Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Obat KB

Penggunaan obat KB sudah sangat umum di kalangan masyarakat Indonesia. Obat ini digunakan untuk mengontrol kehamilan, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Pil KB menjadi salah satu alat kontrasepsi yang paling populer di Indonesia. 

Untuk menggunakan pil KB, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter atau apoteker. Perlu diingat, ada hal-hal yang harus dijadikan pertimbangan agar penggunaan pil KB Anda menjadi lebih efektif.

Perhatian sebelum memakai obat KB

Sebelum menggunakan pil KB, sebaiknya Anda lebih dulu mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan. Hal-hal ini harus Anda perhatikan sebagai bagian dari persiapan Anda:

  • Jenis obat KB yang dipilih

Pil KB yang beredar di masyarakat terdiri atas dua jenis. Jenis yang pertama adalah pil kombinasi, yaitu pil yang mencampurkan bahan dasar hormon estrogen dan juga hormon progestin sintetis. Sementara, jenis yang kedua dalah pil KB yang hanya mengandung progestin saja.

Efektivitas pil KB kombinasi sebenarnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan pil KB progestin. Akan tetapi, bagi beberapa wanita, adanya hormon estrogen mungkin bisa menimbulkan efek samping tertentu bagi kesehatan mereka. 

  • Kecepatan kerja pil KB

Pil KB bisa langsung bekerja dengan efektif di bulan pertama pemakaian. Begitu Anda ingin dapat hamil kembali, Anda bisa langsung menghentikan pemakaian dan kesempatan untuk hamil kembali meningkat. 

Pil KB bisa bekerja dengan dua cara yang berbeda, yaitu dengan mencegah ovulasi atau menebalkan lendir serviks. Saat ovulasi dicegah, maka sel telur tidak dilepaskan di ovarium sehingga sperma tidak bisa membuahinya.

Sementara, ketika lendir serviks menebal, sperma akan kesulitan untuk bergerak menuju sel telur. Kedua cara kerja itu sama-sama efektif untuk mengatasi kehamilan.

  • Pemakaian pil KB yang dilarang

Sebenarnya, obat KB sangat aman digunakan oleh wanita yang ingin mengendalikan kehamilan. Akan tetapi, obat ini tidak dianjurkan pada wanita di atas usia 35 tahun yang merokok.

Selain itu, pemakaian pil KB juga dilarang bagi wanita yang mengalami penyakit jantung dan ginjal serius, memiliki masalah dengan tekanan darah, menderita kanker payudara ataupun kanker uterus, serta mengalami penggumpalan darah di lengan, kaki, atau paru-paru.

Efek samping dan risiko obat KB

Layaknya obat pada umumnya, pil KB juga memiliki risiko efek samping. Akan tetapi, risiko ini cenderung kecil dan jarang terjadi. Biasanyaa, efek samping yang dirasakan dapat berupa:

  • Mual
  • Payudara bengkak dan nyeri
  • Darah menstruasi yang hanya sedikit
  • Perubahan suasana hati
  • Sakit kepala ringan
  • Keluar darah padahal tidak sedang menstruasi

Selain itu, banyak wanita yang menggunakan pil KB mengalami penurunan dalam gairah seksual. Hal ini juga perlu diperhatikan oleh pasangan Anda. 

Biasanya, efek samping yang lebih serius baru akan dirasakan setelah beberapa bulan pemakaian. Dalam kasus yang lebih parah, efek samping bisa berupa:

  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Pulmonary embolism
  • Deep vein thrombosis

Risiko di atas tidak perlu dikhawatirkan jika kondisi kesehatan Anda cukup baik. Risiko lebih mungkin terjadi apabila wanita yang menggunakan pil KB memiliki kondisi kelebihan berat badan, menderita tekanan darah tinggi, atau pernah menjalani bed rest dalam waktu yang cukup lama.

Untuk memastikan penggunaan obat KB tetap aman, akan lebih baik kalau Anda membicarakan hal ini lebih dulu dengan dokter Anda. Dokter bisa memberikan solusi untuk memilih pil KB yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *