Bahan Aktif Berbahaya Selain Oxybenzone pada Tabir Surya

Bahan Aktif Berbahaya Selain Oxybenzone pada Tabir Surya

Anda tentunya sudah mengetahui bahwa oxybenzone merupakan salah satu bahan berbahaya yang harus Anda hindari saat membeli tabir surya.

Meskipun memberikan manfaat untuk melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB dan sinar matahari, kenyataannya bahan aktif memberikan risiko yang cukup berbahaya bagi kulit seperti alergi kulit dan bahkan membahayakan janin dalam kandungan ibu hamil.

Ternyata selain oksibenzon, terdapat kandungan lain dalam tabir surya yang harus Anda hindari karena bahaya yang dikandungnya. Apa saja itu? Yuk, simak di bawah ini!

Octinoxate

Ini adalah bahan dalam tabir surya yang punya fungsi serupa seperti oxybenzone karena mampu melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Namun ternyata octinoxate juga mempunyai efek yang buruk bagi kulit seperti memengaruhi kinerja hormon dalam tubuh, memicu produksi radikal bebas yang dapat menimbulkan penuaan dini serta memberikan dampak yang dapat merusak lingkungan karena tidak mudah menyatu dengan air.

Avobenzone

Avobenzone merupakan zat kimia yang juga dapat menstabilkan kulit yang terpapar sinar UV. Namun bahan kimia ini juga punya risiko yang tidak boleh Anda abaikan seperti halnya Oxybenzone.

Risikonya adalah dapat memicu alergi pada kulit, memicu kerusakan hati dan ginjal serta saraf dalam jangka panjang.

Kemudian dapat menimbulkan pelepasan radikal bebas yang dapat menimbulkan kanker jika terkena sinar matahari.

Retinyl palmitate

Retinyl palmitate adalah zat turunan dari vitamin A, yang meskipun mempunyai manfaat bagi tubuh, ternyata dapat memberikan kerugian yang tidak main-main.

Risikonya adalah senyawa ini dapat pecah saat terpapar sinar matahari yang menyebabkan kulit rentan mengalami keracunan pada sel, kerusakan pada DNA, dan munculnya kanker.

Selain itu, retinyl palmitate juga dapat mempercepat tumbuhnya sel jahat dan tumor kulit ketika terpapar sinar matahari langsung.

Homosalate

Homosalate merupakan zat aktif dalam tabir surya yang mempunyai fungsi menyerap tabir surya ke dalam kulit.

Namun, saat penyerapan inilah homosalate malah memiliki dampak yang cukup buruk, yaitu dapat meningkatkan pestisida dalam tubuh yang tentunya berakibat sebagai berikut:

  • Hormon pertumbuhan pada anak menurun
  • Mengacaukan kinerja hormon tubuh yang bisa menyebabkan timbulnya berbagai penyakit
  • Mengacaukan metabolisme tubuh

Parabens

Dalam tabir surya parabens digunakan untuk mempertahankan formula dan bentuk produk yang membuat produk tetap stabil dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.

Namun dalam kenyataannya, parabens malah dapat menyebabkan kanker akibat efek estrogen yang dimilikinya.

Phenoxyethanol

Phenoxyethanol mempunyai fungsi yang sama dengan parabens untuk mengawetkan produk. Namun seperti halnya parabens zat aktif ini juga bisa memberikan efek pada tubuh seperti alergi dan gangguan sistem saraf.

Hydroquinone

Bahan aktif yang satu ini berfungsi untuk mencerahkan kulit, dan sudah pasti ada di setiap produk tabir surya.

Namun, dan lagi-lagi, hydroquinone malah berpotensi menyebabkan kanker, meracuni sistem organ tubuh, dan mengiritasi saluran pernapasan.

Dimethicone

Untuk mengencangkan tekstur, setiap produk tabir surya dibekali dengan dimethicone, yang mampu memberikan efek halus pada kulit serta melindungi kulit wajah dari kerutan dan garis-garis halus.

Namun Anda perlu mengetahui jika dimethicone dipakai untuk jangka waktu yang lama malah dapat menyebabkan kulit kering.

Polyethylene

Terakhir adalah polyethylene yang digunakan untuk meremajakan kulit melalui eksfoliasi. Zat ini banyak digunakan karena memberikan efek yang lembut pada kulit.

Sayangnya, seperti halnya oxybenzone dan bahan-bahan aktif lainnya, polyethylene juga dapat memberikan efek buruk pada kulit karena mudah terkontaminasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *