Kenali Tahapan Paling Berbahaya Saat Terjangkit DBD

Memasuki musim hujan, masyarakat biasanya diwanti-wanti untuk menjaga kesehatan dan lingkungan rumah terbebas dari genangan air. Genangan air adalah tempat yang disukai nyamuk untuk berkembang, dan salah satu infeksi serius yang sering terjadi selama musim hujan adalah penyakit demam berdarah (DBD). 

Periksa pakaian dan genangan air, jangan sampai nyamuk aedes aegepty berkembang biak

Demam berdarah terjadi ketika nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue menggigit dan menularkan virus tersebut. Virus dengue akan menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh dan menyebabkan demam tinggi serta komplikasi lainnya. Bahaya DBD juga bisa menyebabkan kematian. 

Gejala Awal Penyakit Demam Berdarah

Awal mula penyakit DBD ditandai dengan demam hingga 40 ºC dan gejala seperti flu, namun demam dan flu tak kunjung membaik. Biasanya gejala tersebut muncul 4 hingga 10 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. 

Karena gejala DBD mirip dengan penyakit lain, penyakit ini seringkali disalah artikan dengan kondisi lain sampai gejala lainnya mulai muncul termasuk:

  • Ruam kulit
  • Sakit kepala
  • Batuk kering
  • Kelelahan
  • Nyeri otot, sendi, atau tulang
  • Mual dan/atau muntah
  • Sakit di belakang mata
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

3 Tahapan Infeksi DBD

Penyakit DBD dikenal memiliki 3 tahapan mulai dari awal infeksi hingga fase pemulihan. Pada tahap kedua, demam biasanya menurun tapi pada fase inilah pasien, perawat, dan tenaga medis lainnya harus waspada. 

Tahap 1: Awal Infeksi

Ketika pertama kali virus masuk ke dalam tubuh, virus akan segera menyerang hati, limpa, dan sel darah sehingga sel darah putih dan trombosit menurun. Akibatnya, terjadilah peradangan di dalam tubuh dan menyebabkan suhu tubuh meningkat sangat tinggi. 

Tahap demam akut terjadi pada hari 1 hingga ke 5 saat tanda awal mulai muncul. Selain demam, pasien juga akan merasakan nyeri, mual, muntah. Obat anti-nyeri dan anti nyeri seperti parasetamol mungkin bisa meringankan demam. Tubuh juga akan dehidrasi sehingga penting untuk mengonsumsi air atau serat untuk menjaga cairan tubuh. Namun jika pasien terlihat sangat lemah, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit.

Tahap 2: Fase Kritis yang Menipu

Pada hari ke 6, demam mulai turun. Pada kasus demam biasa, ini adalah tanda yang baik. Namun pada kasus DBD, kondisi ini merupakan merupakan fase bahaya DBD dan tanda peringatan akan komplikasi lainnya. 

Ketika suhu tubuh turun, dalam waktu 24 jam plasma darah bocor sehingga tekanan darah juga ikut menurun. Pasien akan merasa gelisah, lemah, kulit dingin pucat, dan nadi cepat. Kadar trombosit juga menurun sangat drastis, yang bisa mengakibatkan perdarahan internal hingga kematian. Karena itu pemberian cairan intravena dengan jumlah tepat sangat penting untuk mencegah hal tersebut.

Tahap 3: Tubuh Mulai Membaik

Pada fase ini, kondisi pasien mulai membaik. Kondisi berlangsung pada hari ke 8 dan bisa dikenali dengan 4 tanda ABCD yaitu nafsu makan membaik (Appetite), memiliki denyut nadi yang lebih lambat (Bradycardia), memiliki ruam pemulihan di kaki dan lengan (Convalescent), serta mengeluarkan air lebih banyak (Diuresis).

Mempercepat Pemulihan Saat Terkena DBD

Saat seseorang terkena demam berdarah, dokter akan memberikan beberapa obat yang membantu tubuh melawan infeksi. Dengan langkah berikut, tubuh bisa melewati fase kritis dengan baik dan pulih lebih cepat:

  • Beristirahat sebanyak mungkin. Hindari bermain gadget terlalu sering atau melakukan aktivitas yang bisa menguras energi
  • Mengonsumsi obat yang diberikan oleh tenaga medis secara rutin
  • Minum air sebanyak mungkin untuk mencegah dehidrasi
  • Konsumsi makanan yang bisa meningkatkan kadar trombosit, seperti sari kurma

Catatan

Agar Anda dan keluarga terhindar dari bahaya DBD, hindarilah tempat-tempat berisiko. Beberapa wilayah memiliki tingkat infeksi lebih tinggi dari yang lain, dan jika Anda atau keluarga terpaksa mengunjungi tempat tersebut sebaiknya mintalah vaksinasi. Anda juga bisa menggunakan lotion anti-nyamuk agar nyamuk tidak mendekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *