Seberapa Serius Kondisi Air Mani Darah?

Air mani atau secara ilmiah disebut sperma adalah cairan milik lelaki yang akan keluar melalui ejakulasi. Mani umumnya berwarna putih, meski pada beberapa kondisi warnanya bisa sedikit berbeda. Lantas bagaimana dengan air mani darah?

Ya, air mani darah adalah suatu kondisi di mana air mani terkontaminasi oleh darah. Kondisi ini membuat air mani berwarna coklat pekat hingga kemerahan, layaknya warna darah. Bagi kita orang awam, menyadari mani seperti darah tentu bisa membuat kita panik, khawatir, serta bertanya-tanya mengenai apa yang tengah terjadi.

Terkait kondisi yang dalam istilah medis disebut hematospermia ini, ada banyak sekali kemungkinan. Kemungkinan yang pertama adalah air mani darah tidak menandakan apa-apa; bukan jadi gejala dari kondisi medis yang lebih serius, sehingga dapat diabaikan saja.

Namun, kemungkinan lainnya adalah hematospermia ini berkaitan dengan kondisi medis tertentu yang boleh jadi perlu penanganan sesegera mungkin karena jika tidak, bisa membahayakan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Nah, untuk dapat menentukan kadar “seberapa serius” kondisi air mani darah yang dialami, seseorang bisa menerka-nerka melalui penyebab terjadinya hematospermia ini. Untuk membantu mengetahui beberapa kemungkinan penyebab kondisi air mani darah, artikel ini bisa kalian baca sampai habis. 

  • Infeksi dan peradangan

Kemungkinan penyebab pertama, sekaligus menjadi penyebab paling umum adalah infeksi dan peradangan. Munculnya darah bisa diakibatkan dari infeksi atau peradangan pada kelenjar, tabung, atau saluran yang memproduksi atau memindahkan sperma dari tubuh, termasuk prostat, uretra, vas deferens, dan vesikula seminalis.

Selain itu, infeksi menular seksual (IMS) maupun infeksi virus dan bakteri lainnya, juga bisa menimbulkan darah pada sperma.

  • Masalah pembuluh darah

Masalah pembuluh darah pada alat kelamin pria, seperti kista pada pembuluh darah, menjadi kemungkinan penyebab air mani darah berikutnya. Pembuluh darah dari prostat ke tabung kecil yang membawa sperma juga bisa saja mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan adanya darah dalam air mani.

  • Tindakan medis

Darah dalam air mani dapat terjadi setelah melakukan prosedur medis dan digolongkan sebagai kondisi umum. Misalnya, 4 dari 5 pria mengalami sperma berdarah untuk sementara waktu setelah melakukan biopsi prostat. 

Tindakan medis yang dilakukan untuk masalah kemih juga dapat menyebabkan trauma ringan yang mengarah pada pendarahan. Terapi radiasi, vasektomi, dan suntikan wasir juga dapat menimbulkan darah di sperma.

  • Penyumbatan

Salah satu tabung atau saluran kecil pada saluran reproduksi dapat tersumbat. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah pecah, dan darah bocor ke sperma. Pembesaran prostat (benign prostate hyperplasia) bisa membuat uretra terjepit sehingga menyebabkan adanya darah dalam sperma.

  • Polip dan tumor

Meski jarang terjadi, tetapi polip atau tumor di prostat, testis, epididimis, atau vesikula seminalis juga dapat menyebabkan terjadinya air mani darah. Hal ini bahkan juga mungkin menjadi tanda dari kanker testis, kandung kemih, dan organ reproduksi maupun saluran kemih lainnya. 

  • Kondisi medis tertentu

Kondisi medis tertentu juga mampu menyebabkan sperma berdarah, seperti tekanan darah tinggi, hemofilia, HIV, penyakit hati kronis, dan leukemia. Jika kamu mengalami masalah ini, segera konsultasikan pada dokter.

Perlu diketahui juga jika banyaknya darah yang ada di air mani dapat bervariasi. Darah yang muncul bisa hanya setetes, bisa juga banyak. Selain itu, masalah ini juga bisa disertai oleh gejala lain, seperti buang air kecil yang menyakitkan, sulit mengosongkan kandung kemih, ejakulasi menyakitkan, pembengkakan, demam, dan lainnya. 

Sebagai tambahan informasi, sebagian kasus air mani darah akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan medis. Namun, akan lebih baik jika kamu memeriksakan diri pada dokter untuk mendapatkan diagnosis terkait seberapa serius kondisi ini, termasuk mendapat prosedur penanganan yang tepat.