkenal di kalangan kaum adam adalah Nivea Men Liquid Facial Foam-Acne Protect. Kandungan Magnolia Bark pada produk ini dapat menjadi anti-bakteri terhadap jerawat. Hal spesial dari produk ini adalah tidak mengandung alkohol, sehingga cocok untuk berbagai jenis kulit termasuk kulit sensitif. 

Nivea Double Effect Eye Makeup Remover

Produk eye remover dari Nivea ini sudah dikenal banyak orang mampu menghilangkan berbagai riasan mata bahkan produk waterproof sekaligus. Tidak hanya terkenal di kalangan masyarakat biasa, produk ini juga menjadi andalan para beauty vlogger. Produk ini juga aman digunakan pada kelopak mata yang sensitif. 

Nivea White Makeup Starter 2 in 1 Moisturizing Day Serum

Serum adalah produk kecantikan yang digunakan sebelum mengaplikasikan makeup di wajah. Serum ini berfungsi agar makeup bisa bertahan lebih lama dan menjaga kulit dari paparan sinar matahari. Sesuai dengan namanya, serum ini juga memiliki fungsi moisturizing bagi wajah. Kandungan SPF 33 PA+++ UVA/UVB akan melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung yang dapat merusak kulit wajah. Kandungan Vitamin C yang mencapai 95% akan membuat kulit tampak lebih cerah dan menyamarkan noda-noda hitam di wajah. Tekstur dari produk ini pun mudah meresap di kulit wajah. 

Nivea Soft

Produk dari Nivea yang satu ini memang sudah sangat terkenal. Nivea soft adalah produk pelembab yang didalamnya terdapat kandungan jojoba oil dan vitamin E yang akan menjaga kelembapan kulit wajahmu sepanjang hari. Memiliki tekstur yang ringan, segar dan gampang meresap kedalam kulit wajah. Keistimewaan dari produk ini adalah tidak hanya bisa digunakan pada wajah saja, tetapi bisa digunakan pada perut, kaki hingga kulit bayi yang sensitif. Namun pada bayi, produk ini hanya digunakan pada area pantat saja agar terhindar dari iritasi dan ruam akibat penggunaan pampers.

Nivea MicellAir Skin Breathe Hydration

Salah satu dari rangkaian produk micellar water ini mampu menyelamatkan kulit wajah dari kekeringan. Produk micellar water adalah item kecantikan yang harus dimiliki oleh setiap wanita. Terlebih bagi yang suka menggunakan makeup di kehidupan sehari-harinya. Micellar water akan menjaga dan menyelamatkan kulit dari kerusakan akibat penggunaan makeup. Nivea hadir membawa solusi dengan mengeluarkan sebuah produk yang bernaman Nivea MicellAir Skin Breathe Hydration. Produk ini mengandung hyaluronic acid & hydra iq, golden algae dan marine salt expert.

Hyaluronic acid & hydra berfungsi untuk menjaga kelembaban wajah dan membuatnya terlihat lebih segar, sehat dan bercahaya. Golden algae adalah tumbuhan bawah laut yang memiliki khasiat mencegah penuaan dini. Kandungan Marine Salt Extract sangat efektif dalam pengembalian tekstur kelembapan kulit wajah. 

Jadi tidak heran jika selain produk Nivea Crème, produk keluaran Nivea lainnya begitu diminati masyarakat. Hal ini karena produk – produk Nivea menjadi jawaban dari segala permasalahan kulit wajah.

Vaksin Rotavirus dan Vaksin Penting Lainnya

Saat bayi baru lahir, mereka akan diberikan beberapa vaksin. Idealnya, pada saat anak menginjak usia masuk taman kanak-kanak, mereka akan telah menerima ketiga vaksin hepatitis B, vaksin DTaP (diphtheria, tetanus, dan pertussis), vaksin haemophilus influenzae tipe B (Hib), vaksin pneumococcal conjugate (PCV), vaksin poliovirus tidak diaktifkan (IPV), dan vaksin MMR (campak, gondongan, dan rubella). Banyak sekolah membutuhkan bukti bahwa anak Anda telah divaksinasi, dan bisa tidak memperbolehkan anak mendaftar apabila semua vaksinasi yang disebutkan sebelumnya belum didapatkan. Namun ada beberapa vaksin penting lain, seperti vaksin rotavirus, yang mungkin perlu Anda berikan untuk anak. Artikel ini akan membahas jenis vaksin apa yang perlu dipertimbangkan. 

Vaksin rotavirus

Vaksin rotavirus adalah jenis vaksin untuk virus rotavirus, sebuah virus yang sangat menular yang dapat menyebabkan diare parah pada bayi dan anak-anak. Virus ini sering menyebabkan muntah dan demam. Jika tidak diobati, rotavirus dapat menyebabkan dehidrasi parah dan bahkan kematian. Menurut PATH, sebuah organisasi kesehatan non-profit internasional, setiap tahunnya lebih dari 500 ribu anak-anak di seluruh dunia meninggal akibat penyakit diare, dan sepertiga dari kematian tersebut disebabkan karena rotavirus. Jutaan lain menjalani rawat inap setiap tahunnya setelah terinfeksi oleh virus ini. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan kebanyakan bayi untuk divaksinasi vaksin rotavirus agar tercegah tertular penyakit ini. Dua vaksin rotavirus oral yang telah disetujui penggunaannya dalam mencegah infeksi rotavirus adalah Rotarix dan RotaTeq. Vaksin tersebut hadir dalam dua atau tiga dosis, dan CDC merekomendasikan pemberian dosis pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Dosis pertama harus diberikan sebelum bayi berusia 15 bulan dan dosis terakhir harus diberikan sebelum bayi berusia 8 bulan. Penting untuk diingat bahwa beberapa bayi tidak boleh mendapatkan vaksin ini, misalnya bayi yang menunjukkan reaksi alergi terhadap vaksin rotavirus atau memiliki riwayat serius alergi lainnya. CDC juga merekomendasikan bayi yang memiliki imunodefisiensi kombinasi parah (SCID), gangguan sistem kekebalan lainnya, atau jenis penyumbatan usus yang disebut intussusception tidak boleh mendapatkan vaksin ini. Sama seperti vaksin lain, vaksin rotavirus hadir dengan risiko efek samping seperti diare atau mual sementara, demam, hilangnya nafsu makan, dan rewel. Meskipun jarang dijumpai, efek samping serius di antaranya adalah intususepsi dan reaksi alergi. 

Vaksin meningococcal (MCV)

Penyakit meningococcal adlaah sebuah penyakit bakteri serius yang dapat menyebabkan meningitis (peradangan pada lapisan pelindung yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang) dan infeksi aliran darah atau sepsis. Anak-anak bisa mendapatkan penyakit meningococcal akibat hidup berdampingan dengan orang yang terinfeksi virus ini. Berbagai penggunaan alat makan, berciuman, atau menghirup asap rokok yang orang yang terinfeksi akan menularkan virus ini. 

CDC merekomendasikan anak-anak usia 11 atau 12 tahun hingga 16 tahun mendapatkan vaksin meningococcal dalam dua dosis. Sama seperti vaksin rotavirus, vaksin meningococcal juga dapat menyebabkan efek samping yang relatif ringan, seperti rasa sakit dan tanda kemerahan pada daerah tubuh yang disuntik, sakit kepala, kelelahan, dan rasa nyeri. Satu efek samping parah namun sangat jarang dijumpai adalah sindrom Guillain-Barre, sebuah gangguan yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh seseorang malah merusak sel saraf mereka. Untuk semua jenis vaksin, risiko reaksi alergi cukup kecil, namun sangat berbahaya. Untuk itu, selalu diskusikan dengan dokter terlebih dahulu guna memastikan keefektifan dan keamanan vaksin. 

Cara Mendeteksi Secara Mandiri Benjolan di Belakang Telinga

Benjolan di belakang telinga bisa disebabkan oleh banyak hal, namun umumnya terjadi karena abses atau kista sebasea. Abses adalah infeksi dinding di jaringan area tubuh tertentu. Kondisi ini harus mendapatkan penanganan dari dokter dan dapat disembuhkan dengan mengonsumsi antibiotik. Kista sebasea terjadi ketika komponen epitel yang menghasilkan keratin terperangkap di bawah kulit, membentuk kista yang diisi dengan nanah berwarna kuning keputihan.

Seringkali, infeksi yang melibatkan telinga atau sinus dapat menyebabkan benjolan di belakang telinga atau pembengkakan kelenjar getah bening. Pembengkakan tersebut bisa terjadi akibat adanya virus dan infeksi bakteri. Sebagian besar infeksi ini dapat merespons antibiotik atau pengobatan, sehingga masih tergolong aman, dengan catatan ukurannya kurang dari dua sentimeter.

Anda dapat melakukan pemeriksaan mandiri di rumah untuk mengecek ada tidaknya benjolan di belakang telinga dengan cara berikut ini.

Meraba telinga

Tangan menjadi media pengecekan yang paling mudah dan bisa Anda lakukan secara berkala setiap harinya. Gunakan tangan Anda untuk meraba di sekitar telinga untuk membantu menentukan kemungkinan benjolan tersebut. Sentuh belakang telinga dengan lembut, supaya benar-benar bisa merasakan ada tidaknya perbedaan antara telinga satu dengan lainnya.

Apabila benjolan di belakang telinga terasa lembut, maka kondisi ini mungkin terjadi karena adanya lipoma atau kanker jinak. Lipoma adalah gumpalan jaringan lemak yang jarang terjadi. Benjolan di belakang atau di sekitar telinga juga bisa terjadi akibat adanya tumor yang melibatkan kelenjar parotis. Sebagian besar bersifat jinak, meskipun sekitar 20% bersifat ganas. Kanker tersebut umumnya muncul tepat di bawah telinga atau di depan telinga.

Cobalah untuk menekannya

Menurut dokter THT Timothy Kelly, MD, setelah melakukan perabaan disekitar telinga, Anda juga bisa mencoba untuk menekannya. Jika benjolan di belakang telinga terasa lunak atau nyeri, kemungkinan besar itu adalah infeksi, baik kelenjar getah bening yang meradang atau abses. 

Penyakit tersebut ditandai dengan beberapa gejala, seperti demam atau menggigil hingga meningkatkan kekhawatiran infeksi. Kalau sudah seperti ini, sebaiknya segera menemui dokter. Terutama jika benjolan tetap ada atau memiliki karakteristik yang mengkhawatirkan. Segera ke dokter jika mengalami hal ini.

Kapan harus ke dokter

Jika benjolan bermasalah hingga menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan buatlah janji dengan dokter. Pemeriksaan fisik cepat pada area tersebut dan pemeriksaan umum biasanya dapat membantu dokter mengetahui dengan tepat apa yang terjadi di belakang telinga.

Dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter jika benjolan muncul secara tiba-tiba, tidak bergerak saat disentuh, berlangsung lama, atau menunjukkan tanda dan gejala lain seperti:

Nyeri dan kemerahan, peningkatan ukuran, melepaskan nanah atau cairan lain, kesulitan menggerakkan kepala atau leher hingga kesulitan menelan. Dalam kasus ini, dokter dapat memeriksa benjolan berdasarkan penampilan dan reaksinya saat disentuh, serta menilai gejala lain seperti demam dan menggigil, yang mungkin mengindikasikan adanya infeksi. Jika benjolan tersebut terasa nyeri, itu mungkin merupakan tanda abses atau jerawat.

Berdasarkan apa yang ditemukan dokter, mereka mungkin menyarankan untuk membiarkan benjolan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika sudah parah, Anda harus melalui beberapa rangkaian perawatan, mulai dari pengobatan menggunakan resep dokter saja hingga pembedahan untuk menghilangkan benjolan di belakang telinga. Perawatan sangat bergantung pada asal muasal benjolan, yang dapat hilang tanpa perawatan apa pun atau mungkin memerlukan antibiotik atau bahkan pembedahan.

Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Pertumbuhan Anak

Masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan. Oleh karena itu, wajib hukumnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka agar dapat tumbuh optimal dengan sehat dan kuat. Meskipun banyak suplemen vitamin dan mineral anak, sebaiknya Anda utamakan pemenuhan gizi mereka melalui makanan bernutrisi seimbang. Suplemen hanya diberikan sebagai tambahan, jika anak kesulitan mendapatkan asupan bergizi seimbang dari makanan sehari-hari, misalnya bagi anak yang sulit dan cenderung pilih-pilih makanan. Berikut adalah vitamin dan mineral anak yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan mereka sekaligus sumber-sumber makanannya.

  1. Vitamin A

Anak Anda membutuhkan vitamin A untuk penglihatan, kulit, pertumbuhan, perkembangan dan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin A dapat ditemukan pada hati, daging, susu dan telur, buah dan sayuran, seperti wortel dan ubi jalar.

  1. Vitamin B

Vitamin B terdiri dari berbagai macam jenis, yaitu vitamin B1, B2, B3, B6, B12, asam folat, biotin, dan asam pantotenat. Kelompok ini dikenal dengan vitamin B kompleks. Manfaat vitamin B kompleks adalah untuk membantu fungsi metabolisme dan produksi energi. 

Vitamin B juga berperan dalam proses produksi sel darah merah yang akan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga, vitamin anak ini juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan sirkulasi darah, sistem saraf, dan fungsi organ tubuh. Dalam memenuhi kebutuhan vitamin B untuk Si Kecil, cobalah konsumsi jenis makanan berikut:

  • Daging merah dan unggas
  • Ikan dan seafood
  • Produk susu dan variasinya
  • Telur
  • Biji-bijian utuh, seperti oat dan gandum
  • Sayuran berdaun hijau
  • Kacang-kacangan (kacang tanah, kedelai, dan kacang merah).
  1. Vitamin C 

Vitamin C bermanfaat untuk kesehatan jaringan tubuh, seperti tulang, pembuluh darah, gusi, jaringan ikat, kulit, dan lain sebagainya. Vitamin C juga dibutuhkan untuk menguatkan daya tahan tubuh dan membantu menyembuhkan luka. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin ini bagi anak-anak yang rentan terserang bakteri atau sumber penyakit lainnya. Khususnya, saat anak telah aktif bermain di luar rumah.

  1. Vitamin B9 (Asam folat)

Folic acid atau asam folat membantu Anda menyerap protein dan membentuk sel-sel darah baru dan DNA. Memasak dan mengolah makanan, misalnya saat proses pengalengan, dapat mengurangi jumlah folat dalam makanan. Sayuran berdaun hijau, hati dan sereal gandum adalah sumber makanan kaya asam folat.

  1. Kalsium

Salah satu mineral yang memiliki fungsi sangat penting bagi tumbuh kembang anak adalah kalsium. Kebutuhan kalsium yang terpenuhi akan membuat tulang dan gigi anak tumbuh dengan padat dan kuat, bahkan hingga usia lanjut.Sumber-sumber kalsium dapat dipenuhi dari makanan berikut:

  • Ikan salmon
  • Sayuran berdaun hijau
  • Produk yang terbuat dari susu
  • Produk yang diperkaya dengan kalsium.
  1. Zat besi

Zat besi memiliki fungsi untuk membentuk otot dan menjaga kesehatan sel darah merah sehingga oksigen dapat didistribusikan dengan baik ke seluruh tubuh. Seseorang yang kekurangan asupan zat besi saat anak-anak akan cenderung lebih rentan mengalami masalah kesehatan saat dewasa. Khususnya pada wanita saat mulai menstruasi.

Selain vitamin dan mineral anak di atas, Si Kecil juga membutuhkan makanan tinggi serat untuk menjaga kesehatan pencernaan. Dengan pencernaan yang sehat, gizi makanan yang dikonsumsi dapat terserap dengan baik. Simak artikel SehatQ.com untuk mengetahui tips parenting lainnya.

Intertrigo, Ketika Kulit Gatal Kering di Area Lipatan Tubuh

Area lipatan tubuh biasanya lembab dan jarang mengalami kondisi kering. Namun dalam suatu waktu, ruam bisa muncul di sekitar lipatan tubuh dan menyebabkan kulit gatal kering. Kondisi ini dinamakan intertrigo.

Intertrigo dapat menyerang siapapun, namun cenderung terjadi pada orang tua, orang-orang yang tidak aktif bergerak, dan pada bayi yang disebut dengan ruam popok.

Penyebab intertrigo

Ruam terjadi ketika area kulit yang lembab saling bergesekan hingga lecet, sehingga bakteri dan jamur dapat tumbuh di area tersebut dan menyebabkan infeksi.

Kebanyakan kasus intertrigo terjadi di iklim yang panas atau lembab dan terjadi selama musim panas. Kurangnya sirkulasi udara serta penumpukan keringat atau sisa urine dan feses juga berkontribusi terhadap intertrigo.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang berkaitan dengan kulit gatal kering di area lipatan tubuh, yaitu:

  • Psoriasis terbalik

Bentuk psoriasis ini juga disebut dengan psoriasis intertriginous, yang berkembang pada area lipatan tubuh. Psoriasis terbalik menghasilkan ruam kemerahan dan berkilau.

  • Penyakit Hailey-Hailey

Merupakan kelainan genetik langka yang menyebabkan sel kulit saling menempel dan merusak lapisan kulit. Penderita penyakit ini biasanya mengalami lecet dan iritasi pada leher, ketiak, alat kelamin, serta area lipatan kulit lainnya.

  • Pemfigus

Pemfigus biasanya menyebabkan lecet di sekitar mulut, hidung, tenggorokan, mata, atau alat kelamin. Ada banyak jenis pemfigus dan ini bisa terjadi ketika imunitas tubuh melemah. 

  • Pemfigoid bulosa

Merupakan penyakit kulit langka yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh. Pemfigoid bulosa umumnya menyerang lansia.

Kondisi ini ditandai dengan adanya kulit gatal melepuh berisi cairan yang cenderung timbul di area kulit yang banyak digerakkan seperti perut, dada, lengan, dan kaki.

Faktor risiko lain yang bisa menyebabkan intertrigo yaitu:

  • Dermatitis seboroik
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Memiliki belat, penyangga, atau anggota tubuh palsu
  • Inkontinensia
  • Malnutrisi
  • Sistem kekebalan tubuh yang terganggu akibat kemoterapi atau HIV

Gejala kulit gatal kering akibat intertrigo

Intertrigo ditandai dengan:

  • Ruam merah atau coklat kemerahan
  • Terdapat lecet atau bercak kulit mentah yang terasa gatal
  • Terkadang mengeluarkan cairan dan berbau busuk
  • Tekstur kulit pecah-pecah dan berkerak

Intertrigo biasanya muncul di area lipatan yang besar seperti ketiak, bawah payudara, area genital, dan perut. Tak jarang ruam juga muncul pada leher, siku, paha bagian dalam, serta antara jari kaki dan tangan.

Pengobatan dan perawatan

Cara mengatasi kulit gatal kering akibat intertrigo bisa dengan obat yang dijual bebas atau dengan resep dokter. Biasanya dokter akan memberikan steroid topikal jangka pendek untuk mengurangi peradangan, salep antijamur, dan antibiotik.

Anda bisa mendapatkan steroid topikal ringan seperti krim hidrokortison 1% di apotik, lalu melapisinya dengan salep seng oksida.

Anda juga bisa mengikuti perawatan rumahan intertrigo yang disarankan dalam sebuah jurnal penelitian berikut ini:

  1. Cuci area yang terinfeksi dengan sampo ketokonazol 1% yang tersedia secara bebas. Diamkan selama 2 – 5 menit, lalu bilas dengan air mengalir.
  2. Keringkan area tersebut dengan handuk atau hair dryer. Pastikan area tersebut benar-benar kering.
  3. Campurkan krim klotrimazol 1% atau krim mikonazol 1% dan krim hidrokortison 1% dengan perbandingan yang sama. Oleskan tipis-tipis pada area yang terdampak selama dua kali sehari hingga ruam menghilang.
  4. Setelah ruam hilang, cuci area tersebut dengan  sampo ketokonazol 1% sekali seminggu.
  5. Keringkan area yang terdampak dengan handuk atau pengering rambut setiap setelah mandi atau ketika area terasa lembab.

Kulit gatal kering akibat intertrigo dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan kelembaban area lipatan. Ketika ruam semakin parah, disarankan untuk mengunjungi dokter secara langsung.

Kenali Ruptur Uteri saat Persalinan

Ruptur Uteri adalah robeknya dinding uterus saat kehamilan atau persalinan ketika umur kehamilan lebih dari 28 minggu. Tingkat ruptur uteri di Indonesia masih cukup tinggi berkisar antara 1:9 hingga 1:428 persalinan.

ruptur uretri

Biasanya kondisi ruptur uteri ini terjadi pada ibu hamil yang mencoba persalinan normal namun pernah melakukan operasi caesar sebelumnya atau pernah melakukan operasi rahim lain sebelumnya. Ribeknya dinding rahim ini disebabkan oleh adanya pergerakan bayi melalui jalan lahir dengan memberi tekanan yang kuat pada rahim. Atau biasanya juga terjadi sebelum waktu persalinan yang timbul disepanjang bekas luka operasi sebelumnya.

Bekas luka operasi yang paling berisiko mengalami ruptur uteri adalah sayatan vertikal di bagian atas rahim. Biasanya dokter tidak menganjurkan ibu hamil melahirkan normal melalui vagina jika sebelumnya pernah operasi caesar.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Ruptur Uteri

Selain karena faktor pernah melakukan operasi caesar, ruptur uteri bisa disebabkan oleh faktor risiko lain, yaitu:

  • Mengalami trauma rahim
  • Plasenta menempel terlalu dalam di dinding rahim
  • Sudah pernah melahirkan 5 kali atau bahkan lebih
  • Banyaknya air ketuban atau hamil bayi kembar sehingga rahim terlalu besar
  • Ukuran bayi terlalu besar bagi ukuran panggul ibu sehingga proses persalinan terlalu lama
  • Terjadinya kontraksi yang terlalu kuat dan frekuensinya sering

Tanda-tanda Mengalami Ruptur Uteri

Sebenarnya pada wanita yang belum pernah menjalani operasi caesar, ruptur uteri ini jarang terjadi. Namun, ruptur uteri atau rahim sobek adalah komplikasi serius yang berbahaya bagi keselamatan ibu dan janin.

Biasanya, tanda-tanda yang muncul saat seseorang mengalami ruptur uteri adalah:

  • Terjadi pendarahan yang berlebihan pada vagina
  • Terasa nyeri yang tidak normal atau abnormal pada perut
  • Kontraksi yang terjadi melambat atau kurang intens
  • Kekuatan otot rahim menghilang
  • Ketika proses persalinan, kepala bayi berhenti di jalan lahir
  • Di seal-sela kontraksi terasa sakit yang sangat parah
  • Pada bekas luka rahim sebelumnya terasa sakit yang tiba-tiba
  • Jantung bayi berdetak abnormal
  • Persalinan normal melalui vagina gagal
  • Detak jantung ibu menjadi cepat dan tekanan darahnya juga rendah akibat mengalami syok yang berisiko menyebabkan kematian

Cara Menangani Ruptur Uteri saat Melahirkan

Jika ketika melakukan persalinan normal dokter melihat Anda mengalami ruptur uteri, maka persalinan akan langsung dilakukan operasi caesar. Sebab, proses melahirkan normal melalui vagina tidak bisa dilanjutkan dan harus diganti segera dengan operasi caesar. Jika bayi tidak dikeluarkan dalam waktu 10-40 menit, bayi bisa meninggal karena kekurangan oksigen.

Tujuannya adalah agar mencegah risiko fatal yang akan dialami oleh ibu dan bayi. Dengan operasi caesar, kemungkinan bayi bertahan hiidup lebih besar jika diganti dengan caesar.

Lalu, setelah bayi berhasil dikeluarkan dari rahim ibu, bayi akan diberikan perawatan lanjutan seperti oksigen tambahan, misalnya.

Bila dalam kasus ini ibu mengalami pendarahan yang sangat banyak akibat rahim robek, maka dokter akan menyarankan histerektomi. Yaitu prosedur medis yang bertujuan untuk mengangkat rahim dari sistem reproduksi wanita. Oleh karena itu, pertimbangan melakukan histerektomi ini haruslah melalui persetujuan dan pertimbangan yang matang dari Anda dan pasangan.

Jika sudah menjalan prosedur ini, maka Anda tidak akan bisa hamil lagi. Anda juga tidak akan mengalami menstruasi lagi. Barulah dokter kemudian melakukan transfusi darah untuk mengganti darah yang hilang.

Untuk menghindari terjadinya ruptur uteri saat proses persalinan adalah dengan melakukan operasi caesar. Oleh karena itu penting untuk mengetahui riwayat kesehatan Anda dan periksakan kondisi kandungan secara rtuin ke dokter. Apalagi jika Anda sebelumnya pernah menjalani operasi caesar atau operasi rahim lainnya.