Spirometri RS Hermina Tangkubanprahu Untuk COPD

RS Hermina Tangkubanprahu

Penyakit paru obstruktif kronis, atau dikenal dengan singkatan COPD, adalah penyakit peradangan paru kronis yang menyebabkan aliran udara terhambat dari paru-paru. Gejala penyakit ini di antaranya adalah kesulitan bernapas, batuk, produksi lendir (sputum),d an mengi. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh paparan gas atau zat yang mengiritasi dalam jangka waktu lama, seperti asap rokok. Orang-orang dengan COPD memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita penyakit jantung, kanker paru-paru, dan berbagai kondisi lainnya. Untuk itu, mereka yang menderita gejala COPD ada baiknya untuk segera menghubungi dokter guna mendapatkan diagnosis. Adapun alat bantu diagnosis untuk COPD adalah tes spirometri yang bisa Anda lakukan di RS Hermina Tangkubanprahu

Emphysema dan bronkitis kronis adalah dua kondisi yang paling sering menyebabkan COPD. Kedua kondisi tersebut biasanya terjadi secara bersamaan dan memiliki tingkat keparahan yang berbeda di antara orang-orang yang menderita COPD. Bronkitis kronis adalah peradangan di lapisan tabung bronkial, yang membawa udara ke dan dari kantong udara (alveoli) di paru-paru. Kondisi ini dikarakterisasikan dengan batuk dan produksi dahak (sputum) setiap hari. Sementara itu, emphysema adalah sebuah kondisi di mana alveoli yang berada di bagian akhir saluran udara terkecil (bronchioles) paru-paru hancur akibat paparan asap rokok dan gas iritan lainnya yang merusak. Meskipun COPD adalah sebuah penyakit progresif yang dapat terus bertambah parah, COPD dapat diobati. Dengan penanganan yang tepat, serta diagnosis dini lewat tes spirometri di RS Hermina Tangkubanprahu, kebanyakan orang yang menderita COPD bisa mencapai kontrol gejala baik serta memiliki kaulitas hidup yang lebih baik, sekaligus berkurangnya risiko menderita komplikasi yang berhubungan dengan COPD. 

Penyebab dan faktor risiko

Penyebab utama COPD di negara-negara maju adalah rokok tembakau. Sementara itu di negara-negara berkembang, COPD sering terjadi pada orang-orang yang mendapatkan paparan asap bahan bakar seperti memasak atau memanaskan di rumah dengan ventilasi yang buruk. Hanya beberapa perokok kronis yang akan memiliki COPD, meskipun para perokok dengan riwayat merokok panjang akan menderita fungsi paru yang berkurang. Beberapa faktor COPD di antaranya adalah:

  • Paparan terhadap asap rokok. Faktor risiko paling signifikan dalam terjadinya COPD adalah merokok tembakau jangka panjang. Semakin sering atau semakin banyak Anda merokok, semakin besar pula risiko yang dihadapi. 
  • Penderita asma. Asma, penyakit saluran udara peradangan kronis, dapat menjadi sebuah faktor risiko untuk menderita COPD. Selain itu, kombinasi asma dan merokok meningkatkan risiko COPD. 
  • Paparan debu dan zat kimia di tempat kerja. Paparan jangka panjang terhadap asap, uap, dan debu kimiawi di tempat kerja dapat mengiritasi dan membuat paru-paru Anda menjadi meradang. 
  • Paparan asap bahan bakar yang terbakar. Di negara-negara berkembang, orang-orang terpapar asap bahan bakar hasil pembakaran seperti memasak atau pemanas di rumah-rumah dengan ventilasi yang buruk memiliki risiko yang lebih tinggi dalam menderita COPD. 
  • Genetik. Gangguan genetik langka yaitu defisiensi alpha-1-antitrypsin merupakan penyebab dari beberapa kasus COPD. Faktor genetik lainnya membuat beberapa perokok tertentu lebih rentan dalam menderita penyakit COPD. 

Spirometri di RS Hermina Tangkubanprahu merupakan sebuah alat yang memainkan peran penting dalam COPD, mulai dari saat dokter mengira Anda memiliki kondisi ini hingga melewati perawatan dan pengaturan gejala. Spriometri RS Hermina Tangkubanprahu digunakan untuk membantu melakukan diagnosis dengan mengukur kesulitan bernapas, seperti sesak napas, batuk, dan produksi dahak atau lendir. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *